Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SELODANG MAYANG

OPTIMALISASI PEMUPUKAN DI LAHAN GAMBUT Elfi Yenny Yusuf; Marlina Marlina; Mulono Apriyanto
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 7 No 2 (2021): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v7i2.212

Abstract

Increasing the productivity of peatlands can be done by applying the right fertilization system. The purpose of this study was to determine the appropriate dose of NPK fertilization in intercropping red chili and shallots on peat soil. This research was conducted at the Laboratory and Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Indragiri Islamic University. The study took place from August to December 2020. The study was carried out using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications, N2 (500 kg/ha), N3 (750 kg/ha) in red chilies and shallots. The results showed that treatment with a dose of 500 kg/ha of NPK fertilizer in an intercropping system of chili with shallots on peat soil gave the best growth and yield of shallots. Treatment dose of 250 kg/ha NPK fertilizer gave the best red chili fruit production. Peningkatan produktivitas lahan gambut dapat dilakukan dengan menerapkan sistem pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pemupukan NPK yang tepat pada tumpangsari cabai merah dan bawang merah di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri. Penelitian berlangsung daribulan Agustus hingga Desember 2020. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan.Perlakuan dalam penelitian ini dosis pupuk NPK 16:16:16 yaitu N0 (0 kg/ha), N1 (250 kg/ha), N2 (500 kg/ha), N3 (750 kg/ha) pada cabai merah dan bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK 500 kg/ha dalam system tumpangsari cabai dengan bawang merah di tanah gambut memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik. Perlakuan dosis pupuk NPK 250 kg/ha mememberikan produksi buah tanaman cabai merah terbaik.
BUDI DAYA BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT Elfi Yenny Yusuf; Intan Sari; Marlina Marlina; Sri Lestari; Yoyon Riono
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 8 No 1 (2022): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v8i1.234

Abstract

The study was conducted in January 2020 at the Indragiri Tembilahan Islamic University experimental garden, aimed to find out the influence of the combination of alluvial soil and peat soil as a planting medium on the growth and production of onions (Allium ascollanicum L), to find out the best combination of alluvial soil and peat soil as a planting medium for the growth and production of onions (Alluium ascalonicum L). The research design used is a non-factorial randomized group (RAK) design, consisting of 7 treatments consisting of and 3 repeats. A0 = Peat Soil, A1 = Alluvial Soil, A2 = Peat Soil + 2 Kg Manure, A3 = Alluvial Soil + 2 Kg Manure, A4 = Peat Soil + Alluvial Soil (1:1) + 2 Kg Manure, A5 = Peat soil + Alluvial Soil (1:2) +2 Kg Manure, A6 = Peat soil + Alluvial Soil (2:1) + 2 Kg Manure. The data obtained is analyzed statistically using diversity fingerprint analysis (test F) and continued with Tukey HSD at the level of 5%. The results showed that Treatment A5 is the best treatment in the provision of alluvial soil for the growth and production of onions (Allium ascallonicum L.) in peat media. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2020 di kebun eksperimental Universitas Islam Indragiri Tembilahan, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tanah aluvial dan tanah gambut sebagai media tanam pada pertumbuhan dan produksi bawang (Allium ascollanicum L), untuk mengetahui kombinasi terbaik dari tanah aluvial dan tanah gambut sebagai media tanam untuk pertumbuhan dan produksi bawang (Alluium ascalonicum L). Desain penelitian yang digunakan adalah desain non-factorial randomized group (RAK), yang terdiri dari 7 perawatan yang terdiri dari dan 3 pengulangan. A0 = Tanah Gambut, A1 = Tanah Aluvial, A2 = Tanah Gambut + 2 Kg Pupuk Kandang, A3 = Tanah Aluvial + 2 Kg Manure, A4 = Tanah Gambut + Tanah Aluvial (1: 1) + 2 Kg Pupuk, A5 = Tanah Gambut + Tanah Aluvial (1: 2) +2 Kg Pupuk Kandang, A6 = Tanah gambut + Tanah Aluvial (2: 1) + 2 Kg Pupuk. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis sidik jari keanekaragaman (test F) dan dilanjutkan dengan Tukey HSD di level 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengobatan A5 adalah pengobatan terbaik dalam penyediaan tanah aluvial untuk pertumbuhan dan produksi bawang (Allium ascallonicum L.) di media gambut.
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS KEKERABATAN RAGAM SERTA PEMANFAATAN TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera) OLEH MASYARAKAT DI DESA SUNGAI SORIK DAN DESA RAWANG OGUNG KECAMATAN KUANTAN HILIR SEBERANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Yoyon Riono; Marlina Marlina; Elfi Yenny Yusuf; Mulono Apriyanto; Rifni Novitasari; Hermiza Mardesci
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 8 No 1 (2022): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v8i1.236

Abstract

Research on the characteristics and analysis of kinship diversity and the use of coconut (Cocos nucifera L.) in Sungai Sorik and Rawang Ogung villages has been carried out to find out there are several varieties, kinship relationships, and benefits of coconut (Cocos nucifera L.). Exploration of coconut (Cocos nucifera L.) was carried out in Sungai Sorik and Rawang Ogung Villages. Plant Development Structure, carried out February-July 2021. The research method used exploration and observation and measurements of plant parts to make a description of coconut (Cocos nucifera L.). The results of morphological and anatomical observations in the form of qualitative and quantitative data. The results showed that there were three varieties of coconut (Cocos nucifera L.) namely deep coconut (pelak/polak), early coconut (superior), and yellow coconut. Penelitian tentang karakteristik dan analisis kekerabatan ragam serta pemanfaatan tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) di Desa Sungai Sorik dan Rawang Ogung telah dilakukan untuk mengetahui ada beberapa ragam, hubungan kekerabatan dan manfaat tanaman kelapa (Cocos nucifera L.). Eksplorasi tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) dilakukan di Desa Sungai Sorik dan Rawang Ogung Struktur Perkembangan Tumbuhan, dilaksanakan Februari-Juli 2021. Metode penelitian digunakan eksplorasi dan pengamatan dan pengukuran bagian tanaman untuk membuat deskripsi kelapa (Cocos nucifera L.). Hasil pengamatan morfologi dan anatomi berupa data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan tiga ragam tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) yaitu kelapo dalam (pelak/polak), kelapo genjah (unggul), kelapo kuning. Semua bagian tanaman kelapa memiliki manfaat ekonomi terutama buah kelapa dalam (pelak) memiliki daging buah paling tebal (1,7 cm) dan kelapo genjah (unggul) memiliki buah paling berat (2,6 kg).