Sabir Sabir
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari – Desember 2010 Wahyuni, Rosa Dwi; Sabir, Sabir
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.792 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang masih menjadi problem kesehatan Masyarakat. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik baik sebagai penyakit endemik maupun epidemik. Hasil studi epidemiologik menunjukan bahwa DBD terutama menyerang kelompok umur balita sampai dengan umur sekitar 15 tahun serta tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hal kerentanan terhadap serangan dengue antara gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Penderita demam berdarah dengue pada pasien rawat inap di Rumah Sakit  Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari-Desember 2010. Metode penelitian dengan pendekatan Deskriptif. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode systematic random sampling. Jumlah sampel sebanyak 205 Responden. Kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian ini Menunjukan bahwa Penderita demam berdarah dengue di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar berdasarkan kelompok umur terbanyak adalah kelompok umur 19-49 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki, jenis pekerjaan terbanyak adalah berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sedangkan waktu kejadian tertinggi penderita demam Berdarah dengue adalah pada bulan Maret. Disarankan mencegah terjadinya peningkatan kasus penderita demam berdarah dengue pada golongan umur anak-anak maupun dewasa maka perlu diadakan penyuluhan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah/kampus mengenai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Disamping itu juga Perlu memperkuat kegiatan-kegiatan yang mendukung kearah komunikasi, informasi, dan edukasi yang luas, jelas dan komplit tentang penyakit demam berdarah dengue sehingga masyarakat memiliki sikap positif terhadap masalah-masalah kesehatan khususnya penyakit demam berdarah dengue. Dan perlu adanya tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue melalui peningkatan frekuensi penyuluhan kesehatan masyarakat mengenai 3M (menguras, menimbun, menutup) tempat-tempat yang dapat menampung air pada bulan-bulan dengan curah hujan dan tingkat kelembaban yang tinggi untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
ALUR PENALARAN SISWA DALAM PHYSICS PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI PERSPEKTIF EPISTEMIC GAMES: TIPE ANSWER-MAKING Sabir, Sabir
JSTT Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : JSTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.548 KB)

Abstract

The research aimed to construct and to describe students’ reasoning map in physics problem solving by applying AMEG perspective. The research instruments consisted of respondent selection test, reasoning test and interview protocol. Respondents were six students from a senior high school in Palu. Data were collected through thinking-aloud and interview. The activities were recorded by video camera. The data of interview were  used to support data analysis results of thinking-aloud. Data analysis of reasoning map used AMEG perspective where there is two methods that is Answer Justification(AJ) method and Reasoning Answer(RA). Based on the data analysis, it could be stated  that students’ reasoning map was influenced by their conceptual mastery and mathematic ability. Construction of students’ reasoning map in physics problem solving was influenced by memory and intuition. It is needed further research to study productivity of problem solving for the each reasoning plot.  
Optimalisasi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan Sabir, Sabir
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.936 KB)

Abstract

Studi ini ini membahas tentang tentang Optimalisasi Pengelolaan Pajak Daerahdan Retribusi Daerah Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah KabupatenEnrekang Sulawesi Selatan. Tujuan studi ini adalah: (1) Untuk menganalisis besarnyapotensi PAD yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di KabupatenEnrekang; (2) Untuk mengetahui faktor penyebab yang menjadi kendala sehinggaPengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah belum optimal dalam meningkatkanPendapatan Asli Daerah di Kabupaten Enrekang; dan (3) Untuk menyusun strategi yangdapat dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerahguna dapat meningkatkan penerimaan PAD di Kabupaten Enrekang.Hasil Studi menujukkan bahwa pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah diKabupaten Enrekang belum optimal. Upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintahdaerah Kabupaten Enrekang dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerahsebagai berikut: memperluas basis penerimaan pajak dan retribusi daerah,peningkatan kapasitas pengelola pajak daerah dan retribusi daerah dan meningkatkanpengawasan pajak dan retribusi daerah.
Optimalisasi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan Sabir Sabir
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Panrita Abdi - April 2017
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.936 KB) | DOI: 10.20956/pa.v1i1.2309

