Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PROFIL DARAH IKAN KAKAP PUTIH YANG DIINFEKSI BAKTERI Vibrio sp. DENGAN PEMBERIAN LIDAH BUAYA (Aloe Vera) novita; Dewi Nur’aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.759 KB) | DOI: 10.29303/jp.v10i1.175

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang cukup populer di Indonesia.. Salah satu kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya ikan kakap putih yaitu adanya serangan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang ikan air laut adalah bakteri Vibrio harveyi. Lidah buaya mengandung beberapa bahan therapeutic penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penambahan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dalam pakan terhadap penambahan total sel darah merah, sel darah putih, kadar hemoglobin, diferensial leukosit dan tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih dan untuk mengetahui dosis ekstak lidah buaya (Aloe vera) yang paling baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 18 unit percobaan. Perlakuan P0: 0 ml ekstrak /500 g pakan, P1: 10 ml ekstrak /500 g pakan, P2: 20 ml ekstrak /500 g pakan, P3: 40 ml ekstrak /500 g pakan, P4: 60 ml ekstrak /500 g pakan, P5: 100 ml ekstrak /500 g pakan.Data hasil pengamatan sel darah putih, sel darah merah, diferensial leukosit serta tingkat kelangsungan hidup diuji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p<0.05) terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, leukosit, sel limfosit, sel neutrofil, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap jumlah leukosit, jumlah monosit dan tingkat kealngsungan hidup ikan kakap putih.
PENGARUH WARNA WADAH PEMELIHARAAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) Putra Wirasakti Wirasakti; Nanda Diniarti; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i1.178

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan jenis ikan yang tersebar luas di wilayah Hindia-pasifik Barat mulai dari Asia Tenggara sampai Papua Nugini dan Australia Utara. Ikan kakap putih lebih akrab dikenal dengan ikan barramundi. Pesatnya permintaan pasar nasional dan luar negeri, maka dibuat rekayasa wadah budidaya benih yang dilakukan di darat. Warna media menjadi pengaruh visual pada ikan untuk mendapatkan makanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian menggunakan desain warna wadah, diharapkan mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (Lates calcarifer).Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari. Dimulai pada Tanggal 22 Agustus hingga 20 September 2019. Bertempat di Balai Budidaya Laut Lombok, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuandan empat kali ulangan yaitu, perlakuan A (transparan/kontrol), B (warna hitam), C (biru), dan D (hijau). Hasil ANOVA menunjukan penggunaan wadah pemeliharaan dengan warna yang berbeda memberi pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, namun tidak berpengaruh nyata pada kelangsungaan hidup benih ikan kakap putih (Lates calcarifer).Wadah warna hijau (perlakuan D) adalah wadah terbaik yang berpengaruh nyata terhadap LPH berat 2.95 %, LPH panjang3.84 %, berat mutlak (BM) 1.35 g.
POTENSI PEMANFAATAN DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) TERFERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) Alfirah Nurul Aisyah; Dewi Nur'aeni Setyowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Perikanan Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v11i1.184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis pengaruh penambahan tepung daun singkong terfermentasi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan mas serta konsentrasi optimum untuk menghasilkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi bagi ikan mas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah penambahan tepung daun singkong terfermentasi sebanyak 10%, 15%, 20%, 25% dan 0% tanpa fermentasi daun singkong. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu laju pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) pada pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik berbeda nyata/signifikan (P<0,05), dan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata/ tidak signifikan (P>0,05) pada Survival rate, Rasio Konversi Pakan dan Efisiensi Pakan.
POTENSI BUDIDAYA IKAN BANDENG SEBAGAI PEMANFAATAN PLANKTON DI PERAIRAN BATU NAMPAR Nanda Diniarti; Muhammad Junaidi; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Media Akuakultur Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.985 KB) | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i1.133

