I KETUT SUASTIKA
Department of Naval Architecture and Shipbuilding Engineering, Faculty of Marine Technology,Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya 60111, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA Suastika, I Ketut
Gamatika Vol 1, No 1: Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada tulisan ini, penulis mencoba mengkonstruksi homomorfisma grup dari grup berhingga  ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Karena homomorfisma grup merupakan suatu fungsi, maka dalam mengkonstruksinya diawali dengan membentuk fungsi dari grup berhingga ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Di sini jelas tidak semua fungsi yang terbentuk akan merupakan homomorfisma grup, sehingga perlu dilakukan pengecekan terhadap fungsi yang diperoleh. Adapun fungsi yang terbentuk dari  grup ( A,. ) ke grup ( Z4,+ ) sebanyak 256, dan dari jumlah itu yang terbukti merupakan homomorfisma grup sebanyak 4 fungsi. Kata kunci : grup berhingga, fungsi, homomorfisma grup   Abstract In this paper, the author tries to construct a group homomorphism of finite groups (A,.) to a finite group (Z4, +). Since the group homomorphism is a function, then the construct begins by establishing the function of a finite group (A,.) to a finite group (Z4, +). Here, clearly not all functions will be formed a group homomorphism, so it needs to be checked against the function obtained. The functions are composed of groups (A,.) Group (Z4, +) of 256, and of that amount proved to be a group homomorphism by 4 functions. Keywords: finite groups, group homomorphism
Spectral Response Surfaces and the Ringing Response of Offshore Structures Suastika, I Ketut
Makara Journal of Technology Vol 12, No 2 (2008)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.792 KB) | DOI: 10.7454/mst.v12i2.151

Abstract

A method, called spectral response surface method, is proposed for the study of the ringing phenomenon of offshore structures. Newman’s results for diffraction force on a column were reformulated in terms of the frequency components of the ocean surface and their Hilbert transforms. Using a first-order reliability method together with a dynamic model for the structural response, it is straightforward to calculate the ocean surface history most likely to generate an extreme ringing response and the ringing response history.
KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA Suastika, I Ketut
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada tulisan ini, penulis mencoba mengkonstruksi homomorfisma grup dari grup berhingga  ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Karena homomorfisma grup merupakan suatu fungsi, maka dalam mengkonstruksinya diawali dengan membentuk fungsi dari grup berhingga ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Di sini jelas tidak semua fungsi yang terbentuk akan merupakan homomorfisma grup, sehingga perlu dilakukan pengecekan terhadap fungsi yang diperoleh. Adapun fungsi yang terbentuk dari  grup ( A,. ) ke grup ( Z4,+ ) sebanyak 256, dan dari jumlah itu yang terbukti merupakan homomorfisma grup sebanyak 4 fungsi. Kata kunci : grup berhingga, fungsi, homomorfisma grup   Abstract In this paper, the author tries to construct a group homomorphism of finite groups (A,.) to a finite group (Z4, +). Since the group homomorphism is a function, then the construct begins by establishing the function of a finite group (A,.) to a finite group (Z4, +). Here, clearly not all functions will be formed a group homomorphism, so it needs to be checked against the function obtained. The functions are composed of groups (A,.) Group (Z4, +) of 256, and of that amount proved to be a group homomorphism by 4 functions. Keywords: finite groups, group homomorphism
DEVELOPING OF NUMBERS LEARNING MODULE FOR PRIMARY SCHOOL STUDENTS BYCONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING APPROACH Wahyuningtyas, Dyah Tri; Suastika, I Ketut
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): VOLUME 1 NUMBER 2 SEPTEMBER 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.112 KB) | DOI: 10.26737/jpdi.v1i2.264

