Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI PENGOLAHAN POLUTAN ANION KHROM(VI) DENGAN MENGGUNAKAN AGEN PENUKAR ION HYDROTALCIT ZN-AI-SO4 Roto, Roto; Tahir, Iqmal; Sholikhah, Umi Nur
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 16, No 1 (2009)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Keberadaan logam khrom di dalam sistem perairan bersifat polutan yang harus ditangani dengan baik, dan untuk khrom (Vl) yang sering dijumpai dalam bentuk anion dapat diolah dengan menggunakan mekanisme pertukaran ion. Suatu agen penukar anion telah dibuat berupa senyawa hidrotalsit Zn-Al-SOa melalui proses sintesis, karakterisasi serta dilakukan pula pengujian aplikasinya untuk pengurangan polutant anion khrom (VI) dalam bentuk ion dikromat. Sintesis hidrotalsit Zn-Al-SOa dilakukan dengan metode stoikiometri pada pH 8 dan perlakuan hidrotermal. Aplikasi pertukaran dikromat dengan anion sulfat dalam antar lapis hidrotalsit serta uji regenerasi bahan diamati dengan bantuan analisis struktur dan analisis kinetika reaksi pertukaran. Produk pertukaran ion dikarakterisasi dengan XRD, spektrofotometri IR dan spektrometri serapan atom. Rumus kimia hidrotalsit produk diketahui adalah Zn0,74Al0,26(OH)1,74(SO4)0,13.0,52H2O. Anion dikromat dapat menukar sulfat dalam antarlapis hidrotalsit yang ditunjukkan dalam spektra IR dan pola XRD. Kapasitas pertukaran anion untuk dikromat diketahui 216,84 mek/100 g, sedangkan kinetika reaksi pertukaran ion mengikuti orde dua dengan k = 3 x 10-8 ppm-1.detik-1. Hasil menunjukkan Zn-Al-Cr2O7 dapat mudah diregenerasi. 
SATUAN-SATUAN LINGUAL DALAM TRADISI NGALUNGI DI DESA SEKARSARI KECAMATAN SUMBER KABUPATEN REMBANG Sholikhah, Umi Nur; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i1.33211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk, makna kultural, dan fungsi satuan-satuan lingual yang terdapat dalam tradisi Ngalungi Sapi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis, yakni pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis menggunakan pendekatan etnolinguistik, sedangkan pendekatan metodologis yaitu dengan metode deskriptif kualitatif etnografi. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan pertama, bentuk-bentuk satuan lingual yang terdapat dalam tradisi Ngalungi Sapi meliputi kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Kedua, secara garis besar makna kultural dari tradisi Ngalungi Sapi yaitu sebagai wujud rasa syukur para petani kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan berupa hasil panen padi. Sapi sebagai raja kaya telah membantu petani selama masa tanam. Maka dari itu, dibuatkanlah ketupat dan lepet sebagai sajian utama dalam tradisi ini. Ketiga, fungsi satuan-satuan lingual dalam tradisi Ngalungi Sapi meliputi sarana ritual, wujud doa dan harapan, menamai bahan-bahan masakan, dan menamai proses memasak. Kata kunci: makna kultural, satuan lingual, tradisi Ngalungi Sapi
Satuan-Satuan Lingual Dalam Tradisi Ngalungi Di Desa Sekarsari Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Sholikhah, Umi Nur; Mardikantoro, Hari Bakti
Jurnal Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v9i1.33211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk, makna kultural, dan fungsi satuan-satuan lingual yang terdapat dalam tradisi Ngalungi Sapi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis, yakni pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis menggunakan pendekatan etnolinguistik, sedangkan pendekatan metodologis yaitu dengan metode deskriptif kualitatif etnografi. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan pertama, bentuk-bentuk satuan lingual yang terdapat dalam tradisi Ngalungi Sapi meliputi kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Kedua, secara garis besar makna kultural dari tradisi Ngalungi Sapi yaitu sebagai wujud rasa syukur para petani kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan berupa hasil panen padi. Sapi sebagai raja kaya telah membantu petani selama masa tanam. Maka dari itu, dibuatkanlah ketupat dan lepet sebagai sajian utama dalam tradisi ini. Ketiga, fungsi satuan-satuan lingual dalam tradisi Ngalungi Sapi meliputi sarana ritual, wujud doa dan harapan, menamai bahan-bahan masakan, dan menamai proses memasak. Kata kunci: makna kultural, satuan lingual, tradisi Ngalungi Sapi