p-Index From 2017 - 2022
8.758
P-Index
Agus Setiawan
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Published : 130 Documents
Claim Missing Document
Articles

## Title

### Found 130 Documents Search

persamaan empiris waktu getar alami struktur pelat datar beton bertulang berdasarkan hasil analisis vibrasi 3 dimensi Setiawan, Agus
Media Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2015): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

#### Abstract

persamaan empiris waktu getar alami struktur pelat datar beton bertulang berdasarkan hasil analisis vibrasi 3 dimensiEmpirical Formula for Fundamental Period of Flate Plate Reinforced Concrete Structure Based on 3 Dimentional Vibration AnalysisAgus SetiawanJurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,Universitas Pembangunan Jaya Alamat Korespondensi : BJl. Cendrawasi, Ciputat, Sawah Baru, Tangerangan Selatan, Banten 15413Email : agustinus@upj.ac.idAbstractOne of the parameters required in the calculation of seismic base shear on a structure is the fundamental period of the structure. The fundamental period of structure can be obtained through three-dimensional dynamic analysis of the structure. Indonesian Standard Code for Earthquake Resistance Building, SNI 1726-2012, given some empirical equations to calculate the fundamental period ofsome structural system. Some of the given equation can be used for concrete and steel frame structure. However, for the flat plate reinforced concrete structure, sometimes the fundamental period approached as â€œother structural systemsâ€, which of course can not be shown for accuracy. This study was conducted to obtain an empirical equation that can be used to calculate the fundamental periodof a flat plate structure. The flat plate reinforced concrete structure model being analyzed is vary in total floor number, which varies from 1 to 10 floors, and the width of the building from 20 to 28 meters. From the analysis results obtained relationship between fundamental period, building width and building height in the form Ta = 0,0022(B)â€™â€hn1,15, for the un-cracked section. And Ta = 0,0025(B)â€™â€hn1,28, for the condition of cracked cross-section, with Tn is fundamental period, B is the width of the building plan, and hn is the height of the building.Keywords : Time Period, Flat Plate, Reinforced ConcreteAbstrakSalah satu parameter yang diperlukan dalam perhitungan gaya geser dasar seismik pada suatu struktur adalah besarnya waktu getar alami dari struktur tersebut. Nilai waktu getar alami struktur dapat diperoleh melalui hasil analisis dinamik 3 dimensi dari struktur tersebut. Namun dalam Standar Perencanaan Ketahanan Gempa SNI 1726-2012, juga diberikan beberapa persamaan empiris untuk menghitung waktu getar alami struktur. Beberapa persamaan yang diberikan dapat digunakan untuk sistem struktur rangka beton dan baja. Namun untuk sistem struktur berupa pelat datar (flat plate) beton bertulang, terkadang nilai waktu getarnya didekati sebagai â€œsistem struktur lainnyaâ€, yang tentu saja tidak dapat ditunjukkan keakuratannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan persamaan empiris yang dapat digunakan untuk menghitung waktu getar alami suatu struktur pelat datar. Model yang dianalisis berupa struktur pelat datar beton bertulang, dengan jumlah lantai bervariasi dari 1 hingga 10 lantai, serta lebar bangunan dari 20 hingga 28 meter. Dari hasil analisis diperoleh hubungan waktu getar alami dengan lebar bangunan dan tinggi bangunan dalam bentuk Ta = 0,0022(B)â€™â€hn1,15, untuk kondisi penampang utuh. Serta Ta = 0,0025(B)â€™â€hn1,28, untuk kondisi penampang retak, dengan Tn adalah waktu getar alami, B adalah lebar denah bangunan, serta hn adalah tinggi bangunan.Kata kunci : Waktu Getar Alami, Pelat Datar, Beton Bertulang
The Discovery of Oil And The Urgency of The Dutch Indies Mining Act 1899 Setiawan, Agus
Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

