Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 4 SD PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Suryanti, Adetya; mawadi, mawardi; mawardi, mawardi; Wardani, Krisma Widi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol 13, No 1 (2019): April, 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.119 KB) | DOI: 10.23887/wms.v13i1.17142

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa menggunakan  model pembelajaran Problem Based Learning ( PBL )  pada matapelajaran Matematika siswa kelas 4 SD. Jenis penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), terdiri dari dua siklus. Subjek penelitiannya siswa kelas 4 SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga yang berjumlah 21 siswa. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengukur tingkatkan adalah lembar kuesioner. Lembar kuesioner diberikan kepada siswa setelah melakukan kegiatan evaluasi pada setiap akhir siklus I dan akhir siklus II. Teknik analisis data yang digunakan peneliti ini adalah teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL pada matapelajaran Matematikadapatmeningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 4 SD N Mangunsari 02 Salatiga. Peningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa ini ditunjukkan dengan perolehan rerata skor keterampilan berpikir pada Siklus I sebesar  66,95 meningkat menjadi 73,85 pada Siklus II. Berarti terjadi peningkatan sebesar 10,31%.
KETERLAKSANAAN STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN DI SMA TERAKREDITASI Wardani, Krisma Widi; Loekmono, Lobby; Supramono, Supramono
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.256 KB) | DOI: 10.24246/j.jk.2017.v4.i1.p12-27

Abstract

This study aims: (1) to find out the significance of differences in the implementation of the Education Management Standards in Semarang Regency Accredited Senior High School, and (2) to know the implementation of components in the Education Management Standards at Senior High School (SHS) accredited A and B in Semarang Regency which is still in the Very Low category.  The type of this research is descriptive comparative with quantitative approach. The sample in this study consists of 6 Accredited A and 3 Accredited B SHSs. Data or information obtained from the Principals, Vice Principals and Teachers. There are 30 respondents from 6 Accredited A and 15 people from 3 Accredited B Senior High Schools. This study used a Monitoring and Evaluation of Education Management Standards questionnaire developed by BSNP 2012. The results showed that the average in Accredited A are higher from Accredited B SHSs. While from the comparative test results obtained: there is no significant difference in the implementation of education management standards between Accredited A and Accredited B Senior High Schools in Semarang Regency. The result of the categorization statistics is the result that there is no component whose implementation in the Very Low category in both Accredited A and Accredited B Senior High School. However, there are components whose implementation is still in the Moderate category of the Component Management Information System.
Pengaruh Kreativitas dalam Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Alumni Magister Manajemen Pendidikan Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi Wardani, Krisma Widi
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.817 KB) | DOI: 10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p220-230

Abstract

This study aims to find out: 1) whether or not the leadership quality of the alumni of MMP FKIP UKSW is affected by creativity and curriculum; and 2) the determinants of the alumnis leadership level: creativity or curriculum factor. The participants of this research are those who have graduated (alumni) from MMP FKIP UKSW Salatiga, working in Temangung regency. There were as many as 35 alumni in 2014/2015 selected to join this research. The data was collected using self-rating scale consisting of 32 items that have been tested valid and reliable, then it was reduced to 3 variables. The analysis process was undertaken by using SPSS 24 assisted analysis technique. The result of this research showed that curriculum have nothing to do with the level of leadership. Meanwhile, alumni’s leadership level is significantly determined by the creativity. This finding is very important for the aspect of course quality improvement management that supposed to be conducted by professional lecturers. MMP FKIP UKSW refines its learning activities on creativity-based lectures which will bring positive influence on leadership level.
Peningkatan keterampilan berfikir kritis melalui model problem based learning berbantuan audio visual pada siswa kelas IV SD Vera, Kresensia; Wardani, Krisma Widi
JARTIKA: Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2018): Vol. 1 No. 2 (Juli) 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan REKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis melalui model PBL berbantuan audio visual pada siswa kelas 4 SDN Salatiga 01. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan prosedur perencanaan, tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi serta refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal tes dan angket. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan model PBL berbantuan audio visual dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa. Pada siklus I meningkat menjadi 18 orang siswa mencapai kategori kritis dengan persentase 42,85%, sedangkan 20 orang siswa mencapai kategori cukup kritis dengan persentase 47,61%. Selanjutnya 2 orang siswa mencapai kategori sangat kritis dengan persentase 4,76%, dan 2 orang siswa mencapai kategori sangat tidak kritis dengan persentase 4,76%. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 5 orang siswa yang mencapai kategori sangat kritis dengan persentase 11,90%. Sedangkan ada 37 orang siswa yang mencapai kategori kritis dengan persentase 88,09%.  Kata Kunci :    Abstract: The purpose of this research is to improve critical thinking skill through the model of Problem Based Learning which helped with visual audio to students in grade 4 at the 01 Public Elementary School in Salatiga, the type of this research is Class Action Research (CAR), using procedure of planning, action, implementation of the action and observation and then reflection. The instrument of the data collection is using observation sheets, the questions of the test and questionnaires. Based on the results of the research was found that the use of problem based learning model with visual audio to improve students critical thinking skills. At the first cycle increased to 18 students reached the critical category with the percentage of 42.85%, where as 20 students reached the category critical enough with the percentage of 47.61%. After that 2 students reach the category very critical with the percentage of 4.76%, and 2 students reach the category which is not very critical with the percentage 4.76%. In the second cycle there was a significant increase of 5 students who reached the category very critical with the percentage of 11.90%. Even though there are 37 students who reached the critical category with the percentage of 88,09%. Keywords: Critical Thinking Skills, Audio Visual, Model PBL
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas 5 Menggunakan Model Mind Mapping Wulandari, Fitriana Ayu; Mawardi, Mawardi; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.721 KB) | DOI: 10.23887/jisd.v3i1.17174

