Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TINJAUAN SUBTITUSI STYROFOAM PADA ASPAL PEN. 60/70 TERHADAP KINERJA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE (AC-WC) Elsa Eka Putri; Syamsuwirman Syamsuwirman
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.88 KB)

Abstract

Abstract: Styrofoam is widely used all over the world for various purposes including packing due to its light weight, has high durability and strong, making it an excellent packaging material. Styrofoam is often space-consuming that by volume, it takes much as much as thirty percent of landfills worldwide. This situation adds on to the problem of disposing styrofoam. The use of styrofoam as an AC-WC pavement strengthen showed the good results. The stability of the pavement used styrofoam is higher than the pavement without styrofoam. At the optimum asphalt content, the Marshall Stability of this pavement is 960 kg for 0% styrofoam and the stability of 0.5% styrofoam is slightly decrease by 5 kg. The stability of the 1% styrofoam is increasing to 995 kg, moreover the highest stability is achieved at 1.5% styrofoam that is 1140 kg. Thus, the higher the styrofoam adding to asphalt then the higher the stability of the AC-WC pavementKeywords : Styrofoam; AC-WC; stability; asphalt content.Abstrak: Styrofoam sangat banyak kegunaannya terutama untuk pengaman benda elektronik, karena sifatnya yang ringan, tahan lama dan kuat. Volume Styrofoam sangat besar mencapai 30% dari total sampah di dunia. Sehingga menimbulkan masalah apabila dibuang akan menjadi limbah yang sangat mengganggu dan dapat merusak lingkungan. Penggunaan Styrofoam untuk menambah kekuatan perkerasan AC-WC menunjukan hasil yang menggembirakan. Dimana stabilitasnya meningkat jika dibandingkan dengan perkerasan AC-WC tanpa Styrofoam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aspal 0% styrofoam pada kadar aspal optimum, menghasilkan stabilitas maksimum 960 kg, 0,5% styrofoam stabilitas maksimumnya 955 kg, 1% styrofoam, menghasilkan  stabilitas maksimum sebesar 995 kg, sedangkan 1,5% styrofoam stabilitas maksimumnya 1140 kg. Jadi penambahan styrofoam membuat stabilitas campuran menjadi naik dan aspal + 1,5% styrofoam mempunyai stabilitas yang paling tinggi diantara keseluruhan persentase Styrofoam pada aspal.Kata kunci: styrofoam; AC-WC; stabilitas; kadar aspal.
Evaluating the effect of using shredded waste tire in the asphalt concrete-binder coarse on Marshall parameters Elsa Eka Putri; Yosritzal Yosritzal; Akhyarul-An Agusyaini; Wiwik Budiawan
SINERGI Vol 26, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2022.1.014

Abstract

Shredded Waste Tires are industrial materials that can be used in the asphalt mixture. The use of tires increases every day, considering the number of vehicles that grow from year to year. Using used tires is highly recommended for efforts to reduce waste that will harm the environment. The research aims to see the effect of adding shredded tires in a pavement mixture based on Marshall Value. The AC-BC pavement layer is not directly in contact with wheel load. Still, it must have sufficient thickness and stiffness to minimise stress or strain from traffic loads continuously transferred from the top of the pavement. The most important characteristic of the AC-BC is its stability. The optimum asphalt content value in the AC-BC mixture is 6.81%, mixed with various shredded waste tires. The Asphalt Concrete-Binder Course blended with 1.5%, 3.5%, 5.5% and 7.5% of the various shredded waste tire. The optimum shredded tire content was obtained at 3.5%, with the stability value increased by 2.1% from 1581.98 to 1614.88 kg, with a flow value of 5.43 mm, and a Marshall Quotient value of 297.4 kg/mm. 
ANALISA KONDISI KEMANTAPAN JALAN NASIONAL PROVINSI RIAU TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DAN ALOKASI ANGGARAN purnawan, purnawan; Fatra, Riddo; Putri, Elsa Eka
RACIC: Jurnal Teknik Sipil Universitas Abdurrab Vol 2 No 01 (2017): Terbitan Ketiga Bulan Juni 2017
Publisher : Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.643 KB)

