NURDIN ALI
poltekkes kemenkes makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA NILAI HEMATOKRIT DENGAN TROMBOSIT TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN NS1 DAN SEROLOGI IgM DAN IgG PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE NURDIN ALI; Uleng Bahrun; Irfan Idris
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.337 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.838

Abstract

Demam berdarah dengue  adalah penyakit yang ditandai dengan demam dan perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan nilai hematokrit dan trombosit terhadap hasil pemeriksaan NS1  dan serologi (DHF IgM IgG). Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 61 pasien  yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data secara deskriptif dan Analisis multivariat digunakan untuk melihat korelasi antara trombosit dengan hematokrit terhadap 3 kelompok hasil pemeriksaan. Hasil penelitian terdiri dari perempuan sebanyak 26 (42,6%) dan laki-laki sebanyak 35 (57,4 %) dengan usia termuda 11 bulan dan tertua 71 tahun, yang terbanyak umur antara range 11-20 tahun 18 orang (29,5%), Trombositopenia (<150.000/ɥL) sebanyak 33 sampel (50,7%) dengan rerata±S.D yaitu 151.016, 4 ± 90.352,9. Nilai Hematokrit juga mengalami penurunan dari nilai normal (laki-laki : 40-54 % ; perempuan : 38-47%) sebanyak 25 sampel (41,0%) dengan rerata ± S.D yaitu 39,2 ± 4,2 (p<0,016). Untuk laki-laki nilai rerata hemaokrit diperoleh 39,9 ± 4,7 sedangkan perempuan ditemukan 38,2 ± 3,2. Penelitian ini tidak ditemukan hemokosentrasi atau peningkatan nilai hematokrit ≥ 20 %. Analisis multivariat uji korelasi pearson (p > 0,04) antara hematokrit dengan trombosit pada penderita DBD. Uji korelasi antara hematokrit dengan trombosit terhadap hasil pemeriksaan NS1 positif (p<0,018). Sedangkan hubungan antara hematokrit dengan trombosit pada masing-masing hasil pemeriksaan DHF IgM positif ada korelasi antara nilai trombosit dengan hematokrit pada ketiga kelompok (NS1 positif, DHF IgM positif IgG negatif, DHF IgM positif IgG positif) dan korelasi terjadi juga antara nilai trombosit dengan hematokrit pada hasil pemeriksaan NS1 positif. Sedangkan uji korelasi antara nilai hematokrit dengan trombosit pada DHF IgM positif IgG negatif, DHF IgM positif IgG positif tidak ditemukan korelasi yang bermakna. Kata kunci : Hematokrit, Trombosit, pemeriksaan NS1 dan serologi, DBD
DETEKSI IMUNOGLOBULIN MIU (IgM) DAN IMUNOGLOBULIN GAMMA (IgG) PADA PENDERITA DEMAM TIFOID NURDIN ALI; andi tendry julianti
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.598 KB) | DOI: 10.32382/mak.v9i2.688

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dimana demam tifoid merupakan penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penegakkan diagnosis demam tifoid adalah hal yang penting terutama agar diagnosis ditegakkan lebih tepat dan pengobatan dapat diberikan lebih cepat. Seiring perkembangan teknologi dalam ilmu kesehatan diagnosis demam tifoid dapat dilakukan untuk mendeteksi infeksi antibodi IgM dan IgG, dimana antibodi ini mempunyai makna dalam diagnosa yaitu agar mengetahui fase infeksi pada penderita demam tifoid dengan menggunakan tes imunokromatografi. Selain memiliki spesifitas dan sensitivitas yang tinggi tes imunokromatografi juga mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus untuk interpretasi hasil. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran antibodi IgM dan IgG pada penderita demam tifoid. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 30 sampel. Analisa data dilakukan dengan mengumpulkan hasil pemeriksaan antibodi IgM dan IgG pada sampel penderita demam. Setelah dilakukan analisa data, didapatkan hasil pemeriksaan positif IgM sebanyak 2 sampel (6,7%) menunjukkan fase awal infeksi, positif IgG sebanyak 2 sampel (6,7%) menunjukkan infeksi ulang sebelumnya, positif IgM dan IgG sebanyak 14 sampel (44,6%) menunjukkan fase tengah infeksi dan 12 sampel (40%) menunjukkan tidak adanya infeksi Salmonella typhi. Tenaga klinisi disarankan sebaiknya melakukan pemeriksaan antibodi IgM dan IgG meskipun telah melakukan pemeriksaan uji widal, agar dapat mengetahui fase infeksi sehingga diagnosis dapat ditegakkan dengan tepat dan pengobatan diberikan dengan cepat.Kata Kunci : Demam Tifoid, Antibodi IgM, Antibodi IgG
NILAI LAJU ENDAP DARAH (LED) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Herman Herman; Nurdin Ali; Kalma Kalma; Marwah Marwah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3024

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin (resistensi insulin). Diabetes melitus yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi akut atau kronis yaitu aterosklerosis dimana terjadinya inflamasi kronis ditandai dengan peningkatan kadar fibrinogen sehingga pembentukan rouleux meningkat berpengaruh terhadap nilai laju endap darah (LED). Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dengan laju endap darah sebagai indikator terjadinya komplikasi dalam tubuh. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusar Dr. Wahidin Sudirohusodo pada tanggal 19 Mei s/d 7 Juni 2022. Jumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 33 pasien penderita diabetes melitus tipe 2. Analisis data dimulai dengan analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik pada penderita diabetes melitus tipe 2 berdasarkan jenis kelamin, kadar gula dalam darah, beserta kadar laju endap darah, kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil uji statistic dengan metode Chi square menujukan kolerasi sebesar P Value 0,000. Simpulan penelitian, terdapat hubungan yang bermaknaantara kadar gula darah dengan laju endap darah pada penderita diabetes melitus tipe 2