Woro Hastuti Setyantini
Department Of Aquaculture, Faculty Of Fisheries And Marine, Universitas Airlangga, Campus C, Mulyorejo Street, 60115 Surabaya, INDONESIA.

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Subtitution Leaf Fermentation Leucaena (Leucaena leucocephala) on Feed vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) for Retention of Protein and Energy Ariyandra, Rheza; ., Agustono; Satyantini, Woro Hastuti
Journal of Aquaculture Science Vol 1, No 1 (2017): Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.298 KB) | DOI: 10.31093/joas.v1i1.3

Abstract

Intensive aquaculture systems causing heavy reliance on the use of artificial feed (Heptarina et al., 2010). Feed is a crucial component to the success of shrimp farming (Soemardjati and Suriawan, 2006). According to Haryanto and Djajanegara (1993) lamtoro leaves contain protein, calcium and energy. The content of the leaves lamtoro a source of protein for feed ingredients in this plant are essential amino acids lysine and leucine were very high (D'Mello and Fraser, 1981). The consideration for the selection of feed materials should be done in accordance with the provisions of the feed material that is readily available, low cost, high nutrient content and do not compete with humans (Handajani et al., 2010). According to Matthew (1993), leucaena as forage quality has not been used optimally and not much commercialized. Lamtoro a potential biological resources to be used as feed to the waste generated sufficient forage nutritional value (Widiastuti, 2007). Research on the use of fermented flour substitution lamtoro leaf is a matter that needs to be done because of the use of fermented flour lamtoro leaf is expected to improve the quality of feed and make it as an alternative feed ingredient that can be given to increase aquaculture production. This research is the experimental method using a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The results of this study will be analyzed descriptively in the form of data and tables. Data obtained, processed using Analysis of Variance (ANOVA) to determine the effect of different treatments applied if real, then continued with Duncan's Multiple Range Test (Duncan's Multiple Range Test) with a 5% error rate to determine the best treatment. Keywords: Feed, Vaname Shrimp, Fermentation, Substitution, Leucaena Leaf, Protein Retention, Retention Energy. 
TEKNIK KULTUR Tetraselmis chuii DALAM SKALA LABORATORIUM DI PT. CENTRAL PERTIWI BAHARI, REMBANG, JAWA TENGAH Febri Setyawati; Woro Hastuti Satyantini; Muhammad Arief; Kismiyati Kismiyati pujiastuti
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 7 No. 2 (2018): JAFH Vol. 7 No. 2 Juni 2018
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.603 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v7i2.11249

Abstract

Pakan merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya perikanan, karena berpengaruh terhadap ketahanan dan perkembangan larva. Jenis pakan yang dapat diberikan pada ikan ada dua jenis, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Salah satu jenis pakan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan pakan budidaya yaitu fitoplankton jenis Tetraselmis chuii. Mikroalga Tetraselmis chuii merupakan salah satu mikroalga yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai gizi tinggi yaitu, kandungan protein 74%, lemak 4%, dan karbohidrat sebanyak 21%. Praktek Kerja Lapang ini bertujuan untuk mempelajari, memahami, serta mempraktekkan secara langsung tentang teknik kultur pakan alami Tetraselmis chuii skala laboratorium dan mengetahui kendala dalam teknik kultur pakan alami Tetraselmis chuii skala laboratorium. Pertumbuhan Tetraselmis chuii dalam kultur skala labolatorium mengalami puncak populasi pada hari keenam mencapai 3.240.000 sel/ml. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Tetraselmis chuii sangat lama. Didapatkan inokulasi awal 550.000 sel/ml dan mengalami peningkatan hingga hari keenam. Hal ini menunjukan pertumbuhan Tetraselmis chuii mengalami fase eksponensial. Kemudian, pada hari ketujuh mengalami penurunan mencapai 209.000 sel/ml lalu pada hari kedelapan mengalami peningkatan mencapai 249.000 sel/ml diduga mengalami periode kriptik, yaitu sel-sel yang masih hidup memanfaatkan tambahan nutrisi dari sel-sel yang lisis. Pertumbuhan Tetraselmis chuii hari kesembilan sampai hari keempatbelas mengalami penurunan hingga 186.000 sel/ml
Pengaruh Pemberian Hormon Igf-I (Insulin-Like Growth Factor-I) Recombinant Mouse terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy) [ Effect of hormones Recombinant Mouse IGF-I (Insulin-Like Growthfactor-I) on The Growth of Osphronemus gouramy] Woro Hastuti Satyantini; Prayogo Prayogo; Dimas Eraparamarta Harkitiyanto
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 8 No. 1 (2016): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.865 KB) | DOI: 10.20473/jipk.v8i1.11190

