Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Algoritma Pencarian Jalur Terpendek Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Pada Aplikasi Robot Penyelamat Kebakaran Riza Agung Firmansyah; Tjahja Odinanto
Telcomatics Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fire is one of disasters in Indonesia. From several fire cases, buildings are the most dangerous locations. This is due to the difficult process of evacuation which one of them caused by panic victim. To solve these problems will be made a robot rescue that can guide the victim to find a safe evacuation. Rescue robots have sensors that can detect fire, and smoke to determine which areas are dangerous to pass. Robot made with a rocker bogie system that is able to pass obstacles with good stability. Robot also equipped with a compass and ultrasonic sensors to guide the movement in search for a safe place. To find the fastest and safest path, the robot has an artificial neural network algorithm (ANN). With this algorithm, robot can find a safe and fast path. Learning process is done by referring errors that occur. From the learning process any errors or errors will continue to be fixed. In order for the dimensions of the robot not too large, the computation of ANN is embedded in a 32-bit microcontroller STM32F4. The result of this research is a prototype of rescue robot equipped with ANN algorithm. From the test that has been done, the robot success to find the safest path with the accuracy of 75% with an average speed of 25.49 seconds. Keywords: Rescue robot, Rocker-Bogie, STM32F4, and Artificial Neural Networks --- Kebakaran adalah salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Dari beberapa kasus kebakaran, gedung bertingkat merupakan lokasi paling berbahaya. Hal ini dikarenakan sulitnya proses evakuasi yang salah satunya disebabkan oleh kepanikan korban. Untuk mengatasi hal tersebut maka akan dibuat sebuah robot penyelamat yang mampu memandu korban mencari jalur evakuasi yang aman. Robot penyelamat yang dibuat memiliki sensor yang bisa mendeteksi api, dan asap untuk mampu menentukan area yang berbahaya untuk dilewati. Robot dibuat dengan sistem mekanik rocker bogie yang mampu melewati halangan dengan kestabilan yang baik. Robot juga dilengkapi dengan sensor kompas dan ultrasonic untuk memandu pergerakanya dalam mencari tempat yang aman. Untuk menemukan jalur tercepat dan teraman, robot memiliki sebuah algoritma jaringan syaraf tiruan (JST). Dengan algoritma ini robot mampu mencari jalur yang aman dan cepat. Proses learning dilakukan dengan mengacu pada error yang terjadi. Dari proses learning tersebut setiap kesalahan atau error akan terus diperbaiki. Agar dimensi robot tidak terlalu besar, komputasi JST dilakukan secara embedded dalam sebuah mikrokontroler 32-bit STM32F4. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototype robot penyelamat yang dilengkapi algoritma JST. Dari pengujian yang telah dilakukan, robot berhasil menemukan jalur teraman dengan akurasi 75% dengan kecepatan rata-rata 25.49 detik. Kata kunci: Robot Penyelamat, Rocker-Bogie, STM32F4, dan Jaringan Syaraf Tiruan.
Analisa Setting Over Current Relay (Ocr) Dan Ground Fault Relay (GFR) Pada Trafo 60 MVA Di GIS 150 KV Simpang Moh Madani; Titiek Suheta; Tjahja Odinanto
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada GIS 150 KV Simpang adalah adanya beban lebih sebesar 1218,5 A atau 84% dari arus nominal 1443 A pada trafo 2 yang membuat kinerja trafo kurang maksimal. Oleh sebab itu akan ada penggantian trafo baru dari kapasitas 50 MVA menjadi 60 MVA agar daya yang dihasilkan cukup untuk memenuhi beban yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa setting relay arus lebih (OCR) dan relay gangguan tanah (GFR) yang digunakan sebagai pengaman trafo baru dan dibandingkan dengan hasil simulasi. Dari hasil analisa didapatkan setting relay OCR dan GFR pada sisi penyulang Hanamasa adalah 0,175 detik dan 0,137 detik,sisi incoming GFR = 0,345 detik dan OCR,semua penyulang nilainya sama 0,198 detik. Untuk sisi penyulang Galaxy setting OCR = 0,190 detik, GFR = 0,115 detik dan sisi incoming GFR = 0,292 detik. Untuk sisi penyulang Tunjungan Plaza setting OCR = 0,179 detik, GFR = 0,123 detik dan sisi incoming GFR = 0,312 detik. Untuk sisi penyulang BRI Tower setting OCR = 0,184 detik, GFR = 0,123 detik dan sisi incoming GFR = 0,311 detik. Untuk sisi penyulang Kalimantan setting OCR = 0,183 detik, GFR = 0,135 detik dan sisi incoming GFR = 0,341 detik dan untuk sisi penyulang Sogo setting OCR = 0,184 detik, GFR = 0,120 detik dan sisi incoming GFR = 0,305 detik. Berdasarkan hasil perbandingan dari analisa dengan hasil simulasi diketahui bahwa persentase error dari kedua nilai tersebut rata – rata dibawah 10%, dimana nilai hasil analisa tidak terlalu jauh besarnya dengan nilai hasil simulasi.