Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Continuity of Palm Sugar Production: A Literature Review Simamora, Liska; Zebua, Damara Dinda Nirmalasari; Handoko, Yoga Aji; Widyawati, Nugraheni
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v6i2.17210

Abstract

The demand for palm sugar is increasing since people prefer natural ingredients. Natural and organic food ingredients have the reputation of being healthier and safer than synthetic ingredients. This study will discuss one particular ingredient namely palm sugar which is known as a natural sweetener. Developed countries have started to import palm sugar as a natural sweetener from developing countries. The production of palm sugar in developing countries has an important benefit in the craftsman household economy. However, current production of palm sugar does not meet the increasing demand, which is caused mainly by the lack of farmers, palm sugar craftsmen’s inadequate knowledge of palm sugar production, and poor incorporation of technology both in the cultivation of palm tree and the production process of palm sugar. This literature review study aims to understand the continuity of palm sugar production within the following framework which consists of four steps: (1) identifying current situation, (2) identifying the problems, (3) presenting the resolution, (4) proposing programs and strategies. Based on this framework a few programs and strategies are generated to maintain the continuity of palm sugar production, they are: (1) Palm trees domestication, (2) research and development center for Indonesian palm sugar, and (3) ensuring a good collaboration among the stake holders involved.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Buah dan Sayur terhadap Penggunaan Aplikasi di Jabodetabek Hening Restuningtyaswidi; Liska Simamora
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 17 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jsep.v17i2.18188

Abstract

The research was aimed: (1) To know the characteristics of respondents who use online shop applications to buy fruits and vegetables. (2) To find out which online shopping applications are most used by respondents to buy fruits and vegetables. (3) To know the factors that influence fruits and vegetable purchasing decisions on the use of online shopping applications. Buying decision is the process of the consumer going to buy a product through stages. The rise of buying in Indonesian makes the people enthusiastic to buy fruits and vegetables through online shopping applications. In the Jabodetabek area, shopping trends in the application are higher compared to other areas, especially to shop for fruits and vegetables. This can be seen from the location of the headquarters of several online shopping application platforms located in the Jabodetabek area. Phenomena that occur in the Jabodetabek areas, many people spend their time working from morning to evening, so that they don’t have the time to go to market. The number of samples is 70 respondents. Type of research uses a quantitative descriptive approach. Data obtained from distributing questionnaires. The tool used to analyze is IBM SPSS Statistic 23. The data analysis technique uses validity test, reliability test, classical assumption test, and to determine whether there is an influence of the independent variable on the dependent variable using multiple linear regression. The result of research shows that product quality, service quality, promotion and motivation have a significant effect on purchasing decisions, while price has no effect on purchasing decisions.
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI KACANG TANAH DI KABUPATEN TAPANULI UTARA (Studi Kasus: Desa Banuaji IV, Kecamatan Adiankoting) Liska Simamora; Thomson Sebayang; Asmi Tiurland Hutajulu
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 5 (2013): Vol 2 No. 5 Mei 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem usahatani kacang tanah, tingkat produksi kacang tanah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi dan pendapatan usahatani kacang tanah, serta layak atau tidaknya usahatani kacang tanah dikembangkan di Desa Banuaji IV, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah sampel 30 KK berasal dari 255 KK. Metode penelitian yang digunakan adalah: skoring; analisis data deskriptif; Fungsi produksi Cobb-Douglass dan regresi linear berganda ; Analisis Usahatani rasio R/C.  Hasil penelitian menunjukkan sistem usahatani kacang tanah belum sesuai dengan sistem usahatani anjuran, tingkat produksi kacang tanah tergolong rendah, faktor-faktor produksi yang mempengaruhi tingkat produksi kacang tanah adalah pupuk Phonska, TSP dan jumlah tenaga kerja, sementara faktor biaya produksi yang berpengarh nyata terhadap pendapatan usahatani kacang tanah adalah biaya penyusutan peralatan, usahatani kacang tanah layak dikembangkan di lokasi penelitian. Kata Kunci: Kacang Tanah, Produksi, Pendapatan, Usahatani
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKTIVITAS DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH Carolus Oktavius Rudianto Laim; Liska Simamora
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i1.5887

Abstract

This research aims to analyze the production inputs (production capital, seeds, land area, labor, fertilizer, pesticide) that affect production and farming feasibility toward the productivity of rice field farming in Wonotoro Kecamatan Sambi Boyolali village. The data of this quantitative research was collected by using interview where the questions were written inside the questionnaires which have been distributed to the sample of this research. The sample was taken using Probability sampling technique with simple random sampling method. This research has 70 rice farmers as the respondents. The data were analyzed by using Cobb - Douglass production function. The result showed that the production function of land area and labor had a significant effect on productivity, while the production factors of capital, seeds, fertilizers, and pesticides had an effect on productivity. The result of the rice - field farming feasibility analysis shows that R/C ratio is 1,77 and B/C is 1,06. These addresses to a conclusion that farming activities is absolutely feasible because it could increase the financial aspect. The use of production capital and the right fertilizer could increase maximum result.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Minuman Teh PT. Gunung Subur Sejahtera Jaurdan Fernando Alfa Nainggolan; Liska Simamora
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i1.6677

