Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI OKUPASI DENGAN OLAHRAGA SENAM LOW IMPACT TERHADAP SKORING STRESS PADA LANSIA DI BALAI PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA UNIT ABIYOSO PAKEM SLEMAN Charina Putri Ismayanti, Ririn Wahyu Widayati, Cristin Wiyani,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.166 KB)

Abstract

Jumlah lansia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, permasalahan yang dialami oleh lansia baik secara fisik maupun psikologis membutuhkan penanganan yang tepat (farmakologis dan nonfarmaklogis) permasalahan yang paling umum terjadi terutama lansia yang tinggal di panti diantaranya lansia sangat rentan untuk mengalami stress sehingga salah satu penanganannya yaitu terapi okupasi dengan olahraga senam low impact. Hasil studi pendahuluan dilakukan pengukuran tingkat stress dengan menggunakan kuesioner DASS pada 26 orang lansia didapatkan hasil bahwa 10 (38,4%) lansia mengalami stress ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi dengan olahraga senam low impact terhadap skoring stress pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso Pakem Sleman. Desain penelitian ini menggunakan quasy ekperimental dengan Rancangan one group pre test post test designwith control group. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 40 orang dibagi menjadi 2 kelompok yang didapat dengan tehnik consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil dengan kuesioner DASS dan dianalisis menggunakan uji Paired T Test. Sebelum dilakukan senam rerata skoring stress pada lansia 19-25 dan setelah dilakukan senam rerata skoring stress pada lansia 15-18. Pada kelompok yang diberikan intervensi didapatkan hasil p value 0,000 sedangkan untuk kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberikan perlakuan didapatkan hasil p value 0,289. Ada pengaruh yang signifikan antara terapi okupasi dengan senam low impact terhadap skoring stress pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werd ha Unit Abiyoso Pakem Sleman.Kata Kunci :Terapi Okupasi, Senam Low Impact, Stresspada lansiaThe number of elderly from year to year is always increasing, the problems experienced by the elderly both physically and psychologically requires appropriate treatment (pharmacological and nonpharmacological) the most common problems occur especially elderly living in the orphanage among elderly are very vulnerable to experience stress so that one handling is an occupational therapy with low impact gymnastics. The result of preliminary study was done by measuring stress level by using DASS questionnaire on 26 elderly people got result that 10 (38,4%) elderly experience mild stress, 0% medium stress, 0% severe stress and 0% very heavy stress, and elderly who experienced stress with a normal range of 16 (61.6%). This research purpose was to determine the effectiveness of occupational therapy with low impact gymnastic gym against stress scoring at elderly in Social Service to Elder Abiyoso Pakem Sleman. This is a quasy experimental with one group pre test post test designwith control group. The sample size was 40 people divided into 2 groups obtained by consecutive sampling technique which fulfilled inclusion and exclusion criteria were taken with questionnaire and analyzed using Paired T Test. In the intervention group the results obtained p value 0.000 while for the control group or group that was not given treatment result p value 0. There is a significant between occupational therapy with low impact gymnas tics on stress scoring in elderly in Social Service Center Tresna Werdha Unit Abiyoso Pakem Sleman.Keywords: Occupational Therapy, Gymnast Low Impact, Stress in the elderly.
Efektivitas Kompres Bawang Merah terhadap Nyeri Sendi pada Lansia Fadlilah, Siti; Widayati, Ririn Wahyu
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.241 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i2.867

