Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan untuk Pendugaan Mutu Mangga Segar Secara Non-Destruktif Sandra, Sandra
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.928 KB)

Abstract

The objective of this study was to estimate grade of mango with artificial neural network.  There are three grade of mango: grade I, grade II and grade III. Each grade consists of 40 samples. The Artificial Neural Network consists of three model; first model: 3 input, second model: 5 input and third model: 7 input.  Each of models consists of three outputs with 1000, 2500, and 5000 iteration, and 3, 5, and 7 hidden layers. The result of this study show that the accuracy of artificial neural network in grade of mango: (1) the first model 60% - 100%;  (2) the second model 90% and (3) the third model 90 %. The conclusion of this study is the artificial neural network can predict the grade of mango and the best model is the third model.   Keywords: Mango, grade, artificial neural network
Identifikasi Mineralisasi Bijih Besi Menggunakan Metode Geomagnet di Desa Pangalasiang Kabupaten Donggala Novrianti, Melda; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.063 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v17i1.10666

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi mineralisasi bijih besi telah dilakukan dengan mengunakan metode geomagnet di Desa Pangalasiang Kabupaten Donggala. Tujuannya adalah untuk menyelidiki keberadaan dan kedalaman mineralisasi bijih besi. Tahapan pelaksanaan penelitian anomali magnetik meliputi: akuisisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF, koreki variasi harian, kemudian membuat peta kontur anomali magnetik menggunakan software Euler Deconvolution. Hal ini dilakukan untuk menentukan kedalaman anomali magnetik yang diperoleh pada lokasi penelitian. Selanjutnya, melakukan pemodelan bawah permukaan 2D (forward modeling) dengan menggunakan software GM – SYS. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kedalaman anomali magnetik bijih besi berkisar antara 277 m – 746 m di bawah permukaan. Penyusun batuan lokasi penelitian terdiri atas batu pasir, tuf dan konglomerat, serta unsur mineral pembawa bijih besi terdiri dari hematite dan magnetite dengan nilai suseptibilitas masing-masing 0,04 SI, dan 5,7 SI.Kata Kunci: Dekonvolusi Euler, Geomagnet, GM- SYS, Mineralisasi Bijih Besi
Identifikasi Zona Mineralisasi Emas dengan Menggunakan Metode Geomagnet di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong Suryaningsih, Ninik Daryuni; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.622 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v16i2.9477

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang identifikasi studi zona mineralisasi emas dengan mengunakan metode geomagnet telah dilakukan di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong tepatnya berada pada titik koordinat 120024’10”- 120025’50” BT and 103'20” - 104'10” LS. Tujuanya adalah untuk mengidentifikasi keberadaan zona mineralisasi emas. Tahapan Pelaksanaan penelitian anomali magnetik meliputi; akuisi data lapangan, melakukan koreksi IGRF, koreki variasi harian, kemudian membuat peta kontur anomali magnetik menggunakan software surfer dan melakukan pemodelan bawah permukaan 2D (forward modeling) dengan menggunakan software GM – SYS. Hasil penelitian, diperoleh bahwa penyusun batuan bawah permukaan penelitian terdiri atas batu lempung, granite dan konglomerat, serta unsur mineral pembawa emas terdiri dari pyrite, pyrrhatite, siderite dan porpiri dengan nilai suseptibilitas masing-masing 0,003 SI, 0,0004 SI, 0,003 SI, 0,0001 SI yang berada pada kedalama 10 meter sampai 100 meter di bawah permukaan laut. Kata Kunci : Anomali, Geomagnet,Mineralisasi emas
Pemodelan Temperatur Menggunakan Data Resistivitas Pada Lapangan Panas Bumi Bora, Sulawesi Tengah Kumalasari, Anisa Indah; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gravitasi.v15i2.9432