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan perusahaan PT. Gunung Subur Sejahtera sebagai industri teh yang memperluas jangkauan pasarnya dengan membuat berbagai outlet yang dinamakan Tea-House. Persaingan sesama pengusaha industri teh semakin hari semakin ketat sehingga setiap pelaku usaha diharuskan memiliki strategi masing-masing. Salah satu strategi untuk memenangkan persaingan adalah dengan cara mengupayakan kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen terhadap produk minuman dan faktor-faktor yang mendorong konsumen mengonsumsi produk miuman di Tea-House Gardoe. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan metode survei. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang yaitu konsumen Tea House Gardoe Solo. Data dianalisis menggunakan SEM (Structural Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara harga, promosi, kualitas produk, dan tempat terhadap kepuasan konsumen, dan tidak ada pengaruh antara gaya hidup terhadap kepuasan konsumen Tea-House Gardoe Solo. Saran kepada perusahaan hendaknya membuat progress baru dalam mengembangkan konsep penjualan dan memeperhatikan aspek kualitas produk seperti makanan dan minuman yang ditawarkan.
Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung Di Desa Kuala Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Rizky Bastanta Sebayang; Liska Simamora
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 9, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v9i1.6167

Abstract

Pengalokasian input produksi yang tepat sasaran akan membantu meningkatkan keuntungan bagi petani. Petani membudidayakan jagung dengan pengalokasian input produksi yang berbeda-beda. Pemahaman yang salah mengenai asumsi bahwa semakin banyak input produksi yang dialokasikan semakin tinggi produktivitas tanaman yang diusahakan menjadi penyebab semakin tingginya biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani sehingga menyebabkan terjadinya inefisiensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi dan efisiensi alokatif luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terhadap tingkat produktivitas usahatani jagung. Penelitian dilakukan melalui wawancara dengan 30 petani jagung sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan model fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata dan positif terhadap produktivitas jagung, sedangkan benih, pupuk, dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas jagung. Pada usahatani jagung di Desa Kuala, input produksi pestisida belum efisien secara alokatif, sedangkan input produksi luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja tidak efisien secara alokatif. 
PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKTIVITAS BUNCIS PERANCIS: STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI TRANGGULASI SEMARANG Wiwi Sepriani Moek; Liska Simamora
Agrin Vol 25, No 1 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.1.578

Abstract

Buncis Perancis merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan kelompok tani Tranggulasi Desa Batur, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang karena memiliki manfaat bagi kesehatan sehingga buncis perancis memiliki permintaan yang tinggi di dalam negeri bahkan sudah menembus pasar ekspor. Permintaan pasar terhadap komoditas buncis perancis sebanyak 1,5 – 3 ton per hari, akan tetapi volume produksi buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi hanya 1,5 - 3 ton per minggu. Namun, permintaan yang tinggi tersebut tidak mampu dipenuhi oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani Tranggulasi karena jumlah produksi lebih sedikit dibandingkan permintaan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk organik, tenaga kerja dan pestisida organik) yang mempengaruhi produktivitas komoditas buncis perancis dan mengetahui faktor produksi yang paling berpengaruh dalam peningkatan produktivitas buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Riset ini dilakukan bulan Agustus 2020. Sampel yang digunakan adalah anggota kelompok tani Tranggulasi sebanyak 30 orang yang ditetapkan secara purposive. Petani responden yang bergabung dengan kelompok tani Tranggulasi melakukan usahataninya dengan sistem pertanian organik. Data diperoleh dengan melaksanakan wawancara melalui daftar pertanyaan yang tertulis di dalam kuesioner. Analisis data dilakukan dengan pemodelan fungsi produksi regresi berganda dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor produksi luas lahan (X1), benih (X2), pupuk organik (X3), tenaga kerja (X4) dan pestisida organik (X5) secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi produktivitas buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi. Namun secara parsial faktor produksi pupuk organik (X3) berpengaruh positif dan nyata dalam peningkatan produktivitas buncis perancis di kelompok tani Tranggulasi.Kata Kunci: Buncis Perancis, faktor produksi  dan produktivitas.
MEMBENTUK MOTIVASI MAHASISWA MENJADI AGROPRENEUR MELALUI MATA KULIAH AGROTECHNOPRENEURSHIP Liska Simamora
JURNAL MANAJEMEN MAKER STIE SULTAN AGUNG Vol 7, No 1 (2021): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/mjm.v0i0.254

