Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Ciong Pada Budaya Penganut Konghucu Rizki Tanto Wijaya; Suzy S. Azeharie; Muhammad Adi Pribadi
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3934

Abstract

Bagian etnis Tionghoa yang masih kental dengan unsur budaya ialah etnis Tionghoa penganut agama Konghucu. Feng Shui merupakan salah satu warisan budaya yang masih tetap eksis hingga saat ini. Pemanfaatan Feng Shui kian diterapkan oleh penganut Konghucu dalam menjalankan sektor kehidupan dalam hal memperoleh keharmonisan dan kemakmuran hidup. Dibalik kepercayaan penganut Konghucu terhadap Feng Shui, penganut Konghucu mengenal budaya Ciong yang niscaya dapat membawa mara bahaya dalam hidup. Budaya Ciong kerap ditakuti oleh penganut Konghucu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya Ciong pada penganut Konghucu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tujuh narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penganut Konghucu di Jakarta sejak dahulu telah meyakini bahwa Ciong merupakan unsur budaya yang diwariskan oleh nenek moyang.  Ciong kerap dikaitkan dengan berbagai hal yang berbau mitos dan mistis.
Studi Komunikasi Budaya pada Paguyuban Wayang Orang Bharata Monica Veronica; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3924

Abstract

Di era modern, kebudayaan tradisional khususnya Wayang Orang jarang terdengar eksistensinya. Banyak orang tidak mengetahui keberadaan kebudayaan Wayang Orang sebagai bentuk kesenian pertunjukan tradisional Jawa. Sejauh ini belum ada penelitian tentang komunikasi budaya pada Paguyuban Wayang Orang Bharata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi budaya yang terdapat pada Paguyuban Wayang Orang Bharata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan empat narasumber. Penelitian berfokus terhadap lima elemen budaya yang dikemukakan oleh Samovar. Agama mayoritas di Paguyuban Wayang Orang Bharata adalah Islam. Beberapa individu masih menganut kepercayaan kejawen seperti semedi untuk mencari keselematan dan kelancaran dalam pagelaran. Nilai budaya yang terdapat di Paguyuban Wayang Orang Bharata berasal dari tokoh Wayang orang yang relevan di kehidupan sehari-hari contohnya adalah sifat baik dari tokoh Pandawa. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Jawa.
Vaping Sebagai Bagian Dari Budaya Populer (Studi Gaya Hidup pada Perempuan Berhijab Pengguna Vape di Komunitas @hijabvapersindonesia) Audrey Andrea Hastan; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 2, No 2 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i2.3889

Abstract

Penggunaan vape merupakan salah satu bentuk budaya populer yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Penelitian ini ingin melihat satu komunitas pengguna vape yang terdiri dari para perempuan berhijab yang tergabung dalam grup Instagram @hijabvapersindonesia karena komunitas tersebut merupakan komunitas hijab vapers satu-satunya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup pada perempuan berhijab pengguna vape di media sosial Instagram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber data dengan narasumber seorang pemuka agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif dari kegiatan vaping yang dilakukan oleh para perempuan berhijab tersebut adalah karena gaya hidup dan pekerjaan. Penggunaan vape tersebut diawali dari hobi yang kemudian berlanjut menjadi pekerjaan sebagai seorang influencer.
Pola Komunikasi Antarpribadi antara Guru dan Siswa di Panti Sosial Taman Penitipan Anak “Melati” Bengkulu Suzy Azeharie; Nurul Khotimah
Jurnal Pekommas Vol 18, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180307

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pola komunikasi antara Guru dan Siswa di Panti Sosial Taman Penitipan Anak “Melati” Bengkulu. Taman Penitipan Anak ini merupakan tempat anak anak berusia di bawah lima tahun yang dititipkan kedua orangtuanya selama mereka bekerja. Selama mereka dititipkan maka anak-anak ini diasuh dan dididik oleh guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosial psikologis yang berpusat pada komunikasi antarpribadi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di Panti Sosial Penitipan Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara dengan nara sumber yaitu guru yang mengajar di Panti Sosial Taman Penitipan Anak “Melati” dan para siswa yang dititipkan di tempat tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan pola komunikasi primer yang mengacu pada efektifitas komunikasi interpersonal antara guru dan siswa diperoleh melalui keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan yang menekankan pada faktor kedekatan emosional yang dibangun para guru terhadap siswanya. Akibatnya siswa dapat mengerti pesan yang disampaikan guru kepadanya.
Komunikasi Ritual pada Cermin Pa Kua Aldo Aldo; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2422

