Bambang Setyoko
Program Studi Diploma TeknikMesinUniversitasDiponegoro Semarang Jl.Prof. H. Sudarto, SH - Tembalang, Semarang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

POTENSI DAN TANTANGAN KOMPOSIT ALUMUNIUM-SiC SEBAGAI BAHAN CYLINDER LINER DENGAN METODE HORIZONTAL CENTRIFUGAL CASTING Fadllu Hadi Mukhammad, Alaya; Setyoko, Bambang
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 1/Mei (2016): Jitek
Publisher : Jurnal Ilmiah Teknosains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumunium Matrix Composite (AMC) yang diperkuat partikel SiC merupakan material alternative untuk menggantikan besi cor sebagai bahan Cylinder Liner. Penggunaan AMC tersebut beralasan karena memiliki kekuatan spesifik dan kekakuan yang tinggi selain itu modulus elastisitas dan ketahanan aus nya pun tinggi. Salah satu metode pembuatan Cylinder Liner adalah menggunakan Centrifugal casting, akan tetapi dengan adanya perbedaan densitas antara partikel SiC (ρ=  3,21 g/cm3 dan densitas alumunium (ρ=  2,70 g/cm3) menyebabkan partikel SiC terlempar keluar dibandingkan menjauhi sumbu putar dibandingkan alumunium. Padahal partikel SiC  diharapkan berada di bagian dalam sehingga mampu meningkatkan ketahanan aus.
MENGANALISA UNJUK KERJA PENGERINGAN IKAN TERI DENGAN SISTEM SIRKULASI UDARA PAKSA Darmanto, Seno; Setyoko, Bambang
TEKNIK Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.459 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v28i2.2137

Abstract

Experiment is done to know the performance of “teri/stolephorus” fish drying with forced air flow system. Theperformance of fish drying is based on moisture of fish, fan/fan velocity, operation temperature and time. Theresearch is done at laboratory by using drying machine with forced air flow system. Based on data analysis itshows that the moisture of fish achieves 20% on fan velocity maximum 2,8 m/s and times operation 3 hours
EVALUASI KINERJA HEAT EXCHANGER DENGAN METODE FOULING F Setyoko, Bambang
TEKNIK Volume 29, Nomor 2, Tahun 2008
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.875 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v29i2.1931

Abstract

The performance of heat exchangers usually deteriorates with time as a result of accumulation of depositson heat transfer surfaces. The layer of deposits represents additional resistance to heat transfer and causesthe rate of heat transfer in a heat exchanger to decrease. The net effect of these accumulations on heattransfer is represented by a fouling factor Rf , which is a measure of the thermal resistance introduced byfouling.In this case, the type of fouling is the precipitation of solid deposits in a fluid on the heat transfer surface.The mineral deposits forming on the inner and the outer surfaces of fine tubes in the heat exchanger. Thefouling factor is increases with time as the solid deposits build up on the heat exchanger surface. Foulingincreases with increasing temperature and decreasing velocity.In this research, we obtain the coefisien clean overal 5,93 BTU/h.ft2.oF, Dirt factor 0,004 BTU/h.ft2 0F,Pressure drope in tube 2,84 . 10-3 Psi and pressure drope in shell 4,93 . 10-4 Psi.This result are less thanthe standard of parameter. Its means this Heat exchanger still clean relativity and can operate continousslywithout cleaning.
KAJIAN PELEPAH KELAPA SEBAGAI SERAT KOMPOSIT (STUDY OF COCONUT BRANCH AS COMPOSITE FIBER) Darmanto, Seno; Sediono, Windu; Setyoko, Bambang; Murni, Murni
TEKNIK Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.107 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v28i1.2075

