Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Diseminasi Teknologi Filtrasi Air Kolam Budidaya Ikan dan Diversifikasi Produk Pangan Olahan Berbasis Ikan Lele di Desa Curug Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Martana, Budhi; Amar, Muhammad Ikhsan; Nashir, Asep Kamaluddin
Community Empowerment Vol 6 No 2 (2021): Forthcoming Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.705 KB) | DOI: 10.31603/ce.4387

Abstract

Kegiatan diseminasi produk teknologi ini melibatkan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Curug Mutiara, dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Curug. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah sulitnya melakukan pengolahan air untuk proses pembudidayaan ikan lele karena kualitas air tanah yang ada di Desa Curug kurang baik, dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diversifikasi produk pangan olahan ikan lele. Tujuan dari diseminasi produk teknologi ini adalah membantu mitra dalam pengembangan teknologi filtrasi air kolam dan melakukan diversifikasi produk pangan olahan ikan lele. Tahapan kegiatan yang digunakan, yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diseminasi produk teknologi kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat berjalan berkat kerja sama tim pengabdian, perangkat desa dan kelompok pembudidaya ikan lele serta TP-PKK desa Curug, dalam menciptakan dan mengembangkan usaha budidaya ikan lele yang produktif, sehingga mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Cooperation Of Indonesia - Iran In The Oil And Gas Energy Sector 2015-2017 Kamaluddin, Asep; Muhammad Fathun, Laode; Nadirah Rahladhani, Utami
Journal of International Relations on Energy Affairs Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Department of International Relations Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51413/jisea.Vol1.Iss2.2020.194-210

Abstract

This research is conducted to discuss about the Cooperation between Indonesia and Iran in oil and gas energy sector period 2015-2017. This research uses qualitative research method with descriptive approach type. The purpose on this research is to explain the shape of cooperation between Indonesia and Iran in oil and gas energy sector. This research also uses bilateral cooperation theory, national interest theory, and energy security concept. From this research, According to the result from this research, the cooperation between Indonesian and Iran in oil and gas energy sector in the period of 2015-2017, the first is Purchasing of Liquified Petroleum Gas (LPG) and Crude Oil form Iran with Competitive Price, second, Oil Refinery Development located in Situbondo (East Java) and the last is Management of Ab-Teymour and Mansouri field. With this cooperation, Indonesia has achieve national interest because the production of oil and gas in Indonesia is increased and the people requirement of oil and gas can be fulfilled. Then in this research, it is also known that the cooperation between Indonesia and Iran in the energy sector will continue even in the wider sector again.
Cooperation Of Indonesia - Iran In The Oil And Gas Energy Sector 2015-2017 Asep Kamaluddin; Laode Muhammad Fathun; Utami Nadirah Rahladhani
Journal of International Relations on Energy Affairs Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Department of International Relations Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51413/jisea.Vol1.Iss2.2020.194-210

Abstract

This research is conducted to discuss about the Cooperation between Indonesia and Iran in oil and gas energy sector period 2015-2017. This research uses qualitative research method with descriptive approach type. The purpose on this research is to explain the shape of cooperation between Indonesia and Iran in oil and gas energy sector. This research also uses bilateral cooperation theory, national interest theory, and energy security concept. From this research, According to the result from this research, the cooperation between Indonesian and Iran in oil and gas energy sector in the period of 2015-2017, the first is Purchasing of Liquified Petroleum Gas (LPG) and Crude Oil form Iran with Competitive Price, second, Oil Refinery Development located in Situbondo (East Java) and the last is Management of Ab-Teymour and Mansouri field. With this cooperation, Indonesia has achieve national interest because the production of oil and gas in Indonesia is increased and the people requirement of oil and gas can be fulfilled. Then in this research, it is also known that the cooperation between Indonesia and Iran in the energy sector will continue even in the wider sector again.
Strategic Environment, Strategist, and Strategy Asep Kamaluddin Nashir; Yugolastarob Komeini; Hesti Rosdiana
Global Strategis Vol. 15 No. 1 (2021): Global Strategis
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.15.1.2021.103-126