Abstract

Cermin Pa Kua merupakan bagian dari kebudayaan etnis Tionghoa. Cermin ini berbentuk segi delapan dengan pinggiran berwarna emas pada umumnya. Cermin ini sudah cukup lama menjadi bagian dari budaya etnis Tionghoa. Cermin ini ditempatkan di atas pintu masuk rumah yang berguna untuk menolak energi jahat dan menjauhkan dari bahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat komunikasi ritual pada cermin Pa Kua dan makna dari cermin Pa Kua pada kebudayaan etnis Tionghoa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, budaya, dan komunikasi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologi secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan enam narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cermin Pa Kua memiliki komunikasi ritual tersendiri, sebelum digunakan cermin ini dibawa terlebih dahulu ke vihara untuk didoakan memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk diberikan perlindungan melalui cermin Pa Kua dan makna dari cermin Pa Kua bagi etnis Tionghoa adalah untuk menjauhkan bangunan mereka dari energi buruk.
Fungsi Komunikasi Media Sosial Twitter Pelaksana Tugas Gubernur Dki Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Suzy Azeharie
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.42

Abstract

Abstract: This study discusses about the communication function of Basuki Tjahaja Purnama’s Twitter account as an Implementer Governor of DKI Jakarta. This study was conducted using content analysis method with qualitative descriptive approach. The data that used in this study were primary data and secondary data. The primary data was in the form of Basuki Tjahaja Purnama’s tweet content, @Basuki_btp from 2nd June 2014 until 28th November 2014. While the secondary data was in the form of data and information obtained through the interviews. The result of this study are Basuki Tjahaja Purnama as an Implementer Governor of DKI Jakarta has been running the communication function quite well. It was proven by total 55 tweets from his account, 36 tweets can be categorized into informing function, five tweets can be categorized into the educating function and two tweets that can be categorized into the influencing function in accordance to the communication function described by Onong Uchjana Effendy.Abstrak: Penelitian ini membahas tentang fungsi komunikasi Basuki Tjahaja Purnama sebagai seorang Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dalam menggunakan media sosial Twitter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa isi tweet dari akun Twitter @Basuki_btp dengan periode 2 Juni 2014 hingga 28 November 2014. Sedangkan data sekunder berupa data atau informasi yang diperoleh dari hasil wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa Basuki Tjahaja Purnama sebagai seorang Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta telah menjalankan fungsi komunikasi dengan cukup baik. Hal ini terbukti dengan dari total 55 tweet yang di analisis, 36 tweet dapat dikategorikan ke dalam fungsi menginformasikan, lima tweet dapat dikategorikan ke dalam fungsi mendidik dan dua tweet yang dapat dikategorikan ke dalam fungsi mempengaruhi sesuai dengan fungsi komunikasi yang dipaparkan oleh Onong Uchjana Effendy.
Interaksi Simbolik Pengajar Musik Tunanetra dengan Siswa Tunanetra di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan Intan Puspitasari; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6230

