Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perbandingan Karakteristik Plastik Biodegradable dari Biji Durian menggunakan Filler Kalsium Silikat dan Kalsium Karbonat S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 5, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v5i1.197

Abstract

Pada penelitian ini biji durian digunakan sebagai sumber pati dalam pembuatan plastik biodegradable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah filler terhadap sifat biodegradable, sifat mekanik dan sifat water absorbtion pada plastik biodegradable berbasis pati biji buah durian. Plasticizer yang digunakan dalam penelitian ini adalah sorbitol  40%, sedangkan filler yang digunakan adalah Kalsium silikat (Ca2SiO4) dan Kalsium karbonat (CaCO3) dengan variable konsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8%. Dari hasil penelitian, diperoleh % yield dari pati biji buah durian sebesar 34,57%. Hasil dari plastik biodegradable terbaik dengan karakteristik transparan, tidak ada gelembung, lentur serta permukaan yang halus diperoleh pada variabel penambahan filler kalsium karbonat 4%. Hasil uji bio-degradasi paling mendekati standard ASTM D6400 diperoleh pada variabel kalsium karbonat 2%. Pada Uji water absorption hasil terbaik dicapai pada variabel kalsium silikat 8%. Uji tarik hasil terbaik diperoleh pada variabel kalsium silikat 6%.In this study, durian seeds were used as a source of starch in making biodegradable plastics. This study aims to determine the effect of the type and amount of filler on biodegradable properties, mechanical properties, and water absorption properties of biodegradable plastics based on durian fruit starch. The plasticizer used in this study was sorbitol 40%, while the filler used was Calcium silicate (Ca2SiO4) and Calcium carbonate (CaCO3) with variable concentrations of 2%, 4%, 6%, and 8%.. From the research results, the% yield of durian seed starch was 34.57%. The results of the best biodegradable plastic with the characteristics of transparent, no bubbles, flexible and smooth surface were obtained with the addition of 4% calcium carbonate filler variables. The bio-degradation test results closest to the ASTM D6400 standard were obtained in the 2% calcium carbonate variable. In the water absorption test, the best results were achieved at the 8% calcium silicate variable. The best tensile test results were obtained in the 6% calcium silicate variable.
Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Umbi Talas (Xanthosoma sagittifolium) dengan Penambahan Filler Kitosan dan Kalsium Silikat S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Muchammad Syarwani; Profiyanti Hermien Suharti
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.157 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i1.80

Abstract

Permasalahan tentang sampah plastik di Indonesia berdampak pada ketidakstabilan ekosistem lingkungan dan peningkatan pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan sampah plastik tidak dapat terurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Inovasi untuk mengatasi masalah ini terus dilakukan, salah satunya adalah pengembangan plastik biodegradable. Plastik biodegradable dalam penelitian ini dikembangkan dengan pati umbi talas sebagai bahan utama, sorbitol sebagai plasticizer serta kitosan dan kalsium silikat sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filler kitosan dan kalsium silikat terhadap sifat mekanik, kemampuan biodegradasi, maupun water absorption. Selain itu, juga dilakukan analisa Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui morfologi dari plastik biodegradable. Variabel berubah yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2%,4%,6% dan 8% dari berat pati yang digunakan. Plastik biodegradable dibuat menggunakan metode casting, di mana pati didispersikan ke dalam campuran air dan plasticizer. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kemampuan degradasi paling tinggi sebesar 42,86% untuk plastik biodegradable dengan filler kalsium silikat 6%. Sedang hasil uji water absorption menunjukkan nilai terendah 11,76% dengan filler kitosan 8%. Uji kuat tarik diperoleh nilai paling besar 9,56 MPa pada filler kalsium silikat 6%.Plastic waste in Indonesia became a national problematic that has an impact on the instability of environmental ecosystems and increased environmental pollution. This happens because plastic waste cannot be decomposed by microorganisms in the soil. Innovation has been carried out continuously to overcome this problem. the development of biodegradable plastic became one solution to this problem. Biodegradable plastic in this study was developed with taro tuber starch as the main ingredient, sorbitol as plasticizer and chitosan and calcium silicate as filler. The objective of this study was to determine the effect of the addition of chitosan and calcium acetate as fillers on mechanical properties, biodegradability, and water absorption. Scanning Electron Microscope (SEM) was also analyzed in this study to determine the morphology of biodegradable plastic. The variables used in this study were the amount of fillers as much as 2%, 4%, 6%, and 8% of the weight of the starch used. Biodegradable plastic has been made using the casting method, in which starch is dispersed into a mixture of water and plasticizer. The results showed that the highest biodegradation ability was 42.86% for biodegradable plastic with 6% calcium silicate filler. While the water absorption results showed the lowest value of 11.76% for biodegradable plastic with 8% chitosan filler. Tensile strength test obtained the highest value of 9.56 MPa for biodegradable plastic with 6% calcium silicate filler.
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI LIMBAH TONGKOL JAGUNG (ZEA MAYS) DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KALSIUM KARBONAT Abdillah Hilmi Adiprawira Radtra; Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.243

