Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Economic Development of Mangosteen Agro-Industry Based on Sustainability Oryzanti, Parwa; Rustiadi, Ernan; Eriyatno, Eriyatno; Rochman, Nurul Taufiqu
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 12, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v12i1.17677

Abstract

The concept of developing agro-industry based agropolitan area for Mangosteen Peel Extract is  a solution to create the high added value and to increase people’s income in the area. Agro-industry development in agropolitan areas by optimizing the local strategic commodities is a breakthrough to support  the regional economy growth to be sustainable, so it is common in accordance with the potential regional leading commodities. The aim of this research is to analyze the sustainability of the area and to assess the feasibility of mangosteen agro-industry investment. The results of analysis show that the level of sustainability of technological and infrastructure, economic, social, and environmental and technological aspects are categorized as less sustainable with the sustainability index ranging from 34.12% to 49.96%. While the policy aspects in the development of Karacak agropolitan area are categorized as unsustainable with the sustainability index of 22.31%. The results of the feasibility analysis show that the capsulated agro-industrial product of mangosteen peel extract have greater opportunity to attract the investors because it is feasible with NPV value of Rp 17,690,067,855 and the added value of Rp 90,833/ kg of raw materials.
OPTIMASI PENDAPATAN PETANI MELALUI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION DI KABUPATEN INDRAMAYU ,, Suphendi; Rustiadi, Ernan; Juanda, Bambang
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farmers’ Income Optimization through System of Rice Intensification in Indramayu District. One alternative to increase farmers’ income can be done by optimizing the planting methods. The purpose of this research is to analyze rice farming and optimal planting methods that maximize the farmers’ income. The study was conducted in Indramayu, West Java, involving 90 farmer respondents consisted of 60 conventional methods and 30 SRI methods. Using farming system and linear programming analysis, obtained:  Firstly, the application of the System of Rice Intensification (SRI) on rice farming rice fields in Indramayu district is partially not provide optimal impact on farmers income.  Secondly, Optimization of farm income SRI method of rice fields in Indramayu district predicted to occur if it is done on a regional scale with relatively large. Keywords: Income, optimization, conventional, SRI ABSTRAKSalah satu alternatif peningkatan pendapatan usahatani padi dapat dilakukan melalui optimalisasi metode tanam. Tujuan penelitian yaitu melakukan analisis usahatani padi sawah dan metode tanam optimal yang memaksimumkan pendapatan petani. Penelitian dilakukan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melibatkan 90 petani responden terdiri atas 60 petani padi konvensional dan 30 petani SRI. Dengan menggunakan analisis usahatani dan pemrograman linear, diperoleh hasil penelitian: Pertama, Penerapan System of Rice Intensification (SRI) pada usahatani padi sawah di Kabupaten Indramayu secara parsial belum memberikan dampak yang optimal terhadap pendapatan petani. Kedua, Optimalisasi pendapatan usahatani padi sawah metode SRI di Kabupaten Indramayu diprediksi akan terjadi jika dilakukan pada skala wilayah (hamparan) yang relatif luas.Kata kunci: Pendapatan, optimalisasi, konvensional, SRI
STATUS BERKELANJUTAN KOTA TANGERANG SELATAN-BANTEN DENGAN MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS Apriyanto, Heri; Eriyatno, Eriyatno; Rustiadi, Ernan; Mawardi, Ikhwanuddin
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Pembangunan kota yang tidak terkendali akan mengakibatkan tekanan terhadap lingkungan dan beban masyarakat meningkat, sebaliknya degradasi lingkungan akan mengakibatkan pembatasan pengembangan ekonomi dan penurunan kualitas hidup. Guna mencegah terjadinya dampak-dampak negatif, maka diperlukan prinsip-prinsip pembangunan kota yang berkelanjutan. Evaluasi terhadap pelaksanan pembangunan kota yang berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pembangunan suatu kota sudah atau belum/tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Key Performance Indicators (KPI) guna menilai status pembangunan kota berkelanjutan. Perumusan KPI ini dilakukan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). KPI yang dihasilkan terdiri dari 21 indikator dan 9 elemen dari 3 pilar pembangunan berkelanjutan (ekonomi, sosial, dan lingkungan). Implementasi KPI dilakukan untuk pengukuran status keberlanjutan Kota Tangerang Selatan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kota ini termasuk dalam tahap awal pembangunan berkelanjutan. Secara umum perkembangan ekonomi dan sosial relatif cukup baik, namun tidak demikian dengan kondisi lingkungannya.
Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaian Peruntukan Ruang (Studi Kasus Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan) Hidayat, Wahyu; Rustiadi, Ernan; Kartodihardjo, Hariadi
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 26, No 2 (2015)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.025 KB) | DOI: 10.5614/jpwk.2015.26.2.5

