Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Penerapan Metode Full Costing Dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Untuk Penetapan Harga Jual Lestari, Alviani; Rosita, Siti Ita; Marlina, Tri
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol 7 No 1 (2019): JIMKES Edisi April 2019
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.454 KB) | DOI: 10.37641/jimkes.v7i1.210

Abstract

Lemari Syukur Factory is a home industry that produces wardrobe cabinets. It determines selling price based estimation which is inappropriate. The main issue is that the company does not possess proper cost classification system in determining the cost of goods sold. This research is aimed to assist determining the cost of production as the basis for making up finished goods price using full costing method. This research includes quallitative analysis research. Data were collected through interviews and documentation and analyzed by qualitative analysis techniques. The study resulted (1) for cost of goods sold calculation, the factory charged direct material costs of Rp. 325.000.000, direct labor cost of Rp. 211.200.000 and factory overhead cost of Rp. 556,800,000. Total production cost to produce 2,196 units of cabinets in one year amounted to Rp. 1.093.000.000. The factory estimated cost of goods sold for each unit is of Rp. 497.723, and the selling price per cabinet unit is Rp. 500.000. (2) Using full costing method, the cost calculation consisted of direct material costs of Rp. 325.000.000, direct labor cost equal to Rp. 211.200.000, factory overhead fixed cost Rp. 12,042,250, and variable factory overhead cost Rp. Rp. 525.550.000. Thus, the cost of production was Rp. 1,073,792,250 for 2,196 units of cabinets. The cost of goods sold per cabinet unit is Rp. 488.976 and the selling price is Rp. 619.559. (3) The difference in cost of goods sold between full costing and the factory calculation is of Rp 8.747. While the difference between finished product price using full costing and the factory estimation is Rp 133.766.
Peranan Anggaran Biaya Produksi Sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Biaya Produksi Dalam Menunjang Kegigatan Produksi (Studi Kasus di PT. Dasar Rukun) Rosita, Siti Ita
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 2, No 1 (2000): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan perkembangan dunia usaha pada umumnya, banyak perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar. Sehubungan dengan perkembangan perusahaan tersebut, aktivitas-aktivitas yang ada didalam suatu perusahaan menjadi bertambah banyak, baik jenisnya maupun volume kegiatan yang dilaksanakan. Jika di dalam perusahaan kecil, jumlah dan jenis kegiatan yang dilakukan adalah terbatas sehingga fungsi perencanaan dan pengawasan dapat dilakukan dengan mudah, maka tidaklah demikian untuk perusahaan besar. Perusahaan yang berkembang lebih besar mempunyai kegiatan yang lebih banyak baik jenis maupun volume-nya, sehingga fungsi perencanaan dan pengawasan menjadi tidak sesederhana perusahaan yang belum berkembang. setiap perusahaan dewasa ini menghadapi persaingan yang sangat ketat dan tidak terkecuali, baik dalam melakukan kegiatannya atau dalam perkembangannya. Keadaan ini mengharuskan setiap perusahaan untuk melakukan pengelolaan secara baik dan matang dalam perencanaannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi penetapan dan penyusunan anggaran biaya produksi perusahaan dan mengkaji peranan anggaran biaya produksi sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya produksi untuk menunjang kegiatan produksi Dari hasil penelitian diperoleh beberapa faktor yang merupakan dasar dilakukannya penyusunan anggaran yaitu: harga, tarif UMR dan jumlah tenaga kerja langsung.
Studi Pembiayaan Mudharabah Dan Laba Perusahaan Pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Cabang Bogor Rosita, Siti Ita
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiayaan mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara bank sebagai pemilik dana (shahibul maal) dan nasabah sebagai pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha dengan nisbah pembagian hasil (keuntungan atau kerugian) menurut kesepakatan dimuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan pembiayaan mudharabah dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan di sebuah bank syariah. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembiayaan mudharabah yang dilakukan di bank syariah tersebut berpengaruh terhadap laba perusahaan. Penelitian yang dilakukan penulis adalah di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Bogor yang berlokasi di Jalan Pajajaran No 105 Bantar Jati – Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan mudharabah di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Bogor diberikan dalam bentuk modal kerja berupa kas dan aset nonkas. Besarnya nisbah bagi hasil pembiayaan mudharabah ditentukan pada awal akad sesuai dengan ksepakatan antara kedua belah pihak, dan dalam menetapkan besarnya bagi hasil digunakan metode revenue sharing. Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Bogor telah menerapkan pembiayaan mudharabah sesuai dengan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia dan PSAK No 105. Dalam kaitannya dengan laba, pembiayaan mudharabah memberikan kontribusi terhadap peningkatan atau penurunan laba PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Bogor. Berdasarkan laporan keuangan Bank Muamalat Indonesia tahun 2008-2007, dapat diketahui bahwa pembiayaan mudharabah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan laba PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Cabang Bogor.