Abstract

Research is done to analyze coconut branch fiber as car body composite. Analyzing is based onmaterial, composition, and strength of material. Research was done in laboratory. Coconut branchfiber is obtained by natural drying process and cutting to become fiber with ±0,5 mm of length.Reinforcement and binder is determined polyester resin. Coir (coconut fiber) have 1.15 kg/m3 ofdensity, 1.15 MPa of strength dan modulus elastisitas 4 – 6 GPa. And based on specimen and studyof literatures can show that increase of cellulose of natural fiber will increase modulus of elasticity.The Increasing of modulus of elasticity will be maximal with cellulose more than 60%. Color ofspecimen is transparent yellow.
PENENTUAN KONDISI OPERASI OPTIMAL PADA PENYULINGAN MINYAK NILAM Setyoko, Bambang
TEKNIK Volume 28, Nomor 1, Tahun 2007
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.48 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v28i1.2037

Abstract

Patchauly distillation is a process where oil can exctract from patcahauly’s leaf, branch, stem and root.Patchauly’s branch, stem and root had randement lower than patchauly’s leaf.This research used vacuum distillation methode at low temperature and low pressure. The experiment wasdone repeatedly at different pressure and temperature. Than experiment’s data was analysed in laboratoryand compared than standard.The highest purity of patchauly oil is 28 %, efficiency 2,5 % at temperature 80oC and used pressure -50 cmHg
PENGARUH TEBAL PELAPISAN KROM TERHADAP RAPAT ARUS ELEKTROPLATING PADA GEOMETRI PLAT, PROFIL DAN PIPA . Sutomo; Bambang Setyoko
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sutomo, didalam penelitian pengaruh tebal pelapisan crom terhadap rapat arus eleitroplating pada geometri alat profil dan pipa,peneliti ingin mengetahui geometri yang mana akan lebih mengindikasikan lebih efektif didalam proses electroplating ini.Pelapisan crom akan dapat mengurangi atau menahan proses korosi terhadap baja,didalam penelitian ini dilakukan selama 100 menit untuk membuat sample.  Hasil dari penelitian ini menghasilkan bahwa geometri yang bentuk permukaan yang  plat akan lebih efektif,selanjutnya yang profil L serta bentuk pipa yang kurang efektif atau perlu waktu yang lebih lama untuk pelapisan dengan luasan permukaan dan tebal pelapisan yang sama.Kejadian keadaan ini disebabkan karena panjang lintasan electron menjadi berbeda pula.Setelah 100 menit pelapisan akan menambah berat 0.8121 gram, 0.01 gram, 0.08 gram  geometri plat, profil L dan pipa,sedangkan untuk kerebalannya adalah 0.25 mm, 0.2mm, 0.016 mm. Kata kunci: electroplating, pelapisan, crom, geometri
KARAKTERISTIK BAHAN DASAR DIESEL CYLINDER LINER (DCL) Alaya FadlluHadi Mukhammad; Ireng Sigit Atmanto; Bambang Setyoko; Nugroho Santoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v11i2.1389

Abstract

Abstrak Kebutuhan Diesel Cylinder Liner(DCL) di Indonesia 114.512 buah DCL/hari untuk mendukung industry transportasi di Indonesia. Kebutuhan DCL yang tinggi tersebut, saat ini suplainya masih didominasi dari luar negeri. Industry pengecoran besi cor local sudah mencoba produksi DCL, akan tetapi kualitas DCL yang dihasilkan masih jauh dari standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik komposisi kimia, kekerasan brinell, dan struktur mikro dari 3 jenis DCL yang beredar di industry transpotasi yaitu original merk X, tidak original, dan produk pengecoran local, sehingga dapat diketahui kualitas rendah DCL produksi local dikarenakan kualitas bahan atau factor yang lain. Hasil pengujian menunjukkan bahan dasar yang digunakan DCL produksi local menggunakan jenis besi cor yang sama dengan DCL originalya itu besi cor kelabu. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa DCL produksi local memiliki kekerasan tertinggi yaitu 217,9 HBN, sedangkan DCL original dengan DCL tidak original menunjukkan nilai yang hamper sama yaitu 187,6 HBN dan 185,2 HBN. Hasil pengujian menunjukkan bahwa struktur mikro semua jenis DCL menunjukan struktur pearlite dan grafit (bentuk flake dengan orientasi tak beraturan)  mendominasi seluruh permukaan.   Katakunci: DCL, komposisikia, kekerasan, struktur mikro