Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Ayat -Ayat Akhlak Dalam Al-Quran Hadi Yasin
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v2i2.509

Abstract

Tulisan ini hendak mengungkap seputar ayat-ayat akhlak dalam Al-Quran, serta uraian perbedaanya dengan moral dan etika. Diskursus seputar ayat-ayat hukum dalam al quran, diperkirakan sudah muncul semenjak abad kedua hijriyah, setelah itu khazanah ilmu pengetahuan dan pendalaman terhadap ayat-ayat al-quran terus berkembang. Para ulama fikih telah banyak berbicara tentang tafsir ayat-ayat ahkam, untuk mengungkap isi kandungan dan hukum-hukum dalam al-quran, dan begitu seterusnya, hingga lahirnya para ulama periode kekinian seperti: Syaikh Ramadhan Al-Booty, Prof. Dr. Yusuf Al-Qaradhawy, dan Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily, dalam karyanya Tafsir Al-Munir. Kini, pembahasan para ulama banyak yang hendak mengungkap sisi-sisi penting seputar akhlak dalam al Quran. Di dalam Al-Quran banyak ayat-ayat tersebut mengajarkan tentang akhlak. Pokok-pokok ajaran Islam sesungguhnya terdiri dari tiga hal penting yang ketiganya menjadi indikator utama keislaman seseorang, yaitu masalah akidah, Syariah dan Ihsan yaitu media komunikasi dan hiasan saat berkomunikasi dengan Allah selaku al-Khaliq (komunikasi vertikal) dan terhadap sesama makhluk baik manusia maupun makhluk-makhluk yang lain. Kemuliaan Peradaban haruslah dibangun dengan adab dan akhlak yang mulia, tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Kalau mental dan akhlak suatu bangsa bejat dan hancur, percayalah, bangsa dan negara itu berada di ambang kehancuran. Syaikh Musthafa Al-Ghilayini menulis dalam Idzatun Nasyi’in, menggubah sebuah syair;إنما الأمم الأخلاق ما بقيت # فإن همو ذهبت أخلاثهم ذاهبواMaju dan mundurnya suatu bangsa, Tegak dan runtuhnya suatu negara, tergantung kepada akhlaknya, apabila akhlak suatu bangsa baik, maka baik-lah bangsa dan negara itu, tapi apabila akhlak suatu bangsa jelek dan bobrok, maka hancur-lah bangsa dan negara itu. (Musthafa Al-Ghilayini, Idzatun Nasyi’in).
MENGENAL METODE PENAFSIRAN AL QURAN Hadi Yasin
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2020): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v3i1.826

Abstract

Tulisan sederhana ini bertujuan untuk mengungkap metodologi penafsitan ayat-ayat al-Quran, sekaligus untuk menolak metode-metode lain yang hendak digunakan untuk menfasirkan ayat-ayat al-Quran seperti hermenetika, suatu metode penafsiran untuk al-kitab : kitab suci agama kristen, yang oleh sebagian orang dicoba untuk digunakan menafsirkan Al-Quran. Analogi sederhananya adalah, ketika kita punya kendaraan, katakanlah mobil sedan Mercedes Benz C 300, lalu mau dikemudikan dengan menggunakan cara-cara mengemudikan sebuah bajaj (misalnya), tentu sangat tidak pas, akan jauh panggang dari api. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba mengenalkan metode-metode tersebut pembaca.
SISI BALAGHAH DALAM TAFSIR AL-BAIDHAWY Hadi Yasin
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2020): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v3i2.894

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengungkap tentang sisi Balaghah dalam Tafsir Al-Baidhawy. Seperti kita maklum bahwa sebuah karya Tafsir, dapat dilihat dari beberapa segi, misalnya dari sisi kebahasaannya, sisi penjelasan tentang hukum-hukum atau fikihnya, dari sisi metode penjelasannya apakah tahlily atau Maudhu’i dan lain sebagainya. Bahkan dari kebahasaan-nya saja juga masih bisa dilihat dan dirinci pada beberapa sisi, seperti sisi Nahwu dan Sharf nya, atau dari sisi Balaghahnya. Penelitian dari sisi Balaghah sebuah karya Tafsir menjadi menarik karena di antara kemukjizatan Al-Quran yang sangat menonjol adalah sisi Balaghah dari Al-Qur an itu sendiri yang tidak dapat ditandingi oleh siapapun dan oleh manusia manapun. Inilah makna I’jaz Al-Qur an, atau “kemampuan untuk mengalahkan dan melemahkan yang tidak dapat dilawan” dari Al-Quran.
MENGENAL EKONOMI ISLAM DI MASA KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB Maimunah Maimunah; Hadi Yasin
El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah Vol 3 No 02 (2019): El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syari'ah Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/elarbah.v3i02.1052