Evaluasi Pengelolaan Piutang Dagang Dan Penyajiannya Dalam Laporan Keuangan Rosita, Siti Ita
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Credit sales mean the sales which generate cash indirectly. They are useful to increase sales volume and to expand market shares. Accounts receivable emerges fromgoods and services selling on credit and recognized as performed asset in balance. In general, companiesthat conduct credit sales determine non-performed accounts receivable by using reserve or erasing method. The research goal is to find out the recording of accounts receivable arising from credit sales transaction at PT Fajar Harapan and to know how the determination of eliminating non-performed accounts receivable and the presentation of financial accounting run by the company. The author conducted this research at PT Fajar Harapan which operate at automotive sparepart sales and hospital. The results of this research show that PT Fajar harapan is a company conducting credit sales with payment limit in thirty days. PT Fajar Harapan recognizes and records sales transaction at the time of goods are sent to the customers. PT Fajar Harapan has made sales and accounts receivable statement at the end of every period. PT Fajar Harapan does not reserve non-performed accounts receivable with the result that the accounts receivable is reported on the ballance sheet as high as gross realization value. Suggestion for PT Fajar Harapan is the company should makes reserve for non-performed accounts receivable in order that the accounts receivable can be reported as realized net value
Evaluasi Pencatatan Pendapatan Atas Penerimaan Premi, Pembayaran Tabungan Hari Tua (Tht) Dan Pensiun Serta Pertanggungjawaban Kepada Kas Negara Studi Kasus Pada PT Taspen (Persero) Cabang Bogor Rosita, Siti Ita
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Taspen (Persero) is a state company managing savings and insurance funds of government employees. The participants of those programs are the retired civil public servants (PNS). Considering how important the pension fundsfor supporting their old days life, PT Taspen (Persero) has made old age savings (THT, including mortality insurance), pension (including donation for mourners), welfare program for civil public servants(PNS), and other social security programs. The revenue gotten by PT Taspen (Persero) is the premium income of old savings and pensions. Premium income is PT Taspens’ revenue obtained fromsalaries witholding of PNS or states officials as high as 4,75% of their main salary and wife-dependant’s allowance. Whereas, premium revenue of THT is salaries witholding of PNS as high as 3,75% of their main salary and wifi-dependant’s allowance. PT Taspen will bring about payment of pension and THT funds to the participants who have the right to receive their money. PT Taspen reimburses pension in cash and by transferring via bank. PT Taspen will submit pension fund to the given office of the bank determined, after that it will be submitted to the participants. PT Taspen will make letter of pension reimbursement accountability (SPJP) after receiving accountability report from the treasurer of payment office. The SPJP must be legalized first by KPPN, then it’s submitted to PT Taspen’s center office.
Evaluasi Penerapan Akuntansi Imbalan Kerja Dalam Kaitannya Dengan Penyajian Laporan Keuangan Studi Kasus pada PT. Astra Agro Lestari Djanegara, Moermahadi Soerja; Rosita, Siti Ita
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan evaluasi penerapan akuntansi imbalan kerja dalam kaitannya penyajian laporan keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah di PT Astra Agro Lestari, Tbk yang berlokasi di jalan Pulo Ayang Blok OR no. 1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. PT Astra Agro Lestari, Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan industri kelapa sawit dan karet. Hasil evaluasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah estimasi penyisihan yang diakui pada neraca perusahaan jumlahnya pada akhir tahun 2008 jumlahnya cukup signifikan yaitu sebesar Rp 140.313.000.000. Sedangkan beban yang diakui pada tahun 2008 jumlahnya meningkat cukup tinggi yaitu sebesar 91 % dari Rp 33.659.000.000,- pada tahun 2007 menjadi Rp 64.379.000.000,- pada tahun 2008. Namun tidak diketahui bagaimana dan berapa jumlah beban penyisihan imbalan kerja yang dialokasikan masing-masing ke harga pokok penjualan dan ke dalam beban usaha.