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa memandang infrastruktur sebagai salah satu elemen penting. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan penyelenggaran jalan memiliki tugas dalam mempertahankan kondisi jalan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kemantapan jalan, hubungan antara pertumbuhan lalu lintas dengan kondisi jalan serta kebijakan Bina Marga dalam mengatur ketersediaan dana untuk pencapaian kondisi jalan mantap. Persentase kondisi kemantapan jalan sangat penting sebagai indikator kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Tingkat kerataan jalan (IRI) ini merupakan salah satu faktor pelayanan (functional performance) dari suatu perkerasan jalan yang sangat berpengaruh pada kenyamanan (riding quality). Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui kecenderungan (trend) IRI setiap tahun yaitu y= 6,2856e(-0,08x) dengan x adalah tahun dan y adalah IRI. Nilai IRI menurun karena kondisi kemantapan jalan juga meningkat, artinya seiring dengan meningkatnya kondisi mantap jalan dari Tahun 2011 sampai Tahun 2014 maka kondisi IRI juga menurun/semakin baik. Kecenderungan (trend) antara IRI dan kemantapan jalan yaitu y = 1,0497 e-0,036x, dengan x adalah IRI dan y adalah kemantapan jalan. Pertumbuhan lalu lintas (i) meningkat rata-rata 6,56% per tahun. Kecenderungan (trend) kenaikan LHR yaitu y= 4558,8 e(0,0645x) dengan x adalah tahun dan y adalah LHR. Kecenderungan (trend) kenaikan LHR terhadap kondisi kemantapan jalan y= 0,6319 e(7E -05x) dengan x adalah AADT dan y adalah kondisi kemantapan jalan. Kecenderungan (trend) antara alokasi anggaran dan % kondisi kemantapan jalan terlihat dari persamaan y = 76,242e(0,0003x), dengan x adalah DIPA dan y adalah kondisi kemantapan jalan.
The Effect of The Use of Styrofoam on Performance of Porus Asphalt Mixture Hermis ta nora; Elsa Eka Putri; Bayu Martanto Adji
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 17 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.387 KB) | DOI: 10.30630/jirs.17.1.285

