Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PETA KONSEP, ALAT PERAGA, DAN BELAJAR KELOMPOK Saragih, Sahat
Jurnal Kependidikan Vol. 35, No.1 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5734.583 KB) | DOI: 10.21831/jk.v35i1.7265

Abstract

Abstract The aim of this study was to improve interaction and learning achievement in mathematics through cooperative learning using concept maps and teaching aids. The research was a classroom action research conducted in 2 cycles. The class was one of the second year classes of the State Senior High School 11 Medan. In the first cycle, cooperative learning using concept maps and teaching aids was conducted. In the second cycle the cooperative learning was also conducted but by enforcing group discussions. Evaluation process was conducted by using self-reflection, group discussion, quizzes, and tests. The results showed that the cooperative learning approach using concept map and teaching aids could improve students’ interaction and achievement. Keywords: cooperative learning, concept map, teaching aids
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan Terhadap Perilaku Prososial Remaja Di SMP Santa Ursula Jakarta Dewi, Noorwindhi Kartika; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 03 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v3i03.415

Abstract

Intisari. Kemerosotan  moral merupakan masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Menipisnya perilaku prososial bukan saja terjadi pada orang dewasa namun juga pada remaja, oleh karena itu  pendidikan karakter penting  untuk diberikan kepada murid-murid sebagai upaya untuk mengatasi kemerosotan moral ini. Kurikulum 2013 dianggap sebagai kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan untuk mengatasi masalah karakter  generasi muda. Sebagai konsekuensi dari implementasi kurikulum ini, maka kegiatan kepramukaan diberlakukan sebagai ekstrakurikuler yang wajib diikuti murid. Alasannya adalah kegiatan kepramukaan mendidik karakter murid sehingga menjadi pribadi yang prososial dan cinta tanah air. Menanggapi hal ini, peneliti melakukan penelitian eksperimen untuk menguji pengaruh kegiatan kepramukaan terhadap perilaku prososial remaja di SMP Santa Ursula Jakarta.  Subyek penelitian terdiri dari kelompok eksperimen (N=34) dan kelompok control (N=34). Kelompok eksperimen diberi treatment berupa kegiatan kepramukaan sebanyak 11 kali pertemuan, sedangkan kelompok control tidak diberi perlakuan. Sesudah treatment dilakukan, kedua kelompok diukur perilaku prososialnya dengan menggunakan kuesioner berisi pernyataan-pernyataan tentang perilaku prososial. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan sangat signifikan antara perilaku prososial kelompok eksperimen dengan kelompok control.  Rata-rata perilaku prososial kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control. Aspek-aspek perilaku prososial juga diuji dalam penelitian ini. Perilaku menolong, berbagi dan memberi penguatan, mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain, menghargai dan kompromi memberi hasil berbeda sangat signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok control.  Rata-rata perilaku di aspek-aspek ini untuk kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control. Perilaku dermawan berbeda signifikan, kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control. Sedangkan rerata perilaku jujur dan bekerjasama menunjukkan tidak ada perbedaan antara kedua kelompok.Kata kunci: perilaku prososial, kegiatan kepramukaan
Keharmonisan Keluarga, Konformitas Teman Sebaya dan Kenakalan Remaja ., Winarsih; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5 No 01 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v5i01.743

Abstract

This study aims to determine the relationship between family harmony andconformity peers in juvenile delinquency SMK "X" in Surabaya. The method in this studyusing a quantitative approach. Subjects were taken by random sampling technique ofdata collection tools used is the scale delinquency, harmony scale, and the scale ofconformity. Anaisa data using multiple regression analysis. The results of calculationsusing multiple regression analysis showed at t = -4.354, p = 0.000, meaning that therewas a significant negative correlation between family harmony with juvenile delinquency.The higher the level of family harmony, then the lower the rate of juvenile delinquency.From the results of partial analysis shows that t = -0.170 at p = 0.030 (p> 0.01),meaning there is no correlation between peer conformity with juvenile delinquency. Theresults of multiple regression analysis showed the value of F = 11.551, p = 0.000, whichmeans that there is a significant relationship between family harmony and conformitypeer to juvenile delinquency. Family harmony and conformity to peer can be a predictorof the level of juvenile delinquency with R2 = 0.160. This means that effective sumnganjuvenile delinquency and peer conformity to juvenile delinquency by 16%, students 84%are influenced by other factors.Keywords : juvenile delinquency, family harmony, conformity peers
Interaksi Sosial dan Konsep Diri dengan Kecanduan Games Online pada Dewasa Awal Ayu, Lestari; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5 No 02 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v5i02.734