Abstract

Studi ini ini membahas tentang tentang Optimalisasi Pengelolaan Pajak Daerahdan Retribusi Daerah Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah KabupatenEnrekang Sulawesi Selatan. Tujuan studi ini adalah: (1) Untuk menganalisis besarnyapotensi PAD yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di KabupatenEnrekang; (2) Untuk mengetahui faktor penyebab yang menjadi kendala sehinggaPengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah belum optimal dalam meningkatkanPendapatan Asli Daerah di Kabupaten Enrekang; dan (3) Untuk menyusun strategi yangdapat dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerahguna dapat meningkatkan penerimaan PAD di Kabupaten Enrekang.Hasil Studi menujukkan bahwa pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah diKabupaten Enrekang belum optimal. Upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintahdaerah Kabupaten Enrekang dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerahsebagai berikut: memperluas basis penerimaan pajak dan retribusi daerah,peningkatan kapasitas pengelola pajak daerah dan retribusi daerah dan meningkatkanpengawasan pajak dan retribusi daerah.
Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari – Desember 2010 Wahyuni, Rosa Dwi; Sabir, Sabir
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.792 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang masih menjadi problem kesehatan Masyarakat. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik baik sebagai penyakit endemik maupun epidemik. Hasil studi epidemiologik menunjukan bahwa DBD terutama menyerang kelompok umur balita sampai dengan umur sekitar 15 tahun serta tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hal kerentanan terhadap serangan dengue antara gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Penderita demam berdarah dengue pada pasien rawat inap di Rumah Sakit  Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari-Desember 2010. Metode penelitian dengan pendekatan Deskriptif. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode systematic random sampling. Jumlah sampel sebanyak 205 Responden. Kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian ini Menunjukan bahwa Penderita demam berdarah dengue di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar berdasarkan kelompok umur terbanyak adalah kelompok umur 19-49 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki, jenis pekerjaan terbanyak adalah berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sedangkan waktu kejadian tertinggi penderita demam Berdarah dengue adalah pada bulan Maret. Disarankan mencegah terjadinya peningkatan kasus penderita demam berdarah dengue pada golongan umur anak-anak maupun dewasa maka perlu diadakan penyuluhan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah/kampus mengenai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Disamping itu juga Perlu memperkuat kegiatan-kegiatan yang mendukung kearah komunikasi, informasi, dan edukasi yang luas, jelas dan komplit tentang penyakit demam berdarah dengue sehingga masyarakat memiliki sikap positif terhadap masalah-masalah kesehatan khususnya penyakit demam berdarah dengue. Dan perlu adanya tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue melalui peningkatan frekuensi penyuluhan kesehatan masyarakat mengenai 3M (menguras, menimbun, menutup) tempat-tempat yang dapat menampung air pada bulan-bulan dengan curah hujan dan tingkat kelembaban yang tinggi untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
THE STRATEGY FOR IMPLEMENTING AGRICULTURAL EXTENSION BASED ON CYBER EXTENSION IN MALANG RAYA REGION, INDONESIA Sabir, Sabir; Sugiyanto, Sugiyanto; Sukesi, Keppi; Yuliati, Yayuk
HABITAT Vol 30, No 1 (2019)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.1.2

Abstract

This study aimed to formulate a strategy for implementing agricultural extension based on cyber extension in Malang Raya region. This research was conducted in Malang raya region using purposive sampling technique. The analysis used to determine strategy priority for implementing agricultural extension used SWOT analysis. Based on internal analysis (IFAS) and external analysis (EFAS) implied that the position of cyber extension utilization by agricultural extension workers in the Malang Raya Region was in the area of strategy I, namely Aggressive Strategy. This depicted that the strength possessed can take advantage of opportunities and improve weaknesses optimally, so the determination of the strategy for optimizing the use of cyber extensions was more directed at aggressive strategies. Based on this study showed that the measures should be implemented such as the implementation of legislation has the greatest contribution, optimization of the utilization of information technology devices, optimization of utilization of the agricultural extension centre in each sub-district, and increasing competency and the professionalism of administrators in accordance with their respective duties and authorities.
Kajian indikator ekonomi dan komoditas unggulan kabupaten mamuju menuju status kota di provinsi sulawesi barat Madris, Madris; Sabir, Sabir; Roy, Juliansyah
INOVASI Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.918 KB) | DOI: 10.29264/jinv.v17i2.9466

Abstract

Penelitian ini membahas tentang indikator ekonomi dan sektor basis Kabupaten Mamuju menuju status kota di Provinsi Sulawesi Barat. Tujuan Penelitian adalah untuk (1) Memetakan sektor ekonomi melalui besaran sektor basis. (2) Mengidentifikasi komoditi unggulan (3) Memberikan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Kabuapten Mamuju menuju Mamuju Status Kota. Metode analalisis yang digunakan adalah analisis desriptif dan komparatif. Analisis  location quotient (LQ) digunaan untuk mengidentifikasi sektor basis. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yakni data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Kabupaten Mamuju dalam Angka, masing-masing selama tahun 2009-2015, serta kabupaten lainnya di Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Mamuju (1) masuk dalam kategori kota sedang  berdasarkan jumlah penduduk; (2) sektor primer memiliki share  terendah di antara kabupaten lain di Sulawesi Barat, dan mengalami penurunan share setiap tahun; (3)  mengalami angaka pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi di Sulawesi Barat; (4) Di antara 17 sektor yang dianalisis, Kabupaten Mamuju memiliki 14 sektor dalam kategori basis; (5) Rata-rata kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan belanja daerah (APBD) selama enam tahun terakhir sebesar 4,73 persen, sementara rata-rata secara nasional sebesar 6,3 persen.
Pengaruh Indikator Makroekonomi, Upah Minimum, dan Demografis Terhadap Pengagguran di Indonesia Nursinah Amrullah; Sanusi Fattah; Sabir Sabir
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 5, No 1 (2022): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v5i1.1975

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pengangguran secara langsung dan tidak langsung melalui investasi dan pertumbuhan ekonomi, 2) untuk menganalisis pengaruh upah minimum terhadap pengangguran secara langsung dan tidak langsung melalui investasi dan pertumbuhan ekonomi, dan 3) untuk menganalisis pengaruh upah minimum terhadap pengangguran secara langsung dan tidak langsung melalui investasi dan pertumbuhan ekonomi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan penelitian pustaka. Analisis data dilakukan dengan uji regresi. Hasil penelitian: 1) indikator makroekonomi (pengeluaran pemerintah) berpengaruh negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengangguran. Jika pengeluaran pemerintah bertambah maka pengangguran akan berkurang, 2) upah minimum berpengaruh positif, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengangguran. Jika upah minimum meningkat maka pengangguran juga akan meningkat, dan 3) demografis secara langsung berpengaruh positif terhadap pengangguran yang berarti jika demografis meningkat maka pengangguran juga meningkat. Demografis secara tidak langsung berpengaruh negatif terhadap pengangguran yang berarti jika demografis melalui investasi dan pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan maka pengangguran akan berkurang. Kata Kunci: indikator makroekonomi, upah minimum, demografi, pengangguran