Abstract

One of the changes in the musculoskeletal system such as changes in muscles and joint bones is the most common among the elderly aged > 60 years. The percentage of the joint pain among the elderly in the special region of Yogyakarta is 25.4%. If not treated immediately the incidence rate of the joint disease will increase significantly. This can be overcome by providing an intervention in the form of onion compress. The result of a preliminary study indicated that 22 elderly people experienced the joint pain. The objective is to investigate the effectiveness of onion compress in the joint pain among the elderly in Sanggrahan Hamlet, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Research Method is this was a quantitative study, namely a quasi-experimental study. The sample consisted of 15 people. The sampling technique was the purposive sampling technique. The measurement instrument was the pain ratio scale. The statistical test was the Wilcoxon signed rank test. Results are The mean scores of the pain scale before and after onion compress were 5.2 and 2.4 with a mean difference of 2.8. The bivariate test yielded p-value=0.001. Conclusion and Suggestion are Onion compress is effective to decrease the joint pain among the elderly in Sanggrahan Hamlet, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. The respondents are expected to be able to apply an onion compress as a complementary therapy for the joint pain.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES MENGHADAPI OBJEKTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Handayani, Wulandini Putri; Setiawan, Deden Iwan; Widayati, Ririn Wahyu
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.362 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v4i1.57

Abstract

Salah satu metode mengevaluasi belajar pada mahasiswa keperawatan adalah OSCE. OSCE dapat menimbulkan stres sehingga dapat mempengaruhi prestasi mahasiswa keperawatan, stres yang dialami mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres menghadapi Objektive Structured Clinical examination (OSCE) pada mahasiswa. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan Retrospektif. Tehnik pengambilan sampel menggunakan propotional purporsive sampling dengan jumlah sampel 144 orang, dengan analisis menggunakan uji statistik  chi square dan analisis regresi logistik. Sebagian besar mahasiswa adalah mahasiswa yang memiliki tingkat stres ringan dengan persentase sebesar 57.6%, sebagian besar stresor fisik adalah stresor fisik dengan tingkat sedang sebesar 60.4%, dan yang paling dominan adalah stresor psikologis dengan tingkat sedang sebesar 81.9%. Analisishubungan jenis kelamin dengan tingkat stres mengikuti OSCE (sig 0.420 > 0.05), analisis stresor fisik dengan tingkat stres mengikuti OSCE (sig 0.000 < 0.05), analisis stresor psikologis dengan tingkat stres mengikuti OSCE (sig 0.000 < 0.05), dan analisis faktor yang paling berhubungan (stresor fisik = 9.321). Kesimpulan penelitian adalah tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat stres menghadapi OSCE, ada hubungan antara stresor fisik dengan tingkat stres menghadapi OSCE, ada hubungan stresor psikologis dengan tingkat stres menghadapi OSCE, dan faktor yang paling berhubungan dengan tingkat stres menghadapi OSCE adalah stresor fisik.   Kata Kunci : Tingkat Stres, OSCE, Stresor Fisik, Stresor Psikologis.
Pengaruh Terapi Yoga Terhadap Stres Pada Lanjut Usia Yang Mengalami Penurunan Fungsi Pendengaran Di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso Surya, Dewi Pransisca; Suwarsi, Suwarsi; Widayati, Ririn Wahyu
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.938 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.257