Abstract

This study aims to determine: 1) the relationship between social interaction and self-concept in online gaming addiction in early adulthood; 2) The contribution of social interaction for online gaming addiction; 3) contribution up to the concept of online gaming addiction. The hypothesis put forward: there is a negative relationship between social interaction and self-concept in online gaming addiction. Subjects were young adult males aged 18-40 years, who love to play online games (PC games or games HP). The process of selecting a subject taken by purposive sampling. Data were analyzed by regression analysis. Before performing regression analysis, first necessary to test the assumption of research data. Test assumptions made in this study included tests of normality and linearity test. The results showed that there is a relationship between social interaction and self-concept in online gaming addiction.Keywords : social interaction, self-concept, online gaming, online gaming addiction
Politik Organisasi dalam Latar Sumber-Sumber Kekuasaan di Lingkungan Kerja Audah, Ali; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 03 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i03.721

Abstract

Research aim to enhancement of understanding of perception oforganizational politics from power sources perspective. Research subject are 51employees from various work organization. Perception of organizational politicsmeasured with researcher design scale. Power sources measured with standardizedscale. Data analyzed with multiple regression. Result of analysis shows: 1) F = 2,637and p = 0,046 (p < 0,05), legitimate power, reward power, expert power and referentpower simultaneously are in the same direction correlate with perception oforganizational politics with contribution of 18,7%; 2) Legitimate power B = – 0,340and p = 0,059 (p > 0,05) partially uncorrelated with perception of organizationalpolitics; 3) Reward power B = 1,601 and p = 0,046 (p < 0,05) shows that withcontrolling of legitimate, expert, and referent power, then correlation between rewardpower with perception of organizational politics significantly is in the same direction;4) Expert power B = – 0,649 and p = 0,277 (p > 0,05) partially uncorrelated withperception of organizational politics, and 5) Referent power B = – 1,304 and p =0,030 (p < 0,05) partially negative correlated with perception of organizationalpolitics.Keywords : organizational politics, legitimate power, reward power, expert powerreferent power
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN SOFTWARE CABRI 3D TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MTS NEGERI TANAH JAWA KABUPATEN SIMALUNGUN Supriatno, Supriatno; Bukhori, Bukhori; Saragih, Sahat
TABULARASA Vol 14, No 1 (2017): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D terhadap kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Tanah Jawa Kabupaten Simalungun. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari: (1) Tes kemampuan awal matematika, (2) Tes kemampuan komunikasi matematik, (3) Angket kemandirian belajar siswa. Analisis data yang digunakan  analisis varian (ANAVA) dua jalur, dan dilanjutkan dengan menentukan koefisien determinasi  besar pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Kemampuan komunikasi matematik siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah tanpa bantuan software CABRI 3D. (2) Kemandirian belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah tanpa bantuan software CABRI 3D. (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D dan pembelajaran berbasis masalah  tanpa bantuan software CABRI 3D dengan kemampuan awal matematik siswa terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa. (4) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D dan pembelajaran berbasis masalah  tanpa bantuan software CABRI 3D dengan kemampuan awal matematik siswa terhadap kemandirian belajar siswa. (5). Besar pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D terhadap kemampuan komunikasi matematik adalah sebesar 31,84 %. (6). Besar pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan software CABRI 3D terhadap kemandirian belajar siswa adalah sebesar 11,06 %.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Bukhori, Bukhori; Saragih, Sahat; Armanto, Dian; Supriatno, Supriatno
TABULARASA Vol 14, No 1 (2017): Jurnal TABULARASA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dan kemandirian belajar siswa, serta proses penyelesaian masalah tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Assafiiyah Internasional Medan yang terdiri dari 4 kelas paralel. Secara acak, dipilih 2 kelas, yakni siswa kelas VIII-A dan VIII-B sebagai kelas sampel. Kelas eksperimen diberi perlakuan pendekatan CTL, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan Pembelajaran Biasa. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan awal matematika, tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket kemandirian belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberi pendekatan CTL dengan siswa yang diberi pembelajaran biasa dengan hasil uji anava 0,000<0,05. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberi pendekatan CTL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran biasa. 2) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan dengan kemampuan awal matematika terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan hasil uji anava dengan nilai 0,700>0,05. 3) Terdapat perbedaan peningkatan kemandirian belajar siswa yang diberi pendekatan CTL dengan siswa yang diberi pembelajaran biasa berdasarkan hasil uji anava dengan 0,027<0,05. Peningkatan kemandirian belajar siswa yang diberi pendekatan CTL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran biasa. 4) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan dengan kemampuan awal matematika terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa  berdasarkan hasil uji anava 0,428>0,05. Hasil rerata peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberi pendekatan CTL dan pembelajaran biasa masing-masing sebesar 0,536 dan 0,411, dan rerata peningkatan kemandirian belajar matematika siswa yang diberi pendekatan CTL dan pembelajaran biasa masing-masing sebesar 0,358 dan 0,273. Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa proses penyelesaian jawaban siswa yang diberi pendekatan CTL lebih bervariasi dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran biasa.
Konseling Kelompok untuk Menurunkan Depresi Pada Remaja Introvert Korban Kekerasan Seksual Saputri, Ratih Wahyu; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7 No 1 (2018): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v7i1.1535