#### Abstract

AbstractThis article describes the historical background of the passing of the Dutch Indies Mining Act of or the Indische Mijnwet, the factors that led to the passing of the Act, and the obstacles and the responses of some parties to the act. Various factors that influenced the passing of the act were not separated from the changes within the political situation in The Netherlands and in the archipelago itself regarding the relationship between the Dutch and other powers, such as the British and local authorities, as well as the expansion of markets and production that were carried out by American oil companies in Asia. The American oil companiesâ€™ efforts to set foot in the Dutch Indies were a threat to the dominance of the oil companies in the Dutch Indies, and the Dutch Indies Mining Act was one legal obstacle for the existence and expansion of American oil companies that sought to dominate oil exploration in the Dutch Indies.---AbstraksiArtikel ini menjelaskan tentang latarbelakang sejarah pemberlakuan Undang-Undang Pertambangan Hindia Belanda Indische Mijnwet, yaitu faktor-faktor penyebab, dan hambatan-hambatan serta respon dari beberapa kelompok terhadap adanya Undang-Undang tersebut. Banyaknya faktor yang mempengaruhi pemberlakuan Undang-Undang tersebut tidak terlepas dari perubahan situasi politik di Belanda dan Indonesia Â yang masih memiliki keterkaitan hubungan antara Belanda dan para penguasa lainnya, seperti pemerintah Inggris dan pemerintahan setempat serta adanya eskpansi pasar dan produksi yang dibawa oleh perusahaan minyak Amerika di Asia. Adanya usaha-usaha perusahaan minyak Amerika untuk melebarkan sayapÂ  ke Hindia Belanda menjadi sebuah ancaman terhadap dominasi perusahaan minyak bagi Hindia Belanda sendiri. Dan Undang-Undang Pertambangan Hindia Belanda merupakan salah satu masalah hukum terhadap keberadaan dan ekpansi perusahaan minyak Amerika yang akan mengeksplorasi minyak di Hindia Belanda.
Penerapan Web E-Commerce Menggunakan Metode Waterfall Untuk Pemasaran Kain Sasirangan Setiawan, Agus
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 3 No. 2 (2019): Remik Volume 3 Nomor 2 April 2019
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

#### Abstract

Pada saat ini penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media saja, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan sebuah promosi atau pemasaran Barang maupun jasa Khususnya usaha Kecil Menengah (UKM). Banyaknya peminat sasirangan membuat industri sasirangan menjadi lebih unggul. Sebagai produksi unggulan, pemerintah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan jumlah pengusaha atau pengrajin sasirangan. Selain itu pemerintah juga membentuk kawasan khusus sasirangan yang diberi nama kampung sasirangan sebagai pusat penjualan sasirangan. Dalam hal ini pemasaran kain sasirangan masih di lakukan hanya di tempat itu saja. Untuk itu dalam mengatasi hal tersebut, maka diperlukan suatu penelitian mengenai penerapan Web E-Commerce menggunakan metode Waterfall untuk pemasaran Kain Sasirangan. Diharapkan nantinya dengan adanya Web E-Commerce untuk pemasaran Kain Sasirangan ini meningkatnya penjualan kain sasirangan dan promosi jadi lebih optimal.
PENGARUH PENGGUNAAN GAMBIR (Uncaria gambier) SEBAGAI BAHAN PENYAMAK PADA PROSES PENYAMAKAN KULIT TERHADAP KUALITAS FISIK KULIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Setiawan, Agus; Riyadi, Putut Har; Sumardianto, -
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

#### Abstract

Tanning atau Penyamakan merupakan salah satu tahapan dari proses penyamakan dimana tanning bertujuan untuk menghentikan laju pembusukan kulit dengan memantapkan protein oleh agensia penyamak pada tempat yang reaktif, salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyamak nabati adalah gambir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tannin gambir terhadap kualitas fisik dari kulit ikan nila samak. Parameter pengujian adalah suhu kerut, kemuluran, kekuatan sobek, kekuatan tarik dan kadar kelemasan. Penelitian menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA). Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan data diuji dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bertambahnya konsentrasi bahan penyamak belum tentu akan menghasilkan kulit samak yang terbaik pula. Nilai terbaik terdapat pada konsentrasi 15%, karena semua nilai rata-ratanya pada pengujian lain paling mendekati nilai yang terbaik yaitu penelitian pendahuluan dengan nilai kekuatan tarik 2054,82 N/cm2, nilai kemuluran 79,14% dan nilai suhu kerut 102,67 0C. Penelitian utama dengan nilai kekuatan tarik 1963,80 N/cm2, nilai kemuluran 77,22 %, nilai suhu kerut 104,00 0C, nilai kekuatan sobek 300,22 N/cm2 dan nilai kelemasan 4,41 mm.Â Tanning is a process which aims to stop the rate of decay of skin to stabilize proteins by agnesia tanner in reactive place. One of the materials that can be used as a vegetable tanning material is gambier. The purpose of this study was to determine the influence of using tannin of gambier for the physical quality of tilapia that have been tanned. The parameter tests are the value of : shrinkage temperature, elongation, tearing strength, tensile strength and softness test. The study war used experimental Completely Randomized Design (CRD) with three times treatmentss. Data were analyzed by variance analysis (ANOVA). To determine the differences between the treatment of tested data with Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that with increasing concentration of tanners will not necessarily produce the best leather anyway. The best values are at a concentration of 15%, because of all the average value in other testing closest best value that preliminary treatment with values of tensile strength 2054,82 N/cm2, elongation value of 79,14% and shrinkage temperature value 102,67 0C. The main treatment with the value of tensile strength 1963,80 N/cm2, elongation value 77,22%, shrinkage temperature value of 104,00 0C, tearing strength value of 300,22 N/cm2 and softness value of 4,41 mm.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUALTERHADAP PENINGKATAN TEKNIK SERVIS PENDEK BACKHAND EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SISWA PUTERA SMP INTAN PERMATA HATI SURABAYA (STUDI PADA SISWA PUTERA SMP INTAN PERMATA HATI SURABAYA ) SETIAWAN, AGUS
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

