Berthold Anton Pareira
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Berdoa Bagi Gereja Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 25 No. 24 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di mana tempat doa dalam pembangunan Gereja masa depan yang gembira dan berbelaskasihan? Apa yang dapat dilakukan doa? Apakah berdoa bagi Gereja itu penting? Menurut hemat saya bukan saja penting, melainkan amat mendasar. Hal ini sudah menjadi keyakinan para nabi Perjanjian Lama dalam doa mereka bagi keselamatan Israel dan selalu diteruskan dalam perjalanan sejarah. Tulisan ini mau menunjukkan hal tersebut. Tanpa doa Gereja masa depan tidak bisa dibangun. Hal ini sudah diyakini oleh para rasul (bdk Kis 6:2-4). Injil selalu menekankan hal yang kelihatannya tidak berarti, yang kecil dalam pandangan manusia. Doa termasuk salah satunya. Untuk itu kita perlu mendalami persoalan ini.
Janganlah Kamu Melawan (Mat 5:39) Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 27 No. 26 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut hemat saya hari studi 2017 ini memberi kesempatan kepada kita untuk merenungkan kembali beberapa kebenaran pokok tentang panggilan kita sebagai orang kristen “yang adalah garam dan terang dunia”. Khotbah di bukit dalam Mat 5-7 tentang “Hidup baru dalam Kristus” merupakan suatu bahan yang sangat cocok. Teks yang sangat menantang ini telah sangat banyak direnungkan, tetapi harus terus menerus direnungkan kembali apabila kita mendapat persoalan dan tantangan baru. Tanpa renungan iman kita tidak akan disegarkan. Kekerasan yang terus menerus terjadi dalam masyarakat kita memanggil kita untuk merenungkan panggilan kita dalam soal cinta kasih. Tema ini dibicarakan dengan sangat mendalam dalam Mat 5:17-48. Kita akan membatasi renungan kita hanya pada antitesis ke-5 yang berbicara tentang soal pembalasan (5:38-42) dan antitesis ke-6 tentang soal kasih kepada musuh (5:43-48)1. Kedua antitesis ini berhubungan.
Surat Pakahok Dari Rumah Tahanan Depok Suatu Refleksi Iman Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 27 No. 26 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah suatu bentuk penghormatan terhadap Pak Ahok yang berada di Rumah Tahanan Depok. Dari tempat ini beliau telah menulis surat kepada para relawan dan pendukungnya berhubung keputusannya untuk mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun penjara. Surat ini yang telah dibacakan sendiri oleh istrinya yang tercinta Ibu Veronica Tan pada tanggal 23 Mei 2017 selengkapnya kami lampirkan di sini. Pak Ahok lewat suratnya ini1 berterima kasih pertama-tama karena dukungan doa dan segala bentuk dukungan yang lain bahkan dengan berkumpul menyalakan lilin. Pak Ahok mengakui bahwa tidak mudah bagi mereka dan lebih-lebih lagi bagi dirinya sendiri untuk menerima kenyataan ini. Akan tetapi, atas segala perlakuan tidak adil ini Ahok “belajar mengampuni dan menerima semua ini”. Mengampuni dalam konteks ini memang sangat tidak mudah dan karena itu beliau mengatakan bahwa sekarang dia “belajar mengampuni” tentu saja seperti yang dilakukan dan diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Dia meminta para simpatisannya untuk menghentikan unjuk rasa dalam proses pada saat ini “Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara”.
Misteri Salib Tuhan Pasca Vonis Janggal Ahok Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 27 No. 26 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus dugaan penistaan agama (Islam) oleh gubernur DKI Jakarta Ahok (sekarang mantan)1 menjadi berita besar dan menghebohkan karena sesudahnya digerakkan demo besar-besaran di Jakarta sampai dua kali. Menjadi berita besar karena terjadi persis sebelum Pilkada Gubernur Jakarta 2017. Dugaan adanya unsur politik di balik semuanya itu tidak dapat dielakkan. Siapa yang bersih dalam hidup ini dan siapa yang tidak akan membela diri kalau dituduh? Istilah “penistaan agama” tidak ada dalam kamus teologi Katolik. Dari sebab itu, sebelum menulis artikel ini saya memeriksa dahulu Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia terbitan Pusat Bahasa untuk melihat nuansa katanya. Kata pertama yang bertalian dengan nista ialah hina. Selanjutnya kata-kata yang bertalian dengan hina (menghinakan) cukup banyak.
SÓLO DIOS BASTA Berthold Anton Pareira
Studia Philosophica et Theologica Vol 15 No 2 (2015)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v15i2.56