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang perubahan tutupan/penggunaan lahan dan kesesuaian peruntukan ruang sangat penting, karena perubahan tutupan/penggunaan lahan memiliki dampak terhadap lingkungan fisik dan kesesuaian peruntukan ruang memiliki dampak terhadap peraturan dan perundang-undangan yang mengatur tata ruang. Adapun tujuan artikel ini adalah mengetahui perubahan tutupan/penggunaan lahan dengan menggunakan data citra satelit, memprediksi tutupan/penggunaan lahan 10 tahun ke depan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan tutupan/penggunaan lahan. Lokasi studi penelitian adalah Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu Land Change Modeler, Ca-Markov, Enter dan  Overlay. Hasil Analisis terhadap perubahan tutupan/penggunaan lahan menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan tipe penggunaan lahan tahun 2002 dan 2013. Penggunaan lahan terbuka yang disebabkan oleh perusahaan tambang mengalami perubahan  seluas 15. 375.93 ha. Kontribusi terbesar dari kelas lahan terbuka berasal dari kelas lahan hutan. Hasil prediksi tutupan/penggunaan lahan tahun 2024 menunjukkan bahwa lahan pemukiman akan bertambah sebesar  23 172.63 ha diikuti oleh lahan terbuka sebesar 19 947.56 ha. Faktor yang berpengaruh terhadap perubahan lahan dari semua kelas tutupan/penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan hutan ke lahan terbuka dan perubahan lahan hutan ke lahan terbangun/permukiman adalah alokasi RTRW untuk kawasan, lokasi pertambangan dan lereng.Kata kunci. Perubahan tutupan/penggunaan lahan, kesesuaian peruntukan ruang, pertambanganAbstract. The studies of land use/cover changes (LUCC) and suitability of land utilization are very important because the LUCC affects the physical environment and suitability of space utilization affects regulations and laws on spatial planning. This article aims to measure  LUCC by using satellite imaginery, to predict the results of LUCC 10 years on, to explain out factors affecting  LUCC and to analyse out mining locations which are consistent or inconsistent with regional spatial planning (RTRW). This research is located in East Luwu Regency. The research methods used are land change modeler, Ca-Markov, Enter and Overlay. The results show that there have been changes inseveral  land use types in 2002 and 2013. The use of open land as a result of mining activities has changed with an area of 15,375.93 ha. The biggest contribution of the open space comes from forest area. The prediction of land use/cover in 2024 shows that settlement area will increase by 23,172.63 ha, followed by open space with an area of 19,947.56  ha. Factors that influence the changes of all land use/cover classes, forest land use change to open land and forest land use change to built-up land are the Regional Spatial Plan, the location of the mining and the slopes.Keywords.  Land use cover change, land use suitability, mining
PEMODELAN PENETAPAN LAHAN SAWAH BERKELANJUTAN BERBASIS REGRESI LOGISTIK DAN EVALUASI LAHAN MULTIKRITERIA DI KABUPATEN SUKABUMI Santosa, Sigit; Rustiadi, Ernan; Mulyanto, Budi; Murtilaksono, K; Widiatmaka, Widiatmaka; Rachman, Noer F
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 16, No 2 (2014)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.783 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2014.16-2.65

