Alex Sobur
Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung.

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Bercengkerama dengan Semiotika Sobur, Alex
Mediator Vol 3, No 1 (2002)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya studi khusus tentang sistem penandaan benar-benar merupakanfenomena modern. Tanda, dalam pandangan Peirce, adalah sesuatu yang hidup dan dihidupi (cultivated). fa hadir dalam proses interpretasi (semiosis) yang mengalir. Dalam konteks ini, semiotika berusaha menjelaskanjalinan tanda atau ilmu tentang tanda; secara sistematik menjelaskan esensi, ciri-ciri, dan bentuk suatu tanda, serta proses signifikasiyang menyertainya.
Peran Pers Islam dalam Upaya Mendorong Proses Demokratisasi di Indonesia Sobur, Alex
Mediator Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pers dalam mendorong proses demokratisasi adalah hal yang mutlak. Namun, pers Indonesia, terutama pers Islam, bagaimanapun diharapkan berperan lebih aktif dalammendudukkan reformasi dalam maknanya yang tepat, sambil tetap mencatat dan melaporkan sejumlah bahaya yang bisa membelokkan transisi demokrasi yang sedang berlangsung sekarang ini. Namun, ironisnya di negara yang penduduknya mayoritas Islam ini justru media pers lebih banyak didominasi oleh medis pers non-Islam. Lalu, bagaimana pers Islam bisa berperan di dalamnya? Dalam konteks ini, kehadiran pers Islam, atau pers yang Islami, yang maju dan bermutu, serta berdaya jangkau luas, mutlak dibutuhkan, agar ia bisa berperan dalam proses demokratisasi di Indonesia.
Peliputan Isu Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Sobur, Alex
Mediator Vol 6, No 2 (2005): Bagaimana Kita Menjelaskan Penerapan Teknologi?
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The press role, in order to support development process, is undeniable. Such was the case of environmental issue when the news of possible environmental damage appeared as importantreports in the newspaper. Over the last 35 years, environmental issues has moved from periphery to central of state policy—thanks to the press who consistently reported and develop a kind of environmental journalism. This article describes characteristics of environmental report which concentrated more on the cause instead of effect.
Kebenaran Sebagai Prasyarat Etis Pers Sobur, Alex
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kredo seorang insan pers (wartawan) adalah mengabdi kepada kebenaran dan kepada publik. Maka itu, seorang wartawan memerlukan iklim kebebasan untuk bisa bekerja secara professional, memenuhi tugasnya menyampaikan informasi yang benar dan berharga. Dalam hubungan ini, paham pers mengenai kebebasan, mengandung pelbagai unsur substansial: kebebasan untuk mencari dan mengungkapkan kebenaran, namun sekaligus juga tanggung jawab tentang kadar kebenaran yang berhasil ditemukan oleh pers, serta tanggung jawab mengenai apakah implikasi dan konsekwensi dari kebebasan berita tersebut, apalagi diterbitkan secara umum dan terbuka.
Pers, Hak Privasi, dan Hak Publik Sobur, Alex
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran terhadap hak privasi kerap terjadi disebabkan adanya asumsi di kalangan wartawan kita bahwa peristiwa rutin tidak akan menghasilkan berita, dan karena itu mereka akan mencari peristiwa yang luar biasa. Namun umumnya, peristiwa luar biasa sering melibatkan kehidupan pribadi individu. Jika peliputan itu diteruskan, maka privasi individu tersebut bisa terganggu. Barangkali tidak mudah menentukan batas privasi individu di negara kita. Tetapi pada dasarnya, setiap individu memiliki hak untuk “sendiri”. Inilah yang harus dihormati para wartawan.
Telaah Buku Sobur, Alex
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hari-hari Terakhir Sebuah RezimJudul: Pers dalam “Revolusi Mei” Runtuhnya Sebuah Hegemoni;Editor: Dedy N. Hidayat, Effendi Gazali, Harsono Suwardi, Ishadi S.K.;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta;Tahun terbit: 2000; Tebal: xii + 465 halaman;Harga Rp 45.000.