Abstract

Abstrak Konsumsi ikan gurame semakin meningkat setiap tahun mengakibatkan tingginya jumlah permintaan, belum dapat diimbangi produksi yang mencukupi. Laju pertumbuhan ikan gurame dikenal lambat, sehingga untuk mencapai ukuran konsumsi diperlukan waktu pemeliharaan relatif lama. Peningkatan kualitas produksi dengan meningkatkan kemampuan metabolisme sel terhadap asupan pakan ikan melalui penyuntikan hormon insulin-like growth factor-I(IGF-I) diharapkan dapat memacu pertumbuhan, dan produksi ikan dapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh pemberian hormon (IGF-I) recombinant mouse terhadap peningkatan pertumbuhan ikan gurame(Osphronemus gouramy). Penelitian adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan ikan gurame sebanyak 80 ekor yang terbagi dalam 4 perlakuanP0 : tanpa disuntik hormon IGF-I, P1 : disuntik hormon IGF-I dengan dosis 10 ng/ml, P2 : disuntik hormon dengan dosis 20 ng/ml dan P3 : disuntik hormon dengan dosis 40 ng/ml masing-masing 5 ulangan setiap ulangan 4 ekor ikan gurame. Perlakuan dengan injeksi hormon IGF-I recombinant mouse. Parameter yang diukur adalah pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyuntikan hormon IGF-I recombinant mouse dengan dosis yang berbeda memberikan perbedaan yang nyata (p<0,05); pertumbuhan berat (P0: 0 ng/ml = 7,23 gram± 0,37 gram dan P3: 40 ng/ml = 26,35 gram± 1,89 gram) ;pertumbuhan panjang (P0 : 0 ng/ml = 5,76 cm ± 0,38 cm dan P3 : 40 ng/ml = 7,93 cm± 0,07 cm).). Kesimpulan penelitian bahwa IGF-I recombinant mouse berpengaruh meningkatkan pertumbuhan pada peningkatan berat dan panjang ikan gurame pada perlakuan penyuntikan 40 ng/ml.  Abstract Osphronemus gouramy consumption is increasing every year which causes in a high number of inquiries for this fish, cannot be offset sufficiently by the amount of production. The growth rate of O. gouramy are known relatively slow, so that to achieve the required consumption is relatively long. Quality improvement of productivity by improving the ability of cell metabolism to intake of fish feed through hormone injection recombinant mouse insulin-like growth factor-I (IGF-I) is expected to spur growth, so that fish production can be increased. The aim of this study is to determine the effect of the hormone IGF-I recombinant mouse to the increased growth of O.gouramy. The benefits of this research are expected to deliver the benefitsof science in the form of scientific information to the public in general and fish farmers especially about the effect of the hormone recombinant mouse IGF-I on the growth of O. gouramy.The research is methodis carried out experimentally by using completely randomized design (CRD),this study uses 80 O. gouramy were divided into 4 treatment P0: without hormone injectionsof IGF-I, P1: injected with the hormone IGF-I at a dose of 10 ng/ml, P2: injected with the hormone IGF-I at a dose of 20 ng/ml and P3: injected with the hormone ata dose of 40ng/ml each of 5 replicates each test 4 O. gouramy. The hormone IGF-I recombinant mouse is done by injection. The treatment with hormone injection of recombinant mouse IGF-I. Parameters measured were growth. The results showed that the treatment hormone injection of recombinant mouse IGF-I with different doses gave significant differences (p <0.05);weight growth (P0: 0 ng/ml = 7,23 gram ± 0,37 gram dan P3: 40 ng/ml = 26,35 gram ± 1,89 gram.); length growth (P0 : 0 ng/ml = 5,76 cm ± 0,38 cm dan P3 : 40 ng/ml = 7,93 cm ± 0,07 cm). The conclusion that recombinant mouse IGF-Iincreased the growth by increasing in weight and length of O. gouramy and improvement of the growth occurred in the treatment injection of the dose: 40ng/ml. 
Peningkatan Respons Imun Non Spesifik Ikan Gurame Pascapemberian Ekstrak Air Panas Mikroalga Spirulina platensis (ENHANCEMENT OF NON-SPECIFIC IMMUNE RESPONSE OF OSPHRONEMUS GOURAMY AFTER GIVING OF HOT WATER EXTRACT SPIRULINA PLATENSIS) Woro Hastuti Satyantini; Agustono Agustono; Arimbi Arimbi; Emy Koestanti Sabdoningrum; Myrna Budi; Lina Wafia Asmi
Jurnal Veteriner Vol 17 No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.344 KB)

