Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Profile of Febrile Seizures in Pediatric Patients at Dr. Adnaan WD Payakumbuh Hospital 2019 Nadia Purnama Dewi; febianne eldrian; Ovi OKtavian
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p17-24.2022

Abstract

Background: Febrile seizures are seizures between the ages of 6 and 60 months with a temperature of 38℃ or higher that are not the result of central nervous system infection or any metabolic imbalance and that occur in the absence of a history of prior afebrile seizures. Purpose: Know the profile of fever seizures of pediatric patients at Dr.Adnaan WD Payakumbuh Hospital in 2019. Method: This research is retrospective descriptive with a cross-sectional approach. The sample is all pediatric patients who had seizures in 2019 with 91 samples. Data were analyzed univariately and presented in frequency distribution and percentage. Result: Based on the study results, in children who have seizures fever, most are men, with the age of 12 months. Most febrile seizures occurred at a temperature of 39.1℃. The average blood leukocyte level of a child with a fever seizure is 13,997.80 mm³. Conclusion: The most age is 12 months, the most sex is male, the average body temperature of children who have febrile seizures is 39.1 °C, and the intermediate blood leukocyte level of children who have febrile seizures is 13,886.60 mm³.
Aktivitas Fisik Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Tahun 2021 Nadia Purnama Dewi; Dessy Abdullah; Adeteti Vani; Khomeini Khomeini
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1192

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease, characterized by increased blood glucose levels from normal values. Type 2 diabetes mellitus has many risk factors, including less physical activity. This devotion is in the form of counseling to the elderly on how to do safe and good physical activity done in old age to maintain blood glucose stability. Counseling is carried out at the Puskesmas Lubuk Buaya district of Koto Tangah as a partner that facilitates this community service. The purpose of community service is to counsel the elderly about good physical activity done in old age and increase the elderly's knowledge of physical activity plays a role in maintaining the stability of blood glucose levels. The purpose of community service is to counsel the elderly about good physical activity done in old age and increase the elderly's knowledge of physical activity plays a role in maintaining the stability of blood glucose levels. Counseling activities were carried out on Saturday, June 26, 2021 at 11.00 WIB to finish at Puskesmas Lubuk Buaya. The participants are elderly who are in the working area of Puskesmas Lubuk Buaya. Furthermore, discussion and question and answer sessions and the conclusion that community service is one of the activities part of Tri Darma Higher Education in the form of counseling activities to the community conducted by lecturers.
IDENTIFIKASI KUARSETIN DENGAN TEKNIK KLT DAN HPLC PADA ALOE VERA BARBADENSIS MILLER Nadia Purnama Dewi; Dessy Abdullah; Ade Teti Vani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v11i2.621

Abstract

Kuarsetin adalah senyawa flavonoid agen potensial anti inflamasi yang terkandung dalam Aloe vera. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kadar kuarsetin pada lidah buaya barbadensis miller. Penelitian menggunakan hanya eksperimental post test, pada ekstrak Aloe vera barbadensis miller yang tumbuh di kota Padang, dengan pelarut n-hexane. Teknik yang menggunakan KLT sebagai kuantitatif dan menunjukkan HPLC sebagai kuantitatif. Hasil penelitian KLT menunjukkan bahwa kuarsetin positif dengan sinar UV 254 nm, pada Rf 1 = 0,53, Rf 2 = 0,68, Rf 3 = 0,75, Rf 4 = 0,84, Rf 5 = 0,99. Kuarsetin positif pada sinar UV 365 nm, pada Rf 1 = 0,53. Bercak noda pembanding positif pada DPPH Rf = 0,53. Hasil HPLC menunjukkan kadar kuarsetin sebesar 0,003%. Kesimpulan: Penghilang lidah buaya barbadensis mengandung senyawa kuarsetin yang memiliki daya antioksidan sebesar 0,003% .x
Gambaran Jumlah Trombosit Dan Kadar Hematokrit Pasien Demam Berdarah Dengue Di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Vudhya Ulhaq Kafrawi; Nadia Purnama Dewi; Prima Adelin
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.801 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i1.217

