Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Technology and Food Processing (JTFP)

Postharvest Handling Of Sweet Potatoes In Sauce Processing CV. Sumber Sari Limbangan Kulon – Brebes Inka Condro Istia; Wadli Wadli; Yunika Purwanti
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 1 No. 01 (2021): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.701 KB) | DOI: 10.46772/jtfp.v1i01.339

Abstract

Sweet potato is a potential carbohydrate producer (as an energy source) and can be used as an alternative food source. One of the varieties of sweet potato, namely yellow sweet potato which contains beta carotene, functions as an antioxidant and helps overcome cancer-causing chemicals that can damage eye tissue. The use of sweet potatoes is still limited, to increase the utility and added value requires innovation, namely by adding to the making of sauce. In the sauce production process at CV. Sumber Sari uses yellow sweet potatoes. Sauce as a thick liquid made from tomato or chili paste which can give a special aroma and taste to a food. The addition of other ingredients such as sugar, salt and food additives. The research objective was to study yellow sweet potato as an additional ingredient in making sauces. This research is expected to provide alternative uses for sweet potatoes, increase the effectiveness and added value of sweet potatoes. Processing of sauces with the addition of sweet potatoes to increase utility and added value was carried out by CV. Sumber Sari. The production process begins with cleaning of raw materials and packaging, material preparation, mixing, processing and packaging. CV Sumber Sari sauce is distributed to agents throughout Central Java
Karakteristik Organoleptik Cookies Ampas Kelapa Dengan Penggunaan VCO Dina Putri Pratami; Erminawati Erminawati; Yunika Purwanti
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 1 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.968 KB) | DOI: 10.46772/jtfp.v1i02.510

Abstract

Masyarakat Indonesia mulai tergantung pada bahan pangan yang berbahan baku terigu. Bahan tersebut dapat melemahkan ketahanan pangan nasional. Guna mengatasi hal tersebut, maka perlu peningkatan swasembada pangan dengan memanfaatkan berbagai jenis komoditi lokal, seperti kelapa. Pemanfaatan ampas kelapa mulai berkembang dikarenakan nilai gizi yang dikandung cukup baik. Tepung ampas kelapa dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 2 faktor yaitu pertama, proporsi tepung ampas kelapa:pati jagung:tepung terigu (A1 = 60% : 20% : 20%, A2 = 55% : 15% : 30%, A3 = 50% : 10% : 40%) dan kedua, penambahan VCO dan margarin (K1 = 70 % margarin dari berat bahan , K2 = 80% Margarin dari berat bahan, K3 = 70 % VCO dari berat bahan, K4 = 80% VCO dari berat bahan). Analisis yang dilakukan yaitu karakteristik organoleptik meliputi warna, aroma kelapa, rasa, tekstur, dan kesukaan). Hasil penelitian semakin menurunnya kandungan tepung ampas kelapa maka akan mempengaruhi mempengaruhi sensori cookies yang dihasilkan. Semakin meningkatnya kandungan VCO yang diberikan maka akan meningkatkan aroma dan tekstur namun menurunkan warna, rasa dan kesukaaan terhadap cookies.
Pengawasan Mutu Air Minum Dalam Kemasan Di Cv Sumber Tirta Berkah Abadi Slawi Nuraedi Rosidah; Daryono Daryono; Yunika Purwanti
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 1 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.822 KB) | DOI: 10.46772/jtfp.v1i02.511

Abstract

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menurut Standar Nasional Indonesia 01-3553-2015 adalah air baku yang telah diproses,dikemas,dan aman diminum mencangkup air mineral dan air demineral. Air minum dalam kemasan harus memenuhi syarat-syarat standar kualitas air. Syarat tersebut berupa standar fisik, kimia, dan mikrobiologi. Pengawasan mutu penting dilakukan dari penerimaan bahan baku air sampai produk akhir yang siap di pasarkan. Pengawasan pada bahan baku air meliputi penampungan, water treatment, ozonisasi, pengisian dan packing. Faktor utama yang mempengaruhi dalam proses pembuatan air minum dalam kemasan yang dapat menurunkan kualitas adalah tingkat kontaminasi yang sering terjadi seperti kontaminasi udara ruang produksi,dan kontaminasi air. Tujuan penulisan laporan praktikum tentang pengawasan mutu adalah untuk mengetahui cara mempertahankan kualitas air minum dalam kemasan agar sesuai dengan SNI 01-3553-2015. Hasil obeservasi menunjukkan uji laboratorium dan uji fisik bahan penolong yang telah dilakukan CV. Sumber Tirta Berkah Abadi, memenuhi SNI 3553 : 2015.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSRAK BUAH NANAS TERHADAP SIFAT FISIK (pH dan SUSUT MASAK) DAN UJI SENSORI DAGING ENTOK Iman Syariffudin; Yunika Purwanti; Melly Fera; Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1282

Abstract

Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis ternak unggas domestik yang mempunyai peranan cukup besar sebagai unggas penghasil daging. Buah nanas mengandung enzim proteolitik bernama bromelin, yang digunakan untuk melunakkan daging. Lama perendaman biasa disebut juga dengan lama marinasi. Prinsip marinasi daging adalah perendaman dalam bahan marinade (larutan atau saus) yang mengandung ingredient tertentu sehingga secara perlahan-lahan terjadi transpor pasif dari bahan marinade ke dalam daging secara osmosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang optimum dalam proses lama perendaman ekstrak buah nanas terhadap sifat fisik dan sensori daging entok. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan yang digunakan sebanyak 5 perlakuan yaitu perendaman ekstrak nanas dengan dosis 35 ml pada 100 g daging entok yang direndam selama (P0 = tanpa perendman, P1 = 15 menit, P2 30 menit, P3 = 45 menit dan P4 = 60 menit). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji anova (analisis sidik ragam). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak nanas pada daging entok tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap susut masak (cooking loss), aroma, dan rasa daging entok. Akan tetapi pemberian larutan ekstrak nanas pada daging entok memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pH, warna, tekstur dan kesukaan daging entok