Abstract

Campuran aspal porus merupakan salah satu jenis cempuran perkerasan yang bergradasi terbuka, dimana persentase agregat kasar besar, dan berpori sehingga dapat mengalirkan air permukaan, dengan demikian air tidak menggenangi bagian permukaan jalan. Aspal porus memiliki stabilitas rendah, sehingga membutuhkan aspal dengan mutu yang baik yang berfungsi sebagai pengikat dalam campuran. Salah satu upaya dalam meningkatkan mutu aspal adalah dengan mencampurkan bahan tambah seperti styrofoam kedalam aspal yang disebut dengan aspal modifikasi. Styrofoam merupakan sejenis sampah platik yang sulit terurai,dan tidak dapat dengan mudah untuk didaur ulang, sehingga limbah styrofoam akan terus menggunung dan merusak lingkungan, pemanfaatan limbah Styrofoam sebagai bahan subtitusi sebagian aspal pada campuran aspal porus diharapkan diharapkan selain dapat meningkatkan kinerja perkerasan aspal porus, juga dapat menjaga lingkungan dengan mengurangi jumlah limbah styrofoam. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kadar aspal dan styrofoam makimum yang menghasilkan kinerja perkerasan aspal porus optimum, serta menentukan nilai permeabilitas dan durabilitas campuran perkerasan aspal porus pada kadar aspal dan styrofoam terbaik. Metode AAPA digunakan dalam Penentuan nilai kadar aspal optimum dengan tiga parameter nilai yaitu; nilai Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD) dan Void in Mix (VIM). Hasil penelitian diperoleh nilai KAO 5,65% dengan nilai kinerja perkerasan maksimum yaitu; stabilitas 555,75 kg, flow 5,46mm, VIM 22,15%, MQ 101,89 kg/mm, CL 16% dan AFD 0,29%. Subtitusi kadar styrofoam optimum diperoleh sebesar 10% pada kadar aspal 5,65% dengan nilai stabilitas 567,57 kg, CL 19,36%, AFD 0,16%, VIM 22,58%, flow 4,17 mm, dan MQ 137,38 kg/mm. Nilai permeabilitas dan durabilitas pada kadar aspal dan styrofoam optimum diperoleh 0,0952 cm/dtk dan 80%, ini menunjukkan campuran aspal cukup berpori akan tetapi tidak durable (awet), karena nilai durabilitas yang diperoleh masih dari yang disyaratkan yaitu < 90%. Kata kunci : aspal porus, Styrofoam, kinerja perkerasan
ANALISIS TEBAL LAPIS TAMBAH DAN UMUR SISA PERKERASAN AKIBAT BEBAN BERLEBIH KENDARAAN (STUDI KASUS RUAS JALAN NASIONAL DI PROVINSI SUMATERA BARAT) ', Suriyatno; ', Purnawan; Putri, Elsa Eka
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to limited availability of vehicle load data, estimator often use standard load in order tocalculate the pavement thickness and overlay course thickness. This certainly makes thecalculation of pavement thickness and overlay course thickness become not accurate. Inaccuratecalculation results less capability of the pavement to endure the traffic load, as of the pavementbecome damaged before it reach it life service as planned. The aim of this study is to calculateoverlay course thickness of flexible pavement based on actual load, standard load and remaininglife service. The standard load that has been used based on form letter (Surat Edaran) DirectorateGeneral of Perhubungan Darat, Department of Public Works No. 2, 2008. The actual load wasobtained by vehicle load survey using Portable Weighter instrument. Overlay course thicknesswas calculated using Manual Design of Pavement No. 02/M/BM/2013. The study case wasconducted on four road segments, those are Tanah Badantung – Kiliran Jao road, Batas KotaPadang – Kota Painan road, Batas Provinsi Riau – Payakumbuh road and Sicincin – LubukAlung road. The traffic load estimation shows that the actual traffic load is greater than standardload. This results the overlay course thickness based on actual load is greater than the overlaycourse thickness based on the standard load. The greater distinction is on Tanah Badantung –Kiliran Jao load, wherein the thickness of overlay course that results by actual load is 56.4%greater than the thickness of overlay course that results by standard load. The greater traffic loadalso results reduction on pavement life service. Due to overloading, life service of TanahBadantung - Kiliran Jao road is reduces 56.8 % of 5 years life service (2 years and 10 months).Kata kunci: Overlay, Overload Vehicle, Remaining Life.
STUDI PENGGUNAAN LIMBAH STYROFOAM PADA PERKERASAN ASPAL PORUS Putri, Elsa Eka; Hermistanora, Hermistanora; Adji, Bayu Martanto
Rang Teknik Journal Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i2.1705

Abstract

Styrofoam adalah sejenis limbah plastik yang sulit terurai,dan didaur ulang, sehingga limbah Styrofoam akan terus menggunung dan merusak lingkungan. Penelitian ini merupakan studi mengenai “Pengaruh Penggunaan Styrofoam terhadap Kinerja Perkerasan Aspal Porus”. Pemanfaatan limbah untuk meningkatkan kinerja perkerasan jalan dan menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi jumlah limbah terutama limbah Styrofoam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal optimum campuran asphalt porus yang menghasilkan kinerja perkerasan optimum dengan menggunakan metoda Australia Asphalt Pavement Association (AAPA, 2004) serta untuk mengetahui pengaruh subtitusi Styrofoam pada aspal terhadap kinerja perkerasan. Parameter untuk menentukan kadar aspal optimum yaitu; nilai Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD) dan Void in Mix (VIM). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai KAO 5,65% dengan nilai kinerja perkerasan optimum yaitu; stabilitas 555,75 kg, flow 5,46 mm, VIM 22,15%, MQ 101,89 kg/mm, CL 16% dan AFD 0,29%. Peningkatan subtitusi kadar Styrofoam pada KAO dan KAO ± 0,5% benda uji meningkatkan nilai stabilitas, vim, mq dan cl benda uji. Nilai flow dan nilai AFD campuran aspal porus menurun dengan meningkatnya subtitusi Styrofoam pada KAO dan KAO ± 0,5%. Keywords: Aspal Porus, Styrofoam, Kinerja Perkerasan
PERENCANAAN ULANG GEOMETRIK DAN PERKERASAN JALAN PADA RUAS JALAN BATAS KOTA PADANG – KOTA PAINAN KM 70+000 - KM 72+700 Elsa Eka Putri; Muhammad Iqbal
Rang Teknik Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v5i1.2813