Abstract

Depression in adolescent victims of sexual violence needs to get proper attention and handling. This study aims to determine the effectiveness of group counseling in reducing depression in adolescent victims of sexual violence. The data collection tools used are depression scale and introvert personality type scale. The subjects of this study were 5 (five) introverted adolescents who had experienced sexual violence and had received psychosocial assistance from Yayasan Hotline Surabaya and Yayasan Embun Surabaya Foundation. The research design used is One Group Pretest-Posttest Design. The analytical method used was nonparametric wilxocon test and correlation test using spearman. The results showed effective group therapy in reducing depression in introverted adolescents with significance p = 0.043 (p <0.05). Keywords: Group Counseling, Depression, Sexual ViolenceAbstrakDepresi pada remaja introvert korban kekerasan seksual perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dalam menurunkan depresi pada remaja introvert korban kekerasan seksual. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala depresi dan skala tipe kepribadian introvert. Subjek penelitian ini berjumlah 5 (lima) orang remaja introvert yang telah mengalami kekerasan seksual dan telah mendapatkan pendampingan psikososial dari Yayasan Hotline Surabaya dan Yayasan Embun Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Metode analisis yang digunakan adalah uji data non-parametrik wilxocon. Hasil penelitian menunjukkan terapi kelompok efektif dalam menurunkan depresi pada remaja introvert dengan signifikansi p=0.043 (p<0.05). Kata kunci: Konseling Kelompok, Depresi, Kekerasan Seksual 
Efektivitas Personal Safety Skill terhadap Peningkatan Kemampuan Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Ditinjau dari Jenis Kelamin Umar, Nurul Mahmudah; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
Indigenous Vol. 3 No. 1, Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i1.5815

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Personal Safety Skill terhadap peningkatan kemampuan mencegah kekerasan seksual pada anak ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini memiliki 3 variabel penelitian. Variabel Y kekerasan seksual  adalah tindakan yang mengarah ke ajakan seksual seperti menyentuh, meraba, mencium, menonton produk pornografi, gurauan-gurauan seksual.  Variabel X1 Personal Safety Skill  adalah keterampilan keselamatan pribadi yang perlu dikuasai oleh anak agar dapat menjaga keselamatan dirinya dan terhindar dari tindakan kekerasan seksual yang memiliki tiga komponen yaitu Recognize, Resist, Report. Variabel X2 jenis kelamin adalah sifat jasmani atau rohani yang membedakan dua makhluk sebagai wanita dan pria. Pelatihan ini diikuti oleh 9 siswa dan 9 siswi TK PGRI Samboja. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Hipotesis pertama diuji dengan Teknik Kendall’s W Test Wa score = 0.347 dengan p=0.012 (p<,0,05) yang menunjukkan Personal Safety Skill efektif untuk meningkatkan kemampuan mencegah kekerasan seksual. Hipotesis kedua diuji Teknik Mann whitney U test  Z = -1.737 dengan nilai p = 0.082. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kekerasan seksual ditinjau dari jenis kelamin. Hipotesis ketiga diuji dengan Teknik Mann whitney U test  Z=-2.160 dengan nilai p =0.031a menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap Personal Safety Skill ditinjau dari jenis kelamin.Kata kunci : Jenis Kelamin, Kekerasan Seksual, Personal Safety Skill
The Effectiveness of Public Speaking Training with Cognitive Behavioral Therapy for Public Speaking Anxiety among both Gender Lestari, Anisa Indah; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v7i2.1050

Abstract

The purpose of this study was to examine the effectiveness of public speaking training with cognitive behavioral therapy towards public speaking anxiety. Another purpose was to examine the difference of this training effectiveness towards both genders, male and female. The training method is appropriate for applying cognitive behavioral approaches because this method aims to change cognition and to train certain behaviors for an individual to the adaptive and better behavior. The purposive sampling is used in this experimental research to obtain 20 samples including 10 males and 10 females sit in the third grade of a senior high class of TrubusIman Islamic Boarding School and have public speaking anxiety in the medium and high level.  The method used quantitative approach for analyzing data. It can be concluded that the training had been effectively minimizing public speaking anxiety but this research could not able show the difference of the training effectiveness among both genders.