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan irisan dan keterkaitan erat antara lingkungan strategis, strategist, dan strategi dalam perkembangan isu-isu keamanan internasional. Selain itu, faktor national will setiap negara memberikan pemahaman berbeda tentang perspektif strategis dan perumusan strategi yang dihasilkan. Hasil dari tulisan ini menjelaskan bahwa lingkungan strategis menjadi preferensi strategist atau para pengambil kebijakan dalam merumuskan kebijakan atau strategi, dengan mempertimbangkan national will untuk menghadapi perkembangan lingkungan strategis. Dengan kata lain, identifikasi lingkungan strategis bagi aktor negara menjadi sebuah keharusan untuk menjamin tercapainya kepentingan nasional. Identifikasi tersebut berkonsekuensi pada pemahaman strategist dalam menyusun strategi untuk mencapai kepentingan nasional sebuah negara.Kata-kata kunci: Lingkungan strategis, National Will, Natuna, Indo-Pasifik This paper aims to explain the links between the strategic, strategic, and strategic environments in the development of international security issues. Furthermore, we seek to explain why a countries national will provide a different understanding of the resulting strategic perspective and strategy formulation. The results of this paper explain that the strategic environment becomes the preference of strategists or policymakers in formulating policies or strategies, taking into account the national will, to adapt to the development of the strategic environment. In other words, identifying the strategic environment for state actors is a must to ensure the achievement of national interests. This identification has consequences on strategic understanding in formulating strategies to achieve the national interest of a country.Keywords: Strategic environment, National Will, Natuna, Indo-Pacific
DIPLOMASI PERDAGANGAN INDONESIA DAN PAKISTAN PERIODE 2017-2019. Studi Kasus: Respon Indonesia Terhadap Rencana Kebijakan Pelarangan Vanaspati Ghee Mohammad Nabil Hibatullah; Asep Kamaluddin Nashir
Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs Vol 6, No 1 (2021): Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs
Publisher : UNIDA Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dauliyah.v6i1.5585

Abstract

Indonesia and Pakistan have a trade history that can be said to be potentially and beneficial for both parties. One of the potential sectors and mainstay of Indonesia in Pakistan is the palm oil sector. However, a plan to ban palm oil products in Pakistan could threaten the sustainability of cooperation and disrupt Indonesia’s trade balance. Various attempts were made by the Indonesian government through a number of ways so that the planned ban was stopped and cooperation between the two parties can run smoothly again and is expected to develop in the future.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH PLASTIK DI LINGKUNGAN YAYASAN AL KAMILAH SERUA DEPOK Asep Kamaluddin Nashir; Yani Hendrayani; Dairatul Ma’arif
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v5i1.3338

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang erat kaitannya dengan masyarakat urban Indonesia. Pengembangan Bank Sampah memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, masyarakat setempat, hingga akademisi. Adapun yang menjadi tujuan program PKM ini adalah untuk mengembangkan kapasitas masyarakat Yayasan Al-Kamilah Serua dalam kegiatan pengembangan bank sampah dan bagi akademisi yaitu untuk menumbuhkembangkan kesadaran dalam kontribusinya terhadap pengelolaan sampah dilingkungan masyarakat sekitar. Program PKM ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, yaitu pra pelaksanaan (observasi dan sosialisasi), pelaksanaan program, dan pasca pelaksanaan (evaluasi dan pembuatan laporan). Sementara, metode yang digunakan adalah metode program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan dalam bentuk pertemuan secara berkala antara narasumber dan masyarakat. Hasil Program PKM ini terjadi perubahan yang sangat signifikan tentang pemahaman masyarakat di lingkungan Yayasan Al-Kamilah mengenai Bank Sampah. Dalam kategorisasi sangat memuaskan, sebelum dilakukannya sosialisasi hanya berkisar di angka 1 persen. Sedangkan setelah dilakukannya sosialisasi menjadi 80,5 persen, bertambah sekitar 79,5 persen. Kata Kunci: IPTEKS bagi Masyarakat (IbM), Bank Sampah, Yayasan Al-Kamilah Serua Depok
Russian Military Intervention In The Middle East Security Architecture Chairul Fajar; Asep Kamaluddin Nashir
Jurnal ICMES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies
Publisher : Indonesia Center for Middle East Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.742 KB) | DOI: 10.35748/jurnalicmes.v3i1.41

