Paulus Nugraha
Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINJAUAN FAKTOR-FAKTOR PENENTU RUMAH-TOKO DI SURABAYA DARI SUDUT PANDANG PENGEMBANG DAN PENGGUNA Paulus Nugraha
Civil Engineering Dimension Vol. 2 No. 2 (2000): SEPTEMBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.901 KB) | DOI: 10.9744/ced.2.2.pp. 111-115

Abstract

Before the Indonesian economic crisis at the end of 1997, shophouse was considered as the most attractive investment in Indonesian real estate. But the business abruptly came to a halt after the economic crisis, particularly after the news about riots and lootings in 1998. That is the reason of this research, which analyze factors which influence the shophouse characters, by accommodating the developers and the consumers' view. The developers' view was observed through the characteristics, while the consumers' view was observed through Kotler's "Four-P". The survey was done in Surabaya in April & May 1999. Results show that in general the developers considered their factors as more influencing than the consumers. The most influencing factor from the developers' view is financial, followed by market, location and physical factors. The most influencing factors from the consumers' view are price and product factors. Abstract in Bahasa Indonesia : Sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia pada akhir tahun 1997, Ruko (Rumah-Toko) dipandang sebagai investasi yang paling menarik dalam real estat Indonesia. Namun bisnis ini secara drastis berhenti setelah krisis ekonomi, apalagi setelah banyak berita tentang kerusuhan dan penjarahan pada tahun 1998. Dengan alasan tersebut dibuatlah penelitian ini, yang menganalisa faktor-faktor penentu yang mempengaruhi karakter ruko, melihatnya dari sudut pandang pengembang dan pengguna. Sudut pandang pengembang diamati melalui faktor-faktor karakteristiknya, sedangkan sudut pandang pengguna diamati melalui "Empat-P" dari Koetler. Survei dilakukan di Surabaya pada bulan April dan Mei 1999. Hasil memperlihatkan bahwa secara umum pengembang melihat faktor-faktornya lebih menentukan daripada sudut pandang pengguna. Faktor-faktor yang paling menentukan dari sudut pandang pengembang adalah faktor keuangan, yang kemudian diikuti oleh faktor pasar, lokasi, dan fisik. Faktor-faktor yang paling menentukan dari sudut pandang pengguna adalah faktor price dan product.
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU PADA MATAKULIAH DI JURUSAN TEKNIK SIPIL Paulus Nugraha
Civil Engineering Dimension Vol. 2 No. 1 (2000): MARCH 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.709 KB) | DOI: 10.9744/ced.2.1.pp. 65-70

Abstract

Paper ini dimulai dengan aplikasi Manajemen Mutu Terpadu di perguruan tinggi, terutama di jurusan Teknik Sipil, dan terfokus pada aspek pembelajaran. Kualitas pendidikan tidak dapat ditunda sampai akhir semester. Upaya-upaya perbaikan mutu selayaknya dilakukan jauh lebih dini. Pola "Kuesioner Satu Menit" dan kelompok Gugus Kendali Mutu diterapkan pada satu matakuliah di Jurusan Teknik Sipil Universitas Kristen Petra pada tahun 1997. Hasil menunjukkan bahwa TQM sangat membantu dalam memperbaiki mutu pembelajaran. Dosen tahu bagian-bagian mana yang kurang jelas, dan segera dapat diperbaiki pada pertemuan berikutnya. Mahasiswa juga menjadi lebih siap dan lebih memberikan perhatian pada matakuliah. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan berinisiatif dalam kegiatan kuliah, dan dalam bekerja berkelompok. TQM dapat memperbaiki kualitas kelas besar.