Abstract

Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di BPSTW Yogyakata Unit Abiyoso didapatkan 26 lansia mengalami penurunan fungsi pendengaran, dari 26 lansia tersebut didapatkan hasil sebanyak 10 lansia mengalami stres ringan dan 16 lansia mengalami stres dalam rentang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi Yoga terhadap stres pada lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, tehnik sampling Consecutive Sampling, desain penelitian menggunakan quasi experiment, rancangan one group pretest posttest, alat ukur yang digunakan kuesioner DASS, responden penelitian lansia yang tinggal di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso, jumlah responden 20, Terapi Yoga diberikan sebanyak 3 kali, dan analisa yang digunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat stres pada lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso dengan hasil yang bermakna P-Value 0,000. Kesimpulannya adalah Ada Pengaruh yang signifikan terapi Yoga terhadap stres pada lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso.
MANAGEMEN STRESS SEBAGAI UPAYA MEMINIMALKAN RESIKO BENCANA SOSIAL PADA SISWA DI SMP NEGERI 2 NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Christin Wiyani, Ririn Wahyu Widayati, Endang Nurul Syafitri,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional : Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Publikasi Ilmiah
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan yang dapat menimbulkan stres pada remaja yang menempuh pendidikan salah satunya yaitu tugas sekolah. Dari dampak stres tersebut perlu ditangani dengan terapi non farmakologi.  Terapi non famakologi untuk mengatasi stres dapat digunakan dengan terapi alternatif yaitu, dengan menggunakan hypnosis diri dan terapi humor. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan pada siswa SMP Negeri 2 Ngemplak Sleman kelas XI pada tanggal 24 Februari 2019 dengan menggunakan kuesioner DASS 42 di dapatkan data: dari 19 Siswa, 21.1 % Normal, dan lebih dari 50 % mengalami stress.Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah,  diskusi, mempraktekkan bagaimana penerapkan terapi hipnosis diri serta melihat video. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2019 di SMP Negeri 2 Ngemplak Sleman Yogyakarta dikuti oleh 30 siswa. Rata-rata skor pengetahuan siswa sebelum diberikan Pendidikan kesehatan tentang managemen stress, terapi hipnosis diri dan terapi humor adalah 8,26, sedangkan rata - rata skor pengetahuan siswa meningkat menjadi 9,43. Selisih Skor pengetahuan siswa pre test dan post test yaitu 1,17. Peningkatan skor Pre-test dan post-test tingkat pengetahuan sebanyak 1,17 setelah diberikan Pendidikan kesehatan tentang managemen stress. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Dalam pengabdian masyarakat ini di ketahui bahwa siswa mendengar informasi tentang managemen stress sehingga dari informasi yang di peroleh tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang managemen stress pada siswa sekolah. Peserta penyuluhan kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 1,17 tentang pentingnya kesehatan jiwa. Penyuluhan kesehatan direkomendasikan untuk memberikan pelatihan penanganan kasus kegawatdaruratan pada kondisi krisis kepada seluruh siswa, guru dan karyawan yang ada di SMP Negeri 2 Ngemplak Sleman Yogyakarta.Kata Kunci: managemen stres, bencana sosial, siswa
manfaat edukasi penanganan keracunan dan gigitan binatang beracun nekada, cornelia d.y; amestiasih, tia; widayati, ririn wahyu
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v5i2.325

Abstract

Keracunan dan gigitan binatang berbisa merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi di masyarakat. Kondisi keracunan dapat disebabkan karena kontak langsung baik secara sengaja maupun tidak disengaja, melalui sistem pernapasan, pencernaan, dan kulit. Gigitan binatang berbisa seperti gigitan ular maupun serangga dapat berdampak meracuni peredaran darah individu. Kedua kondisi tersebut harus mendapat pertolongan dengan cepat dan tepat, sehingga dampak lanjut seperti kecacatan organ maupun kematian dapat dicegah. Oleh sebab itu masyarakat perlu diberikan informasi tentang pertolongan pertama pada keracunan dan gigitan binatang beracun. Tujuan penelitian adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan dalam penanganan kondisi keracunan dan gigitan binatang beracun. Metode yang digunakan adalah  kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 20 responden, instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan analisa data menggunakan analisa deskriptif.Hasil yang didapatkan adalah tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan keracunan dan gigitan binatang beracun pada kader Desa Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta pada kategori baik hanya 20%, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan yang memiliki kategori baik meningkat menjadi 85%. Kesimpulannya terdapat peningkatan pengetahuan terhadap penanganan keracuan dan gigitan binatang beracun setelah diberikan pendidikan kesehatan dan simulasi.
THE EFFECT OF BIBLIOTHERAPY TO IMPROVE YOUTH'S KNOWLEDGE AND ATTITUDES ABOUT BULLYING IN THE DIPONEGORO ORPHANAGE Widayati, Ririn Wahyu; Lestiawati, Endang; Wijaya, Febriani Melison
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 8 No 2 (2021): MAY 2021
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v8i2.607

