Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Suluh: Jurnal Seni Desain Budaya

Ragam Hias Gebyok Kudus dalam Kajian Semiotika Zainul Arifin
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gebyok sebagai elemen arsitektur rumah tradisional Kudus, merupakan warisan budaya tradisional, pada saat sekarang jumlahnya sudah sangat berkurang dibandingkan dengan jaman masa kejayaannya dulu. Bangunan rumah adat Kudus beserta bagian-bagiannya yang sarat dengan ukiran, terus diincar oleh para kolektor sehingga satu demi satu bangunan yang bahannya 95 persen kayu jati (tektona grandis)  berkualitas  tinggi  berpindah  dari  Kudus.  Ragam hias yang diterapkan pada gebyok Kudus merupakan hasil akulturasi budaya Hindu, Islam, China dan Eropa, dengan pendekatan teori semiotika dari Charles Sanders Pierce (Zoest, 1993), mengarahkan budaya ideologi yang akhirnya menentukan visi atau pandangan suatu kelompok budaya terhadap realitas, sehingga   ragam hiasnya mempunyai simbol yang   sangat erat dengan tradisi. Di samping, sifat masyarakat pesisir yang terbuka juga lebih cenderung untuk menerima budaya yang datang dari luar seperti budaya dari Cina dan Eropa. hal ini berimbas pada perwujudan ragam hiasnya. Berdasarkan bentuk ragam hias yang diterapkan, terdapat tiga jenis, yaitu: ragam hias geometris, flora dan fauna. Selain untuk memenuhi fungsi estetik, ragam hiasnya juga merupakan simbol yang berfungsi sebagai media rupa untuk  menyampaikan pesan yang berkaitan dengan nilai- nilai budaya.
Budaya Rupa Motif Ukir Pada Masjid Mantingan Jepara Zainul Arifin; Jati Widagdo
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bentuk rupa motif ukir padaMasjid Mantingan Jepara, terdapat banyak motif ukir yang tertempel di serambi masjid, baik yang dipengaruhi oleh budaya Hindu, Islam dan China. Motif ukir di serambi Masjid Mantingan dianggap mewakili motif ukir tradisional yang ada di Jepara, dengan mengkaji motif ukir tradisional Jepara yang berkaitan dengan pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam akar budaya masyarakat Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan pendekatan studi lapangan melalui survei, wawancara dan pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa. karakteristik motif ukir yang terdapat pada Masjid Mantingan Jepara merupakan hasil stilasi dari bentuk-bentuk alamyaitu teratai, pohon kelapa, pohon hayat, kuda, kera, burung phoenix, merak, kelelawar, gunung, joglo, candi bentar, gapura dan bentukbentuk geometri yang berupa perpaduan ortogonal, lingkaran, kubus, segi enam dengan kombinasi flora. Bentuk rupa motif ukir pada Masjid Mantingan terbuat dari bahan batu putih sebagai sebuah sistem simbol yang dipenuhi dengan makna, baik makna denotatif maupun makna konotatif. Motif ukir yang diterapkan pada industri mebel banyak mengadopsi dari motif ukir di Masjid Mantingan yang merupakan cikal bakal perkembangan seni ukir di Jepara.