kartika triasary
BPDASHL Citarum Ciliwung IPB University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

BEBERAPA SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERBAIKAN KONDISI HIDROLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIDURIAN (Land use scenarios for hydrological conditions improvement in Cidurian Watershed) kartika triasary; Muhammad Yanuar Jarwadi Purwanto; Suria Darma Tarigan
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.2.121-140

Abstract

ABSTRACT Cidurian Watershed is one of the watersheds in Java Island that is classified as a watershed to be restored. The performance of Cidurian Watershed, from upstream to downstream, is classified as poor. This research aims to 1) assess the hydrological characteristics of Cidurian Watershed using the SWAT (Soil and Water Assessment Tool) hydrological model; 2) assess the hydrological performance based on the prepared simulation scenarios; and 3) formulate successful strategies of Land and Forest Rehabilitation for Cidurian Watershed based on the best scenario. Various land use and management scenarios were simulated using SWAT to estimate their impact on the hydrological characteristics of the Cidurian Watershed. The applied scenarios are as follows: 1) Implementation of Spatial Planning of Banten and West Java Province; 2) Implementation of Forest and Land Rehabilitation with vegetative planting and; 3) Implementation of Forest and Land Rehabilitation for vegetative planting and combined with Soil and Water Conservation measures. The calibration and validation of the model showed a satisfactory category with NSE values of 0.53 and 0.50, respectively. All scenarios result in a better improvement on hydrological responses compared to the existing conditions in 2020. The surface runoff and sediment yield decreased and the lateral flow and base flow increased. The scenarios reduced the value of the Annual Flow Coefficient and Flow Regime Coefficient. Implementation of Forest and Land Rehabilitation and Soil and Water Conservation is the best scenario with Annual Flow Coefficient and Flow Regime Coefficient values 0,27 and 22.40.Keywords: Cidurian Watershed; land and forest rehabilitation; SWAT model; water and soil conservation ABSTRAK Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian merupakan salah satu DAS di Pulau Jawa dengan kategori sebagai DAS yang dipulihkan. Kinerja DAS Cidurian secara umum dari hulu sampai dengan hilir termasuk dalam klasifikasi kategori buruk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji karakteristik hidrologi DAS Cidurian menggunakan model hidrologi SWAT; 2) mengkaji kinerja hidrologi berdasarkan skenario simulasi yang disusun; dan 3) menyusun strategi keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada DAS Cidurian berdasarkan scenario terbaik. Berbagai skenario penggunaan lahan dan pengelolaannya diujicobakan menggunakan model SWAT (Soil and Water Assessment Tool) untuk menduga dampak penerapannya terhadap karakteristik hidrologi pada DAS Cidurian. Skenario yang diaplikasikan adalah sebagai berikut: 1) Implementasi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi Banten dan Jawa Barat; 2) Implementasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan penanaman vegetatif dan; 3) Implementasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan penanaman vegetatif dan Konservasi Tanah dan Air secara vegetatif dan sipil teknis. Kalibrasi dan validasi dari model menunjukkan kategori memuaskan dengan nilai NSE (Nash-Sutcliffe Efficiency) 0,53 dan 0,50. Semua skenario menunjukkan peningkatan respon hidrologi dibandingkan dengan kondisi eksisting tahun 2020. Ketiganya memberikan respon limpasan permukaaan dan hasil sedimen yang menurun serta aliran lateral dan aliran dasar yang meningkat. Semua skenario ini menurunkan nilai Koefisien Aliran Tahunan (KAT) dan Koefisien Regim Aliran (KRA). Skenario penerapan kombinasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan penanaman vegetative dan Konservasi Tanah dan Air menjadi skenario terbaik dengan nilai KAT 0,27 (kategori rendah) dan KRA 22,40 (kategori rendah).Kata kunci: DAS Cidurian; konservasi tanah dan air; model SWAT; rehabilitasi hutan dan lahan