Abstract

This study purposedto develop module of numbers learning by CTL approach. Through CTL strategies, students were expected to learn through 'experience', but not 'memorize'. This module included activities to create a meaningful relationship, presenting a problem in the form of open-ended, problem possing assembling, collaborating, presenting individually services through checking the understanding, and self-assessment. The development model used in this research were divided into three phases: (1) the initial investigation phase (2) the prototype phase, and (3) the assessment phase. The research instrument composed in this study consisted of; (1) questionnaire responses of experts and practitioners, (2) student questionnaire, (3) sheets and questionnaires observation, (4) the test sheet. This development product had fulfilled valid criteria by the achievement of the module validation was 3.31 (high criteria), Observation Students’Activities validation was 3.52 (high criteria), Students’ Questionnaire Response validation was 3.27 (high criteria), and Test Learning Result validation was 3.44 (high criteria). Based on the validation results, it could be concluded that the module and instrument which were developed was valid. 
KONSTRUKSI HOMOMORFISMA PADA GRUP BERHINGGA Suastika, I Ketut
Gamatika Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada tulisan ini, penulis mencoba mengkonstruksi homomorfisma grup dari grup berhingga  ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Karena homomorfisma grup merupakan suatu fungsi, maka dalam mengkonstruksinya diawali dengan membentuk fungsi dari grup berhingga ( A,. ) ke grup berhingga ( Z4,+ ). Di sini jelas tidak semua fungsi yang terbentuk akan merupakan homomorfisma grup, sehingga perlu dilakukan pengecekan terhadap fungsi yang diperoleh. Adapun fungsi yang terbentuk dari  grup ( A,. ) ke grup ( Z4,+ ) sebanyak 256, dan dari jumlah itu yang terbukti merupakan homomorfisma grup sebanyak 4 fungsi. Kata kunci : grup berhingga, fungsi, homomorfisma grup   Abstract In this paper, the author tries to construct a group homomorphism of finite groups (A,.) to a finite group (Z4, +). Since the group homomorphism is a function, then the construct begins by establishing the function of a finite group (A,.) to a finite group (Z4, +). Here, clearly not all functions will be formed a group homomorphism, so it needs to be checked against the function obtained. The functions are composed of groups (A,.) Group (Z4, +) of 256, and of that amount proved to be a group homomorphism by 4 functions. Keywords: finite groups, group homomorphism
Analysis Of Non Value Added Activity On Ship Production Process Approach Concept Of Value Stream Mapping Case Study At PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya Tebiary, An Apriyani; Suastika, I Ketut; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.584 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2056

Abstract

Competition of shipyard industry market in this globalization era encourages companies to realize the importance of improving the effectiveness and efficiency so that, able to compete in terms of quality, cost and on time delivery. Production effectiveness is one effort that must be achieved by a shipbuilding industry to survive amid the competition in seizing market share. Production effectiveness is done with the aim of producing economically, continuously and on time to the customer, so that the company's survival can be guaranteed. This study aims to identify the activities that are classified as waste in the process of ship building at PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya so as to minimize production time in shipyard industry. The results showed the effectiveness of PT. DUMAS currently reaches 84.96%. In the process of improvement with the application of value stream mapping effectiveness value reached 92%. The conclusion of this research is a value stream mapping method can be applied measuring instrument and can describe the flow of production process in shipyard so that can explain in detail activity that give value added or non value added activity.
Pengukuran Kesiapan Teknologi untuk Pembangunan Kapal Kontainer 100 TEUs dengan Sistem Modular di PT PAL Indonesia Virliantarto, Noor; Ma'ruf, Buana; Suastika, I Ketut
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.562 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2054

Abstract

Industri galangan kapal Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar jika ditinjau dari kebutuhan kapal dari dalam negeri, termasuk banyaknya jumlah kebutuhan kapal kontainer 100 TEUs dalam waktu dekat. Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan daya saing industri galangan kapal Indonesia di mata dunia dibutuhkan pengembangan teknologi produksi kapal. Banyaknya kebutuhan kapal kontainer 100 TEUs memungkinkan untuk dibangun secara masal dengan sistem modular, dimana teknologi modular adalah implementasi dari teknologi PWBS yang telah diterapkan banyak galangan. PT. PAL Indonesia telah menerapkan teknologi modular, akan tetapi untuk pembangunan kapal PKR (Perusak Kawal Rudal). Oleh karena itu, pada makalah ini dilakukan pengukuran kesiapan teknologi PT. PAL Indonesia dengan metode pengukuran model teknometrik untuk pembangunan kapal kontainer secara masal dengan sistem modular, di mana teknometrik membagi empat komponen teknologi yang terdiri dari technoware, humanware, inforwar, dan orgaware. Hasil dari pengukuran tersebut memberikan rekomendasi pengembangan galangan kapal, antara lain pemanfaatan lahan sebagai buffer area, melakukan transfer of technology pada SDM, mengintegrasikan sistem informasi, dan membentuk badan penelitian dan pengembangan.
Perencanaan Penjadwalan Reparasi Kapal Ferry Dengan Menggunakan Metode Flash Firstdhitama, Wisnu; Suastika, I Ketut; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.214 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2869

