Paujan Paujan
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

Tradisi Pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Waqi’ah di Yayasan Nurul Al-Aziz Pakuhaji Bandung Barat Paujan Paujan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.153

Abstract

Tradisi secara umum diartikan sebagai pengetahuan, doktrin, kebiasaan, praktek, dan lain-lain yang diwariskan turun temurun termasuk cara penyampaian pengetahuan, doktrin, praktek tersebut. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Qur’an sebagai teks yang harus dipahami dengan menggunakan beberapa disiplin keilmuan, akan tetapi penelitian ini mengkaji tradisi pembacaan yang dilakukan di Yayasan Nurul Huda al-Aziz. Tujuan penelitian dari penelitian ini untuk mendeskripsikan rumusan masalah diantaranya yaitu: (1) Apa latar belakang tradisi pembcaan al-Qur’an surat al-Waqi’ah, (2) Bagaimana praktik tradisi pembacaan surat al-Waqi’ah, (3) Apa motivasi santri setelah membaca al-Qur’an surat al-Waqi’ah di Yayasan Nurul Huda al-Aziz. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. penulis menghasilkan temuan, (1) Pembacaan surat al-Waqi’ah di Yayasan Nurul Huda al-Aziz merupakan salah satu bentuk tradisi yang dilakukan di pondok pesantren Miftahul Huda Mangojaya Tasikmalaya (2) Ada empat macam pola tingkatan dalam membaca al-Qur’an yaitu Tahqiq (lambat), Tartil (pelan/tenang), Tadwir (sedang), dan Hard (cepat). (3) Motivasi tradisi membaca surat al-Waqi’ah selain bertujuan untuk beribadah, juga untuk membuat pembacanya selalu ingat kehidupan akhirat nanti, dan membuat santri agar selalu termotivasi untuk membaca al-Qur’an.