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa. Khususnya pada siswa kelas 5 sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Model yang digunakan yaitu model Mind Mapping. Mind Mapping adalah model pembelajaran yang berfungsi untuk menuangkan ide-ide atau gagasan yang menimbulkan percikan-percikan kreatifitas yang diperoleh otak yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan model mind mapping. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata persentase yang diperoleh siswa dari tahap pra siklus dengan persentase 28,57% pada kategori sangat kreatif, pada siklus I meningkat menjadi 33,33% pada kategori sangat kreatif dan pada siklus II meningkat menjadi 61,90%. Dengan demikian penerapan model Mind Mapping sangat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dalam penuangan ide-ide baru. 
Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournamen (TGT) pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas 5 untuk Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Hamdani, Muhamad Surya; ., Mawardi; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.784 KB) | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21778

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran tematik di SD Negeri Koripan 01 adalah rendahnya minat belajar, kurang aktifnya siswa mengakibatkan rendahnya keterampilan kolaborasi siswa. berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Melalui model pembelajarn (Teams Games Tournament), Dengan langkah-langkah: penyajian kelas, tim, permainan, pertandingan dan penghargaan kelompok. menggunakn metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dua sklus, melalui tahap observasi dokumentasi dan tes instrument, instrumen kolaborasi yang akan ditingkatkan antaralain bisa beradaptasi dalam anggota, bekerja sama, menghargai setiap ide, Bertanggung jawab, ikut berpartisipasi dalam kelompok. Data kualitatif dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau simbolsimbol, kuantitatif data yang berbentuk angka. Dari hasil penelitin ini dibuktikan adanya peningkatan dengan data pada pra siklus nilai rata-rata keterampilan kolaboasi dari 61,81 meningkat pada siklus 1 nilai rata-rata menjadi 67,27 dan lebih meningkat lagi pada siklus 2 nilai rata-rata menjadi 83,18. Dengan demikian hasil tersebut menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran (TGT) didalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan kolaboasi dan hasil belajar siswa.  Kata Kunci: Tematik terpadu, 2. keterampilan kolaborasi, 3. Model TGT
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA Nugroho, Asep Fajri; Wardani, Krisma Widi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i4.21875

Abstract

Dalam pembelajaran saat ini, masih banyak guru yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional dengan menggunakan metode ceramah sebagai metode utama dalam pembelajarannya, sehingga siswa mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran. Kurangnya antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran akan mengakibatkan rendahnya hasil belajar yang didapatkan siswa. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh metode yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang tepat, sehingga menyebabkan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Numbered Heads Together lebih unggul daripada model pembelajaran Think Pair Share ditinjau dari hasil belajar pada siswa kelas 5 SD. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jenis Quasi Eksperimental dengan bentuk eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD sebagai kelas eksperimen 1 sebanyak 20 orang dan kelas eksperimen 2 sebanyak 21 orang. Dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pre-test untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) lebih unggul jika dibandingkan dengan Think Pair Share (TPS) ditinjau dari hasil belajar tematik siswa kelas V. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa digunakan uji analisis data (uji-t) menggunakan Equal Variances Assumed. Berdasarkan uji-t menggunakan Equal variances assumed diketahui bahwa hasil sig. (2-tailed) adalah 0,035 karena 0,035<0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat bahwa model pembelajaran dikelas eksperimen 1 menggunakan Numbered Head Together (NHT) lebih unggul daripada penggunaan Think Pair Share (TPS) di kelas eksperimen 2.
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Macromedia Flash Materi Luas dan Keliling untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Krisma Widi Wardani; Danang Setyadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 10 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.9 KB) | DOI: 10.24246/j.js.2020.v10.i1.p73-84