Abstract

Software bisa membantu pekerjaan menjadi mudah dan cepat. Autodesk Infraworks adalah salah satu software yang dapat mempermudah perencanaan jalan dan merupakan software yang cukup banyak digunakan oleh negara maju. Perencanaan ulang geometrik jalan meliputi perhitungan tebal perkerasan serta anggaran biaya dengan studi kasus pada jalan batas Kota Padang - Kota Painan KM 70+000 - KM 72+700 yang berlokasi di Sago Salido, IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Jalan batas Kota Padang - Kota Painan ini merupakan jalur Lintas Sumatra yang menghubungkan antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Bengkulu. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan ulang geometrik jalan, tebal perkerasan jalan, dan rencana anggaran biaya berdasarkan standar dan peraturan yang berlaku di Indonesia, sehingga dapat bermanfaat sebagai referensi dalam perencanaan jalan dengan menggunakan software Autodesk Infraworks yang disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Perencanaan geometrik jalan menggunakan aplikasi Autodesk infraworks didapatkan hasil untuk jalan kolektor kelas III A ini, sepanjang 2706,38 m yang memiliki 8 tikungan dan 6 lengkung vertikal serta volume galian sebesar 21550,44 m3 dan volume timbunan sebesar 21519,47 m3. Perhitungan tebal perkerasan dilakukan berdasarkan Manual Desain Perkerasan (MDP) tahun 2017 dengan menggunakan struktur perkerasan kaku sehingga didapatkan struktur perkerasan dengan hasil pelat beton dengan tebal 40 mm, lapis fondasi LMC dengan tebal 60 mm dan lapis drainase dengan tebal 145 mm. Dari perencanaan jalan ini diperoleh rencana anggaran biaya sebesar Rp. 43.447.698.000,00 (empat puluh tiga milyar empat ratus empat puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu rupiah). Sehingga dapat disimpulkan aplikasi Autodesk Infraworks dinilai dapat mempermudah pelaksanaan dan penggambaran dalam pekerjaan serta menghemat waktu, dengan standar AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) tahun 2011 dengan perbedaan hasil perhitungan  kecil dari 1%.
Perencanaan Geometrik Jalan Menggunakan Autocad Civil 3D Studi Kasus Jalan Duku – Sicincin (Sta 0+000 – Sta 2+700) Provinsi Sumatera Barat Elsa Eka Putri; M Luthvan Syaftria Nanda; Muhammad Aminsyah
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.17.2.140-152.2021

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat, menghendaki setiap perencanaan dan perhitungan dilakukan dengan cepat dan akurat. Perencanaan Geometrik Jalan adalah merencanakan trase jalan lengkap dengan alinemennya. Ada beberapa standar dalam perencanaan geometrik jalan diantaranya AASHTO dan Bina Marga. Penelitian ini merencanakan geometrik jalan dengan menggunakan AutoCAD Civil 3D dan hasilnya akan dibandingkan dengan perencanaan manual yang mengacu kepada Bina Marga. Lokasi yang dipilih untuk perencanaan adalah Jalan Duku Sicincin Sta 0+000 – Sta 2+700. Aplikasi Civil 3D menggunakan standar AASHTO dan perencanaan manual menggunakan standar Bina Marga. Kriteria perencanaannya sama untuk kedua metode. Dari hasil perhitungan didapatkan 4 tikungan SCS dan perbedaan hasil antara Civil 3D dengan perhitungan manual sebesar <0,3 m. Penggambaran superelevasi juga terdapat perbedaan pada jarak antara TS – SC (Civil 3D) yang merupakan panjang run out + run off (panjang run off =  Ls desain) sedangkan pada perhitungan manual jarak antara TS – SC pada diagram adalah jarak Ls desain saja. Pada perencanaan alinemen vertikal diperoleh 4 lengkung vertikal yang terdiri dari 2 lengkung cembung dan 2 lengkung cekung dimana hasil keluaran perhitungan Civil 3D dan perhitungan manual hasilnya sama. Dari hasil penelitian ini, AutoCAD Civil 3D dinilai efektif dalam perencanaan geometrik jalan karena membantu proses merencanakan penggambaran secara bersamaan sehingga proses perencanaan akan lebih mudah dan cepat. Hanya terdapat sedikit perbedaan hasil pada parameter tikungan SCS yaitu superelevasi dengan jari-jari 550 m adalah 5,40% pada perhitungan Civil 3D sedangkan pada perencanaan manual adalah 5,55%. Hal ini bisa dilakukan penyesuaian standarnya di bagian desain kriteria ‘xml’ pada Civil 3D, sehingga hasilnya akan sama dengan perhitungan dengan standar Bina Marga.
ANALISA KONDISI KEMANTAPAN JALAN NASIONAL PROVINSI RIAU TERHADAP VOLUME LALU LINTAS DAN ALOKASI ANGGARAN Riddo Fatra; purnawan purnawan; Elsa Eka Putri
Racic : Rab Construction Research Vol 2 No 01 (2017): Terbitan Ketiga Bulan Juni 2017
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.643 KB)

