Ayu Septiani
Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Regenerasi Pemerolehan Seni Lais di Padepokan Lais Pancawarna Kampung Sayang Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Ayu Septiani; Asri Soraya Afsari
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 1 No 1 (2018): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.617 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v1i1.229

Abstract

This paper aims to determine the existence and acquisition of Lais Art in Padepokan Lais Pancawarna. This paper uses ethnographic methods that refer to qualitative research. The data sources used are divided into two, namely primary data sources and secondary data sources. Primary data sources are data in the field through participant observation. Furthermore, for secondary data used library sources. The results of this study that Lais Art is a traditional art of Garut which is almost extinct in Garut. To preserve Lais Art, it uses three models of inheritance, namely upright inheritance, inherited from genetics, inherited inheritance, which is carried out with others through formal or normal education and horizontal inheritance, namely by training children or peers in the community. The conclusion is the need for cultural preservation, one of which is by inheriting culture to the younger generation as the nation's successors. Keywords: Model of Inheritance, Regeneration, Seni Lais
SEJARAH VISUAL: PERSPEKTIF BARU PENULISAN SEJARAH Ayu Septiani
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi sudah sangat pesat saat ini. Perkembangan peradaban society saat ini telah menginjak periode 4.0 bahkan sudah hampir memasuki periode 5.0. Sejarah sebagai sebuah ilmu harus mampu melakukan pengembangan diri dari sisi metodologi, terutama pemanfaatan sumber-sumber visual. Terlebih lagi, sejak Pandemik Covid-19 berlangsung, paperless culture semakin digalakkan. Berbagai program digitalisasi bahan pustaka dilakukan oleh berbagai lembaga penyedia sumber pustaka seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Republik Indonesia. Para sejarawan harus mampu memanfaatkan sumber visual agar karya sejarah yang dihasilkan memiliki kebaruan baik dari segi substansi maupun variasi sumber yang digunakan. Penulisan sejarah konvensional harus dikolaborasikan dengan menggunakan sumber-sumber visual. Tulisan ini bertujuan menginformasikan mengenai sejarah visual sebagai perspektif baru dalam penulisan sejarah yang tidak hanya menggunakan sumber tertulis (sejarah konvensional) melainkan juga menggunakan sumber visual berupa gambar bergerak dan tidak bergerak dalam penelitian sejarah. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif – analitis.