Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Aktifitas Kendaraan Bermotor Terhadap Kebisingan di Kawasan Pertokoan Coyudan Surakarta Dyah Ratri Nurmaningsih; Kusmiyati Kusmiyati; Agus Riyanto
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.883 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.30

Abstract

Semakin pesatnya aktivitas transportasi khususnya kendaraan bermotor berdampak meningkatnya intensitas polusi suara berupa kebisingan bagi lingkungan disekitar jalan tersebut. Kawasan pertokoan Coyudan Surakarta diambil sebagai objek penelitian karena kawasan tersebut terletak pada kawasan bisnis kota Surakarta atau CBD (Central Bussiness Distric) dan juga kawasan akses lalu lintas perkotaan Surakarta yang cukup padat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey (dengan menggunakan alat) dan metode analisa pendekatan (dengan menggunakan rumus empiris). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai tingkat kebisingan telah melampaui baku mutu yang diijinkan, yaitu 70 dB(A) untuk kawasan perdagangan dan jasa. Penanganan/ alternatif solusi dari penelitian ini dilakukan sesuai keadaan karakteristik lokasi yang diteliti : penanaman pohon-pohon kecil di pinggir ruas jalan dengan menggunakan media pot, hal ini disebabkan oleh pada daerah ini sudah tertutup paving. Pohon-pohon yang dapat dimanfaatkan antara lain: palem botol, lidah mertua, bambu-bambuan, kemuning, dll, dan juga penggunaan bahan penyerap suara (seperti permadani) pada dinding dan lantai.Kata kunci: lalu lintas, CBD dan kebisingan
PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN KOMBINASI UNIT BIOFILTER AEROBIK DAN ADSORPSI KARBON AKTIF KANTOR PUSAT PT.PERTAMINA MARKETING OPERATION REGION (MOR) V SURABAYA Ridlo Barkah Jembar Pinanggih; Dyah Ratri Nurmaningsih; Sulistiya Nengse; Teguh Taruna Utama; Abdul Hakim
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 7, No 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v7i1.10821

Abstract

Permasalahan air limbah di Indonesia merupakan isu pencemaran lingkungan yang strategis dalam pembangunan berkelanjutan, baik yang bersumber dari pemukiman penduduk maupun unit usaha perkantoran. Tingginya kandungan organik terlarut di dalam air limbah dapat menyebabkan penurunan intesitas masuknya cahaya matahari yang dibutuhkan oleh mikroorganisme fotosintetik dan berdampak pada penurunan kualitas badan air. Tujuan dari penelitian ini yaitu merencankan pembangunan unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik di Kantor Pusat PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya dengan menggunakan kombinasi unit biofilter aerobik dan adsorpsi karbon aktif beserta perhitungan volume bangunan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan. Teknologi pengolahan ini dipilih karena memiliki keunggulan dalam meremoval kadar pencemar organik dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan kebutuhan lahan yang tidak terlalu luas. Metode penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data perusahaan berupa debit pemakaian air bersih, layout kantor, data kualitas air limbah, serta informasi lain yang terkait dengan perencanaan. Hasil penelitian yang didapat berupa gambar desain (DED) unit IPAL, dimensi total bangunan pengolah seluas 34m2(P=17m dan L=2m), spesifikasi bahan yang digunakan, serta rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan kontruksi unit IPAL yaitu sebesar Rp243.136.020,00. Perencanaan ini juga ditunjang dengan panduan dalam operasional dan perawatan unit IPAL.  Kata kunci: Adsorpsi karbon aktif, air limbah domestik, biofilter aerobik, desain IPAL. The problem of wastewater in Indonesia is a strategic issue of environmental pollution in sustainable development, both sourced from residential areas and office business units. The high dissolved organic content in wastewater can cause a decrease in the intensity of sunlight needed by photosynthetic microorganisms and have an impact on the quality of water bodies. The purpose of this study is to plan the construction of a domestic Waste Water Treatment Plant (WWTP) at the Head Office of PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya using a combination of aerobic biofilter units and activated carbon adsorption along with the calculation of building volume and the required Budget Plan. This processing technology was chosen because it has advantages in renovating organic pollutant levels with a high level of efficiency and land requirements that are not too broad. The research method uses secondary data obtained from company data in the form of debit of clean water usage, office layout, waste water quality data, and other information related to planning. The results obtained in the form of design drawings (DED) of WWTP units, the total dimensions of the processing plant area of 34m2 (P = 17m and L = 2m), as well as the material specifications used, as well as the budget plan required for the construction of WWTP unit construction is Rp243. 136,020.00. This planning is also supported by guidelines in the operation and maintenance of WWTP units. Keywords: Activated carbon adsorption, aerobic biofilter, domestic wastewater, WWTP design.
The Estimation of the Global Warming Potential (GWP) in the Scenario of Domestic Waste Management in Sukabumi City: Perkiraan Potensi Pemanasan Global pada Skenario Pengelolaan Sampah Domestik di Kota Sukabumi Thayyibah Nazlatul Ain; Shinfi Wazna Auvaria; Dyah Ratri Nurmaningsih
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1607.263 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v23i2.4919

