Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemanfaatan Protein Pakan pada Domba Lokal Jantan yang Mendapat Pakan pada Siang dan Malam Hari (Dietary Protein Utilization in Local Rams Given Feed During the Day and Night) Sayekti, Ilham; Purbowati, Endang; Rianto, Edy
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.311 KB)

Abstract

ABSTRAKSuatu penelitian telah dilaksanakan dengan tujuan mengkaji pemanfaatan protein pada domba lokal jantan dengan perlakuan pemberian pakan siang dan malam hari. Materi yang digunakan dalam penelitian berupa 12 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan awal rata-rata 24,15 + 2,5 kg (CV=10,51%) dan umur sekitar 1 tahun. Pakan yang diberikan berupa pakan komplit berbentuk pelet. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah waktu pemberian pakan, yaitu pemberian pakan pada jam 6 pagi sampai jam 6 sore (T1), pemberian pakan pada jam 6 sore sampai jam 6 pagi dan (T2), dan pemberian pakan selama 24 jam (T3). Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering (BK), pertambahan bobot badan harian (PBBH), kecernaan protein dan deposisi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter yang diamati tidak berbeda nyata (P>0,05). Rata-rata konsumsi BK,  PBBH, kecernaan protein, dan deposisi protein berturut-turut adalah 1.107,9 g, 103,8 g, 79,3% dan 60,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu pemberian pakan belum mampu meningkatkan pemanfaatan protein pakan pada domba lokal jantan.Kata kunci : domba lokal jantan; konsumsi bahan kering; pertambahan bobot badan harian; deposisi protein ABSTRACTA study was conducted to assess the utilization of protein in local ram being fed during the day and at night. The materials used in this study were 12 local rams with initial body weight of 24.15 + 2.5 kg (CV=10.51%) and age of 1-1,5 years. Feed was given in the form of pellet. This study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatments applied were feeding time, i.e. feeding time from 6 am to 6 pm (T1), feeding time from 6 pm to 6 am (T2), and feeding time for 24 hours a day (T3). The parameters observed were dry matter intake (DMI), average daily gain (ADG), protein digestibility, and protein deposition. The results showed that all the observed parameters were not significantly different (P>0,05). The averages of DMI, ADG, protein digestibility and protein deposition were 1.107,9g/day, 103,8g, 79,3%, 60,5%, respectively. It was concluded that feeding time had no effect on the utilization of dietary protein utilization in local rams.Key words: local ram; dry matter intake; average daily gain; protein deposition.
Pengujian Model Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Kualifikasi Calon Mahasiswa Baru Program Bidik Misi Sayekti, Ilham
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian model jaringan syaraf tiruan untuk kualifikasi calon mahasiswa baru program Bidik Misi adalah sebuah program perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan metode jaringan syaraf tiruan backpropagation (JST-BP) yang digunakan untuk tujuan mengkualifikasi calon penerima beasiswa Bidik Misi dari calon mahasiswa baru di Politeknik Negeri Semarang. Penelitian ini didasari bahwa belum pernah dilakukan pengujian terhadap model jaringan syaraf tiruan, khususnya pada kombinasi fungsi aktivasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan terbaik dari sistem yang dibangun untuk kualifikasi penerima beasiswa, khususnya program Bidik Misi. Dengan menggunakan 8 variabel masukan diantaranya adalah pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua, pendidikan orang tua, jumlah tanggungan dan nilai akademik, dengan masing-masing variabel