Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN SETEK BATANG ROMBUSA PUTIH (Tabernaemountana coryimbusa) KHOLIS, NUR; Sarbino, Sarbino; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.106 KB)

Abstract

INFLUENCE OF PLANTING MEDIA ON THE SUCCESS OF WHITE ROMBUSASTEM   CUTTINGS(Tabernaemontana coryimbusa)Nurkholis1, Sarbino2, Agus Hariyanti3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*nurkholis­_h@ymail.com ABSTRAKWhite rombusa is an ornamental plant that has a green-white leaf pattern as well as beautiful flowers with white color and has five crowns resembling a ship's propeller with the bottom shaped like a small pipe. This study aims to determine the effect of planting media on the success of  white rombusa stem cuttings and get the best planting media. The research was conducted at Bening Multi Flora Garden of Ampera Kota Baru Pontianak from March 30 - May 10, 2017. The design used Completely Randomized Design with treatment m1 = PMK soil (kontrol),  m2 = PMK soil andcharcoal husk(1:1), m3 = PMK soil andcow manure(1:1),        m4 = PMK soil and charcoal husk(2:1), m5 = PMK soil and cow manure(2:1),  m6 = PMK soil, charcoal husk, and cow manure. Observation parameters Percentage of live cuttings (%), Leaf emeration time (days), Number of shoots (fruit), Number of leaves (length), (cm), Root length (cm). Planting medium has an effect on to success of stem of  white rombusa and treatment PMK soil and cow manure (1:1) gives the best influence to the success percentage variable of live cut 70,85, Number of shoots 3,25,Number of leaves 8,00, Shoot length 6,05 and Root lengt 5,05 compared with other treatment. Keywords: Charcoal Husk, Cow Manure, Soil PMK 
PENGARUH WAKTU INFESTASI HAMA KEPIK LABU (Leptoglossus australis F.) TERHADAP KERUSAKAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) astuti, widya; Sarbino, Sarbino; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptoglossus australis merupakan salah satu hama tanaman mentimun yang menyerang buah mentimun. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kehilangan hasil pada buah mentimun berdasarkan waktu infestasi kepik labu (L. australis). Penelitian dilaksanakan pada April hingga September 2016. Penelitian dilakukan dengan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari 1 perlakuan 5 taraf dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu waktu infestasi (W) pada umur buah yang berbeda dimulai pada umur 0 hsm (W1), 2 hsm (W2), 4 hsm (W3), dan 6 hsm (W4) serta control (W0). Pada setiap perlakuan diinfestasikan 2 ekor kepik instar ke-4. Kepik yang telah diinfestasikan kemudian dibungkus menggunakan plastik bening yang telah diberi lubang pernafasan. Infestasi dilakukan sampai buah mentimun berumur 9 hari. Hasil penelitian diketahui bahwa semakin awal waktu infestasi L. australis menyebabkan kehilangan hasil pada buah mentimun semakin besar. Infestasi pada 2 hsm menyebabkan kehilangan mencapai 97,06%. Kata kunci : Infestasi, Kehilangan hasil, L. australis, Mentimun
ANALISIS FAKTOR EPIDEMI PENYAKIT HAWAR BELUDRU (VELVET BLIGHT) PADA TANAMAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Sandi, Sandi; Suswanto, Iman; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara faktor budidaya dan lingkungan terhadap keparahan dan insiden penyakit hawar beludru pada lada. Penelitian dilakukan di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing selama 3 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan kuisioner terbuka digunakan untuk melihat variabel yang berkaitan dengan penyakit hawar beludru. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 kebun yang diamati didapatkan keparahan penyakit berkisar antara 6% sampai 88% dengan masing- masing tingkat keparahan penyakit adalah 13 kebun kategori ringan, 9 kebun kategori sedang dan 3 kebun dengan kategori berat. Sedangkan insiden penyakit rata- rata 80%. Kebun dengan tingkat keparahan penyakit kategori berat terdapat pada kebun yang berbatasan dengan kebun karet, sistem tanam tumpang sari, penggunaan tanjar hidup, varietas Bengkayang, tanaman menghasilkan, pemupukan NPK rendah, tidak memberi pupuk organik, keadaan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari berada pada di atas atau di bawah keadaan normal yang diinginkan tanaman. Kata kunci : insiden penyakit, keparahan penyakit, tanaman lada, penyakit hawar beludru.
