Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

A STUDY OF ACADEMIC AND INDUSTRY READY-TO-WEAR FASHION PRODUCT COLLABORATION BASED ON DESIGN THINKING METHOD Marini Yunita Tanzil; Astrid Astrid; Paulina Tjandrawibawa; Yoanita Tahalele; Fabio Ricardo Toreh
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Idealog Vol 6 No 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v6i2.4281

Abstract

Nowadays, ready-to-wear clothing is on high demand. The suitable design for this segment will provide a design solution with good aesthetics and at the same time it will lead to business sustainability. This study aims to describe the collaboration of academics and industry to produce ready-to-wear fashion design. The research method is an experiment in the design phase to create a brand that can be accepted by the target market in collaboration with educational institutions and the garment or textile industry. Through the design thinking phases, the design process with ready-to-wear objects that last for approximately 6 months with designing the fashion business phase with the stakeholders which is simultaneous with the fashion design phase. Work review from both the experts and the users have been included in the design process. The study result demonstrates the read-to-wear design concepts, the design applications, and the business concepts along with complementary brand collateral. In focus, the design for the ready-to-wear collection has produced design concepts in twelve looks, as well as various brand collateral implementations related to the fashion business. Keyword: fashion design, ready-to-wear, fashion brand, academic and industry collaboration
PERANCANGAN KOLEKSI WANITA YANG MENGANGKAT BUDAYA SENI KALIMANTAN TIMUR UNTUK BRAND “DOMINIQUETAN” Dominique Tan; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i1.1485

Abstract

Globalisasi adalah proses integrasi yang terjadi karena pertukaran pandang dunia, produk, pemikiran dan aspek kebudayaan. Indonesia negara sedang berkembang dimana SDM cukup terbatas. Secara umum masyarakat menyadari pentingnya memelihara kekayaan budaya seni lokal namun beberapa pihak berasumsi budaya seni lokal harus dijaga keasliannya karena dapat menyalahi nilai loso s dan tradisi budaya. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya kreati tas untuk mengembangkan dan mengenalkan budaya seni lokal. Perancangan ini dilakukan dalam rangka pembuatan Tugas akhir yang mengankat budaya Kaliamantan Timur dan menggabungkan dengan elemen arsitektur moderen sebagai inspirasi untuk siluet. Metode penggalian data yang digunakan adalah metode kualitatif, yang diharapkan dapat menjawab masalah dengan penciptan sebuah brand fesyen DOMINIQUETAN melalui perancangan 5 buah produk desain busana siap pakai yang menerapkan budaya seni lokal Kalimanatan Timur melalui aplikasi ornamen yang menggunakan teori quotation dan mimicry. Perancangan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memperkenalkan budaya seni Kaliamantan Timur.
PERANCANGAN RESORT WEAR BATIK MANGROVE SEBAGAI IMPLEMENTASI SUSTAINABLE BATIK PADA KOLABORASI BRAND BATIK SERU DAN ANGIE ALEXANDRA Angelynn Gianina Alexandra; Marini Yunita Tanzil; Yoanita Kartika Sari Tahalele
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1488

Abstract

Industri Fashion adalah industri penghasil limbah terbesar kedua di dunia karena tuntutan kecepatan fast Fashion. Akibatnya, di Indonesia, terjadi tuntutan tinggi akan produksi batik dengan harga yang lebih ren- dah sehingga industri batik menjadi UMKM penghasil emisi karbon tertinggi karena tingginya penggunaan kerosin, listrik, pewarna sintetis, konsumsi air, dan menimbulkan pencemaran di sungai-sungai. Namun, batik merupakan warisan budaya yang ditetapkan oleh UNESCO, sehingga diperlukan suatu alternatif batik yang lebih ramah lingkungan, contohnya Batik Mangrove. Berdasarkan karakteristiknya, Batik Man- grove cocok untuk dijadikan resort wear. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data primer yang bersifat kualitatif dan kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 6 orang expert di bidang batik dan wastra, design gra s, dan pewarnaan alam, beserta 12 orang extreme user. Hasilnya, proyek kolaborasi Batik SeRu dan Angie Alexandra berupa Koleksi Hangrungkebi, yang terinspirasi dari keindahan lautan Indonesia. Pembuatannya dikerjakan se- cara ramah lingkungan dengan menggunakan pewarna alam dari limbah mangrove. Sebagian dari hasil penjualan dialokasikan untuk konservasi mangrove dan pemberdayaan masyarakat.
PERANCANGAN PAKAIAN B-LEISURE UNTUK WANITA KARIR DENGAN KONSEP TRANSFORMABLE PADA BRAND LAGOM Devina Gunawan; Yoanita Kartika Sari Tahalele; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v2i2.1489