Abstract

Salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia adalah bidang ekonomi, meski ekonomi bukan tujuan hidup, namun ekopnomi menjadi sangat penting dalam mendukung sukses dan lancarnya seseorang menjalani proses kehidupan menuju pengabdian dan penghambaan kepada Allah SWT. Riset sederhana ini bermaksud mengungkap bagaimana dan seperti apa ekonomi Islam berperan di masa khalifah Umar Ibnul Khattab RA. Mengungkap ekonomi di masa khalifah Umar tentunya tidak mudah, karena di masa tersebut, istilah ekonomi Islam itu sendiri belum muncul. Namun karena beliau seorang khalifah dan amirul mukminin, jadi pastilah apa yang diterapkan oleh sahabat Umar, adalah sesuatu yang memang diajarkan oleh Islam, baik itu dalam bidang politik, ekonomi maupun social dan budaya. Semoga tulisan sederhana ini semakin mendiring kita untuk semakin mencitai Islamn dan semakin mencitai Rasulullah SAW. Amein
AL-BIIÁH FII DHAWÍL QURÁNIL KAREEM Hadi Yasin
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 12 No 1 (2021): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v12i1.1199

Abstract

المحادثات حول البيئة هي موضوع كان دائمًا موضوعًا شائعًا في وسائل الإعلام المختلفة, لأن البيئة هي إحدى القضايا العالمية التي لطالما كانت مصدر قلق للمجتمع العالمي. الإسلام كدين عالمي خالٍ من الحدود القبلية وحتى حدود الدولة ، بالطبع له قيم مهمة يجب الكشف عنها ، خاصة اهتمام القرآن بالبيئة. لهذا السبب تريد هذه الورقة الكشف عن مدى اهتمام القرآن بالمشاكل البيئية. يريد المؤلف في هذه الورقة الكشف عن كيفية كشف الله سبحانه وتعالى عن العلامات العلمية من آيات القرآن فيما يتعلق بموضوع البيئة وكيفية التعامل معها. على وجه الخصوص ، فإن العناصر الخمسة الرئيسية للبيئة ، وهي: الماء والهواء والأرض والحيوانات والأشجار ، تلخص آيات القرآن حول عناصر البيئة الخمسة ، تكملها عدة شروح وتحليلات علمية من كبار المعلقين. Pembicaraan seputar lingkungan hidup, merupakan tema yang senantiasa menjadi trending topik di berbagai media, karena lingkungan hidup termasuk satu di antara isu-isu global yang selalu menjadi perhatian masyarakat dunia. Islam sebagai agama global yang terbebas dari skat-skat kesukuan bahkan skat-skat negara, tentu memiliki nilai-nilai yang penting untuk diungkap, khususnya perhatian Al-Quran terhadap lingkungan hidup. Itulah sebabnya makalah ini hendak mengungkap sejauh mana perhatian al-quran terhadap masalah lingkungan hidup. Pada tulisan ini penulis hendak mengungkap tentang bagaimana Allah SWT mengungkap isyarat-isyarat ilmiah dari ayat-ayat Al-Quran seputar tema lingkungan hidup, dan bagaimana memperlakukannya, khsusnya 5 unsur pokok lingkungan hidup, yaitu: air, udara, tanah, hewan, dan pepohonan, dengan merangkum ayat-ayat al-Quran seputar lima unsur lingkungan hidup tersebut, dilengkapi dengan bebepara penjelasan dan analisa ilmiah dari para mufassir terkemuka.
KONSEP AKHLAK DALAM KITAB TANBIHUL MUGHTARRIN KARYA IMAM AS-SYA’RONI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN Hadi Yasin
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2022): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v5i2.2653

