Claim Missing Document
Check
Articles

ADSORPTION OF DETERGENT IN WATER USING ACTIVATED CARBON ADSORBENT IN THE FLUIDIZED BED COLUMN Udyani, Kartika
Jurnal Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v5i1.134

Abstract

This research aims to study the effect of liquid flow rate and bed height on mass transfer coefficient in theadsorption of detergent in water using activated carbon adsorbent in the fluidized bed column. Theexperiment was preceded by an orifice meter calibration and manufacture of detergent solution in water atvarious concentrations. Detergent solution was then fed into the tank inffluen on fluidized bed column andflowed into the column at various flow rates and higt of bed. Effluent from each variation of measuredconcentrations and calculated % detergent absorbed and mass transfer coefficient.The results showed that increasing the flow rate increases the amount of detergent liquid is absorbed andthe mass transfer coefficient. For high-bed 10, 20 and 30 cm, the higher the bed the higher the amount ofdetergent to be absorbed and the mass transfer coefficient. % Detergent which absorbed the highestachieved at influent concentrations of MBAS concentration of 0.054 mg / lt, and 30 cm bed height that isequal to 25.9%. The the highest mass transfer coefficient is 9,457.10-6cm / dt2 on influent concentrationMBAS concentration of 0.054 mg / l and 30 cm bed height.Key word: detergent, activated carbon, % detergent adsorbed, fluidization, mass transfer coeffisien
Pengaruh ukuran partikel arang dari limbah tutup botol plastik terhadap kualitas briket Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agus Budianto; Nur Hamidah; Siti Afifa
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20543/mkkp.v36i2.6140

Abstract

Jumlah limbah plastik bertambah seiring peningkatan penggunaan plastik khususnya pada industri makanan. Limbah plastik merupakan limbah yang sangat sulit diurai dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Tutup botol plastik tergolong jenis plastik PP yang penggunaannya disarankan hanya sekali pakai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik briket dari botol plastik berdasarkan analisis proksimat. Analisis proksimat yang dilakukan adalah kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu suhu pembakaran 450 °C, waktu pembakaran 60 menit, dan ukuran partikel 40, 60, dan 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ukuran partikel 40 mesh memiliki karakteristik terbaik yaitu kadar air 0,5±0,05%, kadar abu 2±0,25%, kadar zat menguap 15±0,51%, kadar karbon terikat 82,5±0,32%, dan nilai kalor sebesar 9.982,779±240,017 kal/gram. Berdasarkan hasil analisis proksimat dapat disimpulkan bahwa ukuran partikel 40 mesh dapat meningkatkan kualitas briket dibandingkan 100 mesh.
PENGARUH TEMPERATUR PIROLISIS TERHADAP YIELD DAN NILAI KALOR BAHAN BAKAR CAIR DARI BAHAN LIMBAH KANTONG PLASTIK Kartika Udyani; Erlinda Ningsih; Mochammad Arif
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang paling sering digunakan. Dimana konsumsi plastik secara berkelanjutan mengalami kenaikan hingga 4,8 juta ton akibat dari peningkatan produksi dan sampah plastik. Penanganan sampah plastik tersebut dapat diubah menjadi bahan bakar dengan proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap yield dan nilai kalor. Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan bahan plastik LDPE. Proses pirolisis dijalankan di dalam reaktor dengan umpan 50 gram pada variasi temperatur 500, 550, 600 dan 650? C.  Nilai kalor liquid produk hasil pirolisis LDPE mendekati nilai kalor kerosene. Kata Kunci:  plastik, pirolisis, nilai kalor, yield, temperatur 
Pelatihan Pembuatan Sabun Transparan pada SMA 17 untuk Meningkatkan Keterampilan Purwaningsih, Dian Yanuarita; Zuchrilah, Daril Ridho; Julaika, Sofiyya; Budianto, Agus; Udyani, Kartika; Ningsih, Erlinda
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.482 KB) | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2017.v1i1.150

Abstract

Kreatif anak muda saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat remaja. Pembekalan pengetahuan, pelatihan untuk meningkatkan kreatifitas anak muda sekarang sangat diminati oleh para remaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan pembuatan sabun transparan yang merupakan salah satu produk home industry dapat menjadi modal bagi para siswa-siswi SMA untuk menumbuhkan kreatifitas mereka dan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mereka. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan sabun transparan sebagian teknologi yang ada di teknik kimia kepada para siswa SMA Negeri 17 Surabaya. Pengabdian pada masyarakat secara garis besar meliputi 3 kegiatan yaitu Pendataan peserta, penyampaian materi oleh tentor yaitu dosen, dan pendampingan praktek pembuatan sabun oleh mahasiswa. Kegiatan pelatihan ini berlangsung sehari dan dihadiri oleh 20 peserta . Praktek pembuatan sabun ini berjalan dengan lancar dan salah satu kelompok peserta sabun yang dibuat tidak berhasil
PENGARUH TEMPERATUR PIROLISIS TERHADAP YIELD DAN NILAI KALOR BAHAN BAKAR CAIR DARI BAHAN LIMBAH KANTONG PLASTIK Ningsih, Erlinda; Udyani, Kartika; Arif, Mochammad
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.978 KB)