Abstract

ABSTRAKAlih fungsi sawah terus terjadi di Pulau Jawa sehingga mengancam ketahanan pangan nasional. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) belum mampu mengendalikan alih fungsi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model penetapan lahan sawah berkelanjutan menggunakan metode regresi logistik dan evaluasi lahan multikriteria. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi yang merupakan wilayah perbukitan di bagian selatan Pulau Jawa dengan luas lahan sawah yang cukup besar dan mendukung ketersediaan pangan nasional. Pemodelan dibangun berdasarkan karakteristik alih fungsi lokal dengan mempertimbangkan konsep pembangunan berkelanjutan. Variabel-variabel penting yang mendukung terjadinya alih fungsi sawah yang dipertimbangkan adalah jarak sawah terhadap jalan, permukiman, dan industri. Hasil regresi logistik selanjutnya menjadi masukan bobot bagi evaluasi lahan multikriteria yang dapat menghasilkan tiga skenario kebijakan perlindungan sawah, yaitu standar, protektif, dan permisif guna kepentingan pembangunan. Melalui pemodelan ini diperoleh sawah-sawah prioritas lindung yang memudahkan pengelolaannya dan sekaligus menjadi penyangga bagi sawah-sawah di belakangnya.Kata Kunci: model perlindungan lahan sawah berkelanjutan, regresi logistik, evaluasi lahan multikriteriaABSTRACTConversion of paddy fields has continuously occurred in Java Islands, thus threatens a national food security. The Regional Spatial Planning and the Policy on Sustainable Food-crop Agricultural programs seem to unable to control paddy field conversion. This research was conducted to develop a sustainable paddy field zone delineation model using logistic regression and multicriteria land evaluation. The research location is in the Sukabumi Regency which is has various morphology and large paddy fields to support national food security. The model is developed by local conversion characteristics and considering the concept of sustainable development. Important variables that contribute to paddy fields conversion are the distance to road, settlements and industrial regions. Results of logistic regression then become the input for weighted criteria to develop three policy scenarios of paddy fields protection; standard, protective, and permissive in order to support regional development. Through this model, we obtain the priority paddy fields to be protected as well as become buffer zones for the surrounding paddy fields.Keywords: paddy fields protection model, logistic regression, multicriteria land evaluation
Peran Kelembagaan Perdesaan untuk Keberlanjutan Penerapan SRI di Kabupaten Karawang Suciati, Luh Putu; Juanda, Bambang; Fauzi, Akhmad; Rustiadi, Ernan
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 14 No 2 (2014): Januari
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.993 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v14i2.567

Abstract

AbstractSustainability of System of Rice Intensication (SRI) requires rural institution role. The study was conducted in Karawang and uses institutional economics approach and logit regression. The analysis shows potential problems of SRI related with principal-agent/institutional relation and economics transaction costs. Strengthening the activities within farmer groups will reduce economics transaction costs in beginning of application. Farmer will choose "bagi hasil/revenue sharing" as land management cooperation with moderate risks and transaction costs. Monitoring and incentive mechanism will reduce problems of adverse selection and moral hazard. Some factors which determine the sustainability of SRI are production, principal position, off farm work and ex ante transaction costs.Keywords: Rural Institution, Transaction Cost Economics, System of Rice Intensication AbstrakKeberlanjutan penerapan metode System of Rice Intensication (SRI) membutuhkan peran kelembagaan perdesaan. Studi dilakukan di Kabupaten Karawang dan menggunakan pendekatan kelembagaan ekonomi dan regresi logit. Hasil analisis menunjukkan potensi problem metode SRI terkait hubungan kelembagaan principal-agent dan biaya transaksi ekonomi. Penguatan kinerja kelembagaan perdesaan melalui kegiatan bersama dalam kelompok tani mengurangi biaya transaksi ekonomi pada awal aplikasi SRI. Pilihan kerjasama pengelolaan lahan pola bagi hasil banyak dipilih terkait risiko dan biaya transaksi yang moderat. Potensi masalah berupa moral hazard dan adverse selection dapat dikurangi dengan pemantauan dan mekanisme insentif. Faktor determinan keberlanjutan penerapan metode SRI adalah peningkatan produksi padi, posisi sebagai pemilik lahan, pekerjaan di luar usaha tani, dan biaya transaksi sebelum pelaksanaan.Kata kunci: Kelembagaan Perdesaan, Biaya Transaksi Ekonomi, System of Rice Intensication
DINAMIKA PERTUMBUHAN DAN STATUS KEBERLANJUTAN KAWASAN PERMUKIMAN DI PINGGIRAN KOTA WILAYAH METROPOLITAN JAKARTA Hidajat, Janthy Trilusianthy; Sitorus, Santun R.P; Rustiadi, Ernan; Machfud, Machfud
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.635 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2013.15-1.77