Abstract

Era modern merupakan era dimana marak sekali yang namanya perkembangan, baik itu perkembangan kebudayaan, perkembangan pendidikan maupun teknologi. Masyarakat Indonesia masih menjunjung tinggi tata krama dalam pergaulan sebagaimana anak bersikap kepada orang yang lebih tua maupun hubungan antar teman. Namun seiring laju perkembangan zaman dan perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah sebagian besar masyarakat dunia terutama remaja. Untuk mendapatkan atau mencapai akhlak karimah yang sesuai dengan tuntunan agama, maka semua orang harus melalui sebuah proses yang dinamakan proses pendidikan akhlak. Konsep yang berkaitan dengan pendidikan akhlak dalam Islam terdapat dalam salah satu kitab yang berjudul kitab Tanbihul Mughtarrin. Bertitik tolak dari latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana konsep akhlak dalam kitab Tanbihul Mughtarrin karya Imam Asy-Sya’roni? dan Bagaimana relevansi kitab Tanbihul Mughtarrin dengan pendidikan? Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah library research (penelitian kepustakaan) yakni: Penelitian yang dilakukan mengumpulkan data dan informasi menggunakan kitab Tanbihul Mughtarrin karya Imam Asy-Sya’roni, terjemahan kitab Tanbihul Mughtarrin, buku akhlak (ciri manusia paripurna), dan juga jurnal serta karya-karya ilmiah dari tokoh lain yang terkait langsung dengan pembahasan dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu penelitian dengan langkah kerja untuk mendeskripsikan suatu objek, fenomena, latar sosial, dan sasaran penelian terjawablah dalam tulisan naratif. Artinya, data maupun fakta yang telah dikumpulkan oleh peneliti kualitatif berbentuk kata atau gambar. Setelah itu untuk mendapatkan kesimpulan penulis menggunakan pola penalaran induktif, yaitu pola pemikiran yang berangkat dari suatu pemikiran khusus kemudian ditarik generalisasi yang bersifat umum. Inti dari Konsep Akhlak Dalam Kitab Tanbihul Mughtarrin Karya Imam Asy-Sya’roni dan Relevansinya Dengan Pendidikan. Dalam kitab Tanbihul Mughtarrin mengandung suatu ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengulas etika-etika mulia para ulama salaf yang sholih, dengan mengutip maqolah-maqolah mereka dan juga mengutip sabda-sabda Nabi-Nabi terdahulu yang berkaitan dengan etika yang luhur. Dan dalam relevansinya dengan pendidikan akhlak itu segalanya dan posisi akhlak diatas pendidikan, bahkan Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak.
KONSEP AKHLAK DALAM KITAB TANBIHUL MUGHTARRIN KARYA IMAM AS-SYA’RONI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN Ahiel Ahdi Besari; Hadi Yasin; Khalis Kohari
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2785

Abstract

The modern era is an era where there is a lot of development, be it cultural development, educational development or technology. Indonesian society still upholds manners in relationships as children behave to their elders and relationships between friends. But along with the pace of development of the times and rapid changes in information technology have changed most of the world's people, especially teenagers. To get or achieve good morals in accordance with religious guidance, everyone must go through a process called the process of moral education. The concept related to moral education in Islam is contained in one of the books entitled Tanbihul Mughtarrin. Starting from the above background, the author formulates the problem as follows: How is the concept of morals in the book of Tanbihul Mughtarrin by Imam Ash-Shafi'roni? and How is the relevance of the book of Tanbihul Mughtarrin to education? The type of research that the author uses is library research, namely: The research collected data and information using the book of Tanbihul Mughtarrin by Imam Ash-Shafi'roni, the translation of Tanbihul Mughtarrin, the book of morals (the characteristics of a perfect human being), as well as journals and scientific works from other figures directly related to the discussion in this study. Data analysis in this research is carried out using descriptive analysis, which is research with work steps to describe an object, phenomenon, social setting, and the target of the research is answered in narrative writing. This means that the data and facts that have been collected by qualitative researchers are in the form of words or pictures. After that, to get a conclusion, the author uses an inductive reasoning pattern, which is a pattern of thought that departs from a specific thought and then draws general generalizations. The essence of the concept of morality in the book of Tanbihul Mughtarrin by Imam Ash-Shafi'roni and its relevance to education. The book of Tanbihul Mughtarrin contains an invitation to get closer to Allah SWT, reviewing the noble ethics of the righteous salaf scholars, by quoting their maqolah-maqolah and also quoting the words of previous Prophets related to noble ethics. And in its relevance to moral education is everything and the position of morals above education, even the Prophet Muhammad was sent to perfect morals.