This Author published in this journals
All Journal IndraTech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP TENTANG BELAJAR DALAM AL-QURAN Ulfajri Ulfajri; devi Deswimar
IndraTech Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : STMIK Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56005/jit.v2i1.71

Abstract

Dalam perspektif Islam, makna belajar bukan hanya sekedar upaya perubahan perilaku. Konsep belajar dalam Islam merupakan konsep belajar yang ideal, karena sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-qur’an dan Hadis. Belajar dalam perspektif al-Quran setidaknya dapat didekati dengan tiga term atau istilah: yaitu tarbiyah, al-ilm, dan  tafaqquh fiddin. Tarbiyah bermakna menyampaikan sesuatu sampai menuju titik kesempurnaan sedikit demi sedikit. Al-Ilm menunjukkan arti proses mental untuk mencapai pengetahuan yang identik dengan pengertian belajar dan pengajaran. Tafaqquh fiddin mempunyai arti memperdalam ilmu agama.Implementasi konsep belajar dalam Al-Qur’an pada pembelajaran sangat berkaitan dengan kebersihan jiwa dan akhlak peserta didik, niat yang benar, fokus pada visi akhirat, sederhana, belajar sampai tuntas, kebersamaan dengan tidak merendahkan orang lain serta mengenal                nilai-nilai pragmatis bagi suatu ilmu pengetahuan, yaitu ilmu yang bermanfaat, membahagiakan, mensejahterakan dan memberi keselamatan dunia dan akhiratKata Kunci: Konsep, Belajar, Al-Qur’an
INOVASI MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ulfajri Ulfajri
IndraTech Vol 1, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : STMIK Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56005/jit.v1i2.72

Abstract

Proses Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya transfer pengetahuan dan  pemahaman, tetapi  lebih dari itu, ia juga menanamkan nilai-nilai dan mengawal pengamalan ajaran Islamoleh peserta didik. Seluruh proses evaluasi haruslah didesain secara terencana, sistemik, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, PAI adalah upaya menumbuhkembangkan fitrah anak didik yang dibawa sejak lahir menjadi sebuah kemampuan dan kekuatan yang dapat melahirkan kompetensi siswa yang kamil sesuai dengan fitrahnya. Fitrah di satu sisi dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan (potensi) untuk mengetahui, memahami dan mengamalkan ajaran Islam baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah Allah di muka bumi. Untuk menumbuh-kembangkan fitrah ini, maka PAI harus dapat mengarahkan dan membimbing peserta didik dengan sebuah inovasi pembelajaran, termasuk pada proses evaluasi. Hal yang sangat urgen dalam inovasi evaluasi pada pembelajaran PAI adalah harus dapat menanamkan, mengukur, dan mengawal akhlakul Islam secara aplikatif (moral action) dalam kehidupan peserta didik, dan inilah dasar asumsi model yang penulis sajikan.Kata Kunci : Model Evaluasi, PAI, Akhlak.
KONSEP FITRAH DALAM AL-QURAN Ulfajri Ulfajri; devi Deswimar
IndraTech Vol 1, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : STMIK Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56005/jit.v1i1.73

Abstract

Pandangan Islam secara global menyatakan bahwa fitrah merupakan kecenderungan alamiah bawaan sejak lahir. Penciptaan terhadap sesuatu ada untuk pertama kalinya dan struktur alamiah manusia sejak awal kelahirannya telah memiliki agama bawaan secara alamiah yakni agama tauhid. Islam sebagai agama fitrah tidak hanya sesuai dengan naluri keberagamaan manusia, bahkan menunjang pertumbuhan dan perkembangan fitrahnya. Hal ini menjadikan eksistensinya utuh dengan kepribadiannya yang sempurna.Fitrah adalah potensi yang baik, tetapi potensi tersebut tidak berguna jika tidak digunakan dalam bentuk kemahiran-kemahiran tertentu. Menurut ahli pendidikan, mengolah potensi-potenai (fitrah) yang tersembunyi tersebut merupakan tugas utama pendidikan, yaitu merubah (transform) potensi-potensi itu menjadi kemahiran-kemahiran yang dapat dinikmati oleh manusia. Untuk itu perlu dikaji secara mendalam konsep fitrah dari term fitrah, hanif, dan khalaqa.Akhirnya pengembangan potensi fitrah oleh pendidikan Islam hendaknya dapat mewujudkan manusia yang mampu menguasai konsepsi beragama secara baik dengan penguasaan pengetahuan dan teknologi. Intregrasi penguasaan ajaran Islam dan sains yang disiapkan oleh pendidikan Islam diharapkan dapat mengejar ketertinggalan Islam dari dunia Barat secara benar.Kata Kunci: Konsep, Fitrah, Al-Qur’an