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk memperoleh sebaran temperatur dan kedalaman pada reservoir panasbumi di Desa Bora Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Biromaru Propinsi Sulawesi Tengah telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner. Pengolahan data menggunakan program Earthimager 2D untuk mendapatkan model resistivitas bawah permukaan. Menunjukkan resistivitas bawah permukaan berkisar 10 Ωm sampai 80 Ωm sedangkan sebaran temperatur berada pada kisaran 71 oC sampai 90oC.   Kata kunci : Geolistrik resistivitas, Panasbumi, Sebaran temperatur. 
IDENTIFIKASI SEBARAN PANASBUMI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK HAMBATAN JENIS DI DESA WANI TIGA, KABUPATEN DONGGALA Arif, Arif; Sandra, Sandra; Musa, Dahlan Th.
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.132 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk untuk mengidentifikasi sebaran panasbumi yang terdapat di Desa Wani Tiga, Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Pengukuran dilakukan dengan metode Automatic Array Scanning (AAS) menggunakan Konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inversi Earthmarger2D. Lapisan dengan Nilai resistivitas yang berkisar antara ±1 ?m-10 ?m ditunjukkan dengan warna biru diduga merupakan pasir lempung, dimana lapisan ini diduga sebagai lapisan yang berisikan airpanas (hydrothermal). Sebaran air panas menebal ke arah utara pada kedalaman ± 8 m hingga kedalaman yang tidak terdeteksi.
Karakterisasi Mineral Magnetik Batuan Beku Wilayah Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah Dengan Menggunakan Metode Isothermal Remanent Magnetization (IRM) Maskur, Maskur; Utami, Annisa; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.237 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v16i1.9593

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi mineral magnetik batuan beku di Wilayah Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mineral magnetik yang terdapat pada suatu sampel batuan dari masing-masing tempat seperti Desa Namo, Desa Lonca, Desa Toro dan Desa Sungku. Penentuan jenis mineral magnetik batuan dilakukan dengan menggunakan metode Isothermal Remanent Magnetization (IRM). Berdasarkan hasil pengukuran yang terlihat pada kurva saturasi pemberian IRM terhadap spesimen Namo, Lonca, Toro, dan Sungku, mengindikasikan bahwa mineral magnetik yang terkandung pada semua specimen yang diteliti adalah mineral magnetik jenis Magnetite. Hal ini disebabkan karena proses saturasinya terjadi lebih cepat, dibandingkan mineral magnetik jenis hematite, dimana keempat spesimen tersebut mulai tersaturasi pada medan magnet antara 100 mT - 300 mT.Kata Kunci : Batuan Beku, Hematite, Isothermal Remanent Magnetization (IRM), Kurva Saturasi, Magnetite 
Pemodelan Reservoar Panasbumi Menggunakan Metode Geomagnet di Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso Asrul, Andi Moh.; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.156 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v17i2.12417

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan menggunakan metode geomagnet pada daerah panas bumi Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan reservoar panasbumi di lokasi penelitian. Data yang didapatkan selanjutnya diolah dengan melakukan beberapa koreksi yaitu koreksi IGRF dan koreksi variasi harian guna memperolah data medan magnet total bumi. selanjutnya dilakukan pemodelan untuk mengetahui batuan penyusun reservoar panasbumi dan kedalamnnya menggunakan teknik pemodelan kedepandengan software GM-SYS. Dari hasil pemodelan diperoleh bahwa batuan penyusun reservoar yaitu batuan sedimen berupa batu pasir dengan nilai suseptibilitas -0,00001 SI pada penampang A-A’, -0,00713 SI pada Penampang B-B’ dan -0,0011 SI pada Penampang C-C’ pada setiap lintasan. Kedalaman reservoar panasbumi berada 1.000-2.000 m di bawah permukaan. Kata kunci: Pemodelan Kedepan, Reservoar, Suseptibilitas
Identifikasi Sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong Manawu, Nurafni; Musa, Moh. Dahlan Th.; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.508 KB) | DOI: 10.22487/gravitasi.v16i1.9465