#### Abstract

Abstrak Bulutangkis adalah permainan yang kompleks yang tidak mudah di lakukan oleh semua orang. Dalam pembelajaran ekstra kurikuler bulu tangkis di perlukan teknik dasar bermain bulu tangkis yang baik agar permainan bulu tangkis dapat berjalan dengan baik dan efisien. Salah satu teknik dasar yang harus di kuasai adalah servis, servis ada dua macam yaitu servis panjang dan servis pendek backhand dan forehand. Servis pendek backhand adalah servis yang jatuhnya arah servis sedekat mungkin dengan servis dan posisi pegangan raket berada pada posisi backhand. Rumusan masalah yang di ajukan dalam penelitian ini adalah penerapan media audio visual terhadap peningkatan teknik servis pendek ekstra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan servis pendek backhand ekstra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya derngan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini merupakan penilitian eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang siswa yang aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bulu tangkis, yang terdiri dari kelas I, II, III, SMP Intan Permata Hati Surabaya. Dari perhitungan menggunakan Uji t independent dapat di simpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap penerapan media audio visual terhadap peningkatan teknik servis pendek backhand ektra kurikuler bulu tangkis siswa putera SMP Intan Permata Hati Surabaya adalah sebesar 41,75%. Kata Kunci: Penerapan media audio visual, Servis pendek backhand bulu tangkis, peningkatan teknik. Abstract Badminton is a complex game that's not all people can play it properly. In learning badminton&nbsp; from extracurricular, a good basic techniques is needed to make a perfect and efficient badminton playing. One of the basic technique that must be learned is service, there are two services long service and&nbsp; short service, backhand and forehand. Short backhand service is a service that the drop point is dropped as near as possible with the service, and the position to handling the racket is on the backhand. Research problem of this study is the&nbsp; implementation of Audio Visual Media toward the improvement of students' short service technique in Badminton Extracurricular of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya. Significance of this study is to find any improvement of&nbsp; students' short backhand&nbsp; service technique in Badminton Extracurricular of&nbsp; junior high school Intan Permata Hati Surabaya by using Audio Visual Media. This study was a semi experimental research. Sample in this research is 12 students that actively join badminton extracurricular, the students were from I, II and III grade of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya.. From the calculation and analysis by using t independent test, can be concluded that there was a significance improvement in students' short service backhand technique in Badminton Extracurricular of Junior High School Intan Permata Hati Surabaya toward the implementation&nbsp; of Audio Visual Media, the score from this analysis was 41,75% Keywords: The implementation of Audio Visual Media, short backhand service, badminton, techniques improvement
Keragaman dan Kelimpahan Artiodactyla Menggunakan Kamera Jebak di Kesatuan Pengelolaan Hutan I Pesisir Barat (The Diversity and Abundance of Artiodactyla Using Camera Traps in Forest Management Unit I Pesisir Barat) Khalil, Abdul Rouf Amarulloh; Setiawan, Agus; Rustiati, Elly Lestari; Haryanto, Sugeng Prayitno; Nurarifin, Irfan
Jurnal Sylva Lestari Vol 7, No 3 (2019): September
Publisher : Universitas Lampung

