Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Risiko pengembangan perangkat lunak di indonesia: Temuan studi delphi Nuswantoro, Setio Ardy; Wahid, Fathul; Putro, Hanson Prihantoro
TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2066

Abstract

Proyek pengembangan perangkat lunak telah berhasil digunakan di berbagai bidang, tetapi persentase kegagalan masih cukup tinggi. Di Indonesia tingkat keberhasilan proyek hanya mencapai 50%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko pengembangan perangkat lunak dengan konteks Indonesia. Penelitian menjawab dua pertanyaan: (a) Apa risiko dalam proyek pengembangan perangkat lunak, dan (b) Apakah terdapat perbedaan tahap pengembangan perangkat lunak untuk risiko yang ditemukan. Metode Delphi digunakan untuk memperoleh pendapat ahli dengan serangkaian kuesioner berulang yang bertujuan untuk mencapai konsensus. Penelitian ini menggunakan metode Delphi dengan melibatkan 41 panelis dengan beragam latar belakang peran dalam proyek pengembangan perangkat lunak, penelitian ini menemukan 17 risiko berdasar konsensus panelis. Pemetaan risiko untuk setiap tahap pengembangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan) menemukan bahwa setiap tahap mempunyai risiko dominan yang bervariasi. Pada tahap perencanaan, risiko perencanaan sistem tidak jelas menjadi risiko yang paling mendominasi.  Software development projects have been used successfully in various fields, but failure percentage is still high. In Indonesia, project's success rate is only 50%. This research aims to identify software developments risk with Indonesia context. This research answered two questions. (a) What are the risks in a software development project; (b) Is there any difference stages of software development for the risk found. The Delphi method is used to obtain expert opinion by a series of repeated questionnaires aimed at reaching consensus. This research uses the Delphi method involving 41 panelists with various background of roles in software development projects. This study found 17 risks based on panelist consensus. Risk mapping for each sofware development stage, (planning, analysis, design, development, implementation, and maintenance) found that each stage has various dominant risks. At the planning stage, the risk of system planning is not clear to be the most dominating risk.
Risiko pengembangan perangkat lunak di indonesia: Temuan studi delphi Nuswantoro, Setio Ardy; Wahid, Fathul; Putro, Hanson Prihantoro
Teknologi: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/teknologi.v10i1.2066

Abstract

Proyek pengembangan perangkat lunak telah berhasil digunakan di berbagai bidang, tetapi persentase kegagalan masih cukup tinggi. Di Indonesia tingkat keberhasilan proyek hanya mencapai 50%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko pengembangan perangkat lunak dengan konteks Indonesia. Penelitian menjawab dua pertanyaan: (a) Apa risiko dalam proyek pengembangan perangkat lunak, dan (b) Apakah terdapat perbedaan tahap pengembangan perangkat lunak untuk risiko yang ditemukan. Metode Delphi digunakan untuk memperoleh pendapat ahli dengan serangkaian kuesioner berulang yang bertujuan untuk mencapai konsensus. Penelitian ini menggunakan metode Delphi dengan melibatkan 41 panelis dengan beragam latar belakang peran dalam proyek pengembangan perangkat lunak, penelitian ini menemukan 17 risiko berdasar konsensus panelis. Pemetaan risiko untuk setiap tahap pengembangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan) menemukan bahwa setiap tahap mempunyai risiko dominan yang bervariasi. Pada tahap perencanaan, risiko perencanaan sistem tidak jelas menjadi risiko yang paling mendominasi.  Software development projects have been used successfully in various fields, but failure percentage is still high. In Indonesia, project's success rate is only 50%. This research aims to identify software developments risk with Indonesia context. This research answered two questions. (a) What are the risks in a software development project; (b) Is there any difference stages of software development for the risk found. The Delphi method is used to obtain expert opinion by a series of repeated questionnaires aimed at reaching consensus. This research uses the Delphi method involving 41 panelists with various background of roles in software development projects. This study found 17 risks based on panelist consensus. Risk mapping for each sofware development stage, (planning, analysis, design, development, implementation, and maintenance) found that each stage has various dominant risks. At the planning stage, the risk of system planning is not clear to be the most dominating risk.
Implementasi dan Efektivitas E-Government dalam Meminimalisasi Penyebaran Covid-19 di Era New Normal Nur Azizah; Setio Ardy Nuswantoro
Anterior Jurnal Vol 21 No 1 (2021): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i1.2787

Abstract

Sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia terjadi pada 2 Maret 2020 hingga 1 Agustus 2020, telah menginfeksi 111.455 orang positif, 5.236 orang meninggal dan tingkat kesembuhan 68.975 orang. Melihat data penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, penting bagi masyarakat untuk menghindari pertemuan fisik dengan kontak langsung, pertemuan publik dan padatnya penggunaan transformasi umum dalam upaya mengantisipasi masyarakat yang terinfeksi virus mematikan ini. Sejak kebijakan new normal mulai diterapkan demi menjaga kestabilan ekonomi sembari menyelamatkan kesehatan masyarakat yang berdampak pada proses penyebaran virus corona semakin tidak bisa diprediksi. Masyarakat menerapkan akselerasi kebijakan pelayanan berbasis teknologi berbasis e-government. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan penerapan e-government di era new normal seperti saat ini menjadi pilar penting dalam mengurangi atau meminimalisasi penyebaran covid-19, dengan melembagakan hak-hak publik dalam mengetahui kinerja dan akuntabilias badan-badan publik, sehingga dapat berimbas kepada terwujudnya good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik di setiap daerah, dimana konsep ini terdiri dari adanya transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektif dan efisien, responsif, dan kepastian hukum.
Rancang Bangun Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Berbasis Web Setio Ardy Nuswantoro; S Suriansyah
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i2.521

Abstract

The new student registration system at SMA 2 Muhammadiyah Palangkaraya is still done conventionally, the problem with using a manual system is that manual storage can result in damage or loss of new student registration data and takes a long time to make reports. Problems like this can be overcome by utilizing information technology such as a new student registration information system using the waterfall software development development method which includes the stages of planning, analysis, design, development, implementation, and maintenance. The new student registration system provides information on new student registration, the selection process for new student registration and reporting on the number of new student admissions
Rancang Bangun Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Berbasis Web Setio Ardy Nuswantoro; S Suriansyah
J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Vol 6, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER
Publisher : STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/j-sakti.v6i2.521

Abstract

The new student registration system at SMA 2 Muhammadiyah Palangkaraya is still done conventionally, the problem with using a manual system is that manual storage can result in damage or loss of new student registration data and takes a long time to make reports. Problems like this can be overcome by utilizing information technology such as a new student registration information system using the waterfall software development development method which includes the stages of planning, analysis, design, development, implementation, and maintenance. The new student registration system provides information on new student registration, the selection process for new student registration and reporting on the number of new student admissions