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Dinas Kesehatan Sumatera Barat melaporkan bahwa kota Padang merupakan kota tertinggi angka kejadian demam berdarah dengue di Sumatera Barat. Diketahui bahwa jumlah trombosit serta kadar hematokrit merupakan indikator penting dalam menentukan terjadinya syok serta tingkat keparahan penyakitnya. Tujuan: untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit serta kadar hematokrit merupakan indikator penting dalam menentukan terjadinya syok serta tingkat keparahan penyakitnya Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan retrospektif, penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medik pasien yang sudah didiagnosis demam berdarah dengue oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang periode 1 Januari-31 Desember 2017, yaitu sebanyak 162 orang dengan 62 sampel dengan teknik simple random sampling. Hasil: Analisa univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh umur terbanyak adalah dewasa awal yaitu 69,4% dan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 58,1%.Derajat klinis paling banyak adalah derajat 1 yaitu 58,1%. Sebagian besar pasien memilik ijumlah trombosit<100.000 sel/mm3yaitu 64,5% dengan rata-rata jumlah trombosit 87.790 sel/mm3.Sebagian besar kadar hematokrit normal yaitu 67,7% dengan rata-rata kadar hematokrit adalah 40,45%. Berdasarkan derajat 1 sebagian besar dengan jumlah trombosit <100.000 sel/mm3 yaitu 55,6%, pada derajat 2 sebagian besar dengan jumlah trombosit <100.000 sel/mm3 yaitu 76,9% dan berdasarkan derajat 1 sebagian besar kadar hematokrit normal yaitu 63,9% dan pada derajat 2 sebagian besar kadar hematokrit normal yaitu 73,1%. Kesimpulan: jumlah trombosit dengan rata-rata 87.790 sel/mm3(< 100.000 sel/mm3), dan memiliki kadar hematokrit paling banyak dalam tingkatan normal.
PEMBERIAN EDUKASI PROGRAM AKTIVITAS FISIK BAGI PENGGUNA KB HORMONAL ade teti vani; Nadia Purnama Dewi; Dessy Abdullah Abdullah; Irwan Triansyah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 2 (2021): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i2.1181

Abstract

Ketidakseimbangan hormon bagi pengguna kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) hormonal di kalangan wanita usia subur menyebabkan timbulnya penuaan  dini. Aktivitas fisik dapat mencegah dan mengobati penuaan dini yang terjadi. Tujuan pengabdian adalah untuk memberikan edukasi aktivitas fisik sebagai pencegahan ketidakseimbangan hormon pada wanita pengguna KB hormonal. Metode pengabdian terbagi dua, yaitu pemberian pengetahuan dan edukasi KB hormonal serta aktivitas, dan tanya jawab melalui platform media sosial radio streaming. Hasil pengabdian berupa ilmu pengetahuan tentang KB hormonal serta aktivitas fisik sebagai pencegahan ketidakseimbangan hormon bagi pengguna KB hormonal.
The Effectiveness of 80% Kefir Gel Against The Overview The Number of Fibroblasts in Healing Cuts Mice (Mus Musculus) Dessy Abdullah; Budi Yulhasfi Febrianto; Nadia Purnama Dewi; Ade Teti Vani; Fitria Chairal Ulfah
Jurnal Kesehatan Prima Vol 16, No 1 (2022): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v16i1.748

Abstract

  Several sources cause skin tissue damage. Kefir probiotics, made from fermented cow's milk, are believed to remove scars during use. Kefir involves a series of immune processes, acute and chronic inflammatory processes, cell division cell migration, chemotaxis, and various differentiations. This research determines the histopathological fibroblast cells in the wound healings in mice (Mus musculus) given 80% kefir probiotic. The method of research was the posttest-only control group experimental design. Mus musculus aged eight weeks with a bodyweight of 18-40 grams were taken in two groups randomly with 32 Mice. The result is that fibroblasts in the negative control group had a smaller mean of 10,25 compared to the mean number of fibroblast cells in the 80% Kefir group, which was 25,18. Thus, it was proven that the effectiveness of Kefir probiotics of wound healing in mice (Mus musculus) was given 80% kefir probiotic (p=0,000 <0.05).  There is an effect of kefir probiotic on the healing of cuts in mice based on the calculation of the number of fibroblast cells.  
Overview of The Incidence of Hyperprolactinemia Side Effects in Schizophrenia Patients With Antipsychotic Therapy Vivinia RA Putri; Dita Hasni; Nadia Purnama Dewi; Mutiara Anissa
Buletin Farmatera Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.382 KB) | DOI: 10.30596/bf.v5i2.3761

Abstract

Antipsychotic-induced hyperprolactinemia disorder affects the morbidity and quality of life of the patient, and can lower the patient's adherence to taking antipsychotics, thereby lowering the therapeutic success rate. This study aims to figure out the incidence of hyperprolactinemia side effects in schizophrenia patients receiving antipsychotic therapy. This descriptive research was conducted at HB Saanin Psychiatric Hospital  Padang in January-June 2018. The population in this study is all schizophrenia patients in the HB. Saanin Psychiatric Hospital Padang Year 2018 and involved participants as many as 100 people recruited in consecutive sampling. Data were analyzed using a descriptive statistical method. The results showed that more than half of the patients were 59 people (59.0%) hyperprolactinemia. Patients with gynecomastia amounted to 16 people (16%). Patients with galactorrhea amounted to 3 people (3%). Patients with sexual dysfunction amounted to 19 people (19%). Male patients amounted to 60 people, 21 people (35%) The sexual dysfunction of female patients amounted to 40 people, 26 people (65%) Menstrual cycle changes. More than half of the Schizophrenia patients receiving antipsychotic therapy in this study suffer symptoms of hyperprolactinemia in the manifestation of galactorrhea, gynecomastia, menstrual disorders, and sexual dysfunction.
Gambaran Tingkat Depresi pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di RSI Siti Rahmah dan RST Dr. Reksodiwiryo Padang Fandani Riskal; Mutiara Annisa; Nadia Purnama Dewi
Health and Medical Journal Vol 2, No 1 (2020): HEME January 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.252 KB) | DOI: 10.33854/heme.v2i1.312