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan perkotaan di Indonesia, khususnya di wilayah metropolitan Jakarta secara fisik ditandai denganpertumbuhan yang cepat di pinggiran kota (suburbanisasi), membentuk daerah permukiman baru dimanapertumbuhannya cenderung meluas dan tersebar secara acak serta tidak terkendali (urban sprawl). Daerah pinggirankota adalah zona transisi yang berada dalam proses tekanan perkotaan, mengakibatkan terjadi kondisi degradasilingkungan, krisis infrastruktur, kemacetan, risiko bencana dan fragmentasi kelembagaan sehingga prosespertumbuhan mengarah pada ketidakberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika pertumbuhandan status keberlanjutan kawasan permukiman di pinggiran perkotaan wilayah metropolitan Jakarta. Analisisdilakukan dengan menggunakan Teknik GIS dan Teknik Multi Dimensional Scaling (MDS). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kecenderungan pertumbuhan meningkat setiap tahun dengan percepatan sebesar 2,35 dan nilaiindeks sprawl sebesar 7,21 serta nilai indeks status keberlanjutan multi dimensi sebesar 41,46.Kata Kunci: Pertumbuhan, Status Keberlanjutan, Kawasan Permukiman, Pinggiran Kota.ABSTRACTThe growth of urban areas in Indonesia, especially in Jakarta metropolitan area is physically marked by rapidgrowth in the urban fringe (suburbanization), which is forming a new settlement areas where its growth tend to bewidespread and dispersed randomly which is getting out of control (urban sprawl). The urban fringe area is atransitional zone that is in theurban pressures process which resulted in the degradation of environmental,infrastructure crisis, congestion, disaster risk and institutional fragmentation so that the growth process leads tounsustainability. The aims of this research were to analyze the dynamic of growth and sustainability status ofsettlement areas in urban fringe of Jakarta metropolitan area. Analysis was done by using GIS Technique and MultiDimensional Scaling (MDS) Technique. The result showed that the growth trends was increasing every year with anacceleration of 2.35 and a sprawl index of 7.21. The sustainability status of settlement area was less sustainabilitywith a sustainability index of 41.46.Keywords: Growth, Sustainability Status, Settlement Areas, Urban Fringe.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MELALUI PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT, STUDI KASUS KOMUNITAS KELURAHAN KALIMULYA KOTA DEPOK Kurniasari, Eva; Rustiadi, Ernan; Tonny, Fredian
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.109 KB) | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v5i2.24637

Abstract

Since Depok relatively has limited natural resources, creativities and innovation are needed to develop local potential, such as tourism. Several potential tourism objects are located along Ciliwung Riverside. Moreover, this area was also included in the nature area development plan (Rencana Rinci Tata Ruang Bagian Wilayah Kota VIII Sukmajaya for plan development of 2013. The purpose of this research is to determine the level of community participation and potential development of social and economic activities, and also to analyze existing policies related to tourism development in Depok City. Methods used were interviews, observation and questionnaire. Stratified random sampling was applied to 30 respondents grouped by the education level and the work type. Data obtained were tabulated and analyzed descriptively by chi square. Formulation of strategies and policies for the development of ecotourism programs in this study were analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP). Results showed that the level of community participation in research location was on the first ladder of Non-Participation and the second ladder of Tokenism on Arnstein's theory. Formulations of tourism development strategy are focused in enhancing the society capacity, regional arrangements, financing, infrastructure development, institutional development and also marketing.Keywords: Ecotourism, Community Participation, Depok CityABSTRAK Sumberdaya alam di Kota Depok relatif terbatas sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan potensi lokal, misalnya pariwisata. Beberapa obyek wisata yang berpeluang untuk dikembangkan menjadi sarana rekreasi berada di daerah sempadan Sungai Ciliwung, yang berdasarkan Rencana Rinci Tata Ruang Bagian Wilayah Kota VIII Sukmajaya pada rencana pemanfaatan Tahun 2013 merupakan salah satu wilayah rencana pengembangan nature area. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat, jenis kegiatan sosial dan ekonomi yang dapat mendukung ekowisata, serta menganalisis proses kebijakan yang sudah ada terkait dengan pengembangan ekowisata di Kota Depok. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner. Sampling dilakukan secara purposive pada 30 responden yang dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Data kemudian ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif serta diuji dengan chi square. Perumusan strategi dan kebijakan guna pengembangan program dilakukan menggunakan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di lokasi penelitian berada pada tangga pertama Non Participation dan tangga kedua Tokenism berdasarkan Teori Arnstein. Rumusan strategi pengembangan kawasan ekowisata diprioritaskan pada peningkatan kapasitas masyarakat, penataan kawasan, pembiayaan, pengembangan sarana prasarana, pengembangan kelembagaan serta pemasaran.Kata kunci: Ekowisata, Partisipasi Masyarakat, Kota Depok
STRATEGI PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN TANGERANG Karenina, Anna; Rustiadi, Ernan; Syaukat, Yusman
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.36 KB) | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v8i2.24827