Abstract

One of the computer-based mathematics learning media developed is Macromedia Flash-based learning media. Macromedia Flash-based learning media that have been available so far have not been students to be actively involved in using the media. This has encouraged researchers to develop new Macromedia Flash-based media. This research is development research. The development model used in 4D, namely Defines, Design, Develop and Disseminate. The subjects consisted of 60 students in grade 4 at SD Mardirahayu 01 and 02 Ungaran. The research instrument consisted of media validation sheets, material validation sheets, student response sheets, and motivation questionnaires. Research data were analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that the media developed were valid and could increase students' motivation in learning mathematics in a broad and mobile material.
Efektivitas Model Pembelajaran STAD dan CIRC terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi Siswa Kelas V SD Gugus Joko Tingkir pada Mata Pelajaran Tematik Junita Junita; Krisma Widi Wardani
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1 March 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v5i1.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran STAD dan CIRC terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas V SD Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga. Aspek keterampilan kolaborasi yang dilihat dalam penelitian meliputi: kerja sama, tanggung jawab, kompromi, komunikasi, dan fleksibilitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, jenis Quasi Eksperimental Research atau eksperimen semu dan tehnik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah tehnik sampling purposive. Sample dalam penelitian ini SD Negeri Tingkir Lor 01 dan SD Negeri Tingkir Tengah 02. Subjek penelitian kelompok eksperimen 1 adalah 32 siswa kelas V SD Negeri Tingkir Lor 01 mendapat perlakuan model STAD. Sedangkan subjek penelitian kelompok eksperimen 2 yaitu 32 siswa Kelas V SD Negeri Tingkir Tengah 02 mendapat perlakuan model CIRC. Tehnik pengumpulan data penelitian menggunakan rubrik penilaian keterampilan kolaborasi dikembangkan oleh Triiling, selanjutnya data dianalisis dengan tehnik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan, data berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan dengan statistik parametrik berdasarkan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan hasil independent sample t-test diperoleh nilai Asymp. Sig.(2-tailed)=0,000 dimana nilai <0,05, yang artinya terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model STAD dan CIRC, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adanya Perbedaan signifikan didukung dengan rerata kedua sampel penelitian, rerata kelompok eksperimen 1 yaitu 51,22 dan kelompok eksperimen 2 yaitu 54,31. Aspek yang memiliki kecenderungan nilai tinggi pada kelompok eksperimen 2 menyebar pada seluruh aspek baik kerja sama, tanggung jawab, kompromi maupun komunikasi. Artinya dengan menerapkan model CIRC lebih efektif dibanding STAD dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR Febditya Aji Wijaya; Mawardi Mawardi; Krisma Widi Wardani
Widyagogik Vol 5, No 2 (2018): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.5 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v5i2.3866

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to the improve of learning results of the fourth grade science which is the core and achievement school but have learning result that is still felt less of satisfactory.  The types of research which used is Classroom Action Research and it is implemented as much as 2 cycles.  The research learning model used in this research is group investigation. Instruments used in this study are formative test sheets, observation sheets, documentation, and interviews. In the implementation of the first cycle, there is a change in the improvement of cognitive learning outcomes after the action in cycle II. By executing the action using group investigation model on science learning, there is improvement of psychomotor learning results through observation of the students’ cooperation.  In addition, there is also improvement of affective learning results in the students’ behavior.  So, it can be concluded that learning by group investigation model can improve the cognitive, affective, and psychomotor learning results on the teaching and learning of science. Keyword : group investigation, learning results, cognitive, affective, psychomotor. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar muatan IPA kelas IV yang merupakan sekolah inti dan berprestasi namun memiliki hasil belajar yang masih dirasa kurang memuaskan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dan dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah group investigation. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes formatif, lembar observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pada pelaksanaan tindakan siklus I terjadi perubahan peningkatan hasil belajar kognitif setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II. Dengan dilaksanakan tindakan menggunakan model group investigation pada pembelajaran IPA terjadi peningkatan hasil belajar psikomotor melalui pengamatan kerja sama siswa. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar Afektif pada perilaku siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran model group investigation dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif maupun psikomotor pada muatan pembelajaran IPA.