Abstract

ABSTRAK  Potensi pemanasan global disebabkan oleh beberapa aktivitas manusia, salah satunya pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah menghasilkan potensi pemanasan global dari proses pengangkutan dan pengolahan yang berhubungan dengan material, kebutuhan energi dan hasil sampling dari keseluruhan prosesnya. Dampak lingkungan dari pengelolaan sampah sering kali tidak dipertimbangkan. Hal tersebut akan berpengaruh pada penerapan regulasi untuk mengelola sampah secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skenario terbaik dengan potensi pemanasan global yang paling rendah dari pengelolaan sampah rumah tangga dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dari proses pengelolaanya terutama yang berhubungan dengan potensi pemanasan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan penilaian daur hidup atau LCA menurut ISO 14040:2006 dengan unit fungsional 1 ton sampah rumah tangga. Kategori dampak dibatasi hanya untuk analisis potensi pemanasan global dari ketiga skenario yang ditentukan berdasarkan tujuan dan definisi. Metode analisis dampak (LCIA) menggunakan Center of Environmental Science Leiden University Impact Assessment (CML-IA) dengan software SimaPro program versi 9.1. Hasil penelitian menunjukan bahwa skenario terbaik dengan potensi pemanasan paling rendah yang dianalisis dengan pendekatan LCA adalah skenario 2 dengan 5,0 × 10-6 kg CO2-eq, sedangkan skenario 0 adalah 1,21 × 10-5 kg CO2-eq dan skenario 1 adalah 6,0001 kg CO2-eq. Maka, pengelolaan sampah rumah tangga terbaik dengan dampak paling kecil adalah pengelolaan dengan skenario 2, meliputi: pemilahan sampah, komposting rumah tangga, penyaluran ke bank sampah, dan pengangkutan residu ke TPA. Kata kunci: Potensi pemanasan global, Pengelolaan sampah domestik, Penilaian daur hidup ABSTRACT Global warming potential is caused by several human activities, waste management is one of them. Municipal waste management releases the global warming potential from transportation and treatment processes related to the material, energy needs, and byproducts. Often, environmental impact from domestic waste management is not considered. Therefore, it will affect the implementation of regulation in handling solid waste holistically.  This research aimed to produce the best scenario with the lowest global warming potential for domestic waste management. This research used Life Cycle Assessment (LCA) approach according to ISO 14040:2006 with the functional unit of 1 ton of domestic waste. The impact category was observed and limited on global warming potential (GWP) by analyzing three scenarios based on goals and scope definition. The LCIA method used was the Center of Environmental Science Leiden University Impact Assessment (CML-IA) using SimaPro program version 9.1. The results show, the best scenario with the lowest GWP based on the LCA approach is scenario 2 with 5.60 × 10-6 kg CO2-eq. While, scenario 0 is 1.21 × 10-5 kg CO2-eq and scenario 1 is 6.0001 kg CO2-eq. Therefore, the best scenario with the lowest GWP of domestic waste management is scenario 2, which manages upstream domestic solid waste management: sorting of waste, household composting, distributing to waste bank, and transporting residue to landfill.  Keywords: Global warming potential, Domestic waste management, Life Cycle Assessment (LCA)