Lingga Agung
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menelusuri Estetika dalam Karakter-Karakter Joker Lingga Agung; Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata; Patra Aditia
JURNAL RUPA Vol 5 No 1 (2020): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v5i1.2929

Abstract

Budaya popular seringkali dianggap sebagai hiburan semata. Pandangan tersebut kurang tepat karena, budaya popular sebetulnya dapat membantu pemahaman kita terhadap dinamika kebudayaan menjadi lebih utuh lagi. Di dalam budaya popular terdapat relasi antar nilai yang sangat kompleks. Seperti halnya estetika. Estetika dalam konteks ini merupakan nilai, dan nilai dalam pandangan Foucault dihasilkan dari perkelidanan kekuasaan dan pengetahuan. Karakter-karakter Joker merupakan sebentuk diskursus yang dihasilkan dari perkelidanan tersebut. Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa karakter-karakter Joker ini merupakan sebuah diskontinuitas yang berusaha untuk menelikung diskursus yang lebih mapan. Akan tetapi dalam prosesnya selalu ‘dijegal’ oleh diskursus yang telah mapan tersebut. Dari kelima Joker yang kami telaah, adalah Joker Heath Ledger dan Joaquin Phoenix yang secara signifikan melahirkan diskontinuitas yang berpengaruh cukup signifikan.
Performativitas Komunitas Virtual: Suatu Analisis dari Teori Jaringan-Aktor dalam Komunitas Virtual NFT Idhar Resmadi; Rendy Pandita Bastari; Lingga Agung; Luqman Rusdan Nugraha
Jurnal Sosioteknologi Vol. 21 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2022.21.3.4

Abstract

Visual artists used NFT (non-fungible tokens) to market artwork and build virtualcommunity networks. NFTs are special certificates or licenses for digitally sold items.In this context, the presence of NFT creators has given rise to a virtual communityinvolving many digital media activities. The phenomenon then offers a variety of newtechnology-based relationships (blockchain, metaverse, NFT, Twitter, Twitter Spaces,Discord, and Clubhouse) and human actors (artists, digital artists, and designers), whichgive rise to specific characteristics to interact with each other or market their artworkin a virtual community. This research aims to discuss the interaction process in the NFT virtual community to understand the NFT ecosystem based on digital media. The actor- network theory is used to understand the network relations between human and non-human actors interacting through various digital platforms. The results of this study showed that the NFT virtual community could not be separated from the presence ofhuman and non-human actors.
Visualitas Mooi Indie dalam Video Klip Pop Sunda Lingga Agung; Wibisono Tegar Guna Putra; Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata
JURNAL RUPA Vol 7 No 2 (2022): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v7i2.4764

Abstract

Visualitas pemandangan alam di dalam video klip pop sunda seakan-akan menjadi pakem estetika tersendiri. Visualitas ini tidak muncul secara tiba-tiba, karena sofistikasi dan sublimasi estetika terbentuk melalui relasi antara pengetahuan dan kekuasaan. Sehingga, visualitas di dalamnya dapat dijadikan sebagai alternatif untuk melihat berbagai bagaimana dinamika yang berlangsung di dalam sebuah masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teori poskolonial dari Bhabha. Kami memilih 4 video klip berdasarkan tahun dan popularitasnya. Setelah itu, kami memilih scene yang berlatar alam, scene-scene ini kami deskripsikan dan interpretasikan. Hasilnya, keempat video klip yang kami analisis hanya pemandangan alam hanya digunakan semata sebagai latar—sebagai kosmetik belaka. Ditampilkan hanya untuk meromantitasi syair dan musiknya saja—walaupun tidak terlalu berkaitaan. Atas dasar inilah kami berkesimpulan bahwa keempat video klip pop sunda tersebut secara langsung atau pun tidak langsung dipengaruhi oleh mooi indie. Karena, keempatnya hanya menjadi semacam peniruan atas indahnya alam dari sudut pandang orang Barat (Kolonial). Kata Kunci: pop sunda, mooi indie, video klip.