Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STATUS KANDUNGAN SULFORAPHANE MICROGREENS TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea L.) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DENGAN PEMBERIAN AIR KELAPA SEBAGAI NUTRISI Widiwurjani Widiwurjani; Guniarti Guniarti; Putri Andansari
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.401 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v4i1.471

Abstract

Brokoli merupakan salah satu tanaman yang mengandung mengandung sulforaphane. Sulforaphane merupakan suatu senyawa antioksidan untuk mencegah penyakit kanker. Kandungan sulforaphane merupakan salah satu indikator kualitas sayuran. Sayuran dalam bentuk microgreens mempunyai kandungan nutrisi seperti folat, vitamin C, vitamin K, zat besi dan tinggi potasium (kalium), serta mengandung senyawa antioksidan seperti sulforaphane. Microgreens merupakan produk inovasi budidaya pertanian perkotaan. Microgreens dapat dibudidayakan di lahan sempit secara vertikultur (bertingkat) dan tidak membutuhkan radiasi matahari yang terlalu banyak. Microgereens merupakan sayuran yang dipanen pada usia yang sangat muda. Pemanenan dilakukan saat daun sejati pertama muncul dengan kotiledon sepenuhnya melebar. Microgreens tanaman brokoli ditanam di Green House Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan November-Desember 2018. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial yaitu media tanam yang terdiri dari 4 level dan pemberian air kelapa terdiri dari 2 level yang menghasilkan 8 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali. Status kandungan sulforaphane meningkat dengan adanya penambahan nutrisi dari air kelapa pada semua media tanam yang diujikan. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam cocopeat dengan pemberian air kelapa (M2S2).
Test of Various Mole Concentrations of Bamboo Shoots on the Production of Large Chili (Capsicum annum L.) Hadi Suhardjono; Ida Retno Moeljani; Guniarti
Nusantara Science and Technology Proceedings Sains dan Teknologi Pertanian Modern
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2021.1501

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of giving MOL bamboo shoots and to find out the pattern of similarities due to the MOL concentration of bamboo shoots on the growth and yield of large chili plants. The study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications consisting of K0 (0 0/00), K1 (10 0/00), K2 (20 0/00), K3 (30 0/00), K4(40 0/00). Parameters observed were plant height, number of leaves, number of productive branches, fruitsset, number of fruits and fruit weight. The data analysis technique used analysis of variance (ANOVA) and regression to determine the pattern of equations due to concentration. The results showed: 1). Giving MOL bamboo shoots has an effect on increasing the growth and productivity of chili plants, 2). The most effective MOL concentration of bamboo shoots to increase growth and production of chili plants was 39.23 0/00.
Effect of PGPR and Cow Manure on Growth and Yield of Purple Eggplant (Solanum melongena L.) Andriana Ela Saputri; Djarwatiningsih; Guniarti
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2006

Abstract

The less intensive cultivation of eggplant (Solanum melongena L.) and the occurrence of soil degradations are the causes of the decline in eggplant production. Therefore, more environmentally friendly effort are needed to increase eggplant production by using PGPR and cow manure. PGPR will work optimally when combined with organic materials sourced from cow manure as nutrients trident for PGPR activity. The research was conducted from April to July 2021, in Plesungan village, Kapas District, Bojonegoro Regency, Jawa Timur. The research used a split plot design (RPT) with 16 treatment combinations and 3 replications. There are 48 trial plots. The sub plot was consentration PGPR (R) with 4 levels and dose of cow manure (K) as a main plot with 4 levesl. The data were analysed using the test of Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a level of 5%. The result showed that there was an interaction between PGPR and cow manure. Treatment combination K3R3 (15 ton/ha cow manure + 30% NPK 15-15-15 dan 30 ml/l PGPR) increased the average plant height 17 day after planting by 2,80% and K3R2 (15 ton/ha cow manure + 30% NPK 15-15-15 dan 20 ml/l PGPR) increased the average total fruit weight of plant by 1,09%. PGPR was not significantly different in most of the parameters. Meanwhile, cow manure was significantly different in most of parameters.
Effect of Gamma Ray Radiation 60Co Generation M1 on Growth and Production of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L) Prentul Kediri Variety Agnes Septiya Nuraning Tias; Ida Retno Moeljani; Guniarti
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2011

