Agus Subekti
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat Jalan Budi Utomo No. 45, Siantan Hulu, Kotak Pos 6150, Pontianak 78061, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal INKOM

Perancangan dan Implementasi Mapper dan Demapper untuk DVB-T Suyoto, Suyoto; Subekti, Agus; Lukman, Arif
INKOM Journal Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.607 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.152

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi mapper dan demapper untuk DVB-T (Digital Video Broadcaster-Terrestrial). Mapper digunakan untuk memetakan deretan bit digital kedalam symbol-simbol OFDM yang akan masuk ke IFFT, sedangkan demapper digunakan untuk memetkan simbol-simbol OFDM yang keluar dari FFT ke dalam deretan bit digital. Mapper dan demapper menggunakan konstelasi 16 QAM (Quadrature Amplitude Modulation). 4 bit digunakan untuk memetakan setiap simbol OFDM. Perancangan dilakukan dengan menggunakan ISE 9.2i Xilinx. Hasil dari perancangan diimplementasikan pada virtex-4 development board.
Metoda Adaptive Beamforming untuk Cognitive Radio Subekti, Agus
INKOM Journal Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.786 KB) | DOI: 10.14203/j.inkom.385

Abstract

Salah satu peluang pemanfaatan spektrum secara bersama antara  secondary users dan primary users adalah  dengan memanfaatkan  perbedaan sudut datang sinyal (Angle  of  Arrival-  AoA).  Dengan  aplikasi multi antena, arah berkas dari masing-masing dibentuk dan dapat diatur sehingga terfokus dan tidak saling mengganggu karena memberikan interferensi. Pada tulisan ini diusulkan teknik beamforming di sisi penerima. Arah berkas dari larik dibuat maksimum pada arah datang sinyal dan minimum pada arah referensi. Dengan algoritma LMS (Least Mean Square), pembobot dihitung secara iteratif agar memberikan nilai MSE (Minimum Square Error) dari sinyal keluaran larik dan sinyal referensi yang minimum. Algoritma yang diusulkan selanjutnya dicoba disimulasikan untuk beberapa nilai parameter step size.