Syarah Siti Maesyaroh
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pesan Dakwah Melalui Channel Youtube Ustadz Ucu Najmudin Syarah Siti Maesyaroh; Andri Hendrawan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.50

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mengalami kemajauan sangat pesat. Kemajuan tersebut telah mengantarkan umat manusia semakin mudah untuk berhubungan satu dengan lainnya. Salah satu yang saat ini sedang merebak kepada publik adalah hadirnya sebuah media baru, yakni Youtube. Media Youtube ini menjadi salah satu topic hangat dikalangan banyak umat, termasuk umat Islam. umat islam bisa memanfaatkan media Youtube ini sebagai media untuk menyebarkan kebaikan, agar islam dan elemennya mampu terpublikasi secara masal melalui media informasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Ustadz Ucu Najmudin sebagai tokoh agama memanfaatkan serta menyebarkan materi dan pesan dakwah kepada para mad’u melalui media Youtube, dan bagaimana strategi beliau menyampaikan pesan dakwah tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis konten. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis serta dokumentasi secara langsung melalui tayangan video yang ada di channel Youtube ustadz Ucu Najmudin. Data yang dikumpulkan dianalisis, dideskripsikan dan ditafsirkan dengan menggunakan teori-teori yang ada sebagai acuan dalam analisa data. Permasalahan yang terdapat dari penelitian ini, sulitnya mendapat profil elngkap ustadz Ucu Najmudin, kebanyakn video kualitas rendah, serta video yang diupload kebanyakan bukan dari official Youtube Channel Ustadz Ucu Najmudin. Hasil penelitian ini video pesan dakwah melalui media Youtube yang dilakukan oleh ustadz Ucu Najmudin sangat baik. Meskipun komunikasi yang terjadi hanya satu arah, pesan dakwah yang diberikan oleh ustadz Ucu Najmudin mampu dipahami oleh para mad’u, dengan penyampaian menggunakan bahasa sehari-hari serta diselingi guyonan-guyonan, membuat mad’u dengan mudah mengerti dan faham.
Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Arief Hidayat; Syarah Siti Maesyaroh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.159

Abstract

Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gadget biasanya digunakan oleh orang dewasa untuk komunikasi dan memperoleh informasi, tetapi saat ini banyak digunakan oleh anak usia dini. Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan gadget (aplikasi, durasi dan intensitas), dampak penggunaan gadget (baik positif maupun negatif) dan cara mengatasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SPS Harapan Bangsa. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara purposif dengan menggunakan teknik snowball sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. Bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa hanya sebatas menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu diantaranya yaitu game, youtube dan membuka galeri (foto dan video) serta musik. Dalam penggunaannya pun sebagian besar siswa SPS Harapan Bangsa termasuk dalam kategori rendah yaitu dengan durasi 0-15 menit dengan intensitas 1-2 kali dalam seharinya. Orangtua sebagai kunci utama seharusnya dapat menjadi contoh atau teladan yang baik saat menggunakan gadget dan hendaknya orangtua mempertimbangkan kembali dampak yang akan ditimbulkan saat ingin memberikan gadget atau membelikan gadget khusus untuk anak karena anak pada usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (Golden Age), dimana anak pada usia tersebut lebih baik di arahkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang tumbuh kembang anak tanpa menggunakan gadget.