Arief Alihudien
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI PERKUATAN GEOTEXTILE PADA LERENG DENGAN VARIASI KEMIRINGAN DAN JARAK PONDASI DANGKAL MELALUI PEMODELAN DI LABORATORIUM Edo Caraka Yodha; Arief Alihudien; Pujo Priyono
HEXAGON Vol 4, No 2 (2019): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v4i2.3565

Abstract

Indonesia is a country in a period of growing development where the infrastructure is built not off of the ground inclined plane or slope, such as housing construction and the manufacture of the Embankment to the road Toll. Responding to the incident the author conducted the analysis of stability of slopes with and without reinforcement through modeling in the laboratory. There are several types of soil reinforcement, use reinforcement Geotextile, the use of a Geotextile can increase the stability of the slope. This study aims to determine the stability of the slopes against the influence of the three variations of the distance of loading a shallow foundation and three variations of the slope. Testing in this study are divided into 2 kinds of models, namely: (1) Testing the Model I is test 2 variations of the distance of loading and 3 variations of the slope of the ground without the use of reinforcement Gotextile Woven (2) Testing the Model II is a test of the 2 variations of the distance of loading and 3 variations of the slope of the land with the use of reinforcement Gotextile Woven. In a review of 3 (three) variations of the slope, namely: 45º, 50º, and 60º, as well as 2 (two) variations of the distance of the load acting on the slope, namely: 4 cm and 7 cm. On the modeling of the soil before repaired using Geotextile can be seen that the smaller the angle kelerengannya, then the power capacity of the soil is correlated with soil stiffness is of great value. While the modeling of soil after repaired using Geotextile the smaller the angle kelerengannya, then the power capacity of the soil is correlated with the stiffness of the soil of little value. On the modeling of the soil before repaired using Geotextile can be seen that the farther the distance of loading from the lips of the slopes, then the power capacity of the soil is correlated with soil stiffness is of great value. While the modeling of soil after repaired using Geotextile the greater the distance of loading from the lips of the slopes, then the power capacity of the soil is correlated with the stiffness of the soil of little value. Can in the analogy that the repair of soil slopes using Geotextile has the properties memperkaku the land where the greater the angle of the slope then the more rigid.
STUDI PERKUATAN GEOTEXTILE PADA LERENG DENGAN VARIASI KEMIRINGAN DAN JARAK PONDASI DANGKAL MELALUI PEMODELAN DI LABORATORIUM Edo Caraka Yodha; Arief Alihudien; Pujo Priyono
HEXAGON Vol 3, No 2 (2018): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v3i2.2912

Abstract

Indonesia  merupakan  negara dalam  masa  berkembang  pembangunannya  dimana prasaranayang dibangun tidak lepas dari tanah bidang miring atau lereng, seperti pembangunan perumahan dan pembuatan Embankment untuk jalan Tol. Menyikapi kejadian ini penulis melakukan analisa stabilitas lereng dengan dan tanpa perkuatan melalui pemodelan di laboratorium. Ada beberapa jenis perkuatan tanah, salah satunya menggunakan perkuatan Geotextile,   penggunaan  Geotextile  dapat  meningkatkan  stabilitas  lereng.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas lereng terhadap pengaruh tiga variasi jarak pembebanan pondasi dangkal dan tiga variasi kemiringan lereng. Pengujian dalam penelitian ini dibedakan menjadi  2  macam  model  yaitu:  (1)  Pengujian  Model  I  merupakan  uji  2  variasi  jarak pembebanan dan 3 variasi kemiringan tanah tanpa menggunakan perkuatan Gotextile Woven (2) Pengujian Model II merupakan uji 2 variasi jarak pembebanan dan 3 variasi kemiringan tanah dengan menggunakan perkuatan Gotextile Woven. Di tinjauan dari 3 (tiga) variasi kemiringan, yaitu: 45º, 50º, dan 60º serta 2 (dua) variasi jarak beban yang bekerja pada lereng, yaitu: 4 cm dan 7 cm. Pada pemodelan tanah sebelum diperbaiki menggunakan Geotextile dapat diketahui bahwa semakin kecil sudut kelerengannya, maka daya dukung tanah yang dikorelasikan dengan kekakuan tanah bernilai besar. Sedangkan pada pemodelan tanah sesudah diperbaiki menggunakan Geotextile semakin kecil sudut kelerengannya, maka daya dukung tanah yang dikorelasikan dengan kekakuan tanah bernilai kecil. Pada pemodelan tanah sebelum diperbaiki menggunakan Geotextile dapat diketahui bahwa semakin jauh jarak pembebanan dari bibir lereng, maka daya dukung tanah yang dikorelasikan dengan kekakuan tanah bernilai besar. Sedangkan pada pemodelan tanah sesudah diperbaiki menggunakan Geotextile semakin jauh jarak pembebanan dari bibir lereng, maka daya dukung tanah yang dikorelasikan dengan kekakuan  tanah  bernilai  kecil.  Dapat  di analogikan  bahwa perbaikan tanah  lereng dengan menggunakan Geotextile mempunyai sifat memperkaku tanah yang mana semakin besar sudut kelerengan maka semakin kaku.
TINJAUAN KAPASITAS ABUTMEN JEMBATAN SENGKALING MALANG DENGAN BEBAN GEMPA Nindi Rizki Apriliani; Pujo Priyono; Arief Alihudien
HEXAGON Vol 5, No 1 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v5i1.3588