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang paling sering digunakan. Dimana konsumsi plastik secara berkelanjutan mengalami kenaikan hingga 4,8 juta ton akibat dari peningkatan produksi dan sampah plastik. Penanganan sampah plastik tersebut dapat diubah menjadi bahan bakar dengan proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap yield dan nilai kalor. Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan bahan plastik LDPE. Proses pirolisis dijalankan di dalam reaktor dengan umpan 50 gram pada variasi temperatur 500, 550, 600 dan 650? C.  Nilai kalor liquid produk hasil pirolisis LDPE mendekati nilai kalor kerosene. Kata Kunci:  plastik, pirolisis, nilai kalor, yield, temperatur 
PENGARUH TEMPERATUR PIROLISIS TERHADAP YIELD DAN NILAI KALOR BAHAN BAKAR CAIR DARI BAHAN LIMBAH KANTONG PLASTIK Ningsih, Erlinda; Udyani, Kartika; Arif, Mochammad
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.978 KB)

Abstract

Plastik merupakan salah satu material yang paling sering digunakan. Dimana konsumsi plastik secara berkelanjutan mengalami kenaikan hingga 4,8 juta ton akibat dari peningkatan produksi dan sampah plastik. Penanganan sampah plastik tersebut dapat diubah menjadi bahan bakar dengan proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap yield dan nilai kalor. Pirolisis sampah plastik ini dilakukan dengan bahan plastik LDPE. Proses pirolisis dijalankan di dalam reaktor dengan umpan 50 gram pada variasi temperatur 500, 550, 600 dan 650? C.  Nilai kalor liquid produk hasil pirolisis LDPE mendekati nilai kalor kerosene. Kata Kunci:  plastik, pirolisis, nilai kalor, yield, temperatur 
Pengolahan Limbah Krom dari Industri Electroplating Menggunakan Biosorben berbahan Kulit Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Mochamad Ali Wafa; Mokhammad Rif'an kholili
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020): EDISI MARET 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.014 KB) | DOI: 10.33366/rekabuana.v5i1.1659

Abstract

The metal coating industri produces waste water containing chromium metal in great concentrations that  will be hazardous to environment. The aim of this study was to determine the effect of peanut shell activation, biosorbent weight, and contact time for chromium metal removal. Initially  peanut shells are activated using H2SO4 0.05 M. Then, peanut shells used as biosorbents are weighed as  1, 2, 3, 4 and 5% of the weight of industrial liquid waste that has been determined. Then the stirring process is carried out with a speed of 150 rpm with a contact time of 30, 60 and 90 minutes. After that the mixture is filtered and the total chrome metal was measured using Atomic Absorption Spectrophotometer.  Results of the study showed that biosorbents from acid-activated peanut peels can reduce chrome by 62.23% while biosorbents without activation can to reduce chrome metal by 42.92%. The best results  were obtained on the addition of biosorbent 5% by weight at a contact time of 60 minutes with a stirring 150 rpm which was 83.38%. ABSTRAK Industri pelapisan logam menghasilkan limbah cair yang mengandung logam krom dalam konsentrasi yang cukup besar yang akan berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi kulit kacang tanah, berat biosorben, dan lama waktu kontak terhadap removal logam krom pada air limbah. Penelitian ini diawali dengan mengoven kulit kacang tanah dengan suhu 1050C, kemudian diblender dan diayak sehingga mendapatkan ukuran 100 mesh. Kemudian kulit kacang tanah diaktivasi menggunakan H2SO4 0,05 M. Selanjutnya kulit kacang tanah digunakan sebagai biosorben ditimbang sebanyak 1, 2, 3, 4 dan 5 % terhadap berat limbah cair industri yang telah ditentukan. Selanjutnya dilakukan proses pengadukan dengan kecepatan 150 rpm dengan lama waktu kontak 30, 60 dan 90 menit. Setelah itu campuran disaring dan hasil filtrat dianalisa logam krom menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom . Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben dari kulit kacang tanah teraktivasi asam mampu menurunkan logam krom sebesar 62,23% sedangkan biosorben tanpa aktivasi mampu menurunkan logam krom 42,92%. Hasil terbaik diperoleh pada penambahan berat biosorben sebesar 5%  pada lama waktu kontak 60 menit dengan kecepatan pengadukan 150 rpm yaitu 83,38%.   Kata kunci : kacang tanah; biosorben; krom; limbah cair; aktivasi H2SO4
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sejak Dini dan Pemberian Fasilitas Kebersihan di SD Negeri 1 Bangeran Udyani, Kartika; Purwaningsih, Dian Yanuarita; Ningsih, Erlinda; Budianto, Agus; Zuchrilah, Daril Ridho
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.872 KB) | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2019.v3i1.488