Abstract

Kesulitan tunanetra adalah keterbatasan dalam melihat sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Anak tunanetra tidak hanya harus mendapat pendidikan akademik tetapi juga pendidikan non akademik, sehingga potensi anak berkembang secara optimal. Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan mengajarkan keahlian di luar pendidikan akademik yaitu salah satunya adalah pembelajaran bermusik. Yayasan ini memiliki tiga orang pengajar musik yang merupakan penyandang tunanetra. Pengajaran bermusik untuk anak tunanetra berupaya memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak termasuk anak tunanetra dalam memperoleh kesempatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi simbolik pengajar musik tunanetra dengan siswa tunanetra di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan. Untuk mengetahui cara pengajar musik tunanetra mengatasi kendala dalam pembelajaran bermusik di Yayasan Mitra Netra Lebak Bulus Jakarta Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, komunikasi verbal dan interaksi simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian akan menggunakan wawancara mendalam terhadap lima orang narasumber yaitu tiga pengajar musik, pengurus yayasan dan siswa. Data penelitian yang diperoleh bersumber dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunikasi interaksi simbolik antara pengajar musik tunanetra dengan siswa tunanetra di Yayasan Mitra Netra adalah menggunakan pengulangan suara melalui pendengaran dan interaksi simbolik berupa perabaan. Sebab tidak menggunakan visual karena siswa dan pengajar merupakan tunanetra. Dalam berkomunikasi menggunakan interaksi simbolik berupa perabaan, dilakukan dengan cara jari siswa dipegang untuk mengikuti gerak tangan pengajar musik. Setelah itu siswa harus mendengarkan dan mempraktikkan pembelajaran yang diberikan oleh pengajar musik.
Ritual Sajen pada Penganut Sunda Wiwitan (Studi Komunikasi Budaya pada Penganut Sunda Wiwitan) Melina Melina; Suzy S. Azeharie
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6431

Abstract

Sunda Wiwitan is a belief held by traditional Sundanese society or native Sundanese religion. Sundanese Wiwitan community is spread in West Java, one of which is Cigugur Village, Kuningan. In carrying out their religious activities, this group usually presents offerings. The rituals of offerings in Sunda Wiwitan have existed since the stone age. This ritual is a legacy from the ancestors handed down to the younger generation of Sunda Wiwitan through the communication process. This ritual is still carried out by the Sunda Wiwitan community until this day. The purpose of this research is to find out how the process of offering rituals on Sunda Wiwitan adherents and what are the preparations needed at the time of the ritual. Theories used in this research are communication theory, culture and ritual communication. The research method used was a descriptive qualitative research method with a phenomenological method. The data to be analyzed was obtained from the results of in-depth interviews with three speakers. The conclusion from this study is that ritual offerings are not a negative thing. But the offerings ritual is a ritual that presents the work of human beings to Sang Hyang Kersa or the Creator, creatures that appear or do not appear as expressions of gratitude and. This ritual is also a symbol that describes the relationship between humans and nature and humans with the Creator. Sunda Wiwitan merupakan sebuah aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat tradisional Sunda atau agama Sunda asli. Masyarakat penganut Sunda Wiwitan tersebar di daerah Jawa Barat salah satunya adalah Desa Cigugur, Kuningan. Dalam menjalankan kegiatan agamanya kelompok ini biasa menyajikan sajen. Ritual sajen dalam Sunda Wiwitan sudah ada sejak zaman batu. Ritual ini merupakan warisan dari para leluhur yang diturunkan kepada generasi muda Sunda Wiwitan melalui proses komunikasi. Ritual ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Sunda Wiwitan sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses ritual sajen pada penganut Sunda Wiwitan dan apa saja persiapan yang dibutuhkan pada saat ritual sajen dilakukan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, budaya dan komunikasi ritual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data yang akan dianalisis diperoleh dari hasil wawancara mendalam dengan tiga orang narasumber. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ritual sajen bukanlah sebagai suatu hal yang negatif. Tetapi ritual sajen merupakan ritual yang mempersembahkan hasil karya olah manusia kepada Sang Hyang Kersa atau Sang Pencipta, makhluk yang tampak maupun tidak tampak sebagai ucapan rasa syukur dan terima kasih. Ritual sajen juga merupakan simbol yang menggambarkan hubungan antara manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta.
Penyingkapan Diri Pasangan Lesbian di Instagram (Studi Tentang Pandangan Generasi Z pada Akun @just.yumi) Anastasia Cahyadi; Suzy Azeharie
Koneksi Vol 6, No 1 (2022): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v6i1.15456