Abstract

Hot water extract of Spirulina platensis which is contain of lipopolysaccharide can be used as animmunostimulant. This study aimed to determine the effect of hot water extract of S. platensis throughinjection on the non-specific immune response of Osphronemusgouramy. The treatment was given throughintraperitoneal injection of hot water extract of S. platensis with doses of 1%, 10%, 20% and PBS, PhosphateBuffer Saline (control) 0.1 ml/fish. Fish reared in the aquarium (67 l volune) with density 12 fishes/aquarium with average weight of 7.5 – 8.5 g/fish. Blood samples of fish taken from the caudal vein on day0 (before administration of the extract), 3 and 5 days after administration of the extract for the measurementof total leucocytes, differential leucocytes and phagocytic activity. Results showed an increased in totalleucocytes, phagocytic activity, monocytes and neutrophils of fish that given hot water extract of S. platensis.The addition of hot water extract of S. platensis at 1% through injection gave total leucocytes, phagocyticactivity, monocytes and neutrophils on days 3 were 543.73 x 103sel/mm3,69.30%, 34.33% and 14%respectively higher and significantly different to control.
Penambahan Ekstrak Gracilaria verrucosa terhadap Peningkatan Total Hemosit, Kelangsungan Hidup dan Respon Fisiologi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Woro Hastuti Satyantini; Ananta Kurniawan; Rahayu Kusdarwati
Akuatika Indonesia Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v1i2.29158

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produksi udang galah(Macrobrachium rosenbergii) adalah adanya serangan penyakit selain kebutuhan nutrisi yang optimum untuk pertumbuhannya.Lingkungan yang buruk, seperti adanya fluktuasi kualitas air yang ekstrim dapat mengakibatkan udang menjadi stresss dan mudah terserang penyakit.Gracilaria verrucosa merupakan rumput laut jenis alga merah yang dapat digunakan sebagai imunostimulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ekstrak Gracilaria verrucosa terhadap peningkatan total hemosit, tingkat kelangsungan hidup dan respon fisiologi udang galah setelah pemaparan suhu tinggi.Perlakuan yang diberikan adalah penambahan ekstrak Gracilaria pada pakan dengandosis 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Udang galah yang digunakan berukuran 7 cm dengan kepadatan 10 ekor per akuarium (40x30x30 cm). Pemberian ekstrak Gracilaria dilakukan selama 14 hari dan selanjutnya pada hari ke 15 di uji stresss suhu. Total hemosit tertinggi diperoleh pada perlakuan penambahan ekstrak Gracilaria 3% yaitu 38,49 x 106 sel/ml dibanding perlakuan lain dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap kontrol. Kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05), sementara respon fisiologi udang galah setelah uji stress menunjukkan bahwa perlakuan pada penambahan ekstrak Gracilaria menunjukkan respon makan baik dan berenang normal pada jam ke 18 sementara perlakuan kontrol pada jam ke 24 dan 30 pasca stress. 
Pemberian Fikosianin Spirulina Meningkatkan Jumlah Sel Darah, Aktivitas Fagositosis, dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Bebek Juvenil (ADMINISTRATION OF SPIRULINA PHYCOCYANIN ENHANCES BLOOD CELLS, PHAGOCYTIC ACTIVITY AND GROWTH IN HUMPBACK GROUPER JUVENILE) Woro Hastuti Satyantini; Sukenda .; Enang Harris; Nur Bambang Priyo Utomo
Jurnal Veteriner Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.41 KB)

