Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Pemberdayaan Pariwisata

Pengembangan Potensi Desa Wisata Melalui Pelatihan Pengenalan Homestay di desa Sungsang Iv, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan Vienna Artina Sembiring; Novita Widyastuti; Amalia Mustika
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.647 KB) | DOI: 10.30647/jpp.v1i1.1322

Abstract

Desa Sungsang IV berada di area muara sungai Musi dan berbatasan dengan Laut China Selatan atau Laut Bangka. Hal ini yang menjadikan desa Sungsang IV sebagai desa nelayan yang mata pencarian sebagian besar masyarakatnya adalah mencari ikan dilaut. Proses pengenalan potensi menggunakan metode analisa SWOT.Analisa SWOT yang digunakan adalah sebagai alat untuk mengenali kekuatan, kelemahan yang dimiliki suatu desa serta melihat peluang dan ancaman yang dihadapi oleh desa tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh warga desa yaitu memberikan pelatihan pengenalan homestay kepada warga sekitar yang berjumlah 20 orang. Tujuannya adalah untuk memetakan rumah masyarakat yang siap dijadikan homestay dan menyiapkan rumah masyarakat untuk dijadikan homestay yang sesuai standart yang berlaku, dan hasil analisa yang ditemukan bisa menjadi rujukan untuk mewujudkan desa Sungsang IV menjadi desa wisata yang memiliki homestay.
Upaya Merintis Desa Wisata Melalui Pengenalan Sadar Wisata dan Penyiapan Homestay di desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan Vienna Artina Sembiring; Novita Widyastuti
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.705 KB) | DOI: 10.30647/jpp.v2i2.1434

Abstract

Lokasi desa Sungsang terletak diwilayah paling ujung Sumatra Selatan, memiliki perbatasan dengan provinsi kepulauan Bangka Belitung. Mata pencaharian sehari-hari penduduk Sungsang adalah sebagai nelayan, mengambil daun nipa dan pucuk nipa dan sebagian masyarakat bertani atau berkebun. Kebutuhan bahan pokok masyarakat untuk sehari-hari didatangkan dari Palembang dan sekitarnya.Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan setelah melakukan observasi dan mempelajari analisis potensi desa yang telah dilakukan oleh tim sebelumnya. Masyarakat yang mengikuti pelatihan di kantor desa Sungsang III sebanyak 20 orang. Tujuan pelatihan ini adalah agar masyarakat desa Sungsang dan Marga Sungsang memahami dan mengerti tentang sapta pesona dan sadar wisata. Desa Sungsang dan Marga Sungsang memiliki Homsetay bagi wisatawan yang datang berkunjung ke desa tersebut. Kata Kunci: Desa Sungsang, Marga Sungsang, Sapta Pesona, Sadar Wisata, Homestay
Peningkatan Pengetahuan dalam Pengenalan Kemasan Produk Unggulan Khas Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin Triana Rosalina Dewi; Novita Widyastuti Sugeng; Nurbaeti Nurbaeti
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.661 KB) | DOI: 10.30647/jpp.v1i1.1326

Abstract

Salah satu yang menarik dari sebuah produk adalah kemasan. Kemasan merupakan salah satu alat promosi penjualan suatu produk. Kemasan mempunyai peranan yang sangat penting karena selalu terkait dengan produk yang dikemas dan memiliki nilai jual serta citra produk. Pelatihan desain kemasan produk untuk kelompok wanita nelayan di Desa Sungsang IV Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ini untuk memberikan wawasan desain dan bentuk kemasan yang membuat produk menjadi lebih bernilai dan aman untuk lingkungan karena mudah didaur ulang. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode presentasi mengenai pengenalan bentuk dan desain packaging, Metode demonstrasi mengenai contoh kemasan produk yang baik disesuaikan dengan produk yang diproduksi oleh ibu-ibu kelompok wanita nelayan, dilanjutkan dengan diskusi untuk menganalisis contoh kemasan produk pembanding lainnya. Metode evaluasi dengan mengamati hasil pelatihan yang didapat, yaitu peserta terlihat sangat antusias dan berdiskusi aktif untuk pengembangan kemasan produknya agar lebih bernilai jual dan ramah untuk lingkungan. Pendampingan akan terus dilakukan setelah kegiatan pelatihan ini. Tim pelaksana yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa dari Program Studi Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti akan selalu siap membimbing dan mengarahkan pelaku usaha dalam pengembangan usahanya.
Pelatihan Diversifikasi Produk Kearifan Pangan Lokal di Desa Wisata Muntei dan Desa Wisata Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Ira Mayasari; Novita Widyastuti; Fetty Asmaniati; Devita Gantina
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v4i2.1638

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah melatih inovasi olahan pangan lokal yang diolah secara rumahan sebagai upaya ketahanan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan mengolah singkong, pisang, sagu dan keladi menjadi olahan makanan yang sehat, metode tanya jawab untuk memberikan umpan balik pada peserta. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu rumah tangga berjumlah 30 orang. Pelatihan berjalan lancar dengan menghasilkan produk dari singkong yaitu lapik bairatti, bairatti si muntlu bagania iba, tetet gowgow dan mata magok. Olahan pisang yaitu kue bagok koloyo, bagok sirarak sileppak, magok sipurut dan pisang kuah kukus. Olahan sagu yaitu kue sagaik, kembang sagaik, cendol sagu dan singi ngiri. Olahan keladi yaitu donat getek, perkedel iba getek, satai lilit keladi dan perkedel keladi. Setelah mengikuti pelatihan, peserta sudah dapat menyediakan makanan sehat dengan berbagai pilihan yang disajikan.Saran yang diberikan adalah masyarakat dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan yang ada, agar terpenuhinya rempah dan bahan pangan memasak sehingga memudahkan mereka saat menggunakannya. Serta dapat berinovasi dalam mengolah bahan makanan menjadi masakan sehat yang dapat disajikan baik untuk keluarga maupun tamu. Kata Kunci: Diversifikasi, Pangan Lokal, Kepulauan Mentawai
Pelatihan Barista dan Cara Memulai Usaha Baru Kepada Keluarga Penerima Manfaat Kampung Bedeng Cempaka Putih Jakarta Pusat Pada Kementrian Sosial Robiatul Adawiyah; Michael Khrisnia; Novita Widyastuti
Jurnal Pemberdayaan Pariwisata Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pemberdayaan Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jpp.v4i2.1609

Abstract

Pelatihan ini bekerjasama dengan Kementrian Sosial dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang kopi, pengetahuan tentang Barista, praktek penyeduhan kopi dan bagaimana memulai bisnis baru. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan penyluhan, pelatihan dan sosialisasi. Peserta pelatihan ini adalah kepada keluarga penerima manfaat Kampung Bedeng Cempaka Putih Jakarta Pusat yang sudah terdaftar pada Kementrian Sosial. Jumlah keluarga penerima manfaat pada kegiatan pelatihan berjumlah 24 orang, diadakan pada tanggal 3-4 Desember 2021. Agar 24 keluarga penerima manfaat Kampung Bedeng Cempaka Putih Jakarta Pusat dapat memulai usaha kedai kopi, mereka harus mengetahui tentang Barista, praktek penyeduhan kopi dengan french press, pour over, aeropress dan sypon. Kemudian dari cara memulai usaha harus berani mengambil resiko, mengetahui proses produksi dan mengetahui bagaimana merencanakan bisnis yang baik dan menjanjikan. Kata Kunci: Pelatihan Barista, Memulai Usaha Baru