terdiri dari beberapa parameter yang berbeda, dan 1 variabel keluaran yang hasilnya adalah ditolak atau diterima. Melalui serangkaian pengujian dengan mengkombinasikan parameter-parameter jaringan, untuk mendapatkan hasil optimal dari jaringan syaraf tiruan, diperoleh hasil terbaik adalah fungsi aktivasi logsig dan purelin. Sebagai bahan penelitian digunakan 127 data dari calon mahasiswa yang mendaftar sebagai calon penerima bea siswa Bidik Misi. Dari sejumlah data tersebut, 50 data digunakan sebagai data pelatihan (pembelajaran) dan 77 digunakan sebagai data uji, diperoleh hasil bahwa sistem yang dibangun dengan jaringan syaraf tiruan backpropagation mampu mengkualifikasi calon penerima bea siswa Bidik Misi dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,21 %.
Pengubah Pulsa Digital ke Tegangan untuk Sensor Kecepatan Putaran Berbasis Mikrokontroller Arduino Sayekti, Ilham; Supriyo, Bambang
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengubah Pulsa Digital ke Tegangan Untuk Sensor Kecepatan Putaran Berbasis Mikrokontroller Arduino adalah alat yang dirancang sebagai sensor putaran yang keluarannya adalah tegangan yang merepresentasikan dari jumlah putaran yang dinyatakan dalam rpm (Rotasi per Menit). Dengan menggunakan metoda penelitian berupa rancang bangun, sistem yang dibangun terdiri dari Mikrokontroller Arduino dan IC Digital to Analog Converter (DAC) seri MPC4921. Proses pengubahan pulsa digital menjadi tegangan dilakukan oleh Mikrokontroller Arduino melalui pemrograman pada Arduino, dengan cara pulsa-pulsa digital, dapat dari putaran motor, dan lainnya, diterima sebagai masukan oleh Arduino. Selanjutnya melalui program, pulsa-pulsa tersebut diubah menjadi data digital. Data digital tersebut selanjutnya diubah menjadi tegangan analog oleh Digital to Analog Converter (DAC) yang nilainya sebanding dengan jumlah putaran. Pengujian alat dilakukan dengan menggunakan jumlah pulsa per putaran (pulse per revolution, ppr) yang berbeda, antara lain 1 ppr sensor, 6 ppr sensor dan 60 ppr sensor dan 360 ppr sensor untuk setiap nilai rpm yang berbeda. Selanjutnya data tersebut diubah menjadi tegangan analog yang hasilnya dibaca melalui voltmeter digital. Dari hasil pengujian yang dilakukan untuk setiap jumlah ppr terhadap putaran rpm per satuan tegangan (volt), dengan data pengujian sebanyak 60 diperoleh nilai kesalahan sebesar 0,13%.
RANCANG BANGUN MODUL INVERTER GELOMBANG SINUS MENGGUNAKAN LPF ORDE DUA SEBAGAI PENGUBAH GELOMBANG KOTAK MENJADI SINUS Sayekti, Ilham
Orbith Vol 11, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul inverter gelombang sinus adalah sebuah perangkat yang dirancang sebagai peralatan praktikum pada Laboratorium Elektronika Daya di Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang. Modul Inverter dibangun dari rangkaian Astable Multivibrator menggunakan IC 4047, rangkaian konverter gelombang kotak/pulsa ke sinus yang disusun menggunakan rangkaian dasar filter aktif dari jenis Low-pass filter (LPF) orde dua, penguat arus dan transformator dibagian akhirnya. Dari hasil pengujian, inverter menghasilkan keluaran gelombang sinus murni  dengan frekuensi dasar 50 Hz dandapat dirubah jika diperlukan, dari sumber DC berupa baterai dengan tegangan 12 Volt. Sedangkan besarnya tegangan keluaran adalah 172,8 Volt AC. Besarnya tegangan keluaran ini masih dapat ditingkatkan menjadi 220 Volt AC dengan memperbaiki kualitas transformator yang digunakan, yang sesuai dengan perhitungan jumlah lilitan trafo.
RANCANG BANGUN MODUL INVERTER GELOMBANG SINUS MENGGUNAKAN LOW-PASS FILTER ORDE DUA SEBAGAI PENGUBAH GELOMBANG KOTAK MENJADI SINUS Sayekti, Ilham
Orbith Vol 12, No 3 (2016): November 2016
Publisher : Orbith