#### Abstract

Artiodactyla is a wild animal that has an important role in ecology. The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of species of order Artiodactyla in the Forest Management Unit (KPH) I Pesisir Barat. 19 units of camera traps were installed randomly within 14 observation stations (grid cells). Images of animals captured by camera traps on each grid cell were used to analyze the diversity and relative abundance of each species. The results of the diversity analysis showed that the Artiodactyla species found consisted of wild boar (Sus scrofa Linnaeus, 1758), muntjac (Muntiacus muntjak Zimmermann, 1780), lesser oriental chevrotain (Tragulus kanchil Raffles, 1821), sambar deer (Rusa unicolor Kerr, 1792), greater oriental chevrotain (Tragulus napu Cuvier, 1822), and Sumatran serow (Capricornis sumatraensis Bechstein, 1799). Species with the highest relative abundance were wild boar (42,33%) while the lowest was Sumatran wild goats (0,41%). The existence of Artiodactyla could play a role in maintaining the stability of the ecosystem particularly as a seed disperser and supports the presence of predators in the food chain process. Therefore, the KPH I Pesisir Barat forest areas as a habitat for wildlife must be sustainably managed.Keywords: Artiodactyla, diversity, abundance, camera trap
Dinamika Daya Dukung Habitat Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di Areal Pengembangan Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (The Dynamic of Habitat Carrying Capacity Sumatran Rhinoceros (Dicerorhinus Sumatrensis) in Development Area Sumatran Rhino Sanctuary Way Kambas National Park) Anggara, Harry; Setiawan, Agus
Jurnal Sylva Lestari Vol 7, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Lampung

#### Abstract

The Sumatran Rhino Sanctuary is the only place where semi-Sumatran rhinos in Indonesia have been conservation, located in Way Kambas National Park which has never been revealed through systematic research on its capacity to support its function as a conservation site for rare species such as the Sumatran rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis). This study was conducted in August 2015 which aims to determine changes in the type and potential of natural feed, palatability of feed, potential water availability, and the cover of Sumatran rhinoceros habitat. This study uses a sample plot method. Data on carrying capacity of the collected habitat are data on the potential of feed plants, the level of rhino preference for feed types, water availability and habitat cover. The results showed that the number of feed species in the understorey phase increased, in the liana phase, seedlings, stakes and poles decreased, whereas in the tree phase there was no change because the number of species found was the same. Palatability of food has changed, in 2001 the rhinoceros favoured was a species of Psychotria sclerophylla while in 2015 it was a species of Planchonia valida. Changes occur in the potential for water availability, in 2001 14 water sources were found while in 2015 8 were water sources. In environmental factors, there is an increase in the intensity of light in the puddle, under the canopy, and the river, but in the swamp, there is a decrease in the intensity of sunlight, the average air temperature increases, and the average air humidity decreases. Keywords: development areas, habitat carrying capacity, sumatran rhino, Sumatran Rhino Sanctuary.
Pengaruh Temperatur Pelat Landasan Selama Proses Friction Stir Welding Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Las Lembaran HDPE Setiawan, Agus; Irawan, Yudy Surya; Purnowidodo, Anindito
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 3 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

#### Abstract

The purpose of this study was to determine the weld ability of HDPE sheets (High Density Polyethylene) through the method of welding FSW (Friction Stir Welding). FSW is a new welding process, where joined of the material occurs in the solid state. Samples were welded with vertical milling CNC machines, while the type of connection is a butt joint. This study used three process parameters, two parameters are combined and one parameter value is constant, the parameters combined are temperature backing plate (30; 70; 110 and 150 oC) and the welding tool rotation speed (2200; 2300 and 2400 rpm), while the parameters with constant value is the welding speed (30 mm / min). In this research experiment conducted observations and analysis of surface textures welded joints, weld surface temperature during the process in front of and behind the welding tools, macro-structure of the welded joints, the maximum tensile strength and fracture tensile test results. From the results of this study was obtained that temperature backing plate during FSW process affects the maximum tensile strength and homogeneity of HDPE sheets welded joints. The maximum tensile strength of welded joints higher is 28.52 MPa or 95.07% of the maximum tensile strength of HDPE material, the maximum ultimate tensile strength values were obtained on the condition temperature backing plate t = 150 oC and the welding tool rotation speed n = 2300 rpm. Heating the material HDPEby backing plate during FSW process insulator properties of the material that is an obstacle inthe process of forming a perfect weld can be resolved.Keyword: temperatur backing plate, friction stir welding, the tensile strength of welded joints,HDPE sheets.
PENGUKURAN TINGKAT DAYA SAING DAERAH BERDASARKAN VARIABEL PEREKONOMIAN DAERAH, VARIABEL INFRASTRUKTUR DAN SUMBER DAYA ALAM, SERTA VARIABEL SUMBER DAYA MANUSIA DI WILAYAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA Irawati, Ira; Urufi, Zulfadly; Isaias RR, Renato Everardo; Setiawan, Agus; Aryanto, Aryanto
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.1, Januari 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