Abstract

The study was based on the issue faced by the agricultural sector in Tangerang Regency which is the conversion of irrigated land. This conversion occurred due to increased population growth and economic development in Tangerang Regency, as the buffer zone of Special Capital Region of Jakarta. This issue led to the shrinkage of irrigated land area and endangerment of food security in Tangerang Regency, which acted as one of the national granary. The purpose of this study was to formulate a strategy for the protection of sustainable food crop agricultural land in Tangerang Regency. A review of Regional Regulation (Perda) No.13, 2011 on Regional Spatial Planning (RTRW) of Tangerang Regency was carried out to achieve that purpose. Methods used in this study were the analytical overlay model and descriptive analysis in which the formulation of protection strategy was performed using the SWOT analysis model. The results showed that there was a potential reclamation of irrigated land area into non-irrigated land or conversion of 23,755.19 ha irrigated land area in Tangerang Regency. The results of SWOT analysis which is to identify internal and external factors, several strategies could be formulated, among others was doing protection against agricultural land conversion through the implementation control of RTRW.Keywords: conversion of irrigated land, strategy for protection of food crop agricultural land, regional spatial planning (RTRW) ABSTRAKPenelitian ini dilakukan berdasarkan pada permasalahan yang dihadapi oleh sektor pertanian di Kabupaten Tangerang berupa alih fungsi lahan sawah irigasi. Alih fungsi ini terjadi karena adanya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di wilayah Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Akibatnya adalah berdampak pada berkurangnya lahan sawah irigasi dan terancamnya ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang yang berperan sebagai lumbung padi nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi perlindungan lahan pertanian tanaman pangan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang. Tinjauan Peraturan Daerah (Perda) No.13, 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model overlay analitis dan analisis deskriptif di mana perumusan strategi perlindungan dilakukan dengan menggunakan model analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada potensi reklamasi lahan sawah irigasi menjadi lahan non-irigasi atau konversi lahan sawah irigasi seluas 23.755,19 ha di Kabupaten Tangerang. Hasil analisis SWOT yaitu untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, beberapa strategi dapat dirumuskan, antara lain melakukan perlindungan terhadap konversi lahan pertanian melalui pengendalian pelaksanaan RTRW.Kata kunci: konversi lahan beririgasi, strategi perlindungan lahan pertanian tanaman pangan, perencanaan tata ruang wilayah (RTRW)
MODEL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA TANGERANG SELATAN MENUJU KOTA BERKELANJUTAN Aprianto, Heri; Eriyatno, Eriyatno; Rustiadi, Ernan; Mawardi, Ikhwanuddin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.819 KB)

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk dan ekonomi di kota-kota besar tentunya diiringi dengan peningkatan kegiatannya.Pada titik tertentu akhirnya akan menimbulkan berbagai masalah perkotaan, seperti ketidakseimbangan suplai dankebutuhan lahan, pencemaran, banjir, kemacetan, dan konflik masyarakat. Upaya mengatasi timbulnya permasalahan,salah satunya dengan pembangunan kota baru. Pembangunan kota baru di Indonesia telah menjadi isu utama dan sudahditerapkan. Namun yang terjadi perkembangan kota baru belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang menggembirakan,karena yang terjadi adalah sebagian besar hanya memindahkan permasalahan yang ada dari kota-kota besar ke kota-kotabaru, baik masalah fisik maupun sosial ekonomi. Sebagai salah satu contoh adalah Kota Tangerang Selatan, dimana kotaini masih berorientasi pada pengembangan aspek ekonomi saja. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan kebijakanpengembangan kota berkelanjutan, suatu model kebijakan yang mengharmonisasikan tatanan ekonomi, tatanan ekologis,dan tatanan sosial untuk mewujudkan pengembangan kota yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah sistemdinamis. Sistem dinamis adalah suatu metodologi untuk mengelola sistem-sistem umpan balik yang kompleks denganmempertimbangkan faktor waktu. Hasil simulasi dari beberapa skenario, maka terpilih skenario yang mengimbangkanantar aspek pembangunan berkelanjutan dan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan sebagai skenario prioritas.