Abstract

The aim of this study was to investigate effects of Spirulina phycocyanin on the total  blood cell count,phagocytic activity, and growth of humpback grouper fish, Cromileptes altivelis juvenil.  Fishes were fedwith a diet containing   0, 150, 250, 350 dan 450 mg  phycocyanin per kg diet for four weeks and eachtreatment was triplicates.  Initial body weight  of  grouper was  8.46 ± 0.22 g with a density of 10 fish per56 litre volume. The total count of  erythrocytes and leucocytes increased until the fourth week of rearingperiod. The highest of total erythrocyte and leucocytes were observed in fish treated with 150 mg phycocyaninper kg diet ( 13.17 x  105 cells/mm3 and 8.93 x 105 cells/mm3 respectively) which were not significantlydifferent (P>0.05) to those treated with 250 mg phycocyanin per kg diet. The total leucocytes and phagocyticactivity of fish fed diet containing  250 mg phycocyanin  per kg diet (8.49 x 105 cells/mm3 and 59.67%respectively) were significantly higher  (P <0.05) to those of control group. The highest of final weight(Wt=14.32 g) and weight growth (G=5.89g) and lowest of feed conversion ratio (FCR=1.13) were obtainedin fish treated with  250 mg phycocyanin per kg diet which were  significantly  higher  (P <0.05) than thosefed control diet. The data showed that  the addition of  phycocyanin 250 mg/kg diet enhances the totalleukocyte count, phagocytic activity and the growth of humpback grouper juvenil.
Aplikasi Teknologi Induce Spawning (Tis) pada Pemijahan Ikan Air Tawar dalam Upaya Peningkatan Ketersediaan Benih Ikan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Woro Hastuti Satyantini; Akhmad Taufiq Mukti; Gunanti Mahasri; Ahmad Shofy Mubarak; Wahyu Isroni; Browijoyo Santanamurti
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 9 No. 2 (2020): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.27 KB) | DOI: 10.20473/jmcs.v9i2.20103

Abstract

Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan daerah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan prospektif.  Kabupaten Kutai Barat memiliki potensi perikanan berupa perairan umum yang besar untuk dikembangkan.  Konsumsi ikan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sementara potensi perikanan belum dimanfaatkan dengan optimal.  Kendala dan permasalahan yang menjadi perhatian oleh kelompok mitra hingga saat ini adalah belum banyak petani pembudidaya ikan yang menguasai teknologi budidaya ikan dengan baik dan benar.  Tujuan dari kegiatan ini adalah penerapan dan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks) serta keterampilan dalam aplikasi teknologi pemijahan dan pembenihan ikan melalui penyediaan benih ikan secara mandiri untuk peningkatan produksi ikan air tawar pada kelompok mitra,  Pendekatan metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pemetaan kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra, penyampaian materi terkait  teknologi pembenihan ikan, teknologi penijahan dengan menggunakan teknologi induce spawning (TIS) ikan dalam budidaya ikan air tawar serta monitoring dan evaluasi serta pendampingan pada kelompok mitra.  Hasil kegiatan penijahan dengan TIS memberikan hasil bahwa induk ikan mas dan ikan lele yang disuntik dengan hormon (ovaprim) memijah seluruhnya. Suhu media air terukur 26-28oC.  TIS ini dapat membantu masyarakat dalam penyediaan benih ikan dengan menjaga kualitas benih tetap baik dengan menerapkan cara pembenihan yang baik.
PERANAN L-CARNITINE PADA PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN LARVA UDANG GALAH, Macrobrachium rosenbergii DE MAN Akhmad Taufiq Mukti; Woro Hastuti Satyantini
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2005): Juni 2005
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.014 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan L-Carnitine dalam pakan terhadap peningkatan perkembangan dan pertumbuhan larva udang galah Macrobrachium rosenbergii de Man. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan  Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah dosis LCarnitine;a) 0 ppm (kontrol), b) 200 ppm, c) 400 ppm, d) 600 ppm, e) 800 ppm dan f) 1000 ppm. Masingmasing perlakuan diulang tiga kali. Parameter uji adalah Larval stage Index (LSI), pertumbuhan harian dan derajad kelangsungan hidup larva udang galah. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang sangat nyata (p< 0.01) diantara perlakuan. Dosis L-Carnitine 600 ppm dalam pakan menghasilkan LSI dan pertumbuhan harian larva udang galah tertinggi, masing-masing 10.4300 dan 0.4267 mm/hari. Derajad kelangsungan hidup larva tidak berbeda nyata (p > 0.05) antara perlakuan 0 ppm (30.4949%), 400 ppm (29.9139%) dan 600 ppm (29.0255%).Kata kunci: L-carnitine. Larval Stage Index, pertumbuhan harian, udang galah.
The Influence of Giving Probiotic with Different Periodicon Decreasing of Ammonia And Total Organic Matter in White Shrimp Culture Media (Litopenaeus Vannamei) Vega Chrisnawati; Boedi Setya Rahardja; Woro Hastuti Satyantini
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 7 No. 2 (2018): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.737 KB) | DOI: 10.20473/jmcs.v7i2.20715