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronik dengan Laju Filtrasi Glomerulus < 15 mL/menit harus menjalani terapi hemodialisis untuk mengganti fungsi ginjal. Pasien yang menjalani terapi hemodialisis dapat mengalami masalah psikologis salah satunya adalah depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSI Siti Rahmah dan RST Dr. Reksodiwiryo, Padang. Metode: Penelitian ini merupakan peneltian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 37 responden dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 12-22 agustus 2019 di Ruang Hemodialisis RSI Siti Rahmah dan RST Dr. Reksodiwiryo, Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden adalah 50-59 tahun yaitu 15 responden (40,5%), jenis kelamin responden adalah perempuan yaitu 21 responden (56,8%), status perkawinan responden adalah kawin yaitu 27 responden (73%), tingkat pendidikan responden adalah SMU yaitu 18 responden (48,6%), pekerjaan responden adalah tidak bekerja yaitu 13 responden (35,1%) dan penghasilan perbulan responden adalah berpenghasilan rendah yaitu 27 responden (73%).  Gambaran tingkat depresi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis adalah termasuk kategori depresi ringan yaitu sebanyak 19 responden (51,3%). Kesimpulan penelitian ini  didapatkan sebagian besar tingkat depresi pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani Hemodilalisis di RSI Siti Rahmah dan RST Dr. Reksodiwiryo Padang, termasuk kategori depresi ringan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik di Kecamatan Sepuluh Koto, Nagari Singgalang, Kabupaten Tanah Datar Dessy Abdullah; Mutiara Anissa; Nadia Purnama Dewi
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.875 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i2.239

Abstract

Latar belakang : Obat generik adalah jenis obat yang memiliki kesamaan kandungan bahan aktif dengan obat paten, juga dalam hal kegunaan maupun formulasinya. Kesamaan lainnya mencakup kekuatan, dosis, kualitas, dan keamanan produk bagi pemakainya. Obat generik pun sebenarnya terbagi menjadi menjadi 2 jenis yang berbeda. Yakni obat generik bermerk dan obat generik berlogo. Obat generik juga memiliki kandungan zat aktif serta tingkat efektivitas yang sama dengan obat paten. Obat generik sendiri sebenarnya merupakan obat yang sudah habis masa patennya. karena kondisinya tersebut, obat generik dapat dijual dengan kisaran harga yang jauh lebih murah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuisioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang.Hasil: Masyarakat yang memiliki pengetahuan dengan kategori rendah adalah 56 orang (93,3 %) dan kategori tinggi adalah 4 orang (6,7%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik tergolong rendah yaitu 93,3 % .
Gambaran Tingkat Depresi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Guguak Kabupaten 50 Kota Payakumbuh Mutiara Anissa; Rinita Amelia; Nadia Purnama Dewi
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.444 KB) | DOI: 10.33854/heme.v1i2.235

Abstract

Latar belakang: Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemukan pada lansia. Gejala depresi pada lansia sering tertutupi oleh gejala fisik. Depresi pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti boilogi, psikologi dan sosial. Depresi dapat semakin menurunkan kualitas hidup pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Guguak Kabupaten 50 Kota Payakumbuh. Metode: Penelitian merupakan suatu studi observasional yang bersifat deskriptif. Observasi terhadap 30 subyek dilakukan pada tanggal 7 April 2018. Hasil: Pada penelitian didapatkan subyek penelitian terdiri atas 8 orang laki-laki (11,3 %) dan 22 orang perempuan (73,3%). Rata-rata umur subyek adalah 69,3. tahun. Tingkat pendidikan terbanyak pada subyek penelitian adalah SMA (40%). Pasien terbanyak tidak memiliki riwayat penyakit medis lainnya (60%). Pada penelitian diperoleh 33,3% lansia mengalami depresi. Tingkat depresi yang dialami adalah depresi ringan (23,3%) dan depresi berat (10%). Kesimpulan: 33,3% lansia mengalami depresi. Tingkat depresi yang dialami adalah depresi ringan (23,3%) dan depresi berat (10%).