Murdinah Murdinah
Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology

PENANGANAN DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN KERANG HIJAU Murdinah Murdinah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2009): August 2009
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v4i2.149

Abstract

Kerang hijau merupakan salah satu komoditas dari kelompok kekerangan (shellfish) yang sudah dikenal masyarakat, selain kerang darah (Anadara granosa),  kijing Taiwan (Anodonta sp), dan kerang bulu (Anadara inflata). Kerang hijau telah berhasil dibudidayakan dan dapat dipanen setelah 6–7 bulan. Potensi kerang hijau di Indonesia cukup tinggi dan tersebar di beberapa perairan di Indonesia. Kerang hijau mengandung protein sekitar 16,7–21,9%, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin) dan mengandung mineral kalsium, fosfat, yodium, tembaga. Kerang hijau mengandung daging sekitar 30% dari  bobot keseluruhan dan mempunyai nilai gizi yang tinggi, dengan demikian kerang hijau berpotensi sebagai sumber protein hewani yang relatif murah dibanding ikan. Penanganan terhadap kerang hijau agar aman dikonsumsi dapat dilakukan dengan cara pengurangan kandungan logam berat dengan perendaman dalam larutan kitosan 1,5% selama 3 jam dan teknik depurasi untuk menurunkan kandungan bakteri kerang hijau. Diversifikasi  produk olahan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan konsumsi kerang hijau di masyarakat dalam rangka meningkatkan asupan protein dan meningkatkan pendayagunaan hasil perikanan untuk diolah menjadi produk baru sebagai makanan bernilai gizi tinggi, enak, murah, dan mudah didapat. Produk inovatif olahan kerang hijau diantaranya kamaboko, kerupuk,  kerang  rebus  dengan  pewarna  alami, hidrolisat protein, dan pasta condiment. Produk inovatif kerang hijau tersebut mempunyai peluang dikembangkan menjadi komoditi ekspor.
PROSPEK PRODUKSI AGAROSA DAN AGAR MIKROBIOLOGI DI INDONESIA Dina Fransiska; Murdinah Murdinah
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 2, No 2 (2007): December 2007
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v2i2.139

Abstract

Rumput laut selain sebagai penghasil agar untuk makanan juga dapat menghasilkan agarosa dan agar mikrobiologi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selama ini di Indonesia agar telah digunakan secara luas dalam industri pangan namun belum banyak dimanfaatkan dalam bidang bioteknologi. Seiring dengan perkembangan penelitian di bidang bioteknologi, permintaan pasar internasional untuk agar mikrobiologi terus meningkat. Bahan baku yang cukup tersedia dan tumbuh tersebar di wilayah perairan Indonesia sangat potensial dalam mendukung produksi agarosa dan agar mikrobiologi.