Abstract

Permasalahan tentang sampah plastik di Indonesia berdampak pada ketidakstabilan ekosistem lingkungan dan peningkatan pencemaran lingkungan. Pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengemas terus mengalami peningkatan menyebabkan limbah plastik semakin bertambah dari hari ke hari. Sampah plastik berasal dari bahan baku minyak bumi sulit terurai oleh mikroba di dalam tanah. Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat terdegradasi oleh mikroorganisme dan terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui. Penelitian pemanfaatan sintesis plastik biodegaradable telah dikembangkan karena bersifat ramah lingkungan dan terbarukan. Plastik biodegradable merupakan bahan alternatif untuk menggantikan plastik kemasan konvensional agar tidak mencemari lingkungan. Plastik biodegradable dibuat dengan polimer alam sebagai bahan utama sehingga mudah dicerna oleh mikroorganisme. Tongkol jagung merupakan limbah dari pengolahan jagung yang digunakan industri makanan. Kandungan pati dalam tongkol jagung dapat dimanfaatkan untuk dibuat menjadi plastik biodegradable. Dalam penelitian ini, plastik biodegradable disintesis dari pati tongkol jagung dengan filler kalsium karbonat dan kalsium silikat lalu sorbitol sebagai plasticizer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi filler terhadap hasil plastik biodegrable yang dibuat. Karakteristik biodegradable ditandai dengan adanya uji biodegradasi, ketahanan air, dan uji kuat tarik.
Pengaruh Jumlah Filler Kalsium Silikat dalam Pembuatan Biodegradable Plastic dari Biji Nangka S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.242

Abstract

Biodegradable plastic adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan karena mampu terurai oleh mikroorganisme yang ada pada tanah. Pati berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodegadable plastic karena dapat mudah terdegradasi dan menghasilkan senyawa yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini sumber pati didapat dari biji nangka dengan kandungan pati sebesar 29,73%. Penambahan kalsium silikat sebagai filler bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik biodegadable plastic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler kalsium silikat terhadap kuat tarik, presentase biodegradasi (%) dan persentase serapan air (%) dari biodegadable plastic yang dihasilkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler kalsium silikat maka biodegadable plastic memiliki kuat tarik yang semakin tinggi. Sedangkan kemampuan absorpsi biodegadable plastic terhadap air menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah kalsium silikat yang ditambahkan. Kemampuan biodegradasi plastik juga menurun seiring dengan bertambahnya jumlah filler kalsium. Biodegadable plastic dengan penambahan filler kalsium silikat 6% memiliki kuat tarik antara 7,85 MPa persentase serapan air sekitar 5% dan persentase biodegradasi sekitar 7%.Biodegradable plastic is a plastic that has environmentally friendly properties because it is able to decompose by microorganisms in the soil. Starch has the potential to be used as a basic material for making biodegradable plastics because it can be easily degraded and produces environmentally friendly compounds. In this study, the source of starch was obtained from jackfruit seeds with a starch content of 29.73%. The addition of calcium silicate as a filler aims to improve the mechanical properties of biodegradable plastic. This study aims to determine the effect of calcium silicate filler on tensile strength, % biodegradation and % water absorption of the resulting biodegradable plastic. Based on the results obtained, the more calcium silicate filler the biodegradable plastic has a higher tensile strength. Meanwhile, the absorption ability of biodegradable plastic to water decreases with the increasing amount of calcium silicate added. The biodegradability of plastics also decreases with the increase in the amount of calcium filler. Biodegradable plastic with the addition of 6% calcium silicate has tensile strength between 7,85 Mpa, percent water absorption between 5% and percent biodegradation between 7%. 
Peningkatan Karakteristik Biodegradable Plastics dari Kulit Pisang Candi dengan Penambahan Filler Kalsium Silikat dan Clay S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Anang Takwanto; Anugrah Windy Mustikarini
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2020): October 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v4i2.135

