I Wayan Martadi Santika
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK KROMATOGRAM SENYAWA AKTIF TABLET EKSTASI DENGAN METODE HPTLC-SPEKTROFOTODENSITOMETRI Santika, I Wayan Martadi; Darma, Made Adi Wira; Trisna Dewi W, A.A.Kt. Sri; Widjaja, I Nyoman Kadjeng
IPTEKMA Volume 2 No.1 - Desember 2010
Publisher : Bidang Kemahasiswaan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.823 KB)

Abstract

Karakteristik kimia tablet ekstasi merupakan sidik jari kimia yang dapat digunakan untuk merunut hubu ngan antara satu tablet dengan tablet lainnya. Enam belas buah tablet ekstasi yang dipasangkan menjadi delapan pasang diteliti karaktristik kimianya dengan metode HPTLC dan hubungan antara kromatogram dianalisis dengan fungsi cosinus dan metode clauster. Data karakteristik kimia tablet ekstasi berupa hRfc dan AUC kromatogram dengan pengembangan system A dan B yang berbeda dalam system campuran pelarut berhasil didapat dari penelitian ini. Fungsi cosinus dimanfaatkan untuk menganalisa data yang diperoleh dan dapat digunakan untuk menentukan hubungan apakah dua tablet berasal dari 1 kelompok batch produksi yang sama atau berbeda. Dengan metode clauster diperoleh bahwa tablet-tablet ekstasi yang diteliti dapat dikelompokkan menjadi 3 ke lompok besar.
Pengaruh Suhu Terhadap Potensi Antibiotika Cefotaxime Multiple Dose Pada Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Arimbawa, Putu Eka; Santika, I Wayan Martadi
Jurnal Kesehatan Bali Vol 3 No 1 (2019): Bali Health Journal
Publisher : LP2M Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bhj.v3i1.38

Abstract

Latar belakang: Suhu penyimpanan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas antibiotik terutama penyimpanan antibiotik cefotaxime saat digunakan untuk pencegahan infeksi oleh E.coli dan S.aureus. Selain itu juga penggunaan antibiotika secara multiple dose akan dapat mempengaruhi potensi dari antibiotik tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu terhadap potensi antibiotika cefotaxime multiple dose pada bakteri E.coli dan S.aureus. Metode: Uji kualitatif dilakukan dengan melihat pengaruh suhu pada penggunaan cefotaxime multiple dose dengan dosis 150 mg (t= 0, 12, 18 jam) terhadap perubahan warna yang terjadi. Uji kuantitatif dilakukan dengan melihat zona hambat yang dihasilkan oleh antibiotika cefotaxime dengan suhu penyimpanan 50C, 170C, suhu 29 0C, suhu 360C pada media yang ditanam E. coli dan S. aureus. Analisis data menggunaka uji ANOVA. Hasil: Hasil Penelitian secara kualitatif menunjukkan terjadi perubahan warna antibiotika cefotaxime pada masing-masing suhu penyimpanan. Sedangkan data kuantitatif menunjukkan perbedaan zona hambat pada masing-masing suhu penyimpanan. Dari hasil penelitian didapatkan suhu tidak mempengaruhi potensi antibiotik. Tetapi pada penyimpanan t=18 jam dan t=12 jam terhadap t=0 jam menghasilkan perbedaan zona hambat. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian secara multiple dose pada bakteri E.coli dan S.aureus dapat mempengaruhi potensi antibiotik cefotaxime.
PERSEPSI MASYARAKAT BERDASARKAN METODE HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL DI KOTA DENPASAR Arimbawa, Putu Eka; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Santika, I Wayan Martadi
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v7i2.2041

Abstract

Penggunaan obat herbal melalui persepsi pengalaman dan informasi membuat keputusan untuk melakukan pengobatan semakin tinggi. Mengukur persepsi individu dapat melalui teori health belief model (HBM). Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan persepsi masyarakat berdasarkan metode health belief model (HBM) dengan penggunaan obat herbal di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 97. Data dikumpulkan dari bulan Januari–Februari 2020 di Kota Denpasar menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji binary logistic. Perceived benefits dan self-efficacy memberikan hubungan yang signifikan terhadap penggunan obat herbal di Kota Denpasar (P<0.05).  Pertimbangan apoteker dan penggunaan dosis yang relatif aman membuat masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan obat herbal. Peningkatan aspek fisik, mental, dan spiritual dengan penggunaan obat herbal masih perlu dilakukan, terutama dalam menunjang kesehatan masyarakat.Kata kunci : Persepsi, HBM, obat herbal, masyarakat