PARASITOID TELUR PENGGEREK BATANG JAGUNG DI DESA BINTANG MAS KECAMATAN RASAU JAYA prasetyo, puguh; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ostrinia furnacalis merupakan salah satu hama penting tanaman jagung baik pada fase vegetatif maupun fase generatif. Penelitian ini bertujuan mempelajari keberadaan parasitoid telur O. furnacalis pada tanaman jagung di Desa Bintang Mas Kecamatan Rasau Jaya. Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga Agustus 2016. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dengan pendekatan purposive sampling. Pengamatan keberadaan parasitoid dan telur penggerek batang dilakukan pada jagung manis dan jagung hibrida. Telur O. furnacalis dikumpulkan dari tanaman sampel kemudian dipelihara dalam wadah plastik, untuk melihat kemunculan parasitoid, jumlah telur yang menetas atau tidak menetas. Hasil penelitian diperoleh satu jenis parasitoid telur yaitu Trichogramma evanescens. Persentase parasitasi pada lahan jagung manis sebesar 90.91% dan lahan jagung hibrida sebesar 82.93%. Intensitas serangan O. furnacalis pada lahan jagung hibrida sebesar 42% dan lahan jagung manis sebesar 20%. Kata Kunci: Jagung Hibrida,  Jagung Manis, Ostrinia furnacalis, Parasitasi, Parasitoid
eksplorasi khamir sebagai agens biokontrol patogen blas dari filosfer daun padi sawah aswawi, selamet; Rianto, Fadjar; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Blast is important disease of rice, and it caused by Pyricularia oryzae Cav. Synthetic fungicide in plant disease control may have negative impacts, so another alternative is needed. Yeast can used as a biocontrol agent. This research aims to investigate the potential of the yeast from leaf phyllosphere of rice paddy as biocontrol agent against P. oryzae. This research  was consisted of yeast exploration, isolation and filtrate antagonistic inhibition essay to P. oryzae, and yeast growth respon due to temperature. Ten isolates successfully obtained and tested as antagonist to P. oryzae. Five isolates, YLP05; YLP07; YLP08; YLP09; YLP10, have percentage inhibition more than 30% at 3 dai (day after incubation) dan more than 50% at 7 dai, but their filtrate had not shown any inhibition activity.  The five isolates had been formed colony on 1st day at 30°C.  Based on diameter and percentage of forming colony, the optimal temperature is different for each yeast isolates. Four isolates which can still grow at 20-40oC those are YPL05, YLP07, YLP09, and, YLP10.
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR YASINTA, YASINTA; SARBINO, SARBINO; ASTINA, ASTINA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.433 KB)

Abstract

ABSTRAK     Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada  kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta  15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat  gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica  23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawit
INVENTARISASI PARASITOID LALAT BUAH (Bactrocera sp.) DI PERTANAMAN HORTIKULTURA DI KOTA SINGKAWANG Harjuno, Ryan; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Singkawang adalah salah satu wilayah yang terkenal sebagai sentra tanaman hortikultura di Kalimantan Barat. Serangan lalat buah menjadi salah satu sebab turunnya produksi tanaman hortikultura di Kota Singkawang, khususnya tanaman buah – buahan dan sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi lalat buah , mengetahui jenis lalat buah dan parasitoid lalat buah serta melihat tingkat serangan parasitoid lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman hortikultura di Kota Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan dengan tekhnik purposive sampling. Tanaman sampel yang diambil dari lokasi diantaranya 10%  dari total populasi tanaman di lokasi penelitian. Buah yang dijadikan contoh adalah buah yang ada pada pohon dan buah yang sudah jatuh di tanah. Buah yang terserang lalat buah dari lapangan dibawa ke Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Larva instar III yang ada di buah diambil dan dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 8 cm dengan tinggi 13 cm. Lalat buah dan parasitoid yang muncul diidentifikasi berdasarkan morfologinya. Jenis lalat buah yang diperoleh dari pemeliharaan, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera cucurbitae, Bactrocera albistrigata dan Bactrocera carambolae. Jenis parasitoid yang diperoleh, yaitu Psyttalia incisi Silv., Fopius Arisanus Sonan., dan Psyttalia fletcheri. Semua spesies parasitoid termasuk dalam Famili Braconidae. Tingkat pemarasitan dan keragaman parasitoid di pertanaman hortikultura Kota Singkawang tergolong rendah yaitu 2,41%  dan H’ = 1,08 dengan  Psyttalia fletcheri sebagai spesies yang paling dominan.