Abstract

Mata kuliah kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib untuk semua fakultas setiap universitas di tanah air. Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FPB-UKSW) memberi nama mata kuliah kewirausahaan dengan sebutan Agrotechnopreneurship. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mata kuliah Agrotechnopreneurship dan orientasi wirausaha mahasiswa terhadap motivasi mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW menjadi seorang agropreneur. Teknik pengumpulan sampel menerapkan non-probability sampling secara purposive dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang mahasiswa. Data dianalisis dengan PLS-SEM dengan menggunakan software SmartPLS 3.0 dan diperoleh hasil sebagai berikut:  (1) Mata kuliah Agrotechnopreneurship memiliki pengaruh yang nyata dan positif terhadap pembentukan orientasi berwirausaha mahasiswa karena dalam teori dan praktek mahasiswa diharuskan memahami permasalahan secara khusus di bidang pertanian dan mencari solusinya dengan cara menciptakan produk dan menjualnya; (2) Mata kuliah Agrotechnopreneurship memiliki pengaruh yang nyata dan positif terhadap pembentukan motivasi mahasiswa menjadi agropreneur karena selama menjalani kuliah baik teori dan praktek wawasan mahasiswa semakin bertambah tentang berbagai peluang bisnis yang ada di bidang pertanian; (3) Orientasi berwirausaha memiliki pengaruh yang nyata dan positif terhadap pembentukan motivasi mahasiswa menjadi agropreneur karena pengalaman yang diperoleh mahasiswa salah satunya adalah bahwa menjadi wirausahawan di bidang pertanian harus peka dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat dan petani dimana kepedulian tersebut akan melahirkan ide bisnis yang bermanfaat dan menguntungkan.Kata kunci: agropreneur, agrotechnopreneurship, kewirausahaan, orientasi wirausaha.
Kanvas Model Bisnis Produsen Beras Premium (Studi pada Koperasi Serba Usaha Citra Kinaraya Mlatiharjo) Maria Maria; Damara Dinda Nirmalasari Zebua; Liska Simamora; Hendrik Johannes Nadapdap
Agrin Vol 25, No 2 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.2.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan model bisnis yang dijalankan oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya khususnya terkait produk beras premium. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (in-depth interview) kepada partisipan dan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSU Citra Kinaraya sudah memiliki pola operasional yang dapat dipetakan ke dalam kanvas model bisnis meliputi a) value proposition yaitu beras sehat yang berprotein tinggi dan memiliki kadar gula rendah; b) customer segment yaitu konsumen kalangan menengah ke atas yang peduli terhadap kesehatan sehingga bersedia membayar produk dengan harga yang lebih mahal; c) customer relationship yaitu memberikan harga khusus kepada agen/reseller yang memasarkan produk jika melakukan sejumlah pembelian tertentu kepada produsen (KSU Citra Kinaraya) sesuai kesepakatan; d) channels yaitu menggunakan jasa agen/reseller serta kurir untuk mendistribusikan produk ke konsumen akhir; e) key partners yaitu keterlibatan stakeholders seperti universitas, dinas koperasi, Agriterra dan perbankan untuk mendukung kegiatan bisnis KSU Citra Kinaraya; f) key activities yaitu memproduksi beras sehat (beras merah, beras hitam, beras genki dan beras melati pecah kulit); g) key resources yaitu keterlibatan mitra (petani padi anggota) dalam menyediakan bahan baku padi untuk diolah menjadi beras premium oleh KSU Citra Kinaraya; h) cost structures yaitu pengeluaran wajib yang dikeluarkan oleh KSU Citra Kinaraya untuk memperlancar kegiatan operasional; dan i) revenue stream yaitu sumber penerimaan KSU Citra Kinaraya yang berasal dari penjualan beras sehat dengan proporsi terbesar berturut-turut diperoleh dari penjualan beras merah, beras hitam, beras genki dan beras melati pecah kulit.Kata kunci: kanvas model bisnis, Citra Kinaraya, beras premium
Daya Saing dan Potensi Ekspor Melati Putih Segar (Jasminum sambaac) Indonesia Liska Simamora; Hendrik Johannes Nadapdap
JURNAL AGRICA Vol 14, No 2 (2021): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v14i2.5048

Abstract

The Indonesian Ministry of Agriculture is working to increase exports of Indonesian white jasmine flowers. These efforts will be realized more quickly if the competitiveness and development potential of commodity in various export destination countries are known. Therefore, this study aims to determine the competitiveness and development potential of white jasmine flower exports. The data used is the 2010-2019 time series data sourced from UN-COMTRADE and the trade map. The data were analyzed by using RCA to determine the competitiveness of commodities, followed by EPD to determine the position of the commodity market and the last stage with the X-model analysis to determine the potential for export development. The results show that the competitiveness of Indonesian white jasmine flowers is strong in China, Japan, Australia, Vietnam, Singapore and the United States and that Indonesian white jasmine flowers have potential in the optimistic category in Australia, Vietnam and Singapore and potential in China, Japan, Netherlands, United Kingdom and United States. This optimistic and potential market potential can be seized by Indonesia by striving for the quality of white jasmine flowers in accordance with the demands of export destination countries.