Pengaruh Beta Saham Terhadap Tingkat Imbal Hasil Saham Studi Kasus Pada Lima Perusahaan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Rosita, Siti Ita; Nurjanah, Yayuk
Jurnal Ilmiah Kesatuan (JIK) Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Kesatuan
Publisher : STIE Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan menguraikan pembahasan tentang seberapa besar pengaruh pertumbuhan premi pasar terhadap imbal hasil saham pada perusahaan. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan sampel 5 perusahaan dalam sektor manufa ktur yaitu PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, PT Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk, PT Gudang Garam, Tbk, PT Unilever Indonesia, Tbk dan PT Goodyear Indonesia. Dari hasil analisis menunjukan kesimpulan bahwa premi pasar memiliki nilai R 2 sebesar 0,659, artinya p remi pasar mempunyai pengaruh sebesar 65,9% terhadap tingkat imbal hasil saham sedangkan sisanya sebesar 34,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai p-value sebesar 0,226 di atas 0,05 artinya premi pasar pada kasus perusahaan manufaktur memiliki pengaruh yang tidak signifikan (nyata) terh adap tingkat imbal hasil saham. Persamaan regresi premi pasar memiliki pengaruh yang positif, hal ini terlihat pada nilai beta (β) yang positif yaitu sebesar 0,138. Jika premi pasar semakin besar maka tingkat imbal hasil saham yang diperoleh juga akan semakin besar. Faktor- faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengembalian investasi saham pengujian di atas diantaranya kebijakan dividen yang dianut oleh perusahaan, pertumbuhan perusahaan (growth), dan faktor - faktor makro ekonomi yang terjadi dalam kurun waktu penelitian.
Formulasi Strategi Pelayanan dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus Pada PT. X) Sutarti, Sutarti; Rosita, Siti Ita
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil penelitian dan matrik IFAS perusahaan mendapat nilai skor 2.882 perusahaan memiliki kekuatan yang tergolong sedang (rata-rata) dalam melakukan formulasi strategi pelayanannya. Sedangkan dari matrik EFAS perusahaan memperoleh nilai skor 2.663 angka ini menunjukkan bahwa respon yang diberikan oleh perusahaan kepada lingkungan eksternalnya tergolong sedang. Apabila masing - masing total nilai skor dipetakan dalam matriks, maka posisi perusahaan saat ini adalah pada kotak kuadran ke V (lima) yang berarti posisi perusahaan dapat mengembangkan formulasi startegi yang telah ada hanya menambahkan beberapa hal yang menjadi kelemahan (weakness) perusahaan. Dalam analisis pengendalian persediaan barang, penulis menggnakan rmus EOQ (Economic Order Quantity), Safety Stock dan Reoreder Point. Sebelum menggunakan rumus EOQ pemesanan dilakukan sebanyak 8 kali dalam satu periode dengan biaya pemesanan Rp. 3.030.000, setiap kali pesan sebanyak 10.000 karton dengan harga perkartonnya Rp. 156.000. Dengan biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam persentase (%) yaitu 0.01 atau 1 %. Sedangkan setelah menggunakan rumus EOQ, pemesanan cukup dilakukan sebanyak 4 kali dalam satu periode dan setiap kali pesan sebanyak 17.629 karton. Berarti perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp. 1.888.378.760,- Keywords: Strategi Pemasaran; Customer Service.
Tinjauan Sistem Akuntansi Piutang dan Penerimaan Kas pada Koperasi Karyawan PT. Goodyear Tbk Sutarti, Sutarti; Rosita, Siti Ita; Aisyah, Iis Siti
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 6, No 2 (2006): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Credit management at co-operative needs good accounting system and procedure to minimize risk of credit from any abuse, no-returned credit, and other risks as it has been carried out at enterprises in the form of Limited Company, CV, et cetera. The credit at Goodyear Worker’s Co-operative are acquired from material selling by credit service and being in debt by co-operative members. The finding of this study showed that credit accounting system and cash acquisition at Goodyear Workers’ Co-operative was good enough because of support by organizational structure and internal control that made separation of obvious functional responsibilities of each department and other component of control. Keywords : Credit accounting system
Formulasi Strategi Pengembangan Jaringan Distribusi Studi Kasus pada PT. Hero Supermarket - Jakarta Rosita, Siti Ita; Sutarti, Sutarti
Jurnal Ilmiah Ranggagading (JIR) Vol 5, No 2 (2005): Jurnal Ilmiah Ranggagading
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaitannya dengan aktivitas pemasaran untuk menyampaikan produk Penyaluran merupakan kegiatan penyampaian produk sampai ketangan si pemakai atau konsumen pada waktu yang tepat. Oleh karena itu penyaluran merupakan salah satu kebijakan pemasaran terpadu yang mencakup penentuan saluran pemasaran dan distribusi fisik. Kedua faktor ini mempunyai hubungan yang sangat erat dalam keberhasilan penyaluran sebagai mamperlancar pemasaran produk perusahaan. Hasil yang diperoleh dari nilai sektor untuk EFAS dan meningkatnya permintaan pasar merupakan faktor peluang yang paling besar diraih oleh perusahaan. Sedangkan nilai IFAS, dengan sistem pengendalian persediaan sebagai faktor yang sangat menentukan. Dengan demikian strategi tingkat perusahaan yang dapat dikembangkan adalah satrategi mempertahankan dan mengembangkan strategi yang selama ini telah dilaksanakan untuk mempertahankan penjualan dan keuntungan. Keywords : Pengembangan Jaringan Distribusi; Volume Penjualan