INTENSITASSERANGAN PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae Cav.) PADA PADI LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP Annisa, Herly; Sarbino, Sarbino; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPyricularia oryzaeis one of the important pathogen in rice. Blast disease can decreasing the yield of rice production in various countries in the world. This study aims to determine diease incidence and disease severity of blast at Desa Sungai Itik, both in leaves and  panicles. This research was conducted from July to December 2017. The research was conducted in Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. The variables used were disease severity and disease insidence both on leave and panicle.Blast disease was found both at leave and panicles. The disease severity of leaf between 51,85% - 59,25% and  at panicle 48,87% - 71.35%. There was a positive correlation between leaf blast and neck blast.Keywords: Disease Insidence, Disease Severity, Correlation, Pyricularia oryzae, Rice.
PERANAN CENDAWAN ENDOFIT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FUSARIUM OXYSPORUM PENYEBAB PENYAKIT KUNING PADA TANAMAN LADA (PIPER NIGRUM L.) SECARA IN VITRO wulan, wahyu sri; suswanto, iman; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dominansi cendawan endofit yang diisolasi dari jaringan batang tanaman lada yang sakit dan sehat serta mengetahui peranan cendawan endofit dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum penyebab penyakit kuning secara In vitro. Penelitian ini berlangsung selama ± 3 bulan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Untan. Cendawan diisolasi berdasarkan dua kriteria yaitu tanaman yang terserang penyakit kuning dan  tanaman sehat. Masing-masing kriteria diambil 5 sampel secara purposif. Hasil isolasi diperoleh tanaman sehat memiliki cendawan endofit sebanyak 19 jenis, sedangkan tanaman sakit terdapat 7 jenis cendawan. Cendawan yang mendominasi tanaman sehat adalah Trichoderma harzianum sedangkan tanaman sakit didominasi oleh cendawan F. oxysporum. Nilai koefisien komunitas yang didapatkan sebesar 22.88%. Sebagian besar cendawan endofit yang ditemukan mampu berperan dalam menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum secara in vitro. Kata Kunci: Cendawan Endofit, Fusarium oxysporum, in vitro, Penyakit Kuning, Tanaman Lada
UJI PREFERENSI BEBERAPA JENIS BAHAN UNTUK DIJADIKAN UMPAN TIKUS SAWAH ( Rattus argentiventer ) Dedi, Dedi; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) merupakan hama utama padi di Indonesia. Pemilihan jenis umpan yang tepat merupakan salah satu keefektifan dalam pengendalian tikus secara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi tikus sawah terhadap jenis-jenis bahan untuk pembuatan umpan tikus sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cendrawasih Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya, mulai tanggal 4 September 2012 sampai 4 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu dengan pemasangan umpan-umpan pada lahan sawah yang terserang tikus. Umpan dipasang sebanyak 15 unit, setiap unit terdiri atas 9 macam umpan yaitu : ikan teri, ubi kayu,mie instant, kelapa sangrai, kelapa bakar, beras, gabah, rebon dan jagung pipil, jarak antar unit umpan 50 m. Preferensi ditentukan berdasarkan nilai SDR dari masing-masing bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri merukan jenis umpan yang paling disukai dengan nilai SDR 19,54 yang kemudian disusul mie instan 13,69 %, kelapa sangrai 12,38 %, jagung 11,73 %, rebon 11,08 %, kelapa bakar 9,12 %, ubi kayu dan gabah 7,82 % serta beras 6,84 %. Kata kunci : Preferensi, Tikus sawah, Umpan.