Abstract

Water quality is a major factor in shrimp culture so maintenance that water quality system is the key factor of success of white shrimp culture. This research was conducted to determine the commercial probiotic on white shrimp (L. vannamei) culture media to decrease ammonia content and TOM. Research method used experimental testwithdifferent type of probiotic and giving periodic which are P0 (without probiotic). Probiotic A; P1 (3 days), P2 (5 days) and P3 (7 days). Probiotic B; P4 (3 days), P5 (5 days) and P6 (7 days). Probiotic C; P7 (3 days), P8 (5 days) and P9 (7 days).The results showed that probiotic bacteria influence the content of ammonia and total organic matter culture media of white shrimp. The lowest ammonia obtained in P4 (Probiotic B 3 days) is 0.05 mg/L and TOM is 53,72 mg/L in last week.The highest ammoniaand TOM in P0 (Control). All treatments with addition of probiotic give lowers ammonia in culture media. Survival Rate (SR) in P4 give significantly different results (P <0.05) to P0. Other water quality parameters measured during maintenance among other 27-30oC temperature, pH 7.0 to 7.9, Dissolved Oxygen (DO) from 3.1 to 7.6 mg/l and 15-19 ppt salinity.
PENGARUH WAKTU PANEN DAN NUTRISI MEDIA TERHADAP BIOPIGMEN Spirulina platensis Iriani - setyaningsih; Kustiariyah - Tarman; Woro hastuti satyantini; dita aguistina barus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.596 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v16i3.8054

Abstract

Spirulina platensis merupakan alga hijau biru yang mengandung biopigmen fi kosianin dan antioksidanyang bermanfaat bagi kesehatan. Produksi biopigmen dipengaruhi oleh nutrien dan umur kultur. Penelitianini bertujuan menentukan pengaruh media dan umur panen terhadap kandungan fi kosianin dan aktivitasantioksidan. Kultivasi S. platensis dilakukan di dalam laboratorium menggunakan media KT, MT, dan Walne.Ekstraksi fi kosianin dilakukan menggunakan pelarut akuades dan bufer fosfat. Kandungan fi kosianin S.platensis dalam media MT (10,07 mg/mL) tidak berbeda nyata dengan media Walne (7,49 mg/mL), tetapiberbeda nyata dengan media KT (0,71 mg/mL). Aktivitas antioksidan S. platensis pada ketiga media tidakberbeda nyata. Kandungan fi kosianin S. platensis pada hari ke-12 (10,42 mg/mL) berbeda nyata dengan harike-6 (2,70 mg/mL), hari ke-14 (8,14 mg/mL), dan hari ke-17 (3,09 mg/mL). Aktivitas antioksidan S. platensispada keempat umur panen tidak berbeda nyata.Kata kunci: antioksidan, fi kosianin, Spirulina platensis, waktu panen