Joko Sampurno
Department of Physics, Faculty of Mathematics and Fundamental Sciences, Tanjungpura University, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Indonesia

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Fraktal Citra Mammogram Berbasis Tekstur Sebagai Pendukung Diagnosis Kanker Payudara Helja, Muspika; Nurhasanah, .; Sampurno, Joko
POSITRON Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v3i2.5131

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisa citra mammogram dengan menggunakan metode analisis fraktal. Pengolahan citra dimulai dengan mengubah citra berwarna menjadi citra grayscale, kemudian dilanjutkan dengan proses thresholding untuk mendapatkan citra biner. Proses selanjutnya adalah hitung dimensi fraktal dari citra biner tersebut dengan metode box counting. Hasil penelitian menentukan bahwa citra mammogram normal memiliki dimensi fraktal antara 1,683 hingga 1,796, citra mammogram tumor jinak memiliki dimensi fraktal antara 1,837 hinggga 1,889, dan citra mammogram kanker (tumor ganas) dengan dimensi fraktal antara 1,907 hingga 1,908. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi fraktal dapat digunakan untuk membedakan citra mammogram normal dan citra mammogram abnormal (tumor dan kanker).
Aplikasi Metoda Magnetik Untuk Eksplorasi Bijih Besi Studi Kasus : Bukit Munung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Sampurno, Joko
POSITRON Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v1i1.598

Abstract

Eksplorasi bijih besi telah dilakukan di Bukit Munung Desa Sukabangun Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sebaran bijih besi di Bukit Munung baik secara lateral maupun vertikal. Penelitian ini menggunakan metode magnetik yang memanfaatkan parameter suseptibilitas batuan untuk menginterpretasikan struktur bawah bumi. Pengolahan data dilakukan dengan metode inversi untuk mendapatkan beberapa parameter fisis struktur bawah permukaan daerah yang ditinjau. Hasil pengamatan geologi dan pemetaan distribusi medan magnet menunjukkan potensi bijih besi berada di sebelah barat laut bukit. Berdasarkan distribusi nilai suseptibilitas batuan pada lintasan AB yang dibuat memotong daerah potensial tersebut, diduga bahwa terdapat tiga lokasi pengendapan batu besi berjenis hematit dan satu lokasi pengendapan batu besi berjenis hematit yang memiliki vein-vein magnetit.
IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN LAHAN GAMBUT DI DESA ARANG LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA DENGAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE Ramadhaningsih, Laila; Sampurno, Joko
Physics Communication Vol 1, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.568 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i2.10869

Abstract

Pendugaan struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Desa Arang Limbung telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis (resistivitas). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait struktur tanah dalam rangka persiapan perancangan bangunan di lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan pada lima lintasan dimana panjang tiap lintasannya adalah 150 m dan jarak antar lintasannya adalah 15 m. Konfigurasi elektroda yang digunakan adalah konfigurasi Dipole-Dipole dengan spasi elektrodanya adalah 15 m. Nilai resistivitas semu diinversi menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk mendapatkan distribusi nilai resistivitas bawah permukaan pada tiap lintasan. Berdasarkan distribusi nilai resistivitas tersebut dapat diinterpretasikan bahwa struktur lapisan bawah permukaan lahan gambut di Desa Arang Limbung terdiri dari empat lapisan utama yaitu gambut, tanah liat berpasir, pasir basah dan batuan bercampur pasir. Ketebalan lapisan gambut bervariasi dari 2,56 m hingga 16 m. Lapisan ini berada pada posisi paling atas. Lapisan tanah liat berpasir berada pada kedalaman 2,56 m hingga 32,7 m. Lapisan pasir basah berada pada kedalaman 13,1 m hingga 30 m dan lapisan batuan bercampur pasir berada pada kedalaman 13,1 m hingga 32,7 m. Berdasarkan struktur ini maka direkomendasikan agar kedalaman pondasi bangunan yang akan dibuat di lokasi ini harus melebihi 16 m.
PREDIKSI KEMUNCULAN TITIK PANAS (HOTSPOT) MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK STUDI KASUS DI PONTIANAK Sampurno, Joko; Ihwan, Andi; Hakiki, Iman
PRISMA FISIKA Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.932 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memprediksi kemunculan titik panas (hotspot) menggunakan metode jaringan syaraf tiruan propagasi balik. Data yang digunakan adalah penyinaran matahari, kecepatan dan arah angin serta curah hujan di Kota Pontianak. Data yang digunakan tahun 2004 sampai 2013 dengan skala data bulanan. Parameter tersebut merupakan faktor-faktor penyebab timbulnya titik panas. Jaringan syaraf tiruan yang digunakan adalah propagasi balik dengan arsitektur [10 2 1]. Nilai koefisien korelasi antara keluaran dan target pada saat pelatihan adalah 0,94, sedangkan pada saat pengujian nilai koefisien korelasi antara keluaran dan data target adalah 0,92. Hasil prediksi kejadian kabut asap untuk bulan Januari sampai Desember 2014 memiliki keakuratan prediksi sebesar 66,7%.   Kata kunci : jaringan syaraf tiruan, propagasi balik, titik panas
PENDUGAAN SEBARAN AKAR KELAPA SAWIT PADA LAHAN GAMBUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESITIVITAS Miftahuddin, .; Sampurno, Joko; Ihwan, Andi
PRISMA FISIKA Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.802 KB) | DOI: 10.26418/pf.v4i3.17091