Abstract

Perairan Teluk Ekas telah memiliki konsentrasi nutrien yang di atas ambang batas. Nutrien berasal dari pakan ikan rucah yang diberikann oleh pembudidaya ikan sistem Karamba jaring Apung. Nutrien yang berlebihan di perairan akan memicu pertumbuhan besar-besaran plankton atau yang dikenal dengan blooming. Blooming plankton akan berdampak buruk pada biota yang dibudidayakan serta untuk semua organisme yang mendiami perairan tersebut. Plankton yang tumbuh dapat dikendalikan dengan memberikan organisme yang dapat memanfaatkan keberadaannya sebagai pakan. Bandeng banyak digunakan sebagai pemanen /pemanfaatan plankton baik di perairan tawar maupun laut. Bandeng merupakan ikan euryhalin atau memiliki rentang salinitas yang luas. Selain itu ikan bandeng merupakan ikan ekonomis penting. Namun sebelum mengintroduksi ikan bandeng di KJA Batu Nampar perlu dilakukan analisa kesesuaian beberapa parameter lingkungan dan yang tidak kalah pentingnya adalah jenis plankton yang bisa dimanfaatkan oleh bandeng. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengiventaris/mendata jenis plankton di perairan Batu Nampar serta melihat kesesuaian jenis plankton yang ada dengan yang menjadi pakan ikan alami Bandeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengamatan lebih dititikberatkan pada pendataan jenis plankton. Pengambilan contoh air dan pengamatan terhadap parameter-parameter kualitas air lainnya dilakukan pada tiap bulan selama 3 kali. Jenis plankton yang teriventarisir pada saat penelitian adalah: Synedra ulna, Fragilaria, Hemiaulus sinensis, Skeletonema costatum, Triceratium taves, Coscinodiscus granii, Pseudo nitzschia, Dytilum sol, Cerataulina smithii, Clamydocapsa sp, Navicula elegans, Aulacodiscus gracilis, Cydotella sp., Globorotolia pumilio, Ceratium sp.,larva crustacean, Pontellina plumata. Plankton yang terdapat lebih banyak dari Bacillariophyceae yang merupakan jenis pakan dari ikan bandeng sehingga perairan KJA Batu Nampar berpotensi digunakan untuk budidaya Bandeng
PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI PANTAI LABU SAWO, DESA PENYARING, SUMBAWA Baiq Hilda Astriana; Chandrika Eka Larasati; Ayu Adhita Damayanti
Jurnal Abdi Insani Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v7i1.295

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan kawasan ekowisata mangrove serta memberikan pemahaman kepada kelompok masyarakat mengenai pengelolaan kawasan ekowisata mangrove yang saat ini telah dikembangkan di Pantai Labu Sawo, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Dusun Labu Sawo memiliki pantai yang sangat indah dan termasuk dalam Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Samota. Keunggulan lain yang dimiliki kawasan ini adalah vegetasi mangrove yang masih rapat dan alami. Pengembangan kawasan ekowisata hutan mangrove telah dilakukan oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Labu Sawo. Walaupun demikian, pengelolaan ini belum maksimal karena kurangnya informasi yang dimiliki oleh kelompok tersebut mengenai potensi apa saja yang dapat dikembangkan di kawasan mangrove untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan penyuluhan ini, beberapa potensi yang dimiliki oleh Dusun Labu Sawo berhasil diidentifikasi. Hasil pembobotan potensi yang dilakukan menunjukkan bahwa kawasan ini sangat layak (72,8%) untuk dikembangkan dan dikelola menjadi kawasan ekowisata. Selain itu, diskusi dengan masyarakat setempat juga menunjukkan bahwa potensi-potensi yang ada memang belum dapat dikembangkan lebih jauh. Dengan demikian, masih diperlukan pelatihan-pelatihan terkait untuk meningkatkan jumlah SDM berkualitas serta kegiatan pendampingan masyarakat untuk pengembangan kawasan ekowisata sangat dibutuhkan bagi kawasan ini.
PELATIHAN TEKNIK SNORKELLING BAGI KELOMPOK MASYARAKAT DI PANTAI DONDON, DESA MERTAK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Baiq Hilda Astriana; Mahardika Rizki Himawan; Edwin Jefri; Sadikin Amir; Sitti Hilyana; Paryono Paryono; Nurliah Nurliah
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i1.374

Abstract

Pantai Dondon, Desa Mertak merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam kawasan Teluk Bumbang dan Teluk Awang yang dikenal sebagai salah satu pusat kawasan penangkapan lobster di Pulau Lombok. Larangan penangkapan lobster yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016 telah menyebabkan hilangnya mata pencaharian utama masyarakat di Desa ini. Hal ini mendorong untuk diciptakannya mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan agar kelompok masyarakat Desa Mertak memperoleh keterampilan snorkeling dan pengamatan ekosistem bawah laut sebagai modal dalam upaya peningkatan perekonomian melalui kegiatan ekowisata bahari. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 peserta yang merupakan gabungan masyarakat setempat dan anggota karang taruna Desa Mertak. Metode kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan pemberian bantuan peralatan snorkelling. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan diikuti dengan diskusi. Banyak permasalahan serta harapan yang disampaikan oleh para peserta terkait dengan pengembangan ekowisata di pantai Dondon. Selanjutnya, dilakukan kegiatan pengamatan ekosistem bawah laut yang merupakan kegiatan penerapan teori atau materi yang telah disampaikan sebelumnya dan memberikan gambaran bahwa kawasan ini memerlukan rehabilitasi terumbu karang. Masyarakat juga diberikan bantuan peralatan set snorkeling, pengenalan fungsi peralatan tersebut, serta teknik snorkeling yang baik dan benar. Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta kegiatan sehingga dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan taraf kehidupan perekonomian