Abstract

Biodegradable  plastics adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan. Kulit pisang candi berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik karena mengandung pati sebesar 28,488 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh plasticizer (sorbitol) dan filler (kalsium silikat dan clay) terhadap kuat tarik, % elongasi, % biodegradasi dan % absorpsi bioplastik.  Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler clay atau kalsium silikat maka bioplastik memiliki kuat tarik yang besar dan % elongasi yang semakin kecil. Semakin banyak clay yang ditambahkan maka semakin besar daya absorpsi terhadap air, namun semakin banyak kalsium silikat yang ditambahkan maka semakin kecil daya absorpsi terhadap air. Semakin banyak filler kalsium silikat dan clay maka semakin kecil % biodegradasi bioplastik. Semakin banyak jumlah sorbitol yang ditambahkan maka semakin besar % elongasi, % biodegradasi dan % water absorption namun semakin kecil % kuat tarik. Bioplastik dengan penambahan filler kalsium silikat memiliki kuat tarik antara 4,11-22,08 Mpa, % elongasi antara 2,17%-57,95%, % water absorption antara 67,26%-120% dan %biodegradasi antara 0,61%-19,22%. Bioplastik dengan penambahan filler clay memiliki kuat tarik antara 2,38-14,05 Mpa, %elongasi antara 2,11%-46,24%, % water absorption antara 79,07%-150,67% dan %biodegradasi antara 1,17%-34,54%.Biodegradable plastics is plastic which has environmentally properties. Candi banana peels potential to be used as a basic material for making bioplastics because it contains 28,488% starch. The aims of our research is to determine the effect of plasticizer (sorbitol) and filler (calcium silicate and clay) on tensile strength, elongation (%), biodegradation (%) and bioplastic absorption (%). Based on the result, the more amount of calcium silicate or clay filler added, the larger tensile strength and the smaller % elongation. The more amount of clay added, the greater absorption capacity of water, but the more calcium silicate added, the smaller absorption capacity of water. The more amount calcium silicate filler added, the smaller the biodegradation of bioplastic, but in the data based on clay filler, % biodegradation decreased. The more amount of sorbitol added, the greater % elongation, % biodegradation and % water absorption, but the smaller % tensile strength. Bioplastics with calcium silicate as filler has tensile strength between 4.11-22.08 Mpa, % elongation between 2.17% -57.95%, % water absorption between 67.26% -120% and % biodegradation between 0.61-19.22%. Bioplastics with clay as filler has tensile strength between 2.38-14.05 MPa, % elongation between 2.11%-46.24%, % water absorption between 79.07%-150.67% and % biodegradation between 1,17% -34.54%.
Pengolahan Air Limbah Domestik Menggunakan Kombinasi Settlement Tank dan Fixed-Bed Coloumn Up-Flow Khalimatus Sa’diyah; Muchamad Syarwani; S. Sigit Udjiana
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 2, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.92 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i2.72