Abstract

Adolescents have an egotistical nature whose desire to be the center of attention, one way is by bullying. The purpose of this study was to see the effect of bibliotherapy on adolescent knowledge and attitudes about bullying at the Diponegoro Orphanage, Yogyakarta. This type of quasi-experimental research with pre-test and post-test nonequivalent control group. The sampling technique was total sampling, 40 respondents who were divided into the control group and the intervention group. The instrument used was a knowledge and attitude questionnaire and a novel for bibliotherapy. The results of the knowledge level in the group that were found at the time of the pre-test were good knowledge of 60% and the post-test was 55%, while the results of the knowledge level in the intervention group were found at the pre-test with good knowledge of 55% and the post-test. at 100%. The results of attitudes in the control group were obtained during the pre-test, namely a positive attitude of 10% and a post-test of 5%, while the results of the attitude description in the intervention group were found during the pre-test, namely a positive attitude of 15% and a post-test of 5%. 85%. The results of the McNemar test for the knowledge control group were 1,000, while the intervention group was 0.004. The attitude in the control group was 0.625, while in the intervention group the results of the observation were 0.002. There is an effect of bibliotherapy on the level of knowledge and attitudes about bullying in adolescents. Keywords: Attitudes; Bibliotherapy; Bullying; Knowledge
Health Promotion Through Audio Visual and Simulation Effectively Reduces Children's Anxiety Due to Hospitalization Siti Fadlilah; Santi Damayanti; Rachma Sukma Wijayanthi; Ririn Wahyu Widayati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v7i1.876

Abstract

Preschool-aged children who are hospitalized are prone to anxiety. This anxiety, if not treated, can hinder the treatment process, and the length of treatment will increase. This study aims to determine the effect of health promotion using audio-visual media and simulations on the anxiety of hospitalized children in Mimika, Papua, Indonesia. The research used a quasi-experimental with a pretest-posttest control group. The sample used the control and intervention groups with 24 people in each group, the sampling technique used consecutive sampling. The instruments used were animated videos about medical devices and procedures, medical devices for simulation, standard operating procedures, observation sheets, and the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS) anxiety questionnaire. Bivariate analysis is Paired T-Test and Independent T-Test: The intervention group decreased the average posttest anxiety score more than the control group (30.0 more than 5.4). Bivariate test between gender and age with anxiety showed p less than 0.05. The pretest-posttest comparison in the control and intervention groups was p=0.343 and p=0.000. At the same time, the comparison of posttest between the control and intervention groups showed p=0.002. Age and gender are related to the anxiety of pediatric patients. Health promotion and simulation of health tools and measures effectively reduce anxiety in pediatric patients.Abstrak: Anak usia prasekolah yang dirawat di rumah sakit rentan terhadap kecemasan. Kecemasan ini jika tidak diobati dapat menghambat proses pengobatan, dan lamanya pengobatan akan bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan menggunakan media audio visual dan simulasi terhadap kecemasan anak rawat inap di Mimika, Papua, Indonesia. Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan pretest-posttest control group. Sampel menggunakan kelompok kontrol dan intervensi dengan jumlah masing-masing 24 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah video animasi tentang alat dan prosedur medis, alat simulasi medis, prosedur operasi standar, lembar observasi, dan kuesioner kecemasan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS). Analisis bivariat adalah Paired T-Test dan Independent T-Test: Kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata skor kecemasan posttest lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (30,0 lebih dari 5.4). Uji bivariat antara jenis kelamin dan usia dengan kecemasan menunjukkan p kurang dari 0,05. Perbandingan pretest-posttest pada kelompok kontrol dan intervensi adalah p=0,343 dan p=0,000. Sementara itu, perbandingan posttest antara kelompok kontrol dan intervensi menunjukkan p=0,002. Usia dan jenis kelamin berhubungan dengan kecemasan pasien anak. Promosi kesehatan dan simulasi alat dan tindakan kesehatan secara efektif mengurangi kecemasan pada pasien anak.
THE EFFECTIVENESS OF INDONESIAN HONEY STIMULATE FIBROBLAST CELL VIABILITY AND MIGRATION THAT COULD POTENTIAL PROMOTE WOUND HEALING Rizqi, Januar; Fitriawan, Akbar Satria; Widayati, Ririn Wahyu
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i1.652