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul inverter gelombang sinus adalah sebuah perangkat yang dirancang sebagai peralatan praktikum pada Laboratorium Elektronika Daya di Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Semarang. Modul Inverter dibangun dari rangkaian Astable Multivibrator menggunakan IC 4047, rangkaian konverter gelombang kotak/pulsa ke sinus yang disusun menggunakan rangkaian dasar filter aktif dari jenis Low-pass filter (LPF) orde dua, penguat arus dan transformator dibagian akhirnya. Dari hasil pengujian, inverter menghasilkan keluaran gelombang sinus murni dengan frekuensi dasar 50 Hz dan dapat dirubah jika diperlukan, dari sumber DC berupa baterai dengan tegangan 12 Volt. Sedangkan besarnya tegangan keluaran adalah 172,8 Volt AC. Besarnya tegangan keluaran ini masih dapat ditingkatkan menjadi 220 Volt AC dengan memperbaiki kualitas transformator yang digunakan, yang sesuai dengan perhitungan jumlah lilitan trafo.Kata kunci: Inverter, Konverter gelombang kotak/pulsa ke sinus
Pengujian Model Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Kualifikasi Calon Mahasiswa Baru Program Bidik Misi Sayekti, Ilham
JSINBIS (Jurnal Sistem Informasi Bisnis) Vol 2, No 3 (2012): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21456/vol2iss3pp146-150

Abstract

Testing of neural network models for qualified new students Bidik Misi program is a software program that is built by using backpropagation neural network (ANN-BP) is used for the purpose of scholarship recipients qualify Bidik Misi of incoming freshmen at Semarang State Polytechnic . By using an 8 input variables such as parental occupation, parental income, parental education, number of dependents and academic values​​, with each variable consists of several different parameters, and 1 output variable result is rejected or accepted. Through a series of tests by combining the network parameters, in order to get the optimal results of neural networks, the best results are obtained logsig and purelin activation function. As research material used data from the 127 students who signed up as a potential recipient of a scholarship Bidik Misi. From some data, 50 data used as training data (learning), and 77 are used as test data, obtained results that a system built by the backpropagation neural network was able to qualify the scholarship recipients Bidik Misi success rate reached 99.21%. Keywords : Artificial neural network; Backpropagation; Bidik Misi; Kualifikasi
Rancang Bangun Sensor Cahaya Pendeteksi Api Pada Robot Cerdas Pemadam Api Politeknik Negeri Semarang Supriyo, Bambang; Sayekti, Ilham
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 6, No 3: (Desember 2017)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Light sensor for fire detection has a significant role in Inteligent Fire Fighting Robot, because the detection result of the sensor is used to detect the availabilty of the fire source (candle light) in a room. If the fire is detected, then the robot will move to the fire source and finally extinguish the fire. A photo transistor which is sensitive to infra red light is used as the sensor.  The objective of the research is to test the photo transistor circuit and  to observe the voltage response of the emitter pin of the photo transistor with respect to the fire for various distances from 10 cm to 100 cm.  The collector pin of the photo transistor is connected to +5 Volt power supply, while the emitter part is connected to ground via the emitter resistor (Re).  The emitter voltage of the phoro transistor is read via Analog Input Pin A0  of Arduino UNO. This voltage represents the strength level of the fire detected by the photo transistor.  The data communication between Arduino UNO and computer is serially established via USB port. The data logging process is performed using Matlab/Simulink. Arduino UNO microcontroller is used to process the data such that the correlation between the sensor voltage and the sensor distance from the fire source can be identified.  Theexperimental results show that the use of emitter resistor (Re) 10 kOhm has the best voltage response with respect to the fire source for the distance of 10 cm to 60 cm, compared to Re = 4k7 Ohm  (for distance from 15 cm hingga 30 cm) and Re = 22k Ohm (for distance of 10 cm hingga 35 cm).  As a result, the combination of photo transistor and resistor (Re) of 10 kOhm can be applied for fire detection circuit for the distance up to 60 cm.Keywords : arduino uno, photo sensor, fire sensor