Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Kajian Branding Indonesia

Peran Ruang Wadah Berbagi Pengetahuan Terhadap Komitmen Komunitas dan Loyalitas : Kasus Teater Katak Daniel Pranajaya; Josephine Gratia; Agus W. Soehadi; Novi Amelia
Kajian Branding Indonesia Vol 2 No 1 (2020): Kajian Branding Indonesia
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.1 KB)

Abstract

Melalui sebuah wawancara dengan seorang sutradara sekaligus penggerak Teater Katak, sebuah teater yang berhasil mendapat sorotan publik dan membangun jaringan yang luas, kami dapati bahwa ada peluang untuk mengembalikan dunia perteateran di Indonesia ke masa jayanya, sebagaimana pada tahun 1960 maupun 1970. Melalui berbagai usahanya untuk memperluas pasar penikmat teater di Indonesia, guna memungkinkan para pecinta aliran seni tersebut dapat hidup hanya dengan berteater, ia mendapati bahwa sesama performing art enthusiast, mampu bertahan jika antar komunitas menopang satu sama lain. Pernyataan ini kemudian kami uji dengan model jurnal dengan judul Pengaruh Wadah Berbagi Pengetahuan Terhadap Komitmen dari Komunitas Merek, yang menjadi acuan penulisan laporan ini. Riset yang membahas tentang ruang-ruang yang dapat mempengaruhi komitmen komunitas merek ini menilik kasus dengan teori ruang berbagi pengetahuan, komitmen, serta act of loyalty dan menerapkan riset kuantitatif berupa non probability purposive sampling terhadap komunitas Teater Katak sebanyak 155 responden yang diolah menggunakan Structural Equation Model dengan tool AMO8 16. Hasil riset membuktikan bahwa sesuai dengan penelitian Sumarlin (2013), bahwa platform berbagi pengetahuan memiliki hubungan positif dengan komitmen komunitas, pula terhadap indikasi tindak loyalitas. Riset ini membuktikan kalau hal tersebut tak hanya terhadi pada komunitas merek namun juga komunitas seni. Platform berbagi pengetahuan berpengaruh terhadap komitmen komunitas yang selanjutnya berdampak terhadap intensi pembelian, penyebaran WOM positif, serta keluhan konstruktif yang merupakan indikasi loyalitas. .
Pengaruh Brand Storytelling dalam Pembentukan Brand Loyalty dan WOM pada Brand Socendate Harriman Samuel Saragih; Christabella Odelia Kwandy; Hans Nicholas; Agus W. Soehadi; Freddy Utama
Kajian Branding Indonesia Vol 3 No 2 (2021): Kajian Branding Indonesia
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.598 KB)

Abstract

Perkembangan industri kosmetik di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan. Hal tersebut tergambar dari ekspor produk kosmetik Indonesia yang mencapai USD 600 juta, lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu sebesar USD 556,36 juta. Sampai tahun 2019, Indonesia tercatat memiliki 797 brand industri kosmetik besar dan industri kecil dan menengah (Larissa Huda, 2020). Oleh karena itu, industri kosmetik sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian, khususnya untuk brand Secondate, yaitu brand kosmetik lokal yang menggunakan metode brand storytelling dalam kegiatan marketing-nya. Brand storytelling sendiri merupakan salah satu metode terkuat untuk menarik perhatian konsumen (Mossberg dan Johansen, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh brand storytelling yang dapat mempengaruhi cognitive, sensory, dan affective associations yang kemudian berpengaruh pada brand love sebagai pembentukan brand loyalty dan word of mouth (WOM), khususnya untuk brand Secondate. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melibatkan 249 responden yang merupakan konsumen Secondate, brand kosmetik lokal di Indonesia yang menggunakan teknik stortytelling dalam kegiatan aktivasi dan marketing-nya. Data yang didapatkan diuji menggunakan factor analysis dan structural equation model (SEM) di AMOS. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara brand storytelling terhadap brand associations: cognitive, sensory, dan affective associations, yang mempengaruhi brand love sebagai faktor pembentukan brand loyalty dan word of mouth.
Pengaruh Sponsor-Event Congruence dalam Kegiatan Sponsorship Festival Musik terhadap Attitude toward the Brand, Brand Image dan Purchase Intention Wijaya Wijaya; Katarina Katarina; Agus W Soehadi; Sumarlin Sumarlin; Antonius Antonius W
Kajian Branding Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Kajian Branding Indonesia
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.455 KB)