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pendugaan sebaran akar kelapa sawit pada lahan gambut di Kota Pontianak Kalimantan Barat dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas.  Data diakuisi dengan metode  konfigurasi Wenner. Lokasi penelitian dilakukan pada lahan penelitian kelapa sawit untan. Penelitian ini menggunakan 8 lintasan,  dan 17 elektroda dengan panjang lintasan 16 meter dan jarak antar elektroda satu meter setiap  lintasan yang digunakan terdapat  tanaman kelapa sawit sebagai titik fokus. Prinsip pengambilan data  adalah injeksi arus  listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus A dan B, kemudian beda potensial diukur melalui dua elektroda potensial M dan N menggunakan alat geolistrik, kemudian akan terbaca nilai arus dan potensialnya. Pengolahan data penelitian menggunakan softwere Res2Divn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran akar kelapa sawit memiliki rentang nilai resistivitas   dengan diameter sebaran akar sawit secara horizontal mencapai 3,5 meter dengan kedalaman mencapai 1,74 meter   Kata kunci : Geolistrik Resistivitas, Akar Kelapa Sawit, Lahan Gambut
Identifikasi Sesar di Perairan Misool, Papua Barat dengan Menggunakan Metode Magnetik Sari, Nur Novita; Ivansyah, Okto; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3415.444 KB) | DOI: 10.26418/pf.v5i3.21348

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi sesar di Perairan Misool dengan menggunakan metode magnetik telah dilakukan. Data yang digunakan berupa data distribusi medan magnet total. Proses penelitian ini dimulai dengan mengkoreksi data menggunakan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) dan koreksi Tie-line Levelling untuk mendapatkan distribusi medan magnet lokal. Dari distribusi medan magnet lokal dipilih tiga buah zona anomali. Pada ketiga zona ini, dibuat sebuah sayatan 1D untuk mengidentifikasi kemungkinan keberadaan sesar dibawah permukaannya (lintasan A-A’, B-B’ dan C-C’). Berdasarkan hasil pemodelan inversi pada ketiga lintasan, diketahui bahwa di bawah lintasan A-A’ ditemukan keberadaan sesar dengan posisi yang membentang dari Barat Laut ke arah Tenggara dan berada pada kedalaman 25 hingga 75 meter dari dasar permukaan laut.
Aplikasi Geometri Fraktal untuk Identifikasi Osteoporosis pada Tulang Tangan dengan Metode Analisis Fourier 2D Insani, Windri Harsika; Nurhasanah, Nurhasanah; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.261 KB) | DOI: 10.26418/pf.v6i1.23605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi citra tulang tangan (normal dan osteoporosis) berdasarkan nilai dimensi fraktal dan intercept. Citra yang digunakan adalah lima citra tulang tangan normal dan lima citra tulang tangan osteoporosis. Penentuan nilai dimensi fraktal dan intercept dilakukan dengan menggunakan metode analisis Fourier 2D. Hasil penelitian citra tulang tangan osteoporosis ditunjukkan oleh nilai dimensi fraktal tertinggi yaitu 1,7763 dan nilai intercept terendah yaitu 33,1583. Sedangkan citra tulang tangan normal ditunjukkan oleh dimensi fraktal terendah yaitu 1,5940 dan nilai intercept tertinggi yaitu 34,4402. Berdasarkan hal tersebut, analisis citra tulang tangan dengan metode analisis Fourier 2D dapat dijadikan metode baru untuk identifikasi osteoporosis. Kata Kunci : osteoporosis, dimensi fraktal, intercept, fourier 2D.
Pemodelan Variasi Nilai Percepatan Gravitasi di Daerah Khatulistiwa dengan Menggunakan Metode Gauss-Newton Suwanti, Suwanti; Sampurno, Joko; Azwar, Azrul
POSITRON Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v6i1.14419