Abstract

Air limbah domestik yang memiliki kadar BOD, COD, TSS, Turbidity dan pH tinggi menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Sehingga perlu adanya pengolahan lebih lanjut sebelum dibuang ke sungai atau badan air. Salah satu pengolahan air limbah yang bisa digunakan adalah kombinasi settlement tank dan fixed-bed coloumn up-flow. Alat ini dipilih karena harganya terjangkau, bahan mudah didapat dan peralatannya mudah dioperasikan. Tujuan utama penelitian ini untuk menurunkan kadar turbidity, TSS dan BOD. Penurunan parameter ini dipengaruhi oleh waktu settlement tank, waktu pengontakkan effluent dan tinggi unggun pasir. Hasil penelitian pada settlement tank secara aerob didapatkan persen penurunan turbidity, TSS dan BOD  yang tertinggi pada settlement tank 6 hari dengan nilai 48,21%; 75,27% dan 52,84 %. Pada alat fixed-bed coloumn up-flow secara kontinyu dengan waktu aerasi settlement tank 6 hari didapatkan persen penurunan turbidity yang tertinggi pada tinggi unggun pasir 20 cm sebesar 18,57%, sedangkan  persen penurunan TSS dan BOD yang paling tinggi pada tinggi unggun pasir 30 cm yaitu 41,46% dan 11,23%.Domestic waste water is one of the causes of water pollution. Domestic waste water has high levels of BOD, COD, TSS, Turbidity and pH. Therefore, it need futher processing so that the conditions is safe when discharged in river or lake. One of waste water treatment is combination of settlement tank and fixed-bed coloumn up-flow. This equipment is selected because the price is affordable, materials and equipment can be obtained, and easy to operate. The main purpose of this study is to decrease levels of turbidity, TSS and BOD. Decreased parameters are affected by time of seetlement tank, time of effluent contact and high of sand beds. Result of research on settelement tank aerob obtained highest percentage of turbidity, TSS and BOD decrease in 6 day settlement tank with value 48.21%, 75.27% and 52.84%. In a continuous fixed-bed coloumn up-flow with aeration time,  6-day in settlement tank, obtained the highest percentage of turbidity reduction at 20 cm sand bed height of 18.57%, while the highest percentage of TSS and BOD reduction in sand bed height was 30 cm is 41.46% and 11.23%.
Aplikasi Chitosan Modified Carboxymethyl sebagai Coating Agent dalam Perbaikan Mutu Kertas Sigit Hadiantoro; S. Sigit Udjiana; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.118 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan kertas dengan Chitosan Modified Carboxymethyl (Cs-Mcm) terhadap peningkatan mutu kertas, meliputi gramatur kertas, kuat tarik kertas, kuat sobek kertas dan tingkat kehalusan kertas. Penelitian dilakukan dengan melapiskan Cs-Mcm sebagai coating agent pada kertas yang berbahan dasar pulp jerami padi, pulp kertas bekas dan pulp campuran (jerami padi dan kertas bekas) dengan variasi konsentrasi pelarut asam asetat 2%, 3%, 5%, dan 7%. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi pelarut asam asetat berpengaruh terhadap mutu kertas daur ulang. Pelapisan dengan Cs-Mcm pada penelitian ini dapat meningkatkan mutu kertas daur ulang.This study aimed to determine the effect of coating paper with Modified Carboxymethyl Chitosan (Cs-Mcm) to improve the quality of the paper, including paper grammage, tensile strength of paper, torn paper and a strong degree of fineness of the paper. The study was conducted by superimposing the Cs-Mcm as a coating agent on a paper-based pulp rice straw pulp waste paper and pulp mixture (rice straw and waste paper) with various concentration of acetic acid solvent 2%, 3%, 5% and 7%. The analysis showed the concentration of acetic acid solvent effect on the quality of recycled paper. Coating with Cs-Mcm in this study can improve the quality of recycled paper.
EVALUASI PENGARUH KAPASITAS PRODUKSI TERHADAP PRODUK REJECT DAN KETAHANAN LAYAK KONSUMSI PRODUK SOSIS AYAM PT PHALOSARI UNGGUL JAYA FOOD DIVISON Zakiyya Hana Firdaus Muchtar; Ria Dwi Safitri; Sigit Udjiana; Satrya Adhyatma Nugraha
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.323