Abstract

ABSTRAK Sebagai negara kepulauan di Indonesia kapal ferry mempunyai peran sangat vital untuk melayani angkutan penumpang dan barang dengan jarak pendek. Pada operasinya armada kapal ferry ini memiliki frekuensi waktu kedatangan dan keberangkatan yang ketat, sehingga dalam setiap waktu dockingnya harus singkat dan terjadwal dengan baik. Namun pada kasusnya diperiode special docking ini masih relatif lama yakni sekitar 37 hari pada penyelesaian dockingrepairnya.Padamakalahinimengambilstudi kasus reparasikapalpenumpangjenisferry di salahsatugalangankapal. Permasalahan yang biasaterjadidilapanganadalahpenyelesaian pekerjaan reparasi kritis atau critical path, dimana jika terjadi keterlambatan dalam penyelesaian, maka pekerjaan lainnya juga akan terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya.Dengan demikian dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penjadwalan ulang melalui metode FLASHFuzzy Logic Aplication for Schedulling, dimana metode ini lebih sistematis, sederhana dan akurat dalam merencanakan penjadwalan pekerjaan reparasi. Penjadwalan ulang dengan metode FLASH ini dilakukan melalui analisis data historical repair yang sudah ada untuk menentukan waktu yang efisien dalam realisasi pekerjaan. Selanjutnya dengan bantuan kuisioner didapatkan nilai tingkat kepercayaan pada beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam penjadwalan dengan kesesuaian class matter.Dengan data-data tersebut, selanjutnya dilakukan olah data dengan bantuan sofware microsoftexcel 2010, QM-windows versi-4 dan matlab v-20. Dari hasil komputasi didapatkan efisiensi waktu dari pekerjaan reparasi dengan pengaturan penjadwalan penyelesaian 25 hari dengan tingkat kepercayaan sebesar 90 persen dan tingkat kesesuaian dari faktor yang mempengaruhi dalam penjadwalan sebesar 39 persen.Kata kunci :MetodeFLASH, Efisiensiwaktudocking, Penjadwalanpekerjaan.
ANALYSIS OF NON VALUE ADDED ACTIVITY ON SHIP PRODUCTION PROCESS APPROACH CONCEPT OF VALUE STREAM MAPPING CASE STUDY AT PT. DUMAS TANJUNG PERAK SHIPYARD SURABAYA Tebiary, An Apriyani; Suastika, I Ketut; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.584 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2056

Abstract

Competition of shipyard industry market in this globalization era encourages companies to realize the importance of improving the effectiveness and efficiency so that, able to compete in terms of quality, cost and on time delivery. Production effectiveness is one effort that must be achieved by a shipbuilding industry to survive amid the competition in seizing market share. Production effectiveness is done with the aim of producing economically, continuously and on time to the customer, so that the company's survival can be guaranteed. This study aims to identify the activities that are classified as waste in the process of ship building at PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya so as to minimize production time in shipyard industry. The results showed the effectiveness of PT. DUMAS currently reaches 84.96%. In the process of improvement with the application of value stream mapping effectiveness value reached 92%. The conclusion of this research is a value stream mapping method can be applied measuring instrument and can describe the flow of production process in shipyard so that can explain in detail activity that give value added or non value added activity.
PENGUKURAN KESIAPAN TEKNOLOGI UNTUK PEMBANGUNAN KAPAL KONTAINER 100 TEUS DENGAN SISTEM MODULAR DI PT PAL INDONESIA Virliantarto, Noor; Ma'ruf, Buana; Suastika, I Ketut
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.562 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v11i1.2054

Abstract

Industri galangan kapal Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar jika ditinjau dari kebutuhan kapal dari dalam negeri, termasuk banyaknya jumlah kebutuhan kapal kontainer 100 TEUs dalam waktu dekat. Untuk memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan daya saing industri galangan kapal Indonesia di mata dunia dibutuhkan pengembangan teknologi produksi kapal. Banyaknya kebutuhan kapal kontainer 100 TEUs memungkinkan untuk dibangun secara masal dengan sistem modular, dimana teknologi modular adalah implementasi dari teknologi PWBS yang telah diterapkan banyak galangan. PT. PAL Indonesia telah menerapkan teknologi modular, akan tetapi untuk pembangunan kapal PKR (Perusak Kawal Rudal). Oleh karena itu, pada makalah ini dilakukan pengukuran kesiapan teknologi PT. PAL Indonesia dengan metode pengukuran model teknometrik untuk pembangunan kapal kontainer secara masal dengan sistem modular, di mana teknometrik membagi empat komponen teknologi yang terdiri dari technoware, humanware, inforwar, dan orgaware. Hasil dari pengukuran tersebut memberikan rekomendasi pengembangan galangan kapal, antara lain pemanfaatan lahan sebagai buffer area, melakukan transfer of technology pada SDM, mengintegrasikan sistem informasi, dan membentuk badan penelitian dan pengembangan.