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dalam melaksanakan tugas dan fungsinya senantiasa memandang infrastruktur sebagai salah satu elemen penting. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan penyelenggaran jalan memiliki tugas dalam mempertahankan kondisi jalan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kemantapan jalan, hubungan antara pertumbuhan lalu lintas dengan kondisi jalan serta kebijakan Bina Marga dalam mengatur ketersediaan dana untuk pencapaian kondisi jalan mantap. Persentase kondisi kemantapan jalan sangat penting sebagai indikator kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Tingkat kerataan jalan (IRI) ini merupakan salah satu faktor pelayanan (functional performance) dari suatu perkerasan jalan yang sangat berpengaruh pada kenyamanan (riding quality). Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui kecenderungan (trend) IRI setiap tahun yaitu y= 6,2856e(-0,08x) dengan x adalah tahun dan y adalah IRI. Nilai IRI menurun karena kondisi kemantapan jalan juga meningkat, artinya seiring dengan meningkatnya kondisi mantap jalan dari Tahun 2011 sampai Tahun 2014 maka kondisi IRI juga menurun/semakin baik. Kecenderungan (trend) antara IRI dan kemantapan jalan yaitu y = 1,0497 e-0,036x, dengan x adalah IRI dan y adalah kemantapan jalan. Pertumbuhan lalu lintas (i) meningkat rata-rata 6,56% per tahun. Kecenderungan (trend) kenaikan LHR yaitu y= 4558,8 e(0,0645x) dengan x adalah tahun dan y adalah LHR. Kecenderungan (trend) kenaikan LHR terhadap kondisi kemantapan jalan y= 0,6319 e(7E -05x) dengan x adalah AADT dan y adalah kondisi kemantapan jalan. Kecenderungan (trend) antara alokasi anggaran dan % kondisi kemantapan jalan terlihat dari persamaan y = 76,242e(0,0003x), dengan x adalah DIPA dan y adalah kondisi kemantapan jalan.
IDENTIFIKASI HUBUNGAN KESUKAAN DENGAN RISIKO KECELAKAAN PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KOTA PADANG Fadhil Sandy Pratama; Yosritzal Yosritzal; Elsa Eka Putri
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.621 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n2.p42-49

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengguna kendaraan bermotor terbanyak sebagai alat mobilisasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Data yang tercatat pada tahun 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar 146 juta kendaraan dan didominasi oleh sepeda motor sebanyak 120 juta kendaraan. Dengan berbagai macam karekteristik pengemudi yang ada di jalan. ada beberapa faktor – faktor yang dapat mempengaruhi  perilaku pengendara. Pertanyaannya  apakah kebiasaan sehari – sehari memiliki hubungan dengan jumlah kecelakaan yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor kesukaan dan kebiasaan yang berkorelasi dengan risiko kecalakaan dalam hal ini diindikasikan dari jumlah kecelakaan yang pernah dialami pengendara. Data penelitian ini didapat dari kuesioner online dan kuesioner secara langsung. Pengolahan data dilakukan denga analisis tabulasi silang dan chi square. Hasil penelitian menunjukan genre film favorit, musik favorit, jenis kelamin dan usia pengendara berkorelasi dengan perilaku dalam berkendara sehingga yang dapat diduga memicu kecelakaan. Pengendara dengan penyuka genre film action, pengendara dengan kelompok usia dibawah 35 tahun, dan pengendara laki – laki merupakan kelompok yang rentan mengalami kecelakaan.