Abstract

Sosis merupakan produk protein hewani yang terbuat dari daging yang dihaluskan ditambah dengan bahan pengisi, premix dan sedikit pewarna. Produksi suatu produk tidak lepas dari barang reject. Produk reject/cacat adalah produk yang kondisinya rusak, tidak memenuhi standar mutu, dan tidak dapat diperbaiki secara ekonomi. Dalam proses produksi pabrik juga memperhatikan mutunya yaitu segi daya simpan dan sifat organoleptik seperti warna, bau, rasa dan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapasitas produksi terhadap produk reject dan ketahanan layak konsumsi. Variasi kapasitas produksi yang digunakan yaitu 32, 34, 36, 38, dan 40 batch. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data reject sosis dalam satu kapasitas kemudian mengkualifikasikannya sesuai pedoman quality control dan menimbangnya. Didapatkan total reject antara 34,8082-52,161 gram dengan down time sebesar 15,95-25,832 menit. Selanjutnya mengambil sampel untuk ketahanan layak konsumsi kemudian dibiarkan di udara terbuka dengan lama pengontakan 1,3,5 dan 7 hari. Parameter uji ketahanan layak konsumsi adalah uji kadar air, kadar abu, boraks, formalin, dan uji mikrobiologi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata kadar air berkisar antara 11,914%-15,7633%, kadar abu 3,717%- 4,9643%, jumlah bakteri esherichia coli 4,0 x 106-1,7 x 106 CFU/gram, hasil uji formalin dan boraks menunjukkan hasil negatif dengan menggunakan data sekunder. 
PEMBUATAN DAN KARATERISASI MATERIAL KONTRUKSI DARI LIMBAH PLASTIK LDPE (LOW DENSITY POLYETHYLENE) DAN PP (POLYPROPYLENE) DENGAN PENAMBAHAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) Prizqi Prakoso; S. Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 6, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.152

Abstract

Ekstrusi memainkan peranan penting dalam industri plastik. Ekstrusi plastik adalah proses pembuatan volume tinggi di mana plastik mentah dilebur dan dibentuk menjadi profil kontinu. Metode ini juga dapat diterapkan pada limbah plastik yang sudah terolah. Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengubah limbah plastic industry LDPE (Low Density Polyethylene) dan PP (Polypropylene) menjadi material konstruksi dengan menggunakan metode ekstrusi plastik. Diharapkan dengan penambahan kalsium karbonat (CaCO3) dapat meningkatkan daya tahan material yang dibentuk. Variabel berubah yang digunakan adalah komposisi LDPE atau PP sebesar (90%,80%,70%,60%) dari berat plastic dan yang masing – masing ditambahkan kalsium karbonat dan waste rubber sebesar 3:1 dari berat komponennya.
PENGARUH DEKORATIF PADA KAYU JATI DENGAN PELAPIS TEMBAGA Ridho Aras Maulana; Dresta Mahadhika; Sigit Udjiana
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 5, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v5i2.50

Abstract

Proses electroplating adalah pelapisan antara anoda dan katoda dengan adanya arus listrik. Proses elektroplating logam tembaga pada kayu jati sebagai produk dekoratif yang artinya memperindah permukaan dari spesimen kayu jati. Metode pelapisan ini dikenal dengan istilah electroforming. Electroforming diterapkan sebagai hiasan – hiasan natural yang diperlukan pelapis logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari elektroplating kayu jati dengan pelapis tembaga. Hal tersebut dilakukan karena material dari kayu jati mempunyai beberapa kelebihan yaitu kuat, bagus digunakan hiasan dan memiliki pori – pori kecil dibanding kayu lainya. Selain bisa menjadi alternatif salah satunya yaitu pengganti logam asli, pelapisan elektroplating juga dapat mengurangi biaya karena bahan non logam lebih murah daripada bahan logam asli. Pada penelitian ini di dapatkan hasil terbaik dengan nilai efisiensi 81,11% pada suhu 60˚C, tegangan 5V dan waktu 900 s.