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemodelan variasi nilai percepatan gravitasi yang bertujuan untuk memberikan gambaran variasi nilai percepatan gravitasi terhadap waktu di daerah khatulistiwa dengan menggunakan metode Gauss-Newton. Dengan menggunakan data dari percobaan bandul sederhana di daerah pengamatan yang terletak pada koordinat 0°03¢30,61²LS dan 109°20¢44,09²BT, dihasilkan periodesitas data variasi nilai percepatan gravitasi sebesar 15 hari, yang merupakan setengah dari periodesitas data jarak bumi-bulan dan fase bulan. Korelasi antara variasi nilai percepatan gravitasi dengan jarak bumi-bulan sebesar 0,38. Korelasi antara variasi nilai percepatan gravitasi dengan fase bulan sebesar 0,11. Variasi nilai percepatan gravitasi hasil pengamatan dibuat model berupa sebuah persamaan dari fungsi deret Fourier orde 8, yang bergantung terhadap waktu.
IDENTIFIKASI JENIS GAMBUT BERDASARKAN STRUKTUR PORINYA DENGAN MENGGUNAKAN GEOMETRI FRAKTAL Norsiah, Norsiah; Ihwan, Andi; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1971.93 KB) | DOI: 10.26418/pf.v5i2.20709

Abstract

Telah dilakukan analisis terhadap tingkat kompleksitas struktur mikroskopik dari berbagai jenis gambut untuk mengetahui pola keteraturan struktur porinya. Data yang digunakan berjumlah 9 buah sampel gambut yang terdiri dari 3 buah saprik, 3 buah hemik, dan 3 buah fibrik. Analisis sampeldilakukan dengan cara makroskopik dan mikroskopik. Secara makroskopik, sifat fisik tanah yang dianalisis adalah porositas. Sedangkan secara mikroskopik, sifat fisik tanah gambut dianalisis dengan cara sampel dipindai dengan Micro-CT Scanner untuk menghasilkan citra 3D. Hasil dari pemindaian tersebut diolah dan dianalisis dengan metode fraktal. Hasil perhitungan dimensi fraktal yang dilakukan dengan metode box-counting menunjukkan bahwa dimensi fraktal saprik 1,7196 sampai dengan 1,7989, hemik 1,6149 sampai dengan 1,7322, dan fibrik 1,5271 sampai dengan 1,6817. Rentang nilai dimensi tersebut menunjukkan tingkat keteraturan struktur pori pada tiap jenis gambut yang bervariasi. Tingkat keteraturan struktur pori pada tiap jenis gambut dari yang paling teratur hingga tak teratur secara berturut-turut adalah gambut saprik, hemik, dan fibrik.   Kata Kunci :Gambut, Dimensi Fraktal, Box-Counting, Struktur Mikroskopik
Pemodelan Distribusi Temperatur terhadap Kedalaman Laut di Selatan Pulau Jawa dengan Metode Gauss - Newton Jaya, Maruta Prima; Jumarang, Muhammad Ishak; Sampurno, Joko
PRISMA FISIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.033 KB) | DOI: 10.26418/pf.v5i1.17649

Abstract

Sebuah model distribusi temperatur terhadap kedalaman laut di Selatan Pulau Jawa menggunakan metode Gauss – Newton telah dibangun dalam penelitian ini. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari NODC NOAA. Titik koordinat pertama terletak di 8° 13' 1.20" 0LS dan 105° 32' 60.0" 0BT. Titik kedua terletak di 7° 35' 60.0" 0LS dan 105° 19' 58.8" BT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik untuk titik pertama adalah deret Gaussian orde 2. Sedangkan pada titik kedua, model terbaik pada deret Gaussian orde 3. Nilai koefisien korelasi dan RMSE validasi antara data uji dan kalkulasi titik pertama adalah 0,9911 dan 0,7793. Nilai koefisien korelasi dan RMSE validasi antara data uji dan kalkulasi titik kedua adalah 0,9860 dan 0,782. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa deret Gaussian orde 2 dan 3 telah memenuhi syarat pemodelan distribusi temperatur terhadap kedalaman laut untuk memprediksi temperatur pada kedalaman tertentu hingga dasar laut.Kata Kunci: Deret Gaussian, Gauss - Newton, kedalaman laut, temperatur laut