Abstract

Prentul cayenne pepper is a local chili in Kediri which is widely cultivated by local farmers, the continuity of chili needs to be maintained by increasing productivity. This can be overcome by improving local varieties through plant breeding activities. This study aims to determine the effect of radiation and obtain the optimal dose on the growth and production of cayenne pepper plants in the M1 generation. This research was carried out with the single plant method and using the T test, with a radiation dose of 100 Gy to 1000 Gy, and without a radiation dose or 0 Gy. Observation parameters included plant growth percentage, plant height, number of leaves, leaf width, flowering age and fruit weight. The results showed that the LD50 value of chili (Capsicum anuum L) was 572,917 Gy. The irradiation dose of 100 Gy gave the best effect on the growth and production of chili plants which had a plant height of 83.85 cm, a number of 35 leaves, a faster flowering age of 63 DAP and a fruit weight of 10.26. Gamma radiation affects plant growth. Different results were shown in the phenotypic appearance of leaf shape and fruit size. Meanwhile, at a dose of 300 Gy, it gave an effect that caused the plants to become stunted and have a longer harvest age, with the highest diversity value based on the standard deviation value of 23.93.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nova Triani; Vivin Putri Permatasari; Guniarti Guniarti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.899 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.575

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur yang digemari masyarakat dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi yakni dengan penambahan konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilakukan di UPT Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan pada bulan Januari – April 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi giberelin (K) yang terdiri dari K0 = tanpa konsentrasi giberelin; K1 = 100 ppm; K2 = 200 ppm; K3 = 300 ppm dan frekuensi pemberian giberelin (P) yang terdiri dari P1 = 2 kali aplikasi; P2 = 3 kali aplikasi ; P3 = 4 kali aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara konsentrasi pemberian giberelin 200 ppm dan frekuensi pemberian giberelin 2 kali aplikasi, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (28 hst-56 hst), jumlah daun (35 hst-49 hst), umur berbunga, jumlah bunga total, jumlah buah total, dan berat buah per tanaman.
PENGARUH MACAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN MAYA (Cucumis sativus L.) Whida Arum Larasati; Agus Sulistyono; Guniarti Guniarti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7172

Abstract

Mentimun merupakan tanaman sayuran komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi yang tinggi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produktivitas mentimun dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kombinasi antara macam dengan dosis POC mana yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun, (2) mendapatkan macam pupuk organik cair mana yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil mentimun, (3) mendapatkan dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil mentimun. Penelitian dilaksanakan di lahan Desa Pandansari, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri pada tanggal 20 Desember 2021 sampai 26 Februari 2022. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok  Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu macam POC terdiri dari P0 : NPK (kontrol tidak ikut hitungan), P1 : Batang Pisang, P2 : Kulit Pisang, P3 : NASA, dan faktor kedua yaitu dosis POC terdiri dari D1 : 200 ml/tanaman, D2 : 250 ml/tanaman, D3 : 300 ml/tanaman, D4 : 350 ml/tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan kombinasi POC kulit pisang dengan dosis 350 ml/tanaman memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah buah per tanaman minggu ke-4, sedangkan pengaruh sangat nyata pada parameter bobot buah per tanaman minggu ke-4.
KAJIAN DOSIS KOMPOS AZOLLA DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa) Alvan Hanif Ma'sum; Guniarti Guniarti; Ramdan Hidayat
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6917

Abstract

Selada (Lactuca sativa) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan petani secara intensif. Tanaman tersebut merupakan tanaman semusim yang dapat di budidayakan di daerah lembab, dingin, dataran rendah maupun dataran tinggi. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial dengan 2 faktor yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah dosis Kompos Azolla (K) yang terdiri atas 4 taraf dosis dan faktor kedua adalah dosis pupuk urea (U) yang terdiri atas 4 taraf dosis. Perlakuan kombinasi dari dua perlakuan dihasilkan 16 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali, sehingga terdapat 48 satuan percobaan, dimana masing-masing satuan percobaan diamati 3 tanaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunya jumlah produksi tanaman selada setiap tahunya. Penurunan nilai produksi selada dikaitkan dengan buruknya teknik budidaya yang dilakukan. Kompos Azolla dan pupuk urea menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan jumlah prosuktifitas tanaman selada serta meminimalisir peggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
Pengembangan dan peningkatan kualitas usaha kerajinan berbasis limbah kayu jati F. Deru Dewanti; Guniarti Guniarti; Agus Sulistyono; Yonny Koentjoro; Liliek Liliek
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v4i1.9108