#### Abstract

Daya saing wilayah menunjukkan kemampuan suatu wilayah menciptakan nilai tambah untuk mencapai kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik danÂ  internasional. Pengembangan wilayah di kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Provinsi SulawesiÂ  Tenggara merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing tersebut, walaupunÂ  dalam pengembangannyaÂ  menghadapi permasalahan-permasalahan yang antara lain disebabkan oleh kurang berkembangnya sumberÂ  daya manusia yang diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan rendahnya kualitas hidupÂ  masyarakat serta kurangnya prasarana dan sarana untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.Â  Perbandingan relatif tingkat daya saing antar kota kabupaten tersebut; berdasarkan 3 (tiga) variabel yaituÂ  tingkatÂ  perekonomian daerah,Â  ketersediaanÂ  infrastrukturÂ  danÂ  sumberÂ  dayaÂ  alam,Â  sertaÂ  ketersediaanÂ  dan kualitas sumber daya manusia; dilakukan untuk melihat sejauh mana daerah-daerah tersebut memilikiÂ  keunggulanÂ  untukÂ  mengatasiÂ  persamalahan-permasalahanÂ  dalam pengembangan wilayahnya. Kata kunci: Pengembangan Wilayah, Daya Saing. Abstract The competitiveness of the region demonstrated the ability of an area to create added value to achieve a high and sustainable prosperity to remain open to domestic and international competition. Development areas in the cities and districts in Southeast Sulawesi is an effort to enhance the competitiveness, even in the face of development issues among others caused by the lack of development of human resources caused by low levels of education and poor quality of life and the lack of infrastructure and facilities to support the welfare of the community. Comparison of the relative level of competitiveness between the city districts; based on 3 (three) variables, namely the level of the regional economy, the availability of infrastructure and natural resources, as well as the availability and quality of human resources was done to see the extent to which these areas has the advantage to overcome persamalahan these issues in the development of the region. Keywords: Regional Development, Competitiveness.
PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS LIMBAH CAIR TAHU DENGAN METODE TAGUCHI Setiawan, Agus; Rusdjijati, Retno
Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

#### Abstract

Abstrak Limbah cair tahu mengandung bahan organik cukup tinggi, sehingga bila dibuang langsung ke lingkungan dapat menurunkan mutu lingkungan tersebut. Pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menghasilkan sumber energi alternatif secara mudah dan murah. Penggunaan UASB yang dilengkapi dengan alat penangkap gas dan kran pengambilan sampel diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui laju produksi biogas, penurunan COD, dan kenaikan pH limbah cair sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam perancangan instalasi penanganan limbah yang memanfaatkan biogas sebagai energi alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah secara anaerobik. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendapatkan faktor-faktor yang memberikan pengaruh terhadap kualitas biogas dari limbah cair tahu dan mendapatkan komposisi terbaik dari faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas biogas dengan menggunakan metode Taguchi. Faktor-faktor yang diidentifikasi adalah perbandingan berat kering limbah cair tahu, suhu digester, tingkat keasaman limbah cair tahu, dan rasio C/N, sehingga diperoleh matriks 4 orthogonal standar Taguchi LÂ  (2 ) dengan fungsi tujuan semakin besar semakin baik. 8 Hasil analisis variansi (ANOVA) faktor dominan yang mempengaruhi kualitas biogas adalah tingkat suhu digester (B), sedangkan berdasarkan metode Taguchi perolehan eksperimen menghasilkan kombinasi berat kering diatur dalam perbandingan 1:1, suhu digester dijaga pada level 35Â°C, pH limbah cair berada di kisaran 6,8 dan rasio C/N dijaga tetap tinggi. Kata kunci: Biogas, Limbah Tahu, Metode Taguchi