Abstract

Penelitian untuk mengetahui sebaran lapisan aquifer telah dilakukan di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong dengan menggunakan metode Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner-schlumberger. Pengolahan data menggunakan program inverse Earthimager 2D. Lapisan dengan nilai hambatan jenis 30Ωm-100Ωm dengan faktor formasi >1,5 diduga merupakan lapisan aquifer yang terdapat pada seluruh lintasan yang berada dekat permukaan hingga kedalaman >95m bmt. Lapisan ini terdiri dari pasir, kerikil dan batu pasir dari satuan batuan Molasa Celebes. Kata Kunci: Aquifer, Geolistrik hambatan jenis, Wenner-Schlumberger
Identifikasi Struktur Lapisan Bawah Permukaan dengan Menggunakan Metode Geolistrik di Kelurahan Tatura Selatan Ardiansyah, Muhammad; Rusydi, M.; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gravitasi.v15i2.9441

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mengidentifikasi panas bumi dan struktur lapisan berdasarkan temperatur airtanah di Kelurahan Tatura Selatan Kota Palu telah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik Automatic Array Scanning (AAS) dengan konfigurasi Wenner-Slchlemberger. Pemprosesan dan pemodelan data menggunakan perangkat lunak Earthmager 2D dalam bentuk penampang 2D. Berdasarkan hasil pemodelan 2D diperoleh gambaran  struktur perlapisan dan jenis batuan bawah permukaan pada daerah penelitian berupa lempung, pasir lempung, dan batuan pasir yang diduga mengandung airtanah yang bertemperatur tinggi karena memiliki nilai DHL yang tinggi dan resistivitas berkisar 2,2 Wm – 29 Wm.Kata Kunci : Aquifer, Earthmager, Geolistrik hambatan jenis, Wenner- Slchlemberger
Studi Bawah Permukaan Bumi Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Lokasi Rawan Longsor. (Studi Kasus: Desa Mataue Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi) Galla, Ribka; Efendi, Rustan; Sandra, Sandra
Gravitasi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gravitasi.v15i2.9438

Abstract

ABSTRAKPenelitian telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui perlapisan bawah permukaan yang berpotensi mengalami pergerakan dan mengetahui bidang gelincir dengan menggunakan metode geolistrik hambatan jenis konfigurasi dipole-dipole di Desa Mataue Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Penelitian ini terdiri dari 4 lintasan pengukuran dengan panjang lintasan 330 meter dan spasi elektroda 6 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang bawah permukaan yang diperoleh dari hasil pengamatan memiliki nilai hambatan jenis dengan kisaran 10 – 100 Ωm. Keberadaan bidang gelincir diduga berada pada lapisan dengan nilai hambatan jenis 10 – 31,6 Ωm. Pada Lintasan 1 terdapat 2 bidang gelincir dimana bidang gelincir pertama diduga berada pada kedalaman sekitar 13 – 14 m dan bidang gelincir kedua berada pada kedalaman sekitar 26 – 75 m. Pada Lintasan 2 juga terdapat 2 bidang gelincir dimana bidang gelincir pertama diduga berada pada kedalaman sekitar 1 – 45 m dan bidang gelincir kedua berada pada kedalaman sekitar 1 – 15 m. Pada Lintasan 3 diduga bidang gelincir berada pada kedalaman sekitar 10 – 17 m. Pada Lintasan 4 terdapat 3 bidang gelincir dengan bidang gelincir pertama diduga berada pada kedalaman sekitar 10 – 13 m, bidang gelincir kedua pada kedalaman sekitar 9 – 12 m dan bidang gelincir ketiga berada pada kedalam 7 – 14 m, dengan struktur geometri rotasional dan translasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada daerah penelitian berpotensi terjadinya gerakan tanah. Kata kunci: Bidang gelincir, hambatan jenis, metode geolistrik, konfigurasi dipole-dipole