Mitos dan Kenikmatan Filsafat: Pengantar ke Pemikiran Filsafat Komunikasi Sobur, Alex
Mediator Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat memiliki sejumlah mitos yang sering mengurungkan minat orang mempelajarinya: filsafat itu abstrak, sulit, tidak memiliki kegunaan praktis. Namun, sesungguhnya filsafat memiliki banyak kegunaan: (1) filsafat dapat membantu untuk memperluas pandangan, menempatkan suatu bidang ilmiah dalam perspektif yang lebih luas; (2) filsafat dapat membantu untuk belajar berpikir kritis dan menganalisis segala masalah yang timbul secara tajam; (3) melalui filsafat, segala pemikiran dan cara pengungkapannya dapat diasah dan dipertajam; (4) melalui studi filsafat, kita dapat mengerti lebih mendalam dunia di mana kita hidup; (5) studi etika—sebagai salah satu cabang filsafat—dapat menanamkan kesadaran etis dalam jiwa seseorang. Dalam dunia ilmu, secara teoretis filsafat mampu memberikan pemahaman yang esensial tentang manusia, sehingga pada gilirannya kita bisa meninjau secara kritis asumsi-asumsi yang tersembunyi di balik teori-teori yang terdapat di dalambidang ilmu kita masing-masing; secara praktis, filsafat berguna untuk mengetahui apa dan siapa manusia secara menyeluruh. Berkaitan dengan komunikasi, filsafat meneliti komunikasi secara kritis dan diakletis. Filsafat bersikap kritis, tidak pernah berpuas diri, selalu bersedia membuka kembali perdebatan. Sikap kritis terhadap dirinya sendiri termasuk hakikat filsafat. Dialektis berarti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar dengan setiap putaran tesis—antitesis dan antitesisnya antitesis. Filsafat komunikasi adalah suatu disiplin yang menelaah pemahaman secara fundamental, metodologis, sistematis, analitis, kritis, dan holistis, teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya. Filsafat mempersoalkan apakah hakikat manusia komunikan, dan bagaimana ia menggunakan komunikasi untuk berhubungan dengan realitas lain di alam semesta ini. Filsafat melihat posisi komunikasi dalam hubungan timbal balik antara manusia dan alam semesta.
Membaca Kebohongan Media Amerika Sobur, Alex
Mediator Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Jerry Gray, author of “Media Sins in US” (2006), media were responsible to represent a huge amount of biased facts. For example, US media have depicted Saddam Hussein, Iraqi leader, as the most dangerous threat for American. A high diplomatic leader, John Brady Keisling, agreed with Gray’s statement. He reported saying that intelligent information had being distorted systematically to manipulate Americans opinion. This article tried to dig relation between media biased and the main source of media power in the hands of media owner. More than half of media moguls rooted to a Jewish family, and they were capable to construct and circulating news which served best for their sake.
Membincang “Harry Potter”, Membaca Mitos Sobur, Alex
Mediator Vol 8, No 1 (2007): Berkomunikasi dengan Anak
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In spite of the celebration of Harry Potter, JK Rowling as the author was accused as teaching and disseminating occultism among her readers. It is said that Harry Potter could turn children to become demons. This accusation raised concerns among parents and educators, especially Christians.  Furthermore, a priest from New Mexico, Jack Brock, was threatening to burn Harry Potter volumes. Responding to the threat, JK Rowling was reported calm. Harry Potter still wins the heart of thousands children all over the world. A semiotic analysis toward Harry Potter books concludes that reality and imagination were created (not depicted, or mirrored) in the world of wizardry. Furthermore, an ideological analysis has successfully disclosed some imperialism signs being downplayed in the story plot.
Karya Seni sebagai Media Sobur, Alex
Mediator Vol 8, No 2 (2007): Proses Berkesenian = Proses Berkomunikasi
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In essence, art is a form of human spirit and cultural expression contained and expressing aesthetic beauty. Art is born from the deepest side of human, encouraged by artist tendency toward beauty—whatever it is. Such encouragement mirrored human instinct provide by God (Allah) to His people. Art is also medium, the process of artisans in fact reflects the process of communication. There are messages to be delivered in art. Without messages, art become no more than a mute art, and therefore, has no meaning at all.