Abstract

Kesehatan merupakan faktor penting bagi keberlangsungan hidup seseorang. Dengan kondisi yang sehat, seseorang dapat hidup produktif. Untuk menjaga kesehatan, diperlukan sebuah kesadaran yang tinggi untuk melakukan perilaku hidup sehat. Desa Bangeran memiliki permasalahan kesehatan masyarakat umumnya ketika hujan dan terjadi pada anak-anak sekitar, akibat lingkungan yang kurang bersih. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan memberikan fasilitas untuk mendukung hidup bersih serta meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih warga. Salah satu sikap preventif terhadap masalah kesehatan adalah dengan memberikan pengarahan sedini mungkin terhadap anak-anak. Pengenalan sederhana hidup bersih seperti tata cara mencuci tangan yang benar, mencuci tangan sebelum makan, praktik mencuci tangan dengan sabun cuci, dan membuang sampah pada tempatnya. Adanya penyuluhan terhadap anak-anak dapat menurunkan rentannya permasalahan kesehatan, meninggikan semangat belajar, meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih serta lingkungan yang bersih dengan dukungan fasilitas yang disediakan.
Pembuatan Karbon Aktif dari Arang Bakau Menggunakan Gabungan Aktivasi Kimia dan Fisika dengan Microwave Udyani, Kartika; Purwaningsih, Dian Yanuarita; Setiawan, Rio; Yahya, Khalida
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.395 KB) | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.479

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual arang bakau adalah dengan mengolah menjadi arang aktif atau karbon aktif.  Proses aktivasi arang dilakukan dengan beberapa cara antara lain aktivasi kimia, aktivasi fisika dan gabungan kimia dan fisika. Pada penelitian kali ini dilakukan aktivasi arang bakau menjadi arang aktif menggunakan metode gabungan aktivasi kimia dan fisika.  Aktivator kimia yang digunakan adalah H3PO4 sedangkan aktvasi fisika menggunakan microwave dengan beberapa parameter waktu sehingga diketahui luas permukaan dari arang aktif, nilai bilangan iodin, bentuk morfologi permukaan dari arang bakau sebelum dan sesudah diaktivasi menggunakan microwave.  Mula-mula dilakukan aktivasi kimia dengan merendam dalam larutan H3PO4 1 M  kemudian dilanjutkan pemanasan menggunakan microwave dengan daya 560 watt selama 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Dari hasil penelitian ini didapatkan bilangan iodin tertinggi sebesar 1196,60 mg/g pada daya 560 watt dan waktu aktivasi 10 menit dengan luas permukaan sebesar 936,221 m2/g.  Berdasarkan analisa morfologi permukaan menunjukkan bahwa arang bakau hasil aktivasi memiliki permukaan yang lebih porous dibandingkan sebelum aktivasi.
Pengaruh Jenis Plasticizer Terhadap Karakteristik Plastik Biodegradable dari Bekatul Padi Krisnadi, Rinto; Handarni, Yuni; Udyani, Kartika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.707 KB)

Abstract

Bekatul padi mengandung pati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan plastik biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis plasticizer terhadap karakteristik plastik biodegradable berdasarkan uji swelling, uji kuat tarik, uji degradasi dan uji morfologi. Plastik biodegradable dibuat dengan melarutkan bekatul dalam aquades dan ditambahkan asam asetat, selanjutnya larutan dipanaskan pada suhu 65?C selama 15 menit. Setelah itu, menambahkan plasticizer dan larutan kitosan kemudian diaduk selama 60 menit pada suhu 65-70?C. Larutan dicetak kemudian didiamkan dalam suhu ruang hingga kering kemudian dilakukan analisa pada plastik biodegradable. Variabel yang digunakan yaitu : jenis plasticizer (gliserol, sorbitol, propilen glikol). Hasil penelitian menunjukkan jenis plasticizer yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pada karakteristik plastik biodegradable dengan hasil terbaik yaitu pada plasticizer sorbitol dengan uji kuat tarik 64,27 MPa, elongasi 3,33%, swelling 30,77% dan degradasi 63,64%. Analisa morfologi menunjukkan plastik biodegradable memiliki permukaan yang kurang rata dan berongga