Abstract

As social beings, humans have a desire to create interpersonal relationships and communication. Interpersonal communication is also often created in the use of social media. However, this can lead to the merging of private space with public space so that private activities can be disseminated, including sexual orientation. One person who dares to reveal her sexual orientation is Yumi. In the @just.yumi account, she shows a lesbian relationship with her girlfriend. For this reason, this study wants to know the views of Generation Z on self-disclosure of lesbian couples on Yumi’s Instagram account. The theory used in this research are interpersonal communication and self-disclosure. The author uses a qualitative research approach with a case study method. The research data were obtained through interviews with six sources and one expert resource, simple surveys, documentation and literature studies. The results showed that Generation Z didn’t mind with Yumi’s content. According to them it is a right and freedom of expression. However, the majority of generation Z also said that Yumi's content could have a negative impact on Instagram users.Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai keinginan untuk menciptakan hubungan dan komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal ini juga sering tercipta dalam penggunaan media sosial. Namun hal ini dapat menyebabkan bersatunya ruang pribadi dengan ruang publik sehingga kegiatan yang bersifat pribadi dapat disebarluaskan, termasuk mengenai orientasi seksual. Salah satu orang yang berani menyingkapkan orientasi seksualnya ialah Yumi, dalam akun @just.yumi, di mana pemilik akun memperlihatkan hubungan lesbian dengan pasangannya. Untuk itu penelitian ini ingin mengetahui pandangan generasi Z pada penyingkapan diri pasangan lesbian dalam akun Instagram. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi interpersonal dan penyingkapan diri. Penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data hasil penelitian didapatkan melalui wawancara dengan enam narasumber dan satu narasumber ahli, survei sederhana, dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z tidak mempermasalahkan konten Yumi karena dinilai sebagai hak dan kebebasan berekspresi. Namun mayoritas generasi Z juga mengatakan bahwa konten Yumi bisa berdampak negatif pada pengguna Instagram.
Analisis Penggunaan Twitter Sebagai Media Komunikasi Selebritis Di Jakarta Suzy Azeharie
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i2.35

Abstract

Abstract: This study discusses the use of twitter as a medium of communication that do celebrities in Jakarta, Indra Aziz, Pongki Barata and kerispatih. The support of the fans means a lot to all three top celebrities in order to continue working in the entertainment industry. Communication is the key to self-publish to the public in order to gain support for their new works. Twitter is one of the medium used to communicate with fans. Therefore the aim of this study was to determine the reason and purpose of twitter as a communication media celebrities. This research uses descriptive qualitative research method, using mass communication theory, uses and gratification models, new media, social media celebrities and theories of Public Relations on the Internet. The results of the analysis showed that the reason Indra Aziz, Pongki Barata and Kerispatih chose twitter as penggunaannnya easier when compared to other social media. The use of twitter is considered very effective because the celebrities can convey all the information they want to convey to the people, especially their fans, in a wide range of deployment messages with easy and fast.Abstrak: Penelitian ini membahas penggunaan twitter sebagai media komunikasi yang dilakukan selebritis di Jakarta yaitu Indra Aziz, Pongki Barata dan kerispatih. Dukungan dari penggemar amat berarti bagi ketiga selebritis di atas agar dapat terus berkarya di industri hiburan. Komunikasi menjadi kunci untuk mempublikasikan diri kepada masyarakat guna meraih dukungan terhadap karya karya mereka. Twitter merupakan salah satu media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan penggemar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan serta kegunaan twitter sebagai media komunikasi selebritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teori komunikasi massa, uses and gratification model, new media, media sosial selebritis dan teori Public Relations on Internet. Hasil analisis menunjukan bahwa alasan Indra Aziz, Pongki Barata dan Kerispatih memilih twitter karena penggunaannnya lebih mudah jika dibandingkan dengan media sosial lainnya. Penggunaan twitter dinilai sangat efektif karena para selebritis dapat menyampaikan segala informasi yang ingin mereka sampaikan kepada masyarakat, khususnya penggemar mereka, dalam jangkauan penyebaran pesan yang luas dengan mudah dan cepat.