Abstract

lower. This obstacle is usually another way such as roads water or ordinary traffic. On planning and bridge work Planning the Structure of the Bottom can not be ignored.Part of the bridge structure is located at the bottom of very decisive for the strength and security of the building thereon.And for a direct link between the structure of the bridge structure under the bridge is the “Abutment” which is included on the structure under the bridge.Abutments of a building that serves to continue the load.Loading code that is used to plan bridge this refers to Indonesian National Standard SNI 1725:2016.The intensity of the earthquake is greatly increased, cause a change in the planning of bridges, the changes contained in the regulation SNI 2833:2016 about planning for earthquake resistance of the bridge. Bridge Sengkaling is a bridge alternative to ease the traffic toward Sengkaling Recreational Park located in Malang, East Java. With a length of28m and a width of 10m this is behind the University of Muhammadiyah Malang.
STUDI ALTERNATIF KONSTRUKSI JALAN MENGGUNAKAN KONSTRUKSI TIMBUNAN DENGAN TANAH DASAR DIPERBAIKI MENGGUNAKAN KOMBINASI PRELOADING DAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN Kholifatur Rosidatul Jannah; Arief Alihudien; Suhartinah Suhartinah
HEXAGON Vol 3, No 2 (2018): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v3i2.2913

Abstract

Pemerintah  Provinsi  Jawa  Timur  berupaya  membangun  jaringan  jalan  baru  berupa  JalanLingkar Luar Barat Surabaya (JLLB) yang memiliki panjang ± 19,8 km dengan lebar 55 meter. Diharapkan untuk memecah kemacetan di pusat kota Surabaya dalam rangka memfasilitasi akses penduduk dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kondisi tanah di lokasi ini adalah tanah lempung lunak yang mencapai kedalaman 21 meter, Tanah lunak itu sendiri memiliki sifat yang tidak menguntungkan secara teknis untuk mendukung pekerjaan konstruksi. Secara umum  tanah  lunak  memiliki  kapasitansi  rendah,  permeabilitas rendah  dan  kompresibilitas tinggi menyebabkan tanah ini mengalami penurunan yang sangat besar dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu alternatif perbaikan tanah untuk mengatasi masalah ini adalah kombinasi metode preloading dengan drain vertikal yang dibuat sebelumnya. Metode ini dilakukan dengan membebani tanah dengan beban awal lebih besar dari atau sama dengan beban bangunan yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat proses konsolidasi tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah sehingga pembangunan jalan menggunakan timbunan dapat dilakukan dan menganalisis efisiensi rencana anggaran. Berdasarkan hasil analisis untuk mencapai ketinggian timbunan akhir 4,949 m, Hinitial diperlukan untuk 6,78 m dengan total penurunan tanah 1,81 m, sebelum periode konsolidasi 100  tahun  yang  sangat  panjang.  Sehingga  direncanakan  menggunakan  PVD  dengan  pola segitiga, jarak antara PVD 1 meter dengan panjang 12 meter yang mampu mempercepat waktu konsolidasi lahan sebesar U 90% dengan waktu akhir proses kompresi 7,5 minggu . Karena Hplan Hcr membutuhkan penimbunan secara bertahap (Stepped Preloading) dengan peningkatan daya dukung 9.996 t / m2 memberikan angka keamanan 1,65 1,4 yang diizinkan. Total biaya konstruksi yang dibutuhkan adalah Rp. 1.124.286.000,00.
Pemodelan Plaxis Dengan FEM Terhadap Perilaku Tahanan Vertikal Grup Pile 2x2 Pada Tanah Pasir Loose Dan Medium Arief Alihudien; Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 7, No 1 (2022): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/hgn.v7i1.7677

Abstract

Dalam merancang pondasi harus memenuhi standar daya dukungnya yang cukup. Untuk mendapatkan kappasitas yang nyata terhadap tanah yang ada di wilayah tersebut haruslah dilakukan test yang sesuai dengan karakteristik pasir yang ada. Dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh kepadatan Tanah Pasir Loose sampai dengan medium wilayah Jalan lintas Selatan Jember  terhadap tahanan vertikal tiang pancang . Adapun metodelogi yang digunakan adalah pemodelan menggunakan aplikasi plaxis dengan finite element method (FEM). Berdasarkan hasil pengujian tanah pasir pada wilayah Kawasan Jalan Lintas Selatan Jember memiliki potensi likuifaksi dilihat dari kriteria tanah yang secara keseluruhan memenuhi syarat terjadinya likuifaksi. Dari grafik hubungan tegangan ijin dengan kepadatan relatif, perbengaruh terhadap tahanan vertikal pondasi grup, hal ini dibuktikan bahwa semakin tinggi kepadatan relative tanah maka semakin tinggi tegangan ijin yang terjadi. Perlu dilakukan perkuatan pada tanah untuk menghindari kehilangan kekuatan dan kakuan akibat adanya tegangan.