Abstract

Kegiatan sponsorship, merupakan salah satu strategi pemasaran yang umum dilakukan oleh sebuah brand. Namun tidak banyak penelitian yang meneliti aktivitas sponsorship oleh brand sponsor dalam sebuah festival musik, yang dimana merupakan salah satu industri yang sangat berkembang dan diminati masyarakat Indonesia. Maka dari itu, penelitian ini difokuskan untuk memberikan kontribusi pada dunia riset, terutama dalam kategori kegiatan sponsorship dalam sebuah festival musik, dengan menganalisa pengaruh variabel Sponsor-event congruence, terhadap variabel Brand Image, Attitude towards the Brand, dan Purchase Intention. Peneliti telah mendapatkan 168 responden yang datang menikmati festival musik Java Jazz Festival 2019 dalam penyebaran kuesioner. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan penambahan in-depth interview terhadap 5 responden untuk membantu hubungan penelitian yang dianalisa. Data kuesioner didapatkan dengan menggunakan metode non-probaility sampling, yang dilanjutkan dengan purposive sampling, kemudian dianalisa menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukan besarnya pengaruh keselarasan antara brand sponsor dengan festival musik yang disponsori, dan 4 dari 6 hipotesis yang dianalisa menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara, Sponsor-Event Congruence terhadap variabel Brand Image, Attitude towards the Brand, dan Purchase Intention. Dengan arti bahwa, adanya dampak positif antara variabel Sponsor-Event Congruence terhadap Brand Image, dampak positif antara Sponsor-Event Congruence terhadap Attitude towards the Brand, dampak positif antara Sponsor-Event Congruence terhadap Purchase Intention, dan dampak positif antara Brand Image dengan Attitude towards the Brand.
Perubahan Perilaku pengguna M-Wallet terhadap M-Wallet Lainnya Menggunakan Push-Pull-Mooring (PPM) Framework Lenia Julian; Natalia Napitupulu; Agus W Soehadi; Fredy Utama Rustandi
Kajian Branding Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Kajian Branding Indonesia
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.8 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya industri pada M-Wallet sehingga tingkat kompetisi pada perkembangan M-Wallet semakin kuat banyak dari mereka terus mengembangkan produknya dengan memberikan akses yang nyaman, mudah, dan juga penuh dengan promo. Pada pusat perbelanjaan sendiri kita dapat melihat banyaknya kompetisi promo besar-besaran terjadi pada beberapa produk atau jasa yang ada, membuat tidak jarang pengguna M-Wallet akan berpindah penggunaannya dari M-Wallet yang satu dengan yang lainnya. Dengan meneruskan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengguna beralih dalam penggunaan aplikasi M-Wallet menggunakan push-pull-mooring (PPM). Basis konsep yang digunakan adalah privacy concern, alternative rewards, dan inertia yang diidentifikasikan sebagai push, pull, dan juga mooring effect. Model penelitian ini disebarkan kepada 273 responden yang menggunakan GoPay. Pengambilan data akan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online secara snowball sampling. Setelah mendapatkan hasil kuesioner peneliti menguji hasil tersebut dan mendapatkan 3 hasil hipotesis yang diterima, dimana Imbalan moneter dari alternatif terkait positif dalam menarik perubahan perilaku pengguna. Faktor economic value dan past investment memiliki hubungan yang positif dengan Inertia. Selain itu peneliti memiliki hasil 3 hipotesis yang ditolak, dimana ternyata privacy concern tidak terkait positif terhadap perubahan perilaku pengguna, dan technological self-efficacy terkait positif atau ada hubungan dengan Inertia. Inertia dikaitkan secara positif dengan perubahan perilaku pengguna GoPay.