Abstract

Wound healing is a complex event involving both cellular and molecular activities. Fibroblasts play an important role and are keys to wound healing through cell proliferation and migration. Honey has anti-microbial, anti-oxidant, anti-inflammatory properties, which are used for various benefits such as wound healing. This study aims to explore the effect of honey on the viability and migration ability of fibroblast cells. The method used is the viability test using the MTT Assay calculated by the formula for the percentage of cell viability. Migration test using In Vitro Wound Scratch Assay. The results of the migration test images were analyzed using ImageJ. Giving honey doses of 0.5% and 0.1% increased cell viability and migration after 24 hours of intervention. Decreased cell viability after 48 hours of treatment, but there was a difference in the meaning of honey 1%, 0.5%, and 0.1% compared to control. Honey doses of 1%, 0.5%, and 0.1% increased fibroblast cell migration compared to control. The lowest honey increases the viability and migration of fibroblasts so that the possibility of wound healing. Keywords: Honey; Fibroblast Migration; Wound Scratch Assay; Wound Healing
Analisis Efektifitas Terapi Inti dan Terapi Psikologis terhadap Kortisol Serum dan HbA1c sebagai Dasar Penentuan Terapi DM Tipe 2 di Masa Datang Ririn Wahyu Widayati; Wahyu Rochdiat Murdiono; Santi Damayanti
JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU Vol 9 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.877 KB)

Abstract

Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan prevalensi diabetes melitus (DM) yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah sebanyak 2,1% dimana prevalensi DM tertinggi terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 2,6% (Kemenkes RI, 2013). Ketika terdiagnosis DM, pasien dapat mengalami masalah psikologis seperti stres padahal dengan adanya stres dapat memperburuk penyakit DM pasien. Hal ini dikarenakan saat terjadi stres psikologis ada peningkatan kortisol serum yang akan menyebabkan resistensi insulin dan penurunan sekresi insulin. Oleh karena itu, pada tahap ini peneliti melakukan terapi restrukturisasi kognitif dan kelompok suportif untuk menurunkan kadar kortisol serum dan HbA1c sebagai kontrol glikemik pada pasien DM tipe 2. Tujuan Penelitian: Diketahuinya pengaruh terapi inti, restrukturisasi kognitif dan kelompok suportif terhadap kadar kortisol serum dan HbA1c pasien DM tipe 2 Metode Penelitian: Jenis penelitian yaitu quasi experimental withcontrol group design dengan jumlah sampel 6 untuk kelompok yang diberikan terapi suportif, 7 responden pada kelompok yang diberikan terapi restrukturisasi kognitif maupun pada kelompok kontrol. Analisis hipotesis komparatif lebih dari dua kelompok berpasangan pada HbA1c menggunakan one way ANOVA test dan uji hipotesis komparatif lebih dari dua kelompok berpasangan pada Kortisol serum menggunakan Kruskal Wallis. Hasil: Analisa statistik untuk HBA1c mendapatkan hasil P-value 1,000 artinya nilai p-value> nilai α yaitu 0,05. Analisa statistik untuk Kortisol serum menggunakan Krushal Wallis mendapatkan hasil P-value 0,216 artinya nilai p-value > nilai α yaitu 0,05. Kesimpulan:Tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi yang diberikan terapi restrukturisasi kognitif maupun terapi suportif pada pasien DM tipe 2 pada Persatuan Diabetes Indonesia wilayah RS Jogja.