Abstract

The great Carmelite mystic, St.Teresa of Jesus, in her didactic and devotional poem titled Eficacia De La Paciencia or Efficacy of Patience gives this advice in the opening line “Let nothing trouble you” and concludes with this saying, “God alone suffices”. Who in this life can say this and when? What does it mean? What does it mean in practical life? What should we do? I try to answer these questions in the light of Scripture,the Book of Life.
Pencarian Kohelet Tentang Nilai Jerih Payah Manusia (Pkh. 1:12-2:26) Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 24 No. 23 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudah sejak awal mula manusia itu selalu mencari kebahagiaan (bdk.Kej. 3). Dia akan terus mengejarnya dan kalau bisa memperolehnya. Akantetapi, apakah kebahagiaan itu dapat diperoleh dalam hidup ini?Kita sangat beruntung karena memiliki sebuah buku yang khususberbicara tentang tema ini yakni kitab Pengkhotbah. Penulisnya tidakdiketahui, tetapi sekarang biasanya disebut Kohelet menurut nama buku inidalam bahasa Ibrani. Kohelet adalah salah seorang pencari kebahagiaanyang paling utama yang pernah hidup. Ada yang menyebutnya seorangpesimis dan melankolis. Akan tetapi, ada yang punya pendapat lebih positif.Buku ini ditulis mungkin menjelang akhir abad-3 sM dalam kekuasaanimperialis Yunani. Pengarang mungkin mengenal pandangan filsuf-fisuf rakyatdari Yunani.
PUISI PEWARTAAN PARA NABI Berthold Anton Pareira
Studia Philosophica et Theologica Vol 4 No 2 (2004)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v4i2.127

Abstract

Reading poetry including that of the Bible is always a problem for many readers. The article intends to introduce the readers to the poetry of the prophets, to its distintive charactestics and to its soul. A good knowledge of the rhetoric of the prophets can be a great help for the formation of the present days servants of the word.
Tulisan ini berbicara tentang doa permohonan ampun dari Mzm 130. Teologi tidak hanya berbicara tentang Tuhan, tetapi juga kepada Tuhan. Itulah teologi yang sejati dan kitab Mazmur adalah salah satu buku Kitab Suci yang memiliki ciri semacam itu secara kua Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 26 No. 25 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGAMPUNAN termasuk salah satu tema yang berat. Berat karena kita hidup dalam dunia yang sulit mengampuni. Kita sendiri mungkin sulit mengampuni kesalahan sesama kita. Sulitnya mengampuni merupakan pengalaman banyak orang dan kiranya tidak perlu diberikan data-datanya di sini. Ada pengalaman-pengalaman yang amat memedihkan seperti pengkhianatan dalam cinta dan persahabatan, kebencian dan kekerasan, pemerkosaan, penghinaan dan masih banyak lagi. Semuanya itu bisa membawa dampak yang luar biasa pada jiwa manusia. Bagaimana saya bisa mengampuni orang yang telah melakukan hal itu terhadap saya atau terhadap orang-orang yang paling saya cintai? Kitab Suci sendiri telah memberi kesaksian tentang hal sulitnya mengampuni itu. Ada dua teks dalam Perjanjian Baru yang memberi kesaksian tentang hal ini. Keduanya terdapat dalam perumpamaan Tuhan Yesus. Yang pertama, dalam perumpamaan tentang hamba yang tidak tahu mengampuni (Mat 18:20-35) dan kedua, dalam perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32). Tujuan tulisan ini ialah merenungkan kedua perumpamaan ini dan mendalami artinya bagi Gereja dewasa ini.
Mazmur Dan Kesembuhan Rohani Dan Jasmani Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 26 No. 25 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderitaan manusia itu banyak dan beraneka ragam. Ada derita kehilangan orang-orang yang paling kita cintai, kebencian, tidak dipahami, kesulitan untuk mengampuni dan masih banyak lagi. Pertanyaannya ialah dapatkah derita-derita ini disembuhkan? Dapatkah kesulitan untuk mengampuni itu disembuhkan? Saya sebutkan secara khusus di sini hal “kesulitan untuk mengampuni” berhubungan dengan tema hari studi kita. Jawaban yang diberikan di sini ialah bahwa semua derita itu bisa disembuhkan lewat doa. Jawaban ini adalah jawaban iman. Dalam tulisan ini kita mau melihat secara khusus soal pengampunan. Mengampuni itu sulit dan tidak jarang amat sulit sampai sepertinya tidak mungkin. Luka yang diderita begitu dalam sampai menimbulkan beraneka ragam penderitaan yang tak terbayangkan. Penyembuhan men- jadi suatu perjuangan yang amat melelahkan. Pengampunan itu suatu derita dan perlu penyembuhan. Proses penyembuhannya bisa makan waktu.
Surga Bagi Teresia Dari Wajah Tersuci Berthold Anton Pareira
Seri Filsafat Teologi Vol. 24 No. 23 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika tema Kebahagiaan dipilih untuk menjadi pendalaman studikita pada hari-studi 2014 ini,1 saya teringat akan dua puisi St Teresia dariWajah Tersuci (1873—1897) tentang surga. Saya pernah membaca keduapuisi ini, tetapi belum pernah mendalaminya. Mungkin sekaranglahkesempatannya.Berbicara tentang surga tentu saja berarti berbicara tentangkebahagiaan. Teresia mengungkapkan pengalamannya dalam bentuk puisi.Surga yang dinyanyikan Teresia itu adalah surga yang sudah dialaminya didunia ini. Kebahagiaan surga itu menjadi kerinduannya yang bernyala-nyalasudah sejak kecil dan makin lama makin menjadi lebih kuat dan murni denganperkembangan hidup rohaninya. Paulus dalam suratnya kepada jemaat diKolose menulis, “Saudara-saudara terkasih, kamu telah dibangkitkanbersama dengan Kristus, maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristusada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukanyang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersamaKristus di dalam Allah” (Kol. 3:1-3). Tentu saja hanya sedikit orang yangmengerti nasihat rasul agung ini.