Sri Wahyu Suciyati
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Uji Viskositas Fluida Menggunakan Transduser Ultrasonik sebagai Fungsi Temperatur dan Akuisisinya pada Komputer Menggunakan Universal Serial Bus (USB) Maria Yeni Hermawati; Sri Wahyu Suciyati; Warsito Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.483

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji viskositas fluida menggunakan transduser ultrasonik sebagai fungsi temperatur dan akuisisinya pada komputer menggunakan universal serial bus yang bertujuan untuk mengetahui nilai viskositas terhadapa perubahan temperatur pada oli motor SAE 20W-50 dan SAE 10W-40. Nilai viskositas didapatkan dari perubahan waktu tempuh gelombang pada transduser ultrrasonik MA40E7R/S. data diolah menggunakan bahasa pemrograman delphi 7 yang mengubah sinyal output transduser menjadi hasil viskositas oli motor SAE 20W-50 dan SAE10W-40. Rata-rata hasil pengukuran oli motor SAE 20W-50 pada temperatur 30oC 3,306, pada temperatur 35oC sebesar 3,771, pada temperatur 40oC sebesar 3,733, pada temperatur 45oC sebesar 3,848, dan pada 50oC sebesar 3,309. Dari penelitian ini diketahui jika temperatur semakin tinggi maka viskositas menurun. Kata kunci: Viskositas, Ultrasonik
Ekstraksi Ciri Suara Jantung Menggunakan Metode Dekomposisi dan Korelasi Sinyal (Dekorlet) Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan Danu Setiawan; Arif Surtono; Sri Wahyu Suciyati
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1284

Abstract

Teknik auskultasi adalah salah satu teknik lama yang digunakan oleh para dokter untuk menganalisis suara detak jantung menggunakan steteskope. Selain menggunakan teknik auskultasi, terdapat teknik lain yang digunakan untuk analisis suara jantung yaitu menggunakan phonocardiogram. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan sistem analisis suara jantung menggunakan phonocardiogram dengan ekstraksi ciri menggunakan metode dekorlet (Dekomposisi dan Korelasi). Korelasi sinyal dilakukan pada masing-masing sub-band dekomposisi yang sama untuk suara jantung normal dan abnormal lainnya. Korelasi sinyal dilakukan pada kawasan waktu dan dihitung Power Spectral Density (PSD) dilakukan pada kawasan frekuensi. Berdasarkan hasil analisis PSD menunjukkan bahwa PSD pada masing-masing sub-band dekomposisi dapat menggambarkan perbedaan antara suara jantung normal dan abnormal lainnya. Misalnya untuk jenis suara jantung Normal memiliki rapat spectral dominan pada sub-band aproksimasi ke-6 (A6)dengan rentang frekuensi 0-82,06 Hz, sedangkan untuk jenis suara jantung Mitral Regurgitasi memiliki rapat spectral dominan pada sub-band detil ke-6 (D6)dengan rentang frekuensi 82,06-164,12 Hz. Hasil ekstraksi ciri tersebut digunakan sebagai input jaringan syaraf tiruan (JST) untuk mengenali suara jantung. Struktur JST yang dirancang terdiri dari 7 neuroninput, 7 neuron tersembunyi dan 6neuronoutput. JST mampu mengenali suara jantung Normal, Aortic stenosis, Mitral regurgitation, Aortic regurgitation, Mitral stenosis dan Patent ductus arteriosusdengan tingkat keberhasilan rata-rata 85,7 %.
Realisasi Alat Ukur Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) pada Gas Buang Kendaraan Bermotor Berbasis Sensor Gas TGS 2201 dan Mikrokontroler ATMega8535 Benhard Fernando; Amir Supriyanto; Sri Wahyu Suciyati
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.475

Abstract

Telah direalisasikan sebuah alat ukur konsentrasi karbon monoksida pada gas buang kendaraan bermotor. Tujuannya adalah untuk merealisasikan instrument pengukur konsentrasi karbon monoksida menggunakan sensor TGS 2201 dan mengukur konsentrasi gas karbon monoksida yang terkandung dalam gas buang kendaraan bermotor Alat tersebut terdiri dari sensor TGS 2201, mikrokontroler ATMega 8535 dan LCD 16x2. Tegangan keluaran dari sensor dikonversi menjadi data digital oleh ADC yang terdapat pada mikrokontroler dan ditampilkan pada komputer. Proses pengambilan, pengolahan, dan komunikasi data diatur menggunakan program pada mikrokontroler dan komputer dengan bahasa pemrograman yaitu Bahasa Assembler dan Delphi. Pada metode pengukuran langsung di depan knalpot didapatkan konsentrasi karbon monoksida tertinggi dan terendah pada Yamaha/Vega R dan Honda/Supra Fit yaitu sebesar 41,072 ppm dan 6,663 ppm. Sedangkan pada metode pengukuran dengan memasukkan gas buang kendaraan ke dalam kantong plastik didapatkan konsentrasi karbon monoksida tertinggi dan terendah pada Opel/Blazer dan Honda/Accord yaitu sebesar 39,144 ppm dan 9,442 ppm. Kata Kunci: Karbon monoksida, sensor TGS 2201, mikrokontroler ATMega8535
Analisis Pola Interferensi Pada Interferometer Michelson Sebagai Pendeteksi Ketebalan Bahan Transparan Dengan Metode Image Processing Menggunakan Sensor Charge Couple Device (CCD) W Warsito; Sri Wahyu Suciyati; Aptridio S Yusuf
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1308