Abstract

The problem is the abundance of untapped teak wood waste that has an impact on environmental pollution. The purpose of this community service activities is to develop an agro-industrial area and become a marketing platform for wood waste processing products. The service activities include: (1) programing preparation and socialization stage, (2) programing and to do exhibition assistance training, (3) monitoring and evaluation, (4) Marketing and promotion. The results obtained from processed teak waste are in the form of vehicle souvenirs such as cars, vespa, motorbikes, rickshaws, mineral water containers, fruit containers, and ashtrays which have been exhibited as superior products at the sub-district level. This program is implemented by UPN Veteran East Java together with Soerja Ngawi University and the Ngawi Food Security Agency. Activities carried out include comparative studies, mentoring, apprenticeship, procurement of tools and training for making souvenirs from waste, and marketing for groups of craftsmen. Waste processing is beneficial for the community in increasing knowledge and skills, increasing community income, and making the regional superior product of Ngawi Regency. Environmental pollution can be overcome by utilizing waste into superior products.
Application of Streptomyces sp. and Trichoderma sp. for Promoting Generative Plants Growth of Cherry Tomato (Lycopersicum cerasiformae Mill.) Najvania Nawaal; Guniarti Guniarti; Ida Retno Moeljani; Penta Suryaminarsih
PLANTA TROPIKA: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v10i2.11706

Abstract

Production of cherry tomatoes in Indonesia is still low, which might be due to the inappropriate planting and maintenance processes. This research applied biological agent microorganisms Streptomyces sp. and Trichoderma sp. as Plant Growth Promoting Microorganisms (PGPM) in sustainable agricultural systems. This study aimed to determine the effect of the concentration of microorganisms Streptomyces sp. and Trichoderma sp. on the growth and production of cherry tomato plants on the polybag scale. The study was arranged with different concentrations of microorganisms Streptomyces sp. and Trichoderma sp. These concentration applied consisted of 1 : 0 ; 0 : 1 ; 2: 2 ; 3 ; 1 and without PGPM, each repeated four times. The results showed that the treatment of PGPM Streptomyces sp. and without Trichoderma sp. (1:0) resulted in the shortest flowering period (33.99 days after planting). Meanwhile, the treatment without Streptomyces sp. and Trichoderma sp. (0 : 1) produced the highest solid weight fruit (69.82 grams/plant).
Penerapan Perluasan Bawang Merah TSS (True Shallod Seed) di Desa Campur Balong Glagah Gondang Kabupaten Nganjuk Ida Retno Moeljani; Makhziah Makhziah; Guniarti Guniarti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung 2020: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SENAM) 2020
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.387 KB)

Abstract

Budidaya bawang Merah dengan Biji di Jawa Timur masih sangat langka yang melakukan penanaman dengan biji. UPN Veteran jatim dari hasil penelitian telah mampu menghasilkan TSS dari varietas lokal Nganjuk yaitu Bauji Salah satu Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan solusi yaitu kontribusi dari lembaga Perguruan Tinggi untuk mengajari masyarakat memulai menanam bawang merah dari biji agar dapat menyediakan kebutuhan benih sendiri secara mandiri.Yang menjadi lokasi pengabdian adalah Petani Trikoyo Desa Campur kecamatan Balong Glagah kabupaten Nganjuk. Tahapan kegiatan meliputi 1). Penyuluhan kepada kelompok tani tentang teknologi budidaya tanaman bawang merah dengan biji, diharapkan setelah mengikuti kegiatan memiliki pengetahuan tentang teknik budidaya bawang merah TSS. Dengan demikian petani memiliki gambaran dan bekal pengetahuan jika program pengembangan budidaya bawang merah TSS. 4). Teknik pengumpulan data untuk menggali persepsi terhadap teknologi budidaya bawang merah TSS dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner yang sudah dipersiapkan oleh Tim. Varietas Bauji adalah merupakan varietas unggulan Jawa timur dan dapt di produksi biji TSS.Kegiatan Penerapan perluasan budidaya bawang merah dengan biji ini yang dilakukan dengan memberikan penyuluhan dengan cara ceramah dan diskusi dan diberi kesempatan untuk memebrikan tanggapan atau persepsi petani terhadap biji TSS, serta kegiatan di lahan budidaya bawang merah dengan memberikan aplikasi tehnik budidaya di lapang menunjukkan bahwa 50 % kegiatan ini masih belum banyak petani yang mengadopsi, hal ini dikarenakan teknologi budidaya biji TSS i masih baru bagi petani.