Abstract

Fluktuasi polaritas keamanan yang liquid dan saratnya agenda kepentingan telah menciptakan kontestasi kekuatan yang diikuti ketidakpastian keamanan di Timur Tengah. Meletusnya Arab Spring diikuti konflik di Suriah memunculkan ancaman terhadap kepentingan nasional Rusia oleh potensi runtuhnya otoritas pemerintahan Suriah. Intervensi militer kemudian menjadi langkah Rusia guna mengatasi potensi ancaman tersebut. Sangat diyakini intervensi militer Rusia ini memperoleh sejumlah capaian sekaligus dari game changer jalannya perang di Suriah sekaligus nilai keuntungan strategis di lingkup tatanan keamanan Timur Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan teori regional security complex dan intervensi militer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa intervensi militer Rusia di Suriah telah memperluas peranan Rusia di Suriah dan Timur Tengah sebagai salah satu pemain penting yang menciptakan variasi peta kekuatan di kawasan sekaligus menggagalkan rancangan tatanan keamanan Timur Tengah versi AS.Fluktuasi polaritas keamanan yang liquid dan saratnya agenda kepentingan telah menciptakan kontestasi kekuatan yang diikuti ketidakpastian keamanan di Timur Tengah. Meletusnya Arab Spring diikuti konflik di Suriah memunculkan ancaman terhadap kepentingan nasional Rusia oleh potensi runtuhnya otoritas pemerintahan Suriah. Intervensi militer kemudian menjadi langkah Rusia guna mengatasi potensi ancaman tersebut. Sangat diyakini intervensi militer Rusia ini memperoleh sejumlah capaian sekaligus dari game changer jalannya perang di Suriah sekaligus nilai keuntungan strategis di lingkup tatanan keamanan Timur Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan teori regional security complex dan intervensi militer. Hasil penelitian ini menemukan bahwa intervensi militer Rusia di Suriah telah memperluas peranan Rusia di Suriah dan Timur Tengah sebagai salah satu pemain penting yang menciptakan variasi peta kekuatan di kawasan sekaligus menggagalkan rancangan tatanan keamanan Timur Tengah versi AS.
Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Lele di Desa Curug, Gunung Sindur, Bogor Kusumajanti Kusumajanti; Asep Kamaluddin Nashir; Ni Putu Eka Widiastuti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202164.837

Abstract

EMPOWERMENT OF CATFISH FARMERS GROUP IN CURUG VILLAGE, GUNUNG SINDUR, BOGOR. Catfish farming ini Curug Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency is carried out independently. Selling fish farming products to local markets by bringing in fish buyers (Tengkulak). The problem that occurs is that the selling price of catfish offered by collectors ranges from Rp. 17,500 – Rp. 18,000/kg. The procedure for selling fish is a problem in itself for cultivators, such as low selling prices, inappropriate weighing results. Based on these problems, the PkM team proposed efforts to empower farmers in groups, with the aim of developing a Product Marketing Strategy. The method used by direct assistance with processed products, formulating marketing strategies, targeting the local market. Empowerment of the “Curug Mutiara” catfish Cultivators in collaboration and synergy with other groups, village officials, and related agencies in Bogor Regency to achieve optimal results.
Strategi Pendampingan Terhadap Pelaku Wisata di Ekowisata Sunge Jingkem, Kampung Sembilangan, Desa Samudra Jaya, Kabupaten Bekasi Kusumajanti Kusumajanti; Ni Putu Eka Widiastuti; Asep Kamaluddin Nashir
Indonesian Journal of Society Engagement Vol. 1 No. 2: Desember 2020
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/ijse.v1i2.17