Abstract

Deteksi ketebalan bahan transparan akrilik dan kaca dilakukan dengan cara mengamati perubahan pola frinji yang terbentuk pada interferometer michelson. Pola frinji yang terbentuk pada saat interferometer michelson belum diberikan sampel, digunakan sebagai data awal atau dianggap dalam kondisi normal. Perubahan pola frinji tanpa diberikan sampel dengan pola frinji saat diberikan sampel akrilik dan kaca, digunakan sebagai nilai ketebalan dari sampel yang diamati. Pengamatan dilakukan dengan bantuan sensor ccd yang terdapat pada kamera. Hasil dari gambar yang didapatkan, diolah hingga dapat menunjukan nilai perubahan yang terjadi. Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh tebal akrilik 2 mm sebesar 0,8 mm dan akrilik 3 mm sebesar 1,7 mm. untuk pengukura ketebalan kaca didapatkan tebal kaca 1 mm sebesar 0,6 mm, kaca 2 mm sebesar 0,8 mm dan kaca 3 mm sebesar 2,1 mm.
Alat Pengontrol Emisi Gas Amonia (NH3) di Peternakan Ayam Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 Menggunakan Sensor Gas MQ-137 Reka Heriawan; Sri Wahyu Suciyati; Amir Supriyanto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.480

Abstract

Telah dirancang dan dibuat sebuah alat pengontrol emisi gas amonia (NH3) di peternakan ayam berbasis mikrokontroler ATMega 8535 menggunakan sensor gas MQ 137. Alat ini memiliki dua sistem kerja yaitu alat ukur kadar amonia dan alat kendali untuk mengurangi emisi gas amonia dalam kandang. Alat ukur kadar amonia dikalibrasi menggunakan alat spektrometer. Data dari sensor diolah oleh mikrokontroler dan hasilnya ditampilkan oleh LCD M1632. Proses pengambilan, pengolahan, komunikasi data, dan kendali diatur oleh program pada mikrokontroler ATMega 8535 dengan bahasa pemrograman BASCOM. Pengukuran dilakukan pada sampel yang berupa campuran antara cairan amonia dengan akuades dengan jumlah 100 ml yang diuapkan. Pengukuran dilakukan dalam selang waktu 5 menit. Sampel yang digunakan dengan perbandiangan konsentrasi amonia 5 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml, 25 ml, 30 ml, 35 ml, 40 ml, 45 ml, dan 50 ml. Hasil pengukuran kadar amonia konsentrasi 5 ml sampai 50 ml adalah 4 ppm, 4,5 ppm, 5,2 ppm, 6,5 ppm, 6,7 ppm, 6,9 ppm, 7,9 ppm, 8,5 ppm, 8,9 ppm, dan 10,2 ppm. Pengendalian kadar amonia dalam kandang berupa berputarnya kipas/blower untuk mengurangi emisi gas amonia jika kadar gas amonia dalam kandang melebihi 5 ppm dan kipas/blower akan berhenti berputar jika kadar gas amonia dalam kandang di bawah 5 ppm. Kata Kunci: Amonia, sensor gas MQ 137, mikrokontroler ATMega 8535, bahasa BASCOM
Pengukuran Panjang Gelombang Sumber Lampu Monokromatis dari Pola Difraksi Cahaya Berbasis Webcamdan Borland Delphi Eko Sariyanto; Sri Wahyu Suciyati; Gurum Ahmad Pauzi; J Junaidi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1276

Abstract

Telah dilakukan penelitian untukpengukuran panjang gelombang dari pola difraksi cahaya yang terbentuk ketika melewati sebuah celah tunggal. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan alat ukur pola difraksi cahaya yang terintegrasi langsung dengan sebuah kamera sebagai pengindra. Hasil penelitianmenunjukkan bahwapanjang gelombang dari sumber diperoleh sebesar 583-589 nm. Proses pengukuranpola difraksi dilakukan dengan menggunakan kisi 100 celah/mm, 300 celah/mm, dan 600 celah/mm dengan variasi jarak 50-100 cm. Nilai akurasi pengukuran diperoleh sebesar 99,45-99.59% dengan error sebesar 0,04-0,55%. Sistem yang dibangun telah mampu pula untuk mengukur panjang gelombang cahaya monokromatis denganrange panjang gelombang 450-630 nm.
Implementasi Sensor Fotodioda sebagai Pendeteksi Serapan Sinar Infra Merah pada Kaca Nurmalia Nasution; Amir Supriyanto; Sri Wahyu Suciyati
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1292

Abstract

Telah diimplementasikan dalam penelitian sensor fotodioda sebagai salah satu jenis sensor cahaya sebagai pendeteksi sinar infra merah yang diserap oleh kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca bening dan kaca transparan berwarna (hitam, hijau, dan biru) dengan tebal 2 mm - 8 mm. Sistem ini terdiri atas sensor fotodioda, LED infra merah, kaca, rangkaian catu daya, sistem minimum mikrokontroler ATMega8535, rangkaian penguat IC324, dan software Bascom AVR. Kaca sampel diletakkan di antara sensor fotodioda dan LED infra merah yang berhadapan. Sistem ini bekerja dari tegangan keluaran sensor yang menjadi masukan pada port A.0 mikrokontroler dan diubah menjadi sinyal digital oleh ADC. Hasil penelitian menunjukkan sensor fotodioda memiliki respon baik untuk mendeteksi intensitas dari LED infra merah, sehingga dari intensitas tersebut akan diperoleh nilai serapan pada kaca. Serapan terbanyak pada kaca hijau 8 mm (20,848%) dan terkecil pada kaca bening 2 mm (0,029 %). Semakin tebal dan gelap kaca yang digunakan semakin banyak sinar infra merah yang diserap, begitu juga sebaliknya semakin tipis dan terang kaca yang digunakan semakin sedikit sinar infra merah yang diserap.