Wong Foek Tjong
Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

APLIKASI STATISTIK EKSTRIM DAN SIMULASI MONTE CARLO DALAM PENENTUAN BEBAN RENCANA PADA STRUKTUR DENGAN UMUR GUNA TERTENTU Wong Foek Tjong
Civil Engineering Dimension Vol. 3 No. 2 (2001): SEPTEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.749 KB) | DOI: 10.9744/ced.3.2.pp. 84-88

Abstract

Abstract in Bahasa Indonesia : Tidak banyak yasawan yang mengetahui bagaimana cara mendapatkan beban rencana dari data yang dimiliki. Makalah ini membahas penggunaan statistik ekstrim dan simulasi Monte Carlo untuk menentukan beban rencana untuk suatu umur guna tertentu. Diberikan pula beberapa contoh penggunaan kedua cara tersebut.
STUDI EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TUNED MASS DAMPER PADA STRUKTUR GEDUNG DALAM MEREDUKSI RESPONS DINAMIK AKIBAT BEBAN SEISMIK Wong Foek Tjong; Robby Sumendap; Freddy Gunawan; Takim Andriono
Civil Engineering Dimension Vol. 5 No. 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.37 KB) | DOI: 10.9744/ced.5.2.pp. 51-62

Abstract

One of the approaches to reduce excessive oscillation on buildings due to dynamic forces is by installing a mechanical device called tuned mass damper (TMD). This paper presents a study on the effectiveness of TMDs installed on the top story of 1, 5, 10, and 15-story buildings excited by earthquake accelerograms of El Centro 1940, Denpasar 1981, and Pacoima 1971. Two-dimensional linear-elastic shear building model with TMD on the top is used in performing dynamic analysis. The effectiveness of the TMD is evaluated by comparing the responses: displacement, inter-story drift, and acceleration, with and without TMD. The results of the study show that the responses are generally damped. However, in some cases the responses could be larger, thus using of TMD for reducing seismic response should be reconsidered. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mengatasi masalah guncangan yang berlebihan pada struktur gedung akibat beban dinamis, telah dikembangkan konsep kontrol pada struktur dengan menggunakan Tuned Mass Damper (TMD). Tulisan ini menyajikan studi efektifitas TMD yang dipasang pada struktur gedung 1, 5, 10, dan 15 tingkat yang dikenai akselerogram gempa-gempa El Centro 1940, Denpasar 1981, dan Pacoima 1971 (modifikasi). Dalam melakukan analisis dinamis, struktur dimodelkan sebagai bangunan geser elastis linier dua dimensi dengan TMD pada lantai teratas. Efektifitas TMD dievaluasi dengan membandingkan respons perpindahan, simpangan antar tingkat, dan percepatan dari struktur tanpa dan dengan TMD. Massa TMD ditetapkan sebesar 1%, 2%, dan 3% dari massa struktur utamanya. Hasil studi menunjukkan umumnya respons struktur dapat teredam. Meskipun demikian, pada beberapa kasus dapat terjadi respons struktur bertambah besar, sehingga penggunaan TMD untuk mereduksi respons akibat gempa perlu dipertimbangkan lagi
APLIKASI KONSEP BERBASIS PERPINDAHAN PADA PERENCANAAN PILAR BETON BERTULANG UNTUK STRUKTUR JEMBATAN Takim Andriono; Abraham Abraham; L. David A.T.; Wong Foek Tjong
Civil Engineering Dimension Vol. 4 No. 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.857 KB) | DOI: 10.9744/ced.4.2.pp. 51-59

Abstract

Recently, displacement-based seismic design concept is being developed. According to this concept, structures are designed based on a certain displacement target. This paper presents the application of the displacement-based design concept to reinforced concrete bridge piers of 3, 5, 7, 9 11,and 13 m height. The design results are then analyzed by inelastic time history analysis using Ruaumoko computer program. The results of inelastic time history analysis show that for bridge piers with height 7 m or more, the actual drifts relatively fit the design drifts, while for the 3m and the 5m height piers, the actual drifts are significantly less than the design drifts. Abstract in Bahasa Indonesia : Akhir-akhir ini sedang dikembangkan metode perencanaan seismik struktur dengan konsep berbasis perpindahan. Dengan konsep ini struktur direncanakan berdasarkan target perpindahan yang dikehendaki. Tulisan ini membahas aplikasi konsep berbasis perpindahan pada perencanaan struktur pilar jembatan beton bertulang dengan ketinggian 3, 5, 7, 9, 11, dan 13 m. Hasil perencanaan kemudian dianalisis dengan analisis inelastik riwayat waktu dengan menggunakan program komputer Ruaumoko. Hasil analisis inelastik riwayat waktu menunjukkan bahwa untuk pilar dengan ketinggian 7m atau lebih drift yang terjadi cukup sesuai dengan drift yang direncanakan, sedangkan untuk pilar dengan ketinggian 3m dan 5m drift yang terjadi relatif jauh lebih kecil daripada drift yang direncanakan.
RANCANG BANGUN ALAT UJI PERMEABILITAS BETON Handoko Sugiharto; Allan Surya; Koeshardiono Wibowo; Wong Foek Tjong
Civil Engineering Dimension Vol. 6 No. 2 (2004): SEPTEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.111 KB) | DOI: 10.9744/ced.6.2.pp. 94-100

Abstract

The permeability of concrete to water is an important factor that have an effect to durability of concrete structures having direct contact with water, such as port structures, bridges, and basements. In order to identify the permeability nature of concrete, permeability testing is needed. This paper presents a concrete permeability test equipment that was designed and built by the authors. The equipment can be used to conduct permeability tests by flow test as well as by penetration test method. The trial tests of the equipment by flow test method were conducted to 12 concrete speciments with water-cement ratio 0.4 and 0.5 and with wet and dry curing method. The averages of coefficients of permeability obtained differ in the range of 5%-26% from that obtained by using permeability test equipment made by Marui. In addition, the trial tests by penetration method were also conducted to six dry-cured concrete speciments with water-cement ratio 0.4 and 0.5. The averages of coefficients of permeability obtained from the penetration test differs from the flow test 23% and 90% for concrete of water –cement ratio 0.4 and 0.5, respectively. Abstract in Bahasa Indonesia : Permeabilitas beton terhadap air merupakan faktor penting yang mempengaruhi durabilitas struktur beton yang berhubungan langsung dengan air, seperti pelabuhan, jembatan, dan basement. Untuk mengetahui karakteristik permeabilitas beton diperlukan uji permeabilitas. Makalah ini menyajikan suatu alat uji permeabilitas beton terhadap air yang dirancang dan dibuat oleh penulis. Dengan alat ini uji permeabilitas beton dapat dilakukan baik dengan cara aliran maupun cara penetrasi. Ujicoba penggunaan alat ini dilakukan dengan cara uji aliran terhadap 12 sampel beton dengan variasi faktor air semen 0.4 dan 0.5 serta variasi curing kering dan basah. Rata-rata koefisien permeabilitas yang diperoleh berbeda sekitar 5%-26% dari yang didapatkan dengan alat uji permeabilitas buatan Marui. Dilakukan pula ujicoba dengan cara penetrasi terhadap enam sampel beton curing kering dengan variasi faktor air semen 0.4 dan 0.5. Rata-rata koefisien permeabilitas yang dari uji penetrasi berbeda dari yang dihasilkan dengan uji aliran masing-masing 23% dan 90% untuk beton dengan faktor air semen 0.4 dan 0.5.