Abstract

Business in Era 4.0 uses a lot of information from internet-based digital media. The world of tourism has a very promising business opportunity for tourism entrepreneurs. Sunge Jingkem in Samudra Jaya Village, Bekasi Regency is a tourism business pioneered by young people, especially from Kampung Sembilangan. The development of the area that was originally only a fishing village turned into a tourist area has become the background for the development of Sunge Jingkem Ecotourism. The main profession of residents in Kp. Sembilang as fishermen is considered not able to do optimally because of fish availability, competition, weather, and pollution, so they have to look for alternative income. Community service carried out by a team from the Jakarta Veteran National Development University in collaboration with the Bekasi District Research and Development Agency aims to create a mentoring strategy for tourism actors to create alternative employment opportunities through Ecotourism by promoting collaboration and creativity. The method of mentoring carried out for tourism actors in Kampung Sembilang, Samudra Jaya Village starts from extracting information directly to the object of guidance, then carrying out FGDs involving tourism actors, and finally direct guidance to tourism actors. Tourism actors consisting of Managers, Local Governments, and Travelers undertake efforts to foster communication so that collaboration can be created, creative ecotourism management, and in the end, the objectives of this guidance can be achieved. Sunge Jingkem Ecotourism is an alternative for fishermen to have additional income apart from being traditional fishermen. Abstrak Bisnis di Era 4.0 ini banyak memanfaatkan informasi dari media digital berbasis internet. Dunia Pariwisata memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi para pelaku usaha wisata. Sunge Jingkem di Desa Samudra Jaya, Kabupaten Bekasi merupakan usaha wisata yang dipelopori oleh para pemuda khususnya dari Kampung Sembilangan. Pengembangan wilayah yang semula hanya desa nelayan berubah menjadi daerah wisata menjadi latar belakang pengembangan di Ekowisata Sunge Jingkem.  Profesi utama penduduk di Kp. Sembilangan sebagai nelayan dinilai sudah tidak bisa dilakukan secara optimal dikarena faktor ketersediaan ikan, persaingan, cuaca dan pencemaran sehingga mereka harus mencari alternatif penghasilan. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Bekasi bertujuan untuk membuat strategi pendampingan pada para pelaku wisata dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan alternatif melalui Ekowisata dengan mengedepankan kolaborasi dan kreativitas. Metode pendampingan yang dilakukan kepada pelaku wisata di Kampung Sembilang, Desa Samudra Jaya dimulai dari penggalian informasi secara langsung ke objek pembinaan, kemudian melaksanakan FGD dengan melibatkan para pelaku wisata, dan terakhir dilaksanakan pembinaan langsung ke pelaku wisata. Pelaku wisata yang terdiri dari Pengelola, Pemerintah Daerah, dan Pelancong dilakukan  upaya pembinaan komunikasi sehingga dapat tercipta kolaborasi, pengelolaan ekowisata yang kreatif, dan pada akhirnya dapat tercapai tujuan pembinaan ini. Ekowisata Sunge Jingkem sebagai salah satu alternatif bagi nelayan untuk memiliki penghasilan tambahan selain sebagai nelayan tradisional. Kata Kunci: komunikasi; ekowisata; pelaku wisata
The Role of Indonesia to Create Security and Resilience in Cyber Spaces [Peran Indonesia dalam Membentuk Keamanan dan Ketahanan di Ruang Siber] I Nyoman Aji Suadhana Rai; Dudy Heryadi; Asep Kamaluddin N.
Jurnal Politica Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Politica Mei 2022
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v13i1.2641

Abstract

This article discusses Indonesia’s role in securing cyberspace or cyber resilience in the scope of domestic, bilateral and multilateral. Since the establishment of the National Cyber and Crypto Agency (BSSN) in 2017, Indonesia has reported many cases of cyber-attacks both in the government and in the private sphere. This article aims to find out what roles that Indonesia did in shaping cyber security and resilience in the sphere of the domestic, bilateral and multilateral. This article uses a descriptive method with literature review by using secondary data from a literature review that is available. The result of this article is that Indonesia acts as a Protectee, Mediator, and Balancer in accordance with the behavior that is shown in each phenomenon such as domestic, bilateral and multilateral (regional), which depend on the dynamic situation. However, it does not replace Indonesia’s position as a country with a status that is not in alliance with other countries, namely independence and active (Bebas-Aktif).AbstrakArtikel ini membahas tentang peran Indonesia di dalam mengamankan ruang siber atau cyberspace di lingkup domestik, bilateral dan multilateral. Sejak dibentuknya Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN pada tahun 2017, Indonesia melaporkan mendapatkan begitu banyak serangan siber baik di lingkungan pemerintahan maupun di lingkup swasta. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh Indonesia dalam membentuk keamanan dan ketahanan siber di lingkup domestik, bilateral dan multilateral. Metode riset yang digunakan adalah metode deskriptif melalui kajian literatur dengan menggunakan data sekunder dari kajian literatur yang sudah tersedia. Hasil riset menunjukan bahwa Indonesia berperan sebagai Protected, Mediator, dan Balancer sesuai dengan perilaku yang ditunjukkan di masing – masing situasi baik domestik, bilateral maupun situasi multilateral yang cenderung dinamis, namun tidak mengganti posisi Indonesia sebagai negara dengan statusnya yang tidak beraliansi dengan negara lainnya yaitu bebas aktif.