Abstract

Kian populernya sosok wanita karir milenial di Indonesia, berdampak pada peningkatan mobilitas keseharian wanita karir, yang semakin mengarah pada pola gaya hidup b-leisure, dan mendorong akan kebutuhan berpakaian praktis bagi wanita karir. Dengan adanya pergeseran pola perilaku konsumen, perancangan ini bertujuan mengatasi problema efektivitas berpakaian lewat nilai fungsionalitas pakaian yang menjadi daya tarik utama dari perancangan berkonsep transformable ini. Sebagai objek dari penelitian perancangan adalah wanita karir milenial bermobilitas tinggi, bergaya hidup b-leisure, dan pecinta fesyen. Penelitian ini bersifat kualitatif berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara expert, extreme users, dan observasi studi tipologi, serta bersifat kuantitatif berupa survei market. Terdapat pula data sekunder berupa kajian literatur yang bersumber dari buku, jurnal, dan artikel sebagai penunjang kajian literatur perancangan ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kebaruan konsep mendapat respon positif dan penerapan aspek-aspek desain seperti siluet tted-loose, smart-casual style, material, pewarnaan yang tidak monoton, serta motif minimalis modern sangat diminati. Dalam pengembangannya, penggunaan teknik adds on dan reversible sebagai penerapan konsep transformable harus dikemas secara user-friendly dan tetap fashionable. Karenannya, tujuan akhir brand Lagom adalah menciptakan perancangan pakaian ready to wear wanita berkonsep transformable empat hingga lima gaya berbeda yang dapat disesuaikan oleh konsumen secara personal, yang mendukung aktivitas wanita karir di tengah kepadatan kesehariannya untuk dapat mengenakan busana yang cocok dalam akitvitas b-leisure kapanpun secara praktis dan fungsional.
APLIKASI PEWARNA ALAM DAN TEKNIK BLOCK PRINTING PADA RESORT WEAR WANITA Maria Cindy Valeria; Yoanita Tahalele; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1793

Abstract

Industri pakaian fast fashion yang menggunakan pewarna sintetis telah mengakibatkan pencemaran lingkungan di bumi, khususnya pencemaran air. Pewarna sintetis sangat berdampak buruk terhadap kualitas air karena bahan-bahan kimia yang terkandung dalam pewarna tersebut tidak dapat larut dalam air. Selain itu, pencemaran air dalam industri fashion juga turut diakibatkan oleh proses pembersihan mesin-mesin digital printing yang digunakan untuk mencetak motif pada kain. Walaupun sudah dibersihkan, masih terdapat sisa-sisa pasta tinta cetak yang masih menempel pada mesin yang langsung terbuang ke saluran pembuangan tanpa melalui proses pengolahan limbah. Dengan adanya permasalahan tersebut, tujuan dari perancangan desain adalah untuk mensubstitusi bahan-bahan sintetis dalam produk fashion menjadi bahan-bahan natural sehingga dapat menjadi produk yang lebih ramah terhadap alam dan lingkungan. Mulai dari serat kain natural, pewarnaan dengan pewarna alam, hingga proses pencetakan motif pada kain menggunakan teknik hand block printing yang memanfaatkan tenaga manusia. Konsep ini akan diterapkan pada produk resort wear, yang permintaannya meningkat seiring dengan minat traveling masyarakat Indonesia yang juga meningkat. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap 6 expert panel dan 12 extreme user, observasi studi tipologi, kuisioner online dan eksperimen. Data sekunder diperoleh melalui studi pada buku, jurnal, artikel, video, dan internet. Adapun hasil akhir perancangan yang diperoleh adalah berupa satu koleksi resort wear untuk wanita usia 20-35 tahun yang memiliki hobi bepergian dan berlibur baik ke dalam dan/atau luar negeri dengan kelas sosial menengah ke atas, yang memiliki ketertarikan terhadap produk fashion berbahan natural.
PERANCANGAN BUSANA WANITA DENGAN MENGGUNAKAN UPCYCLE SISA BAHAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN TEKNIK PATCHWORK Marini Yunita Tanzil; Melinda Caroline; Yoanita Kartika Sari Tahalele
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1801

Abstract

Perkembangan produk fesyen khususnya pakaian wanita semakin berkembang mulai dari segi teknik yang di gunakan dalam pembuatan material, details hingga desain yang inovatif. Proses produksi menghasilkan limbah sisa kain yang memiliki dampak buruk dalam 3 aspek yaitu pencemaran tanah jika tertumpuk sehingga mengganggu biota tanah, jika limbah di buang ke sungai dapat menyebabkan saluan air terganggu atau tersumbat dan jika di bakar akan menimbulkan polusi udara. Limbah kain berbahaya jika tidak di olah dengan benar bagi lingkungan sekitar karena susah untuk terurai. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu mengurangi limbah sisa kain dari hasil produksi desainer dan memberikan nilai jual pada produk fesyen. Menggunakan cara upcycle dengan teknik patchwork yaitu menggabungkan beberapa potongan kain sehingga membentuk suatu aplikasi pada pakaian ready to wear deluxe yang memiliki value art dan budaya chinese zodiac. Metode wawancara expert dan extreme user, melakukan survei jurnal maupun sumber internet lainnya. Penerapan upcycle pada kasus limbah kain desainer yang di implementasikan menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada pekerja fesyen tentang bahaya dari limbah produksi sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
PENGGUNAAN BAHAN TENUN IKAT TANIMBAR PADA BUSANA RESORT WEAR Marini Yunita Tanzil; Ivona Maria Tanlain; Dewa Made Weda Githapradana
Moda : The Fashion Journal Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i1.1802

Abstract

Perancangan ini dilakukan dalam rangka menciptakan busana resort wear dengan menggunakan bahan tenun ikat Kepulauan Tanimbar pada Brand Ivona Liem. Adapun perancangan ini bertolak belakang dari permasalahan tenun ikat yang dinilai terlalu formal dalam penggunaannya, motif- motif yang mulai punah karena berkurangnya minat anak muda untuk menggunakan atau mengeksplorasi tenun ikat, sehingga pengrajin tenun mulai berkurang. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Serta data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, dan internet. Adapun hasil akhir yang diharapkan yaitu resort wear untuk wanita berusia 20-35 tahun, kalangan menengah ke atas dan memiliki ketertarikan pada kain tradisional, terkhususnya dari Kepulauan Tanimbar.
PERANCANGAN FASHIONABLE APD UNISEX DENGAN TEKNIK SUMINAGASHI Fabio Ricardo Toreh; Marini Yunita Tanzil
Moda : The Fashion Journal Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v3i2.2045

Abstract

Perancangan ini dilakukan dalam rangka menciptakan APD Fashionable untuk unisex dengan teknik Suminagashi. Adapun perancangan ini sesuai dengan kebutuhan zaman yaitu tetap fashionable namun kesehatan juga terjada selama masa pandmei covid 19. Bahan yang digunakan sangat fungsional dan juga water repellent. Penulisan ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer melalui observasi, dan kuesioner. Serta data sekunder melalui buku, jurnal, artikel, dan internet. Adapun hasil akhir yaitu APD Fashionable dengan teknik Suminagashi untuk unisex berusia 25-45 tahun, kalangan menengah ke atas dan memiliki ketertarikan di bidang fesyen.
PENERAPAN INSPIRASI FAUNA DAN FLORA SUMATERA TERHADAP PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL KONTEMPORER MARINI YUNITA TANZIL
Serat Rupa Journal of Design Vol 2 No 2 (2018): SRJD-JULY
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15751.897 KB) | DOI: 10.28932/srjd.v2i2.781

Abstract

Indonesian has a very rich, unique, and priceless biodiversity and natural resources. Featuring this national treasure is the aim of this research, especially the fauna and flora endemic to Sumatra Island. This research is executed through descriptive qualitative method by exploration and literature study for the first stage and design implementation for the second stage. The first stage contains exploration on Sumatran flora and fauna, batik motifs, contemporary textile design, color composition and trend. The finding of the research is presented at the second stage through contemporary textile motif as the design implementation that can be applied to fashion products. Expectantly, this research can provide guideline and inspiration for textile and fashion designers in developing contemporary textile motifs that take inspirations from the nature and culture of Indonesia. 
THE IMPORTANCE OF E-COMMERCE ON THE DEVELOPMENT OF MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) IN THE RURAL AREA DURING COVID-19 Yoanita Kartika Sari Tahalele; Marini Yunita Tanzil; Fabio Ricardo Toreh
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 5, No 4 (2021): IJEBAR : Vol. 05, Issue 04, December 2021
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v5i4.3012

Abstract

The Covid-19 pandemic that has been spreaded on March 2020 in Indonesia has greatly affected the economy and changed the nature of business in Indonesia. The new normal has led to a surge in e-commerce and digital transformation. However those who live in rural areas could not take advantage of this transformation, as they have very minimal access and knowledge about digital literacy. The researchers believe one way to make them know and understand about this matter is through training. Thus, this study aims to understand the importance of e-commerce training on the development of micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the field of creative industry in the rural area during Covid-19 Pandemic, using a case study in Biak Numfor, Papua. The analysis is based on a qualitative study using focus group discussion toward 6 women, who have MSMEs in the creative industry in Biak Numfor and have joined e-commerce training. The study assessed that the training is important and provides an understanding about the importance of e-commerce and its significant to help their business development. The results are expected to be able to contribute frameworks and ideas to the community, government, and MSMEs players associated to the importance of e-commerce and the training on the development of MSMEs in the rural area during